<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995</id><updated>2012-01-31T16:13:43.145+07:00</updated><category term='Beloved Students'/><category term='politik'/><category term='sekolah alam'/><category term='Cinta di atas Cinta'/><category term='antologi puisi II : Dialog Tanpa Kata'/><category term='sekolah komunitas'/><category term='puisi'/><category term='secret admirer'/><category term='Jurnalistik - Kehumasan'/><category term='antologi puisi I : Untukmu Sahabat'/><category term='fotografi'/><category term='orang rumah'/><category term='rak buku'/><category term='the truefriend'/><category term='videografi'/><category term='rumah baca'/><category term='esai'/><title type='text'>Ketika Seorang Hamba Menulis</title><subtitle type='html'>Ketika Seorang Hamba Menulis</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>161</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-4356216377408669160</id><published>2011-07-29T10:33:00.001+07:00</published><updated>2011-07-29T10:39:55.209+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rak buku'/><title type='text'>Perahu Kertas : Tentang Hantu di Sudut Pikir</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1_2aaUk2yCo/TjIpLP8ZxxI/AAAAAAAAAgI/bhWkD3vMKjo/s1600/PK_3d_small.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="243" src="http://3.bp.blogspot.com/-1_2aaUk2yCo/TjIpLP8ZxxI/AAAAAAAAAgI/bhWkD3vMKjo/s320/PK_3d_small.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;"kenangan itu cuma hantu di sudut pikir. &lt;br /&gt;selama kita cuma diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap menjadi hantu,&lt;br /&gt;nggak akan pernah jadi kenyataan."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(kata Luhde pada Keenan, dalam &lt;b&gt;"Perahu Kertas"&lt;/b&gt; karya Dee, hlm. 221)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Dalam tiga hari ini, novel setebal 442 halaman besutan Dee (Dewi Lestari) yang dilaunching 29 Agustus 2009&amp;nbsp; lalu (kebetulan, tepat di Harlahku), selalu menemani waktu luangku. Kubaca di 3C, kelasku mengajar, membacanya saat istirahat didepan murid-muridku. Juga saat menunggu anak-anak 4C selesai hafalan untuk kemudian belajar English bersamaku. Bahkan, disaat debat pada rapat rutin guru, aku menyempatkan untuk membacanya, lumayanlah dapat dua-tiga bab. Dan aku kemudian menamatkannya sambil mendampingi murid les privatku di suatu malam. Ya, mau gimana lagi, sekarang ini, waktu khusus dan sepi untuk membaca buku tebal sudah tak ada lagi. Mencuri-curi waktu dan kesempatan adalah satu-satunya cara agar bisa mendaras buku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, aku menyesal sekali baru membaca buku yang diterbitkan Bentang dan Truedee itu sekarang. Meski telah mendengar bahkan sempat pula menimang-nimang bukunya sejak lama, aku tidak juga membacanya. Barulah ketika kulihat buku ini dimeja Bu Tatik jelang mengajar Ekskul Menulis di Spalza pekan lalu, aku menggamitnya lagi. Seolah ada tangan yang menuntunku untuk membawanya. Bu Tatik malah menyertakan satu novel tebal lagi, berjudul "Centhini". Yang terakhir ini, (insyallah) akan kutulis dalam postingan yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru membaca beberapa halaman, khususnya halaman perkenalan tokoh utama, Keenan dan Kugy, aku langsung mengerti, bahwa buku ini adalah buku yang harus kubaca hingga usai. Alam semesta dengan caranya telah menggiringku untuk menyelami novel ini, kata demi kata, jiwa demi jiwa. Dan pada malam ketiga, usai menamatkannya adalah malam yang terasa panjang bagiku. Ada sejumput keletihan bercampur dengan rindu, mungkin juga kekosongan atau lebih tepatnya kegersangan, 'arsip-arsip' yang telah kurapikan seolah terbongkar kembali... berantakan, dan meluluhlantakan. Dalam dingin malam perjalanan pulang ke rumah, mataku terasa panas dan leherku tercekat. Aku sampai harus berhenti di sebuah toko swalayan untuk sekedar mencari air untuk membasahi kerongkonganku. Meski aku tahu baru saja tadi aku disuguhi teh hangat oleh murid lesku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Dee telah berhasil memantik kecemburuanku pada sosok Keenan. Meski ini dunia fiksi-imajinasi, tapi sosok Keenan yang diciptakan Dee, sesungguhnya adalah sebuah pengharapan bagaimana mestinya menjadi laki-laki. Punya tujuan hidup, meski sempat hilang arah dan mengorbankan hal yang begitu berharga dalam hidup. Dalam konteks Keenan, ketulusan cinta lingkungan terdekatnyalah yang kemudian perlahan membuatnya bangkit kembali hingga ia berhasil memungkasinya dengan sempurna. Cinta yang murni atau kemurnian mencintai. Entahlah, ... mana yang hendak lebih utama dikatakan Dee. Tapi aku setuju dengan 'ending' yang dibuat Dee. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwasannya, kesatuan dan kedekatan hati adalah sesuatu yang tak selalu bisa terkatakan. Dalam bahasaku, berdialog tanpa kata. Buatku, Keenan dan Kugy adalah pasangan ketiga setelah Ali &amp;amp; Fatimah ra. dan Ainun &amp;amp; Habibie yang merepresentasikan kekuatan cinta dalam dialog tanpa kata. Ya, esensinya sama, meski dalam novel ini, Dee menggunakan istilah yang berbeda : Radar Neptunus. Karena itu, Keenan dan Kugy berhak mendapatkan kebahagiaannya, dalam bahasa Dee : 'another little Kay dalam perut Kugy' sebagai manifestasi cinta tiada berujung Keenan dan Kugy (K&amp;amp;K). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggallah, aku disini termanggut-manggut dalam kesunyian. Dalam beberapa 'scene', aku seolah-olah menjadi sosok Keenan. dan di 'scene' lain aku merasa menjadi Luhde dan Kugy. Campur aduk rasanya. Namun yang pasti, aku tahu satu hal, bahwa alam semesta sedang ingin menyampaikan pesannya padaku bahwa aku tak cukup menjadi pemberani dalam mengambil keputusan. Seakan ia hendak berkata, lihatlah Keenan... lihatlah Kugy... Belajarlah dari mereka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, tiba-tiba aku merasa berada di dua dunia. Jiwaku terbelah dua... dan hasilnya adalah sebuah kelelahan. Rasanya lelah sekali... Sampai-sampai, sebuah pertanyaan diucapkan untukku,"Ayah, kok kelihatannya sedih banget...?". Pertanyaan yang justru semakin membuatku terpejam... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpejam, mencoba menghadirkan setetes embun pagi, yang buatku pribadi... telah lama sirna atau tepatnya kusirnakan. Ahhh, "dimanakah embun pagi itu kini berada?". Sama seperti gumam Keenan pada suatu waktu, "Kecil,... kenapa engkau terasa jauh sekali?". Sama seperti Kugy yang membutuhkan perahu kertas dan aliran air setiap kali ia dilanda 'emptyness', embun pagi buatku adalah sarana berkomunikasi dengannya. Ya, -nya dalam wujud seabsurd-absurdnya. Aku dan Kugy adalah jenis manusia yang tidak pernah bisa membagi utuh dalamnya zat bernama hati. Dalam sudut pandang ini, ruang sunyi Kugy pun menjadi serupa denganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran "Perahu Kertas" dalam ruang rinduku, menyadarkanku hal penting lain, bahwa tidaklah Allah menganugerahkan hati (cinta) kepada manusia selain sebagai sumber energi untuk kehidupan. Mereka yang tak tertanam cinta didalam dadanya adalah manusia malang yang sebatas hidup jasadnya namun mati ruhnya. Representasi cinta kepada Allah adalah meletakkan cinta itu sebagai bahan bakar untuk berbuat kebaikan, berkarya sebaik-baiknya, dan tulus berkorban. Cintalah yang mampu menggerakkan kuas Keenan ke atas kanvas setelah lama kaku. Cinta jugalah yang menggerakan Kugy meneruskan cerita &lt;b&gt;Jenderal Pilik dan Pasukan Alit&lt;/b&gt;. Dan buatku, cukuplah anak-anak muda di &lt;a href="http://www.doniriadi.com/2008/06/pelatihan-kehumasan-surakarta-1-solo.html"&gt;Solo&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.doniriadi.com/2008/04/pelatihan-kehumasan-1-jumat-penat.html"&gt;Purwokerto&lt;/a&gt;, yang pernah mengundangku ke hadapan mereka 2-3 tahun lalu. Mereka adalah saksi hidup betapa cinta mampu menyulap seorang mantan demonstran menjadi pembicara yang aneh karena mendadak puitis. Bilamana itu diulang lagi dilain tempat dan dilain waktu, kujamin, aku belum tentu bisa lagi melakukannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja, Kugy ada dihadapanku sekarang, mungkin aku akan melakukan hal yang sama seperti Remi, yaitu minta tolong Kugy menghanyutkan perahu kertasku agar dibaca Neptunus.&amp;nbsp; Bila Kugy mau ia juga boleh membacanya. Dan jika ia melakukannya, maka ia akan membaca kalimat berikut, &lt;br /&gt;:&lt;i&gt;"Neptunus, terima kasih telah mengirim agen Kugy ke hadapanku. Darinya aku tahu, bahwa aku seharusnya bersyukur karena telah diberi kesempatan untuk menikmati betapa indahnya ketulusan cinta setetes embun pagi, meski untuk waktu yang tidak lama. Doakan ya, semoga sisa-sisa percikannya tetap menjadi energi buatku membahagiakan orang-orang terdekatku... Untuk saat ini, cuma doa itu yang bisa kupanjatkan. Sampaikan juga pada Luhde, suatu saat aku akan bisa mengubah kenangan itu tidak lagi menjadi hantu di sudut pikir... hari pembuktian itu akan segera tiba!"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semarang, 29 Juli 2011. 00:01&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-4356216377408669160?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/4356216377408669160/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=4356216377408669160' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4356216377408669160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4356216377408669160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2011/07/perahu-kertas-tentang-hantu-di-sudut.html' title='Perahu Kertas : Tentang Hantu di Sudut Pikir'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-1_2aaUk2yCo/TjIpLP8ZxxI/AAAAAAAAAgI/bhWkD3vMKjo/s72-c/PK_3d_small.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-2369161858866357959</id><published>2011-06-19T23:20:00.003+07:00</published><updated>2011-07-29T17:45:38.414+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='esai'/><title type='text'>Jujur dalam Menyontek</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="221" src="http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2011/06/17/Photographs/006/17_06_2011_006_022_005.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;MENYONTEK  massal dalam ujian nasional (UN) di Sekolah Dasar Negeri 2  Gadel  Surabaya adalah fakta empirik bahwa bangsa ini sedang sakit.  Sakit,  karena Ny Siami, whistle blower kasus mencontek yang dikoordinasi  pihak  sekolah itu harus terusir oleh warga kampungnya, Tandes, yang tak  lain  sesama wali murid dan tetangganya. Wanita itu, beserta Widodo,  suami,  dan anggota keluarga lainnya, mengungsi ke rumah neneknya di  Gresik,  Jatim. Wanita itu awalnya mengungkapkan ke publik bahwa   anaknya,AlifahAhmad Maulana (Aam) diminta oleh pihak sekolah “membantu“   teman sekelasnya mengerjakan soal. Anak yang selama ini dikenal cerdas   itu kemudian “memandu“ teman-temannya menggarap soal ujian dan hasilnya   baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi warga menganggap Siami mencemarkan nama  baik desa dan sekolah. Atas  hal itu, Siami yang awalnya harus  diselamatkan ke kantor polisi untuk  menghindari amuk massa, berdalih  hanya ingin mengajarkan kejujuran pada  anaknya. Demi meredam emosi  massa, Dinas Pendidikan dan DPRD bersepakat  tidak mempermasalahkan  keabsahan ujian karena kasus itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meyontek massal dianggap tidak ada, yang digunakan tetap nilai seperti biasanya.&lt;br /&gt;Tapi   makin pelik, ketika tiga guru yang dianggap bertanggung jawab karena   menyuruh  Aam memberi contekan saat ujian, diancam dihukum penurunan  pangkat satu  level. Tapi Mendiknas M Nuh menegaskan tidak ada nyontek  massal, dan  kementeriannya tidak akan menggelar ujian ulang (S M,  16/06/11).&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;Semuanya Korban &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;Kasus  Gadel bukanlah yang pertama. Setahun lalu, juga di musim UN, sebuah  sekolah SLTA harus mengulang ujian karena lembar jawabannya sama semua.&amp;nbsp; Sama-sama terbukti melakukan contekan massal, bedanya dilakukan via SMS.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;Keduanya  adalah fenomena gunung es dari runtuhnya sekolah sebagai institusi  mulia karena UN. Kasus kecurangan lainnya ditengarai lebih banyak, hanya  saja belum tercium media.&amp;nbsp; Dalam bahasa Hermawan Sulistyo, karena malaikat belum membuka aib buruknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;Penyelesaian  kecurangan UN yang melibatkan jumlah massal, sejauh ini selalu lemah.  Karena itu, kecurangan yang satu menjadi inspirasi bagi kecurangan yang  lain. Ada pemeo yang mengatakan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“ if you kill somebody you must be a murder , but if you kill a thousand people it’s mean you are a conqueror.” &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;JIka anda membunuh satu orang berarti anda pembunuh, tapi jika yang anda bunuh ribuan orang anda adalah seorang penakluk. &amp;nbsp;Dalam  konteks UN, jika anda sendiri yang mencontek anda terancam tidak lulus  ujian, tapi jika yang mencontek satu sekolah, maka besar kemungkinan  anda akan diselamatkan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;Hal-hal&amp;nbsp; seperti ini benar-benar membuat nurani kita benar-benar terusik. &amp;nbsp;Bagaimana  mungkin orang yang berusaha untuk mempertahankan kejujuran justru  teralienasi dan diposisikan sebagai orang yang salah. Bagaimana pula  kerumunan massa bisa mengendalikan timbangan keadilan.&amp;nbsp; Dan, bagaimana kecurangan demi kecurangan selalu muncul disetiap musim UN.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;Kecurangan guru adalah satu hal,&amp;nbsp; menghukumnya  sah-sah saja. Tapi kecurangan guru tidak berdiri sendiri. Kecurangan  guru, disebabkan oleh kecurangan besar lainnya, yaitu UN itu sendiri.  Meski MA telah memutuskan UN harus ditinjau ulang hingga sampai&amp;nbsp; semua  sarana dan infrastruktur diseluruh pelosok nusantara siap, atau dengan  bahasa sederhana Indonesia saat ini belum siap menyelenggarakan UN, tapi  pemerintah masih saja tetap menggelar UN. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;Mahkamah Agung telah menolak kasasi pemerintah.&amp;nbsp; Perkara dengan nomor register 2596 K/PDT/2008 tertanggal 14 September 2009 itu telah memenangkan gugatan warga negara &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;(citizen lawsuit) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;terhadap  UN. Penolakan kasasi ini berarti menguatkan putusan Pengadilan Tinggi  DKI Jakarta pada 6 Desember 2007 yang juga menolak permohonan  pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;Sayangnya,  celah kelemahan tekstual dari putusan MA ini telah dimanfaatkan  sedemikian rupa untuk tetap menggelar UN. Sehingga jelas, kecurangan di  sekolah telah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;by design&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt; sejak dari pusatnya. Hukuman terhadap kecurangan sekolah atau guru akan terus ada silih berganti, &amp;nbsp;tidak  akan pernah berakhir sampai pokok permasalahannya teratasi, yaitu  pemerintah mentaati hukum dan amanat UUD pasal 31 dan amandemennya.  Dalam bahasa guyonan santri, disinilah letak &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;ummul munkarot&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;-nya (akar masalah). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;AL  dan keluarganya, guru SDN II Gadel, dan wali murid yang marah, semuanya  hanyalah korban dari pembangkangan pemerintah terhadap hukum dengan  tetap menyelanggarakan UN.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;Pahami Guru&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;&amp;nbsp;Fokus guru di&amp;nbsp; jenjang pendidikan dasar &amp;nbsp;adalah menyiapkan dan menemukan potensi diri anak didik sedini mungkin .&amp;nbsp; Potensi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-style: normal;"&gt;inilah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt; yang akan menjadi modal utama untuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; survive&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;  di kehidupannya kelak. Karena itu, penting bagi guru untuk  menghantarkan setiap murid menuju jenjang berikutnya dengan meninggalkan  kenangan manis berupa pengalaman belajar yang menyenangkan . &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;Disinilah  tekanan pertama bagi guru. Sudah menjadi rahasia umum jika format  UN/UASBN hanya mencakup akademis saja. Dalam kacamata taksonomi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Bloom&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;, sebagian besar ada pada wilayah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;recalling&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;  atau menghafal. Ini adalah hal yang sangat tidak bisa digunakan sebagai  alat mengukur kecerdasan seseorang. Dan dengan realita tidak semua  input murid di sekolah memiliki kecakapan akademis, maka guru pun wajib  memikirkan murid-murid yang memiliki potensi nonakademis. Anak-anak ini  biasanya mengalami kesulitan menghafal, tapi menonjol dalam bidang lain  seperti olahraga, seni, dan keterampilan hidup lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;Itu  sebabnya, jika orang tua murid hanya berpikir yang penting anakku  lulus, maka guru yang baik akan berpikir bagaimana caranya meluluskan  semua murid, plus catatan dengan kebanggaan dan memori yang baik. Di  titik ini, sangat manusiawi jika guru kemudian tergelincir dalam metode.  &amp;nbsp;Sebab, dalam kacamata guru, masa depan murid jauh lebih penting untuk dipersiapkan ketimbang terjebak dalam kesuntukan UN/UASBN.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;Tekanan  ini kemudian semakin bertambah besar dengan tuntutan dari orang  tua-masyarakat, dan juga dinas pendidikan setempat bahkan kepala daerah.  Prestis, keberlangsungan sebuah sekolah, dan prestasi jabatan adalah  motivasi besar &amp;nbsp;di sekitaran UN yang kemudian bermunculan, menjauh dari konteks memajukan pendidikan anak. &amp;nbsp;UN telah melayukan pendidikan karakter sebelum berkembang menjadi bunga. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;Padahal  sebenarnya, sebagus apapun hasil UN sama sekali tidak mencerminkan  keberhasilan pendidikan di Indonesia. Yang ada malah sekolah menjadi  lebih mirip bimbingan belajar. Sudah jamak di sekolah-sekolah pada  semester terakhir&amp;nbsp; kehilangan suasana belajar yang  kondusif. Waktu yang ada dimanfaatkan untuk mensiasati soal-soal UN.  Alhasil, anak-anak didera ketegangan dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;stressing &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;yang tinggi menjelang UN. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;Kasus Gadel sebenarnya representatif dari kondisi sekolah-sekolah di Indonesia.&amp;nbsp; Jika kita mau jujur, barangkali kita akan terbelalak menghitung jumlah sekolah yang diam-diam&amp;nbsp; melakukan  kecurangan, karena teramat banyaknya. Tahun ini, angka kelulusan UN  secara nasional hampir mendekati 100 %. Sukses besar tentu saja, tapi  kesuksesan yang harus dibayar mahal karena menukarnya dengan kejujuran  dan keadilan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;Karena  itu, guru yang dihukum karena mengajari curang bisa dimaklumi. Guru  yang ksatria mengakui kesalahan dan ikhlas menerima hukuman juga patut  diacungi jempol, karena masih dalam koridor pendidikan, hal positif yang  masih bisa dicontoh. Orang tua yang mengajarkan kejujuran pada anaknya,  adalah sebuah kesemestian. Tapi, pengusiran warga kepada orang tua yang  mendidik&amp;nbsp; anaknya kejujuran adalah sebuah anomali. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;Barangkali  warga Gadel tidak menyadari bahwa mereka telah melakukan dua kekeliruan  sekaligus. Pertama, penyerangan terhadap nilai kejujuran. Ketakutan  berlebih yang dibungkus dengan tuduhan pencemaran nama baik itu terlalu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-style: normal;"&gt;berlebihan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;. Seharusnya, wali murid turut berada di gerbong Ny. Siami mengawal agar kejujuran ditegakkan di sekolah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-style: normal;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt; Dan yang kedua, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-style: normal;"&gt;pelanggaran HAM karena m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;engusir seseorang dari rumah pribadi dan kampung halamannya sendiri tanpa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-style: normal;"&gt;dasar yang jelas. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoSubtleEmphasis"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;Menurut  Ketua IGI Pusat, Satria Dharma,jika kita terus menerus menutup mata  kita terhadap kecurangan demi kecurangan maka pada hakikatnya kita  sendiri adalah pelaku kecurangan itu sendiri. Dalam konteks ini, AL  seharusnya mendapatkan perlindungan fisik dan psikologikal. Ia mesti  bangga dengan kejujuran yang ditegakkan keluarganya. Ia layak  mendapatkan Award untuk kejujuran. Karena nilai kejujuran inilah yang  harus dimiliki bangsa jika ingin terbebas dari belenggu korupsi yang&amp;nbsp; telah mengurat daging.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; []&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;(note : versi edited dimuat di &lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/06/17/149879/Jujur-dalam-Menyontek"&gt;Suara Merdeka&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-2369161858866357959?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/06/17/149879/Jujur-dalam-Menyontek' title='Jujur dalam Menyontek'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/2369161858866357959/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=2369161858866357959' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/2369161858866357959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/2369161858866357959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2011/06/jujur-dalam-menyontek.html' title='Jujur dalam Menyontek'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-2019647100763903027</id><published>2010-11-19T10:10:00.000+07:00</published><updated>2010-11-19T10:10:11.967+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='antologi puisi II : Dialog Tanpa Kata'/><title type='text'>Review untuk DTK</title><content type='html'>Antologi Puisi DTK telah diluncurkan...&lt;br /&gt;dan alhmdulillah respon dari pembaca sejauh ini baik.&lt;br /&gt;Beberapa diantaranya bahkan sempat menuliskanreview singkat,&lt;br /&gt;seperti Bu guru Hindraswari dalam blognya (http://enggar.net/2010/11/18/dialog-tanpa-kata/) dan Bu guru Aeni dalam notes FBnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut review Bu Hindraswari Enggar yang juga penulis buku TIK untuk SD Terbitan Erlangga&amp;nbsp; ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kata adalah … inspirasi&lt;br /&gt;ia bisa melahirkan banyak energi&lt;br /&gt;untuk menebar rahmah di muka bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata adalah … abadi&lt;br /&gt;meski waktu bisa mengubur diri&lt;br /&gt;tapi gaungnya tidak akan pernah mati”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosa di atas saya kutip dari buku Dunia Tanpa Kata, yang ditulis oleh kawan maya saya Doni Riadi dan muridnya Fina Af’idatussofa. Penggalan prosa di atas mengingatkan saya pada nukilan kalimat berikut ini. “Scripta manent verba volant. Yang tertulis akan tetap tinggal, yang diucapkan lenyap bersama angin.”&lt;br /&gt;Itulah kekuatan sebuah tulisan. Tulisan juga bisa mengubah dunia. Tulisan yang baik, dan mencerahkan pembacanya bisa menjadi rahmat bagi semesta pun sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian kata berbentuk puisi atau prosa selalu menyenangkan untuk disimak. Ada pesan-pesan tersembunyi dalam setiap untaian kata. Pun ungkapan hati penulisnya. Kadang kata-kata itu begitu melekat dan menyatu dengan kehidupan kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulan prosa dan puisi ini banyak bercerita sebuah rasa. Cinta. Cinta kepada Sang Khalik. Cinta kepada sahabat, sesama dan alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi semacam pesona. Setiap rangkaian kata indahnya mencerminkan jiwa kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“bukan pada maya atau nyata&lt;br /&gt;sebab maya bisa begitu nyata&lt;br /&gt;dan nyata bisa menghilang maya&lt;br /&gt;yang utama adalah&lt;br /&gt;kita bisa menjadi sahabat&lt;br /&gt;sejatinya&lt;br /&gt;selamanya&lt;br /&gt;pada maya&lt;br /&gt;pada nyata” (Maya dan Nyata)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruntuk kawan maya saya, Pak Doni, selamat atas terbitnya buku Antologi Puisi ini. Semoga seperti harapan Anda, buku ini dapat memberikan manfaat bagi banyak orang. Dan sukses untuk buku-buku berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Review dari Bu Aeni yang seorang guru di Sekolah Alam Ar-Ridho dan mengampu Ekskul Menulis:&lt;br /&gt;"Membaca dialog tanpa kata membuat bibirku terbungkam,karena ketakjuban dari setiap ungkapan yg menyejukkan.Setiap hurufnya mengalir memberikan banyak makna,hingga tak perlu kata untuk membuat makna.Cinta dan kerinduan terangkum dalam kagum,hingga membuatku terkagum-kagum.,."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-2019647100763903027?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/2019647100763903027/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=2019647100763903027' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/2019647100763903027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/2019647100763903027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2010/11/review-untuk-dtk.html' title='Review untuk DTK'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-423373243404192721</id><published>2010-09-22T18:56:00.000+07:00</published><updated>2010-09-22T18:56:12.207+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rak buku'/><title type='text'>Sale on Demand : Antologi Puisi DIALOG TANPA KATA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/TJnuaYZigRI/AAAAAAAAAeo/DlwS5WzfQ8U/s1600/promo+dtk2+grey2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/TJnuaYZigRI/AAAAAAAAAeo/DlwS5WzfQ8U/s320/promo+dtk2+grey2.JPG" width="206" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Buku ini ditulis teruntuk&amp;nbsp; Sahabat Sejati&lt;/strong&gt;…, yang bisa mendengar kata-kata yang tak mampu terucap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog   Tanpa KATA pada dasarnya merupakan kumpulan dialog imajiner. Puisi  atau  prosa di lembar halamannya tidaklah berdiri sendiri namun  merupakan  sebuah kesatuan rangkaian cerita. Ini adalah “novel” dalam  bentuk  syair-syair.&lt;br /&gt;Dialog Tanpa KATA pada dasarnya dimaksudkan  untuk  menjadi teman dalam masa pertumbuhan &amp;amp; pergolakan remaja dan  siapa  saja yang terus berusaha menemukan jati diri khususnya dalam  diskursus  pencarian ilmu, cinta dan persahabatan, alam semesta, dan  kuasa Allah  pada mahkluknya.&lt;br /&gt;Dialog Tanpa KATA adalah karya  kolaborasi murid  dan guru yang sama-sama menyukai embun pagi.  Perspektif dari perpaduan  dua dimensi umur, membuat tiga masa : lalu,  kini,dan masa depan, menjadi  sebuah lingkaran terhubungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Lewat kata, aku berucap dalam kebisuan,&lt;br /&gt;lewat do’a kusampaikan pesan tanpa hinggap di pendengaranya,&lt;br /&gt;lewat mata hati aku bisa melihatnya.&lt;br /&gt;Jika tak ada kata,,,&lt;br /&gt;Mungkin aku tak kan mengenalnya sama sekali."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; [fina, dalam LEWAT KATA hlm. 35 DTK]﻿&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;___&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DATA BUKU :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ukuran : A5&lt;br /&gt;Tebal : 125 hlm&lt;br /&gt;kertas : hvs putih&lt;br /&gt;cover : softcover glossy&lt;br /&gt;Price : Rp. 40.000&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (plus ongkos kirim 10rb utk dalam pulau Jawa dan Rp. 15.000 untuk luar Jawa.)&lt;br /&gt;waktu pemesanan paling lambat untuk cetakan kali ini : 30 September 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;UNTUK PEMESANAN :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;silahkan kirim sms ke 0813 9099 1444 berisi nama dan alamat.&lt;br /&gt;setiap pngirim SMS akan diberi no. rek. untuk transfer dana pembelian.&lt;br /&gt;atau bisa juga melalui tag di catatan ini , dinding atau pesan di FB ini.&lt;br /&gt;Ada diskon untuk pembelian jumlah tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Data Pemesan hingga hari ini (21/09/2010) :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Saiful Alaina , UTY, 1 eksp.&lt;br /&gt;2. Bahruddin, Qaryah Thayyibah, 50 eksp.&lt;br /&gt;(update pkl 21.00)&lt;br /&gt;3. Hindraswari enggar, Jakarta, 1 eksp&lt;br /&gt;4. Edo Segara, Jogjakarta, 1 eksp&lt;br /&gt;(update 22/09/2010)&lt;br /&gt;5. Achmadi, Sidoarjp, 1 eks&lt;br /&gt;6. Hartatik, Spalza Semarang, 1 eksp&lt;br /&gt;7. Aeni , Ar-Ridho Semarang, 1 eksp&lt;br /&gt;8. Arnida, Semarang, 1 eksp&lt;br /&gt;9. Imam Sardjono, Semarang, 1 eksp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﻿&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-423373243404192721?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/423373243404192721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=423373243404192721' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/423373243404192721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/423373243404192721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2010/09/sale-on-demand-antologi-puisi-dialog.html' title='Sale on Demand : Antologi Puisi DIALOG TANPA KATA'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/TJnuaYZigRI/AAAAAAAAAeo/DlwS5WzfQ8U/s72-c/promo+dtk2+grey2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-5451591994382700127</id><published>2010-05-05T15:56:00.000+07:00</published><updated>2011-05-05T16:04:44.947+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-7UgnZHg21O0/TcJmvZh-3II/AAAAAAAAAe8/qDwCNNaYTis/s1600/wallpaperharianak2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-7UgnZHg21O0/TcJmvZh-3II/AAAAAAAAAe8/qDwCNNaYTis/s320/wallpaperharianak2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-5451591994382700127?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/5451591994382700127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=5451591994382700127' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/5451591994382700127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/5451591994382700127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2010/05/blog-post.html' title=''/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-7UgnZHg21O0/TcJmvZh-3II/AAAAAAAAAe8/qDwCNNaYTis/s72-c/wallpaperharianak2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-651158343425277756</id><published>2010-01-16T21:50:00.000+07:00</published><updated>2010-01-16T21:50:19.273+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='orang rumah'/><title type='text'>Bindung dan Dandung</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/S1HRxFW4UfI/AAAAAAAAAeU/ljc4ac04iHM/s1600-h/dani-spiderman2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/S1HRxFW4UfI/AAAAAAAAAeU/ljc4ac04iHM/s320/dani-spiderman2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Penenang hatiku : si Bindung dan adiknya, ... si Dandung &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-651158343425277756?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/651158343425277756/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=651158343425277756' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/651158343425277756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/651158343425277756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2010/01/bindung-dan-dandung.html' title='Bindung dan Dandung'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/S1HRxFW4UfI/AAAAAAAAAeU/ljc4ac04iHM/s72-c/dani-spiderman2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-4666176661298626243</id><published>2010-01-14T20:41:00.002+07:00</published><updated>2010-01-16T07:05:47.901+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='esai'/><title type='text'>Sebuah Renungan : MENGUAK RAHASIA HIJAU DAUN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/S1ECnT7PFVI/AAAAAAAAAeM/l1V7UDehEiI/s1600-h/dewdrop4.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/S1ECnT7PFVI/AAAAAAAAAeM/l1V7UDehEiI/s320/dewdrop4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Pada status di FB sebelumnya, aku sempat melontarkan pertanyaan, ada apa dengan warna hijau pada daun...mengapa kloroplast memilih warna hijau? mengapa hanya tanaman yang mampu menghasilkan oksigen (udara bersih) ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik-titik tertentu, banyak pertanyaan yang kemudian berhadapan dengan sesuatu yang bernama: ketetapan Allah. Manusia tentu saja tidak mampu dan tidak berada pada domain "Pencipta", sehingga ada banyak hal yang kemudian hanya bisa dijelaskan oleh manusia dalam batasan "dicipta" yaitu mereka-reka: how to (cara kerja ilmiah sebuah ketetapan) dan why (mengapa diciptakan, terutama dalam konteks hikmah dan kemanfaatan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kata lain, Sains (ilmu pengetahuan), bisa mengenalkan kita kepada Dzat MAha Pencipta, dan berlaku pula sebaliknya, mengimani Maha Pencipta akan membawa kita pada pengembangan sains.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan tentang hijau daun itu, telah  menggiringku kepada sebuah perenungan, sebuah tafakkur alam. Dan kemudian kutemukan jawabannya (versi diriku sendiri, yang dhoif). Jawaban itu ketemukan tidak  dalam kondisi menyengaja berdiam diri, menyepi atau menyendiri, melainkan dalam kondisi ramai ditengah riuh rendah suara celoteh murid-muridku dikelas 3 SD. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, sebuah foto pada almanak (kalender) di dinding kelas kelas 3C telah mencuri perhatianku. Bahkan ketika aku bercerita tentang Candi Prambanan kepada mereka, sesungguhnya pikiranku sedang bekerja memproses citra yang masuk sekelebatan, dan pada detik yang kesekian akhirnya menghasilkan ouput alternatif jawaban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah foto yang memuat sebuah pohon besar hijau berlatar langit biru berarak awan putih dan dibawahnya dikitari padi menguning dan jalanan tanah coklat basah. Beberapa  petani dengan beragam warna baju mengayuh sepeda onthel diatas jalan tanah itu. Itu adalah foto yang diambil ketika 'golden hours'... ketika intensitas matahari masih bersinar lembut. Itu, ketika pagi mulai menjelang, di sebuah desa antah berantah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Harmonisasi alam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hijau daun adalah bukti tak terbantahkan dari sebuah kesempurnaan penciptaan. Bahwa pada dasarnya, alam senantiasa HARMONI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijau adalah alternatif warna terbaik bagi tanaman. Sebab Biru, beserta gradasi warnanya telah menjadi warna langit dan lautan. Langit adalah sebuah cermin bagi lautan, dan lautan adalah cermin bagi langit. Di angkasa luar, dimana tiada udara, langit sesungguhnya berwarna hitam gulita, udaralah yang menjadikan warna langit terlihat biru. Langit biru hanya ada di bumi, langit biru tidak ada di bulan, sebab di bulan hampa udara. Kehampaannya itu membuat gulita langit, bahkan sunyi senyap, karena tidak ada suara yang bisa terdengar di lingkungan hampa udara. Suara merdu anak mengaji hanya bisa terdengar di bumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna coklat, berikut gradasinya telah menjadi warna tanah dan daratan. Coklat muda, coklat tua, abu-abu dan hitam bahkan merah bata, adalah warna tanah. Masing-masing warna tanah mewakili karakteristiknya sendiri-sendiri, dan dari sana, manusia memahami mana tanah yang subur bagi mereka untuk bercocok tanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan warna cerah? Warna cerah adalah warna milik bunga. Warna cerah bunga akan semakin berkarakter dalam sokongan warna hijau daun-daun...Mawar merah, melatih putih, anggrek ungu , orange tulip, dan ribuan bunga lainnya menjadi nampak indah dalam 'background' hijau tanaman dan perdu. Bahkan tetes embun yang bening tanpa warna pun menjadi bercahaya bertakhta ujung hijau daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijau pada tumbuhan adalah warna mediasi diantara dua kutub langit dan bumi (tanah). Hijau pada daun masih nampak hijau jika harus dipaksa berlatar langit biru, dan juga jika dilihat dari langit, masih bisa nampak hijau jika dipadankan dengan coklat tanah. Bahkan lebih jauh lagi, gradasi warna hijau memiliki makna sendiri. Hijau muda untuk daun muda atau bakal daun, hijau pekat untuk daun produktif. Daun tua diwakili oleh hijau kekuningan, hingga kecoklatan dan sama sekali menjadi sewarna tanah jika ia telah jatuh ketanah. Tanaman empat musim yang berwarna-warni (daun maple misalnya) pun pada akhirnya akan berwarna tanah ketika ia kemudian telah jatuh berguguran menyatu dengan tanah. Pohon menghormati tanah tempatnya berpijak dengan menyerahkan daun-daun yang telah gugur kepada tanah, untuk menjadi tanah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Satu-satunya Produsen Oksigen.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hijau mewakili simbol kehidupan. Memberi efek kesegaran. Jutaan tahun sebelum manusia pertama diturunkan ke bumi, dan sebelum hewan pertama lahir ke bumi, tumbuhan telah lebih dulu bercokol di bumi. Tumbuhan menjadi indikator sebuah lingkungan layak huni. Begitu bumi telah ijo royo-royo, dan langit telah terlihat biru, itu berarti barulah bumi siap menampung makhluk bernama manusia. Sebagaimana namanya, tumbuhan...tumbuh...adalah icon sebuah cikal bakal nafas kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya daun yang bisa memproses racun di udara (karbondioksida), sebagai hasil kerja manusia (yang hanya bisa menyampah dan meracuni udara), setelah bereaksi dengan air, menghasilkan karbohidrat dan udara (oksigen) bersih. Kandungan karbohidrat ini, yang kemudian dilahap oleh dua makhluk lainnya, manusia dan hewan sebagai makanan, berikut udara, sebagai fasilitas gratis cuma-cuma dari tanaman. 3 menit saja menutup hidung dari akses udara, manusia sudah berada dititik nadir antara hidup dan mati. Dalam konteks 'kelemahan' ini, mengapa manusia kemudian merasa dirinya sebagai mahkluk paling kuasa atas makhluk lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya jelas, tumbuhan ditetapkan sebagai satu-satunya penghasil oksigen, adalah sebagai alat kontrol terhadap nafsu keserakahan manusia. Keserakahanlah yang pada dasarnya membawa manusia menuju binasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak bisa membayangkan jika di masa mendatang, saat populasi manusia terus berkembang, lalu tanah-tanah yang tersisa digunakan sebagai pemukiman, industri, jalan, dan lain sebagainya yang intinya menjadikan tumbuhan sebagai makhluk langka. Atau saat pohon terakhir ditebang, dan sungai terakhir kering, maka mungkin manusia akan saling berperang untuk sekedar mendapatkan sehirup dua hirup udara yang sudah dikemas sedemikian rupa dalam kemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus ada negara di jalur khatulistiwa, tempat hutan hujan tropis berada (Indonesia contohnya), sebagai pusat kekayaan keragaman hayati dan hewani dunia berada, yang mengalah bertahan menjadi negara bukan industrialis dan tetap pada karateristiknya sebagai negara agraris. HUtan itu mestinya tetap menjadi hutan, sebab begitu godaan industrialis itu dipenuhi maka, hutan-hutan itu akan menjadi musnah, terganti oleh cerobong-cerobong asap pabrik dan emisi karbon pun meningkat pesat tanpa ada kekuatan penetral alaminya, yaitu tumbuhan. Pada saat ini terjdi, mungkin kiamat kecil telah tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, sungguh mulia, mereka yang menanam, atau yang mempertahankan sebuah tanaman hijau agar tetap hidup, karena artinya mereka telah membangun pabrik oksigen di muka bumi. Dalam konteks ini, jujur saya kemudian berkaca-kaca ketika manusia modern atas nama ekspansi tempat tinggal, kemudian menghancurkan pohon terbesar dan tertua di film Avatar, terlebih penghancurannya dengan rudal dan bom, sebagai keterwakilan majunya sains dan teknologi. Bumi tidaklah butuh bom, tapi butuh sebanyak-banyaknya tanaman hijau... Padahal itu dalam film, kenyataan kerusakan yang ada dibumi berkali-kali lipat adanya. sehingga tidak terkatakan kesedihan yang seharusnya hinggap di hati setiap manusia setiap kali mengingat kerusakan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak rahasia di muka bumi, &lt;br /&gt;semakin terkuak semakin menguatkan kecintaan Allah kepada manusia, &lt;br /&gt;sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim-Nya menjadi makin tak terbantahkan&lt;br /&gt;"Maka nikmat Kami manalagi yang engkau dustakan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(ditulis sebagai : guru sekolah alam ar-ridho)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-4666176661298626243?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/4666176661298626243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=4666176661298626243' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4666176661298626243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4666176661298626243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2010/01/sebuah-renungan-menguak-rahasia-hijau_14.html' title='Sebuah Renungan : MENGUAK RAHASIA HIJAU DAUN'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/S1ECnT7PFVI/AAAAAAAAAeM/l1V7UDehEiI/s72-c/dewdrop4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-7226915818076281844</id><published>2009-11-01T07:58:00.000+07:00</published><updated>2009-11-01T07:58:00.134+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='esai'/><title type='text'>Hukum Posesivitas...(pertarungan abadi Angel and Devil)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/Suzc-vfWP1I/AAAAAAAAAeE/uvrahsMSGEs/s1600-h/devilmainae807a87-e081-227f-dad367ce15cb7297large2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/Suzc-vfWP1I/AAAAAAAAAeE/uvrahsMSGEs/s320/devilmainae807a87-e081-227f-dad367ce15cb7297large2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;bismillah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar adanya...,kejujuran alias as-sidqie alias honesty berbuah ketenangan jiwa.&lt;br /&gt;sore ini (31/11), aku baru saja mempraktekkanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I beat the the devil...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ceritanya,&lt;br /&gt;aku menemukan sebuah hape. &lt;br /&gt;hape bagus, nda... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menemukannya setelah ngajar eskul fotografi anak-anak SMP SAA. &lt;br /&gt;Atau lebih tepatnya, setelah perjalanan ke "Madura", alias potong rambut gitu lox..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditemukan, hape-nya berantakan. Batere dan chasingnya lepas. Maka, kurangkailah dia.&lt;br /&gt;Ternyata itu tipe hape high end. colour...dual band (dual simcard), bisa dengerin radio fm, ada mp4 playernya, ada cameranya, dan screennya lebar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung deh, dua 'makhluk' pada nyamperin...&lt;br /&gt;yang satu merah dan bertanduk , pake tombak...&lt;br /&gt;nyang satunya lagi, putih-putih ada sayapnya di punggungnya&lt;br /&gt;(halah..! iki kakean nonton film Holywood yo..^_^. Visualisasi setan dan malaikat yang keliru keblinger)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;si Devil, sebut saja begitu, dengan tangkas bilang," Rezeki, boss!"&lt;br /&gt;si Angel, tangkas pula menukas, "Rezeki gundulmu kuwi! Bukan hakmu yooo...wek 'e uwong yo.."&lt;br /&gt;dan bla...bla...bertengkar beradu argumenlah mereka....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simaklah, satu petikan dialog mereka,&lt;br /&gt;Devil, berpendapat, "itu resiko orang lalai, tidak hati-hati memelihara aset yang diamanahi oleh Allah padanya. Kalo ditemukan orang, yo berarti orang itu udah dipilih untuk ganti merawatnya. Sing Menemukan yo pewaris sah barang ilang".. Weleh, maut nda, kalimate...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angel tak mau kalah,"yang namanya manungso kuwi, tempat lalai dan khilaf. Yo, dikasih kesempatan buat memperbaiki diri to yo...Balekno lan dinasehati, ojoh maneh-maneh..." Prikitiw...arif lan wicaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita,&lt;br /&gt;terbingung-bingunglah si manusia, harus memilih di antara dua pilihan. &lt;br /&gt;Antara memilikinya atawa mengembalikannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah 'blink', alias bola lampu ala Alfa Edison kemudian muncul di kepala. Terhamparlah wajah-wajah sedih para manusia malang yang sedang terkena musibah kehilangan.... Mungkin saja mereka telah bekerja keras siang dan malam, banting tulang, dan menabung sedikit demi sedikit untuk bisa memiliki benda yang diidamkan, namun kemudian hilang dalam sekejapan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, teringat pula saya, pada seorang murid saya nun jauh disana, yang kehilangan hape-nya dengan sengaja alias kecopetan...deritanya, kesulitannya, tanpa memegang alat komunikasi itu terlihat kentara. Alhamdulillahnya, dasar ia orang beriman, meski kehilangan sesuatutapi tetep saja dimaknai positif... ya, minimal jadi lebih bisa menjaga fitnah dunia...hihi..^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, turunlah keputusan untuk mengembalikannya. Mesake' yo..., wis koyo ngono kuwilah intinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, blais...&lt;br /&gt;Hapene di kunci password yoo....baterene low batt sisan.. &lt;br /&gt;Jadi, tak bisa lihat tuh isi hape untuk cari tahu siapa pemiliknya.&lt;br /&gt;Akhirnya kuambil simcardnya dan dibuka hapeku yang low end alias jadul itu...kekeke...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka, pada seseorang pengirim pesan terbanyak dalam simcard itu, kukirim berita penemuan itu. (wezzz..koyo opo wae..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan lihatlah,&lt;br /&gt;tak selang beberapa lama,&lt;br /&gt;dihadapanku kini terpancar raut muka gembira...&lt;br /&gt;dia adalah sang pemilik hape...&lt;br /&gt;lucunya lagi, &lt;br /&gt;jebule pemiliknya koncone dhewe...alias wong kito pulo...&lt;br /&gt;bukan orang asing yang jauh&lt;br /&gt;hihi...&lt;br /&gt;gembira juga akumelihat wajah gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh, sedesir ketenangan kemudian menghampiri hatiku. Apkah itu karena si Devil merah bertanduk dua itu angkat kaki pergi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang empunya kemudian berpamitan, seraya mengucap terima kasih.&lt;br /&gt;Ehhh, 2 jam kemudian balik lagi ke rumah....&lt;br /&gt;ono opo maneh?&lt;br /&gt;owalah, rupanya dia datang sambil membawa sekeranjang buah-buahan...&lt;br /&gt;hahaha...aya-aya wae...^_^&lt;br /&gt;ya sudah, matur nuwun kami ucapkan balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah premis baru tercipta, dalam sudut pandang tertentu, lebih baik kehilangan sesuatu untuk tetap memiliki sesuatu.Lebih baik memilih kehilangan sesuatu (yang bukan hak saya) agar bisa tetap memiliki Iman di dada. Kita akan kehilangan iman ketika, persis kita mengambil dan memiliki sesuatu, yang bukan milik atau hak kita untuk memilikinya. Posesivitas sejati, rasa kepemilikan sejati, justru dimiliki oleh orang yang ikhlas menghilangkan/kehilangan sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dalam konteks ini, petuah Khalifah Ali ada relevansinya. Khaqlifah Ali berkata, "Orang yang kuat, menjadi lemah dimataku, ketika aku berusaha mengambil sesuatu darinya yang bukan menjadi haknya. Orang yang lemah, menjadi kuat dimataku, ketika aku berusaha mengembalikansesuatu yang seharusnya menjadi haknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, pertanyaan lain datang. "Di negeri kita ini, lebih banyak orang kuatnya atau orang lemahnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thus, tiba-tiba sekelebatan ide mampir dikepala,&lt;br /&gt;hape ini hanyalah barang sepele,&lt;br /&gt;tapi bisa jadi inii hanyalah sebuah miniatur.&lt;br /&gt;ada banyak pertarungan antara Angel dan Devil, baik dan buruk, di kehidupan ini. &lt;br /&gt;Mungkin malah dalam bilangan dan volume yang lebih besar.&lt;br /&gt;Klaim-klaim pemilikan, pengambilan paksa hak-hak orang lain , terlebih hak-hak kaum miskin, perampokan, penipuan, korupsi...semuanya bersumber pada tabiat manusia terhadap nafsu kepemilikan atawa posesivitas semu. Sesungguhnya ini adalah jalan buntu, jalan menjadi orang yang lemah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka, doanya, semoga kita semua. diberkahi kemudahan dalam mengakses rezseki yang halal dan thoyyib. Pertarungan abadi itu akan selalu ada, hingga menyisakan satu pemenang. Bilamana hari ini kita kalah, semoga esok-esok kita ganti menjadi pemenangnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; (nuhun pisan, untuk bahasanya teh, campur aduk...lagi pingin menulis bebas. dan nuhun pula supaya tidak dibaca sebagai ujub, semata hanya untuk saling sharing aja..tawashawbilhaq wa tawashawbilmarhamah...begi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="clear_left"&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;tulah kiranya. )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni telah bicara. howgh!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-7226915818076281844?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/7226915818076281844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=7226915818076281844' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/7226915818076281844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/7226915818076281844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/11/hukum-posesivitaspertarungan-abadi.html' title='Hukum Posesivitas...(pertarungan abadi Angel and Devil)'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/Suzc-vfWP1I/AAAAAAAAAeE/uvrahsMSGEs/s72-c/devilmainae807a87-e081-227f-dad367ce15cb7297large2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-1695215561999577266</id><published>2009-10-29T19:11:00.001+07:00</published><updated>2009-10-29T19:15:32.650+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='esai'/><title type='text'>Otokritik : Bangga Berbahasa Indonesia?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SumHSsFofVI/AAAAAAAAAd8/JgPvAD3hVMk/s1600-h/Feather+Pen+scan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SumHSsFofVI/AAAAAAAAAd8/JgPvAD3hVMk/s320/Feather+Pen+scan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397994383522430290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semua gundah mengumpul hari ini. Membentuk gunung berapi, dengan magma laten yang menggelegak. Tapi, aku tak hendak membaginya semua, sebahagian juga tidak, hanya satu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu tentang keganjilan dari banyaknya 'tagline' "Bangga Berbahasa Indonesia". Bahkan ada iklannya pula. Satu halaman koran. Dalam rupa 'hape' tersodor ke muka. Seakan hendak berkata, "Nih, Baca! Gue bangga Berbahasa Indonesia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin terasa mulia dan tak ada salahnya. Tapi, sebenarnya itu menunjukkan kesempitan  cara kita berpikir dalam konteks kecintaan terhadap bahasa nasional. Slogan-slogan begini, makin menguatkan saja premis bahwa negeri ini adalah negeri slogan alias simbolistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks kekinian, teriakan "Aku Cinta tanah air" saban 17-an, atau "Bangga berbahasa Indonesia" saban 28 Oktober, menjadi kehilangan makna, terutama  bila menilisik apa yang kita lakukan sehari-hari  sama sekali tidak mencerminkan kecintaan kepada negeri atau bahasa nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu setara, dengan konferensi pers yang digelar "markas buaya" yang menggaungkan bahwa tidak ada upaya mengkriminalisasi "Cicak", namun prakteknya para cicak harus masuk bui hari ini (29/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau setara dengan kalimat gombal "I love you" yang dijual obral. Padahal, sejarah mencatat cinta yang melegenda  adalah cinta yang diungkapkan dengan indah tanpa kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam efek buruk yang lebih buruk. Tagline "Bangga Berbahasa Indonesia" itu membawa dampak menurunnya semangat pemuda-pemuda Indonesia untuk mempelajari bahasa-bahasa dunia. Tak ada yang meragukan ke-Indonesiaan alm. Hatta atau Natsir. Mereka adalah contoh nyata, pemuda Indonesia yang memiliki banyak kemampuan berbahasa. Dan beliau-beliau itu memulainya dengan belajar bahasa, tanpa pernah mengatakan secara verbal "Aku Bangga Berbahasa Indonesia". Sebab, kebanggaan itu adalah sesuatu yang tertanam di hati dan terpancar melalui tindakan. Omongan 'toktil' tak memberikan sumbangsih apapun terhadap kemajuan bangsa dan bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, betapa sedihnya saya, ketika seorang murid saya (semoga hanya terjadi pada saya) mengatakan bahwa ia tak hendak belajar bahasa asing, karena ia hanya cinta Indonesia dan hanya ingin belajar bahasa Indonesia. Mungkin saja ia berdalih dan berlindung dibalik kata-kata magis "Bangga Berbahasa Indonesia" padahal sejatinya ia mengalami kesukaran menguasai bahasa asing. Tapi apapun itu, tanpa disertai pencerahan yang memuaskan, slogan "Bangga Berbahasa Indonesia" berpotensi menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, sudah tidak lagi relevan mencintai bahasa Indonesia hanya dengan slogan-slogan semata. Kecintaan kepada bahasa nasional justru ditampakkan oleh orang-orang yang selama ini tidak banyak 'berkoar-koar" namun menunjukkan kerja nyata. Berapa banyak kitab-kitab dan buku berbahasa asing yang kini bisa dinikmati dalam bahasa Indonesia. Kita berhutang pada mereka, pada para penerjemah itu. Berkat kegigihan mereka mentransformasi pengetahuan ke dalam bahasa Indonesia, kita dapat dengan mudah menyesapi ilmu-ilmu yang terkandung didalamnya. Perhatikan, mereka bisa melakukan semua itu, karena dulunya mereka belajar bahasa asing tersebut. Dan saat mereka belajar bahasa asing, pasti tidak hanya sekali dua, mereka bertutur dan menulis tidak dalam bahasa Indonesia melainkan dalam bahasa asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau sebaliknya, tulis saja karya-karya besar dalam bahasa Indonesia. Ciptakan syair-syair yang mendunia. Menangkan nobel! Itu relatif lebih masuk akal, ketimbang menyodorkan hape ke muka (meski 'message'nya Indonesia tapi toh  teknologi didalamnya milik Finlandia. Note : saya sama sekali tak hendak mendiskreditkan bintang iklan atau vendor hape).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau dengan memperbanyak ajang-ajang bertemunya karya sastra dan penghargaan dibidang bahasa/sastra di kalangan pemuda, yang belakangan ini main tergerus oleh budaya 'pop culture' dan hedonisme. Mereka yang bergerak di belakang layar inilah para pejuang bahasa sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kukungan kolonial, para pemuda 1928 telah membuat sebuah terobosan, 'breaking the rule', dengan menyatakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan atau bahasa nasional. Sebagai media pemersatu atas beribu bahasa yang ada di tanah air. Maka pemuda di masa kini, seharusnya  telah memasuki tahap berikutnya: menjadikan bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa global. Tidak lagi bicara dalam konteks nasional, melainkan universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Universalitas membutuhkan manusia-manusia yang berkualitas global. Salah satu indikatornya adalah menghargai cara manusia berhubungan satu dengan yang lain, alias menghargai bahasa. BUkankah diciptakan manusia dalam beragam ras, beragam warna kulit, dan kebangsaan, untuk saling mengenal satu sama lain dan bersilahturahim diujung tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jIka disodorkan pertanyaan, "lalu apa solusi dari anda?". Maka, saya akan menjawab : Saya bangga berbahasa Indonesia. Bangga pula berbahasa daerah. Juga bangga berbahasa Asing. Bahkan saya bangga berbahasa tanpa bahasa, yaitu bahasa nonverbal alias bahasa tubuh alias bahasa gestur. Saya bangga berbahasa. Saya bangga berbudaya. Saya bangga menjadi hamba, menjadi bagian dari sebuah sistem universalitas nan sempurna (syaamil wa muttakamil). []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-1695215561999577266?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/1695215561999577266/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=1695215561999577266' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/1695215561999577266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/1695215561999577266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/10/otokritik-bangga-berbahasa-indonesia.html' title='Otokritik : Bangga Berbahasa Indonesia?'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SumHSsFofVI/AAAAAAAAAd8/JgPvAD3hVMk/s72-c/Feather+Pen+scan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-6857040512993520212</id><published>2009-09-19T22:15:00.003+07:00</published><updated>2009-09-19T22:24:15.170+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fotografi'/><title type='text'>Met Idul Fitri 1430 H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SrT13YyHz7I/AAAAAAAAAdk/agdrlF1ohbs/s1600-h/kartu-lebaran-copy3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 272px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SrT13YyHz7I/AAAAAAAAAdk/agdrlF1ohbs/s320/kartu-lebaran-copy3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383197786508873650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H",&lt;br /&gt;Mohon Maaf Lahir &amp;amp; Batin,&lt;br /&gt;Minal Aidin Wal Faidzin,&lt;br /&gt;Kullu 'Amin Wa Antum Bi Khair.&lt;br /&gt;Tommorrow must be better...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-6857040512993520212?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/6857040512993520212/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=6857040512993520212' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/6857040512993520212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/6857040512993520212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/09/met-idul-fitri-1430-h.html' title='Met Idul Fitri 1430 H'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SrT13YyHz7I/AAAAAAAAAdk/agdrlF1ohbs/s72-c/kartu-lebaran-copy3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-4962176417023642765</id><published>2009-09-02T16:19:00.001+07:00</published><updated>2009-10-23T00:29:24.357+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='esai'/><title type='text'>Dialog Imajiner dengan Dr. 'Aidh Al-Qarni : MENGHANCURKAN TEMBOK STAGNASI (MENULIS) : PART 2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SuCWaiQ4BII/AAAAAAAAAds/6Lk4dSjenMQ/s1600-h/latahzan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 210px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SuCWaiQ4BII/AAAAAAAAAds/6Lk4dSjenMQ/s320/latahzan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395477736208204930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dialogku dengan Kant kemarin, sedikit banyak telah mencairkan pembekuan tinta. Begitu pula dengan testimoni dari para sahabat yang memantau dialog itu. Hari ini, aku bahkan sudah melangkahkan kakiku untuk menatap rak usang dengan barisan buku-buku yang juga usang. Satu langkah besar untuk bisa menulis, sudah hendak kulakukan, yaitu : membaca. Kemarin kehendak ini ikut terkubur, dan sekarang menyeruak ke permukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hadapanku sekarang ada Ibnu Qayyim, Ary Ginanjar, lalu Al-Qarni. Aku ingat disebelah Al-Qarni itu ada Rumi, tapi ia sekarang sudah tak ada lagi. Rumi telah pergi ke tempatnya yang baru, beberapa kilometer jauhnya dari sini. Terbersit kemudian keinginan untuk berdialog dengan Rumi, tapi lalu kubatalkan. Mungkin setelah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah sekarang aku berada didepan sebuah rumah sederhana, putih warnanya. Sayup-sayup aku mendengar suara dari samping rumah, yang kutahu itu disana ada sebuah gazebo kecil. Kesanalah aku melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara itu, laki-laki, agar berat, berkata,&lt;br /&gt;"HUkum kematian manusia masih terus berlaku,&lt;br /&gt;karena dunia juga bukan tempat yang kekal abadi.&lt;br /&gt;Adakalanya seorang manusia menjadi penyampai berita,&lt;br /&gt;dan esok hari tiba-tiba menjai bagian dari berita,&lt;br /&gt;ia dicipta sebagai mahkluk yang senantiasa galau dan gelisah.&lt;br /&gt;sedang kau mengharap selalu damai dan tentram.&lt;br /&gt;Kehidupan adalah tidur panjang, dan kematian adalah kehidupan,&lt;br /&gt;maka manusia berada diantara keduanya;&lt;br /&gt;dalam alam impian dan khayalan.&lt;br /&gt;Maka selesaikanlah tugas dengan segera, niscaya umur-umurmu,&lt;br /&gt;akan terlipat menjadi lembaran-lembaran sejarah yang akan ditanyakan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara itu berasal dari seorang Al-Qarni. Doktor muda Arab Saudi, Al-Hafidz, dan hafal pula banyak hadist dan syair-syair kuno, juga filsafat-filsafat kekinian. BUkunya "La Tahzan" telah diterjemahkan dalam banyak bahasa, Indonesia salah satunya. Dan demi melihat aku datang, ia segera mengulurkan tangannya. Dan muridnya, yang tadi menyimak ucapannya undur diri sambil mendekapkan sebuah binder didadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qarni :"Salaam... salaam... ya saudaraku", sambil menyilahkanku duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni :"... "La-Tahzan" anda itu... telah membawaku kemari"&lt;br /&gt;Ia tersenyum, lalu berucap "Alhamdulillah... alhamdulillah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni :"Mungkin tanpa ada sadari, melalui "La Tahzan" anda telah menyalakan banyak perapian yang padam. Anda telah menyinari banyak kegelapan, dan membantu menemukan jalan yang hilang dari para perantauan"&lt;br /&gt;Qarni :"begitukah? sebenarnya tidak juga. Mulanya aku menulis untuk diriku sendiri. Aku hendak menghalau kesedihan dan kegundahan atas banyak hal pada diriku. Dan, bilamana ia kemudian berlaku pula pada orang lain, saya hanya bisa mengucap Alhamdulillah... Yang jelas, banyak orang mengatakan tulisan saya berhasil menyentuh hati dan emosi mereka, padahal saya hanya menulis begitu saja, cuma memang saya meletakkan hati dan emosi saya sebagai tinta utamanya. Ada banyak tekstual wahyu di dalamnya, bilamana saya tak melibatkan diri saya, terutama penderitaan saya, tak mungkin ayat-ayat itu lalu bisa 'hidup'.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni :"Darimana anda memulainya lebih dulu? Dari keinginan hendak menulis lalu mencari ide? atau keinginan untuk memulihkan diri dengan cara menuliskannya?&lt;br /&gt;Qarni :"emmm, buat saya itu tak ada bedanya...keduanya sama-sama berproduk tulisan. Intinya, selama ia masih dalam kisaran berproduksi, berkarya, itu sudah sangat baik"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni :"Oke, apa yang anda rasakan, setiap kali usai menulis catatan-catan pendek dalam La Tahzan itu?&lt;br /&gt;Qarni : "ketenangan, tentu saja"&lt;br /&gt;Doni :"Apakah kemudian problem-problem hidup anda menjadi usai?&lt;br /&gt;Qarni :"kalaupun usai, pasti akan datang problem baru lagi. Begitulah cara Allah membuat tangguh umatnya... La Tahzan itu fokus pada penguatan diri, pembangkitan diri dari keterpurukan dan kesedihan. BIlamana kau sudah merasa gembira atau paling tidak, tenang... maka kau akan siap untuk bekerja, dan berkarya. Semua problem itu tidak akan usai selama kita tidak mengusaikannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni :"bagaimana dengan sahabat? apakah anda memiliki teman bicara?&lt;br /&gt;Qarni :"dalam konteks menulis, sebaik-baik teman duduk adalah BUKU. semakin banyak buku kau baca dan hayati, semakin banyak teman bicaramu...Al-JAhiz berkata, buku tidak akan memujimu dengan berlebihan, bukua dalah sahabat yang tidak menipumu, dan teman yang tak membuatmu bosan..dia juga toleran dan tak akan mengusirmu atau mengkhianatimu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni :"kurasa anda benar, baru saja aku berbaikan dengan buku, setelah sekian waktu aku memutuskan diiri secara sepihak untuk memusuhinya, dan nyatanya rasa kehilangannya jauh lebih menusuk dari kepergian sahabat bernama manusia"&lt;br /&gt;Qarni :"mmm, sebetulnya, jika sahabat manusiamu yang pergi itu sempat menuliskan kata-kata, maka kau tidak akan benar-benar meninggalkannya. Melalui kata-katanya itu kau masih bisa bersahabat dengannya. Bahkan bilamana ia berkalangtanah pun, kau masih bisa bersahabat dengannya...kata, tulisan, buku, adalah manifestasi sahabat, tak lekang dimakan waktu.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Doni berbinar-binar demi mendengar kalimat itu. Seingatnya, ia telah menyimpan banyak kalimat-kalimat dari orang-orang yang ia kagumi dan yang ia jalin persahabatannya sepanjang waktu. Dokumen-dokumen itu akan menjadi teman duduk yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qarni :"HAl yang penting pula adalah, hiduplah di hari ini... itu karena yang kemarin kan sudah berlalu, dan yang esok belum tentu lagi datang. Isilah hari ini, dengan yang terbaik yang kau punya, seolah ini menjadi hari terakhr bagimu.!"&lt;br /&gt;Doni :""kadang aku tidak begitu memikirkan hari ini, ...aku malah memikirkan hari akhir... Lalu, bagaimana dengan hari akhir?"&lt;br /&gt;Qarni :"Apanya yang bagaimana? Apakah hari akhir itu ada maksudmu? HAha, kau dan taraf keimananmu di hari ini, tentu saja tak menyangsikan hari akhir kan? Ya, hari akhir, hari pembalasan, adalah salah satu motivasi terkuat buat orang-orang beriman untuk berkarya. Ada korelasi yang sangat kuat antara 'hari ini' dengan 'hari akhir'. Yaitu, apa yang kau buat di 'hari ini' adalah yang kau tanam 'di hari akhir'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni :"Bagaimana dengan orang-orang tak beriman? bukankah mereka juga berkarya?" JIka tak percaya hari akhir, apa kira-kira motivasi mereka berkarya?"&lt;br /&gt;Qarni :"hemmm...bukankah kemarin kau bertemu Kant? Kenapa tidak kau tanyakan saja pada Kant soal itu? Atau bagaimana jika kau hubungi via ponsel saja Kant?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni lalu memencet beberapa nomor di ponselnya, ia menghubungi Immanuel kant,dan menanyakan soal 'hari akhir' itu padanya. Di ujung jauh, Kant segera punya jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAnt :"Sesungguhnya, panggung kehidupan dunia ini belum lagi sempurna, pasti ada sebuah panggung kedua. Sebab kita semua melihat di sini, orang yang zalim dan dizhalimi, namun kita tidak mendapatkan keadilan. Orang yang menang dan yang kalah, namun kami tidak mendapatkan balasan yang pasti. Maka, pasti ada alam lain yang akan menyempurnakan keadilan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tut...tut...tut... (telephon terputus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qarni :"Nah, kurasa, itu sudah cukup membuatmu paham. KAnt saja berkeyakinan, akan ada hari pembalasan itu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni :"Ya, tapi kadang, kesulitan yang aku dapati di hari ini itu demikian dahsyatnya, mampu meluruhkan semangat dan tulang-tulangku."&lt;br /&gt;Qarni :"Ingat saja kata Plato : 'Kesulitan itu akan memperbaiki jiwa sebesar kehidupan yang dirusaknya. Sedangkan kesenangan akan merusak jiwa sebesar kehidupan yang diperbaikinya'..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni  :"maksudmu, dengan bertemu kesulitan, itu lebih baik dari kesenangan?"&lt;br /&gt;Qarni :"dalam beberapa konteks, ya...lebih baik begitu. Karena senang, akan membuatmu lebih lalai. Kesulitan, ketersisihan, kepahitan, membuat tulisanmu akan lebih berasa, lebih menggerakkan. Tulisan yang dibuat dalam kesenangan dan kemudahan umumnya berasa lebih hambar, hatta itu berupa nasihat."&lt;br /&gt;Qarni :"KAu juga bisa memanfaatkan kemaksiatan. Ibnu Taimiyah menyebut, dalam beberapa hal kemaksiatan itu baik untuk manusia, dengan catatan : bilamana kita menyesalinya dan mentaubatinya...Itu juga bisa menjadi energi buat kehidupan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni "begitu ya? hemmm, baiklah...terima kasih untuk semuanya. Senang bisa bertemu anda. PAling tidak ramadhan ini saya telah bisa menghisab diri saya sendiri, dengan cara yang sungguh berbeda dibanding ramadhan kemarin... segalanya terasa terang benderang kini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, saat aku melangkahkan kakiku pulang, Al Qarni mengantarnya dengan sebuah syair :&lt;br /&gt;"Berapa banyak kita memohon kepada Allah saat bahaya menimpa,&lt;br /&gt;namun tatkala bencana itu hilang, kita melupakan-Nya,&lt;br /&gt;Di lautan kita berdoa kepada-Nya agar kapal kita selamat,&lt;br /&gt;namun ketika sudah kembali ke darat, kita lalu durhaka kepada-Nya".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-4962176417023642765?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/4962176417023642765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=4962176417023642765' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4962176417023642765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4962176417023642765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/09/dialog-imajiner-dengan-dr-aidh-al-qarni.html' title='Dialog Imajiner dengan Dr. &apos;Aidh Al-Qarni : MENGHANCURKAN TEMBOK STAGNASI (MENULIS) : PART 2'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SuCWaiQ4BII/AAAAAAAAAds/6Lk4dSjenMQ/s72-c/latahzan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-6096320717482832775</id><published>2009-09-02T16:16:00.002+07:00</published><updated>2009-09-02T16:21:45.910+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='esai'/><title type='text'>Dialog Imajiner dengan Kant : MENGHANCURKAN TEMBOK STAGNASI (MENULIS)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/Sp44pbXuvcI/AAAAAAAAAdc/bHjxfvBeBFU/s1600-h/doni-kant.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 191px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/Sp44pbXuvcI/AAAAAAAAAdc/bHjxfvBeBFU/s320/doni-kant.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376797289500032450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini, aku mengundang Kant, Immanuel Kant, seorang filsuf asal Jerman abad pertengahan. Konon, ia adalah angota komunitas rahasia Illuminati alias "Mereka yang Tercerahkan". Beberapa hasil pemikiran Kant tentang Pencerahan (Enlightment), khususnya "SAPERE AUDE!" hingga hari ini masih diperbincangkan, terutama di kampus-kampus. Sebenarnya aku juga ingin mengundang Plato atau Da Vinci Si Master Mason itu, namun karena kondisi mereka telah telalu renta, sehingga sulit untuk bisa datang memenuhi undanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu banget, aku pernah 'dekat' dengan Kant ini. Bersama dengan Tan Malaka lewat "Madilog" dan Hegel yang menulis "Marx", aku mengikuti pengembaraan berpikir mereka, sebelum kemudian disudahi karena ada pemikiran lain yang tak kalah oke, Al-Banna dari Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengundang Kant, karena kuharap ia bisa membantuku menemukan jalan keluar. Aku sedang terjerat dalam masa kegelapan. The Dark Age of Writing. Tinta penaku membantu. Stagnan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kant : "yow, brother... Tumben, memanggilku kemari. Wazz up?"&lt;br /&gt;Doni : "Ya, silahturahim gitulah...mumpung bulan puasa, kan"&lt;br /&gt;Kant : ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni : "Jelasin lagi dong tentang SAPERE AUDE! -mu itu."&lt;br /&gt;KAnt : "oh itu..."Sapere Aude" = Beranilah menggunakan pemahamanmu sendiri! Btw, kau tidak memanggilku hanya untuk mendengarkan aku mendongeng "Sapere Aude", kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni : "^_^.. begitulah, kurasa "Sapere Aude"-mu itu bisa menjadi awal terpecahnya problemku. Sudah lama aku tak berpikir. Selama ini pula aku menelan mentah-mentah apa saja yang mampir melalui mulut dan telingaku. Sekarang, bahkan aku sendiri tak tahu banyak apa saja yang sebenarnya sudah aku telan."&lt;br /&gt;Doni : "Bantu aku mencari jawaban, mengapa begitu susahnya aku merangkai kalimat, aku kehilangan spirit buat menulis kata-kata yang panjang dan bermakna. Tak ada tulisan baru dalam dua blogku, juga buat media-media yang lain. Bahkan, aku juga tak hendak menggunakan kamera sebagaimana mestinya, menggantikan tulisan dengan rupa. Tidak juga ada grafis baru. Tak ada karya baru hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kant : "Gimana rasanya?"&lt;br /&gt;Doni ; "Bloody Hell!... Killing me softly!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAnt ; " MAri kita urai satu-satu. GUnakan pemahamanmu sendiri. Temukanlah"&lt;br /&gt;Doni : " Apa karena aku kurang dekat dengan Allah? Sehingga Dia men-disable kemampuanku menulis? BUkankah semua ilmu yang ada dimuka bumi ini milik-Nya? Ia bisa berikan kepada siapa yang Ia mau sebagaimana ia tidak menghendakinya dengan mencabutnya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kant : "hemm...it's sound so spiritual. Oke, biarkan mengalir. Bagaimana dengan dzikirmu? Apa kau bilang dulu? Dzikrullah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;... (silent)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni : "entahlah juga...bingung aku menjawabnya. Jika kujawab iya, bagaimana jika ternyata dzikirku hanyalah sebatas membasahi lisan, tanpa hatiku turut serta berdzikir. Bila kujawab tidak, ahhh... itu tidak mungkin...aku tidak segersang itu. Tapi, jujur kuakui...aku gelisah"&lt;br /&gt;Kant : "Lalu dimana kekuatan kata yang kau tulis dulu...'Hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang.'...BAgaimana kau menjelaskannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni : "Kant, pokok permasalahannya adalah...aku masih berdzikir dengan lisanku... Aku masih menyebut nama-Nya, dengan takzim...tapi aku kehilangan kekuatan untuk berdzikir dengan tulisanku... dengan penaku."&lt;br /&gt;Kant lalu menghela nafasnya. Sejenak ia menyeruput kopi hitam dihadapannya. Kopi yang sudah mulai dingin tentu saja, karena dibiarkan lama di cangkirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kant : "Mungkin karena tak ada lentera. Kau tahu... yang ditemukan si Edison itu...Lampu kedip-kedip di atas kepala, alias ide. Kau tak punya ide buat menulis?"&lt;br /&gt;Doni : "Tidak, justru ideku menumpuk-numpuk. Ngantri buat ditulisi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kant : "Mungkin kau bingung darimana mulai menulisnya?"&lt;br /&gt;Doni " "KAnt, please deh... Aku guru menulis. Ini bukan soal tak ada ide, atau bingung memulai menulis, atau bagaimana soal lead yang bagus, atau teknis-teknis lainnya. Ini soal spirit... motivasi...atau apalah namanya itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kant : "hahaha... rileks, bro. Mari kita urutkan. Katamu tadi, engkau gelisah, lalu kehilangan motivasi, energi buat bergerak. nah...kurasa, kau harus mulai dari situ. Mengapa energimu menurun drastis? ada apa dengan motivasimu? Kurasa ini, bukan soal Allah yang mencabut kemampuanmu menulis... tapi engkau sendiri yang menekan tombol turn off,.. di bawah alam sadarmu...engkau sedang menggali lubang kuburmu sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni lalu memalingkan wajahnya, menyandarkan punggungnya ke bahu kursi. Kant lalu bisa melihat sosok didepannya ini sedang menerawang jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kant : "Kau sedang ada masalah? itu yang mengganggu pikiranmu?"&lt;br /&gt;Doni : "emang ada, manusia tanpa masalah?" (masih dengan menerawang jauh)&lt;br /&gt;KAnt : "show me the problem... selesaikan satu-satu"&lt;br /&gt;Doni : "ya, kurasa, sedikit banyak ini berpengaruh... so complicated. Tapi kurasa itu semua karena soal manajemen hati...soal caraku memandang semua problem. semua sisi hidupku bermasalah...tapi itu tadi, bukankah untuk itu manusia hidup? memecahkan masalahnya, meski dengan cara yang berbeda-beda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAnt : "jadi, sebenarnya... kau hanya butuh 'a rubbish box'. Sebuah 'kotak sampah' yang bisa kau tuangi dengan segala sampah dan sumpah serapah. Bukankah begitu?"&lt;br /&gt;Doni : "itulah yang aku tak punya...sehingga, kurasa ia sudah menggunung kini... mungkin saja, aku akan mati dakam gunungan sampahku sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni lalu berkata lirih : "dia pergi... ada sesuatu yang berharga dalam hatiku, dan kini dia pergi.."&lt;br /&gt;Kant : "terdengar melodramatik kini... ^_^"&lt;br /&gt;Doni : " ya...diantara yang pergi itu bernama : idealisme... Lalu ada juga yang bernama...ahhh... i'm sorry, i can't tell you more...poor me!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAnt : "oke, kita dapat satu titik terang. Jalan keluarnya adalah, kau memanggil kembali mereka yang pergi untuk datang kembali, atau kau menyusun kembali kamar-kamar baru untuk sesuatu yang serba baru nanti. Sekarang ke titik gelap satunya lagi, yaitu motivasi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kant : "menulislah...lumayan kan fee-nya bisa buat THR Lebaran"&lt;br /&gt;Doni : "ga minat, bro..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kant : "bagaimana jika, agar fee-nya itu bisa buat kau sumbangkan buat anak yatim? atau yang setara mulianya dengan itu?"&lt;br /&gt;Doni : ....(menghela nafas saja)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kant : "Atau karena sudah tidak banyak yang memuji tulisanmu, lalu kau kecewa?"&lt;br /&gt;Doni : "cape deh..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kant : "Lalu, bagaimana kau menjelaskan kalimatmu sendiri..yang "menulislah sebagaimana engkau bernafas?... kau harus bertanggungjawab soal itu."&lt;br /&gt;Doni : "blame me...salahkan saja aku, aku menerimanya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kant : "Selamat... kau benar-benar telah sakit jiwa. Kau bahkan tidak tahu apa yang harus kau perbuat, jangan-jangan kau juga telah kehilangan mimpimu...Manusia tanpa mimpi..huh, layaknya London tanpa Big Ben, Paris tanpa Eiffel, dan Cina tanpa The Greatwall... Ayolah!"&lt;br /&gt;Doni : "Tidak, karena justru diriku dipenuhi mimpi, tidak ada lagi ruang realis tersedia..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kant : "Maka, bagilah mimpimu itu, jika kau memang masih punya mimpi... aku takut, angan-angan kosong belaka namun kau sebut mimpi yang hanya ada dikepalamuitu. merekalah sesungguhnya parasitnya...menggerogoti energimu laksana kanker ganas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kant : "Okey, now listen carefully... Buang jauh-jauh segala niat muliamu, yang kau sebut dakwah bil qolam itu, sebagai motivasi terkuatmu menulis. Kadang itu bagus untuk suatu waktu yang lain. Tapi untuk saat ini, kurasa itu tak cukup relevan. Menurutku, jadikan menulismu itu sebagai obat bagi dirimu, yang sedang sekarat. ANggap dirimu sedang sekarat, dan obatnya hanya satu : menulis. Kau tak menulis, maka kau menghampiri kematianmu."&lt;br /&gt;Doni :"ya.. i'm dying...sekarat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAnt : "nah, bukankah kau kemarin baru sja mengutip Rendra ...bahwa 'aku sakit...lemah...tapi aku berdaya...' di detik-detik kematiannya? Rendra menulis dan ia terobati..ia merasa masih memiliki daya...meski tubuhnya harus luluh melawan usianya. Kamu tau, di dunia ini...yang sakit ingin merasa sehat, tapi yang sehat lebih memilih sakit...agar dikasihani dan disantuni..."&lt;br /&gt;Doni : "stop..stop...aku tahu maksudmu...kau ingin mengatakan, aku tidak pantas caper pada usiaku sekarang ini bukan? Tapi, kurasa kau benar. Semakin lama aku berkubang dalam masa kegelapan ini, maka semakin terkubur aku dalam-dalam. Kau juga benar, obatnya hanya satu...menulis..."&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Doni : " lega deh...akhirnya aku bisa juga egois. aku dari dulu ingin menjadi sosok yang berpikir egosentris...tapi tak pernah menemukan alasan dan apologis yang me-mubahkan semua keegoisan itu. Sekarang, aku menemukannya. Aku harus menulis, untuk diriku sendiri... to survive...untuk mengobati jiwaku...hatiku...diriku..&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kant :"JAdi, Legakah kau sekarang? Jika ia, aku ingin pamit pulang. Socrates telah menungguku untuk berdebat soal eksistensi manusia dan kemanusiaan. Do u want to joint?"&lt;br /&gt;Doni :"maturnuhun, Kant... kau telah banyak membantu...soal tawaran itu, ya...kapan-kapan aku akan gabung...asal aku boleh membawa muridku turut serta..hehe ^_^"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kemudian mengantar Kant ke depan pintu gerbang, sambil memaksanya membawa sebiji duren. Iya, Kant kan belum pernah makan duren... Hihi, biar dia bingung, apa enaknya buah yang kulitnya saja sudah berduri. Ahh...apa hubungannya, stagnasi, Kant, dan duren? Dasar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-6096320717482832775?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/6096320717482832775/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=6096320717482832775' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/6096320717482832775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/6096320717482832775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/09/dialog-imajiner-dengan-kant.html' title='Dialog Imajiner dengan Kant : MENGHANCURKAN TEMBOK STAGNASI (MENULIS)'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/Sp44pbXuvcI/AAAAAAAAAdc/bHjxfvBeBFU/s72-c/doni-kant.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-7456478616243156320</id><published>2009-08-07T15:47:00.009+07:00</published><updated>2009-08-07T16:03:34.730+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Dalam Semangat Keabadian WS "Burung Merak" Rendra</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SnvsiprdAuI/AAAAAAAAAdU/x3Mq5iSTzQs/s1600-h/rendra3332.jpg"&gt;&lt;img style="float:top; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 215px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SnvsiprdAuI/AAAAAAAAAdU/x3Mq5iSTzQs/s320/rendra3332.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367143460989895394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(photo source : &lt;a href="http://cluritmas.wordpress.com/"&gt;http://cluritmas.wordpress.com&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;SAJAK TERAKHIR RENDRA &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Aku lemas&lt;br /&gt;Tapi berdaya&lt;br /&gt;Aku tidak sambat rasa sakit&lt;br /&gt;atau gatal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pengin makan tajin&lt;br /&gt;Aku tidak pernah sesak nafas&lt;br /&gt;Tapi tubuhku tidak memuaskan&lt;br /&gt;untuk punya posisi yang ideal dan wajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pengin membersihkan tubuhku&lt;br /&gt;dari racun kimiawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin kembali pada jalan alam&lt;br /&gt;Aku ingin meningkatkan pengabdian&lt;br /&gt;kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, aku cinta padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendra&lt;br /&gt;31 July 2009&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Mitra Keluarga&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Puisi terakhir Rendra ini ku copy dari Catatan di FB-nya mas Timur Sinar Suprabana.&lt;br /&gt;Bahkan dalam sakitnya, Rendra masih bisa menggoreskan kata-katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kamis (6/08), pukul 22.15 WIB, Indonesia kehilangan lagi satu penyair, sastrawan, dan guru terbaiknya. Rendra, Si "Burung Merak" itu, menuju keabadiannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Usia boleh usai, tapi karya akan bertahan selamanya...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menjadi abadi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-7456478616243156320?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/7456478616243156320/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=7456478616243156320' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/7456478616243156320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/7456478616243156320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/08/dalam-semangat-keabadian-ws-burung.html' title='Dalam Semangat Keabadian WS &quot;Burung Merak&quot; Rendra'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SnvsiprdAuI/AAAAAAAAAdU/x3Mq5iSTzQs/s72-c/rendra3332.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-4455702169973960926</id><published>2009-07-14T16:51:00.001+07:00</published><updated>2009-10-23T00:53:52.030+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Gumam Ujung Daun pada Embun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SuCcJHXoh5I/AAAAAAAAAd0/eIZUw4NzjGQ/s1600-h/embun_pagi_d40.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SuCcJHXoh5I/AAAAAAAAAd0/eIZUw4NzjGQ/s320/embun_pagi_d40.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395484034000783250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemanakah ia gerangan?&lt;br /&gt;apakah ia telah benar-benar hengkang?&lt;br /&gt;adakah sejumput rindu mengembun&lt;br /&gt;dan menetes melalui ujung daunku&lt;br /&gt;memberi kesegaran&lt;br /&gt;menyalakan harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidakkah ia mampu melihat&lt;br /&gt;layu pada hijau daunku&lt;br /&gt;menanti tetes-tetes air hujan&lt;br /&gt;yang tak kunjung menyapa&lt;br /&gt;tak kunjung menggumpal dan mengembun&lt;br /&gt;sewarna dengan kering tanah aku kini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihatlah, segalanya hanya bisa kulihat dalam warna sepia&lt;br /&gt;tidakkah ia berkenan sedikit berbaik hati&lt;br /&gt;membagi kilauan tetes embunnya&lt;br /&gt;agar tercipta warna pelangi&lt;br /&gt;tercipta berjuta warna kehidupan&lt;br /&gt;bahwa esok tak seelalu sunyi seperti hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku kehilangannya&lt;br /&gt;namun aku malu untuk mengatakannya&lt;br /&gt;bahwa aku merindukannya&lt;br /&gt;rindu pada kesejukan dan sinaran kedamaian&lt;br /&gt;dari setetes embun pagi yang meluncur ceria dari ujung daun&lt;br /&gt;menyirami bumi dan hamparannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sehelai daun yang lemah,&lt;br /&gt;hanya bisa menunggu dan menunggu&lt;br /&gt;dalam keras tiupan angin dan rongrongan tonggerek&lt;br /&gt;bilakah ia terpatah dan jatuh lunglai ke atas tanah&lt;br /&gt;atau tersisa setengah&lt;br /&gt;atau meranggas dengan sendirinya&lt;br /&gt;harakiri demi menjaga tanaman induknya tetap tumbuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bila kelak embun pagi itu datang&lt;br /&gt;mungkin ia hanya ditemui setengkorak ranting-ranting kering&lt;br /&gt;tanpa sehelai daun yang akrab menyambutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;segalanya telah banyak berubah&lt;br /&gt;mungkin pula pucuk-pucuk daun baru bermunculan&lt;br /&gt;tapi segala sesuatunya tak kan bisa kembali sama&lt;br /&gt;sebelum terjadi segala sesuatunya&lt;br /&gt;maka dengarlah saja doaku&lt;br /&gt;semoga engkau baik-baik selalu&lt;br /&gt;juga bahwa aku pernah&lt;br /&gt;dan senantiasa&lt;br /&gt;menunggumu&lt;br /&gt;...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-4455702169973960926?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/4455702169973960926/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=4455702169973960926' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4455702169973960926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4455702169973960926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/07/gumam-ujung-daun-pada-embun.html' title='Gumam Ujung Daun pada Embun'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SuCcJHXoh5I/AAAAAAAAAd0/eIZUw4NzjGQ/s72-c/embun_pagi_d40.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-7044599004096704990</id><published>2009-07-14T16:41:00.004+07:00</published><updated>2009-07-14T16:50:36.770+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnalistik - Kehumasan'/><title type='text'>FD dari Informatika UII</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SlxTZ4IYUnI/AAAAAAAAAdM/3MdZbFDJwSk/s1600-h/banner-blog.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 71px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SlxTZ4IYUnI/AAAAAAAAAdM/3MdZbFDJwSk/s320/banner-blog.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358249360693416562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Alhamdulillah,&lt;br /&gt;sebagaimana yg kuduga, Blognya &lt;a href="http://sawali.info"&gt;Pak Sawali&lt;/a&gt; yang ruarrr biasa produktif itu tampil sebagai  Pemenang Utama Blog Competition 2009 yang diselenggarakan Informatika UII, dan beliau berhak mendapatkan Notebook. Salut dan Barokalllahu untuk Pakde Sawali..hehe..^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan buat kami, sepuluh pemenang lainnya, mendapatkan cinderamata berupa Flashdisk 4 Gb, yang akan dikirimkan ke alamat masing-masing.&lt;br /&gt;Semoga menjadi penyemangat buat selalu berkarya, terutama menulis melalui blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lustrum.informatics.uii.ac.id/blogcompetition/pengumuman-pemenang-blogcompetition-2009/"&gt;Daftar Lengkap Pengumuman Pemenang Blog Competition 2009&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-7044599004096704990?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/7044599004096704990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=7044599004096704990' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/7044599004096704990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/7044599004096704990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/07/fd-dari-informatika-uii.html' title='FD dari Informatika UII'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SlxTZ4IYUnI/AAAAAAAAAdM/3MdZbFDJwSk/s72-c/banner-blog.png' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-7612623760309259327</id><published>2009-06-23T15:49:00.002+07:00</published><updated>2009-06-23T16:03:50.713+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Beloved Students'/><title type='text'>Jelang Kepergianmu : Pesan Guru buat Muridnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SkCaaWjWAbI/AAAAAAAAAdE/1I07BIvj-PQ/s1600-h/embun.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 198px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SkCaaWjWAbI/AAAAAAAAAdE/1I07BIvj-PQ/s320/embun.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350446134837248434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;jelang kepergianmu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hei,&lt;br /&gt;aku mengawalinya dengan nada ceria, ^_^&lt;br /&gt;meski sebentar lagi sebenarnya engkau akan menambah jarak yang selama ini memang sudah berjarak.&lt;br /&gt;tapi telah kuputuskan untuk menutup segala ruang bagi kesedihan bilamana ia muncul.&lt;br /&gt;terlebih bilamana mengingat kepergianmu adalah dalam rangka mengemban tugas mulia, mencari ilmu dan kebijaksanaan hidup.&lt;br /&gt;sehingga tak ada cukup alasan bagiku untuk tak mengikhlaskan kepergianmu, dengan suka cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditengah genangan kemalasan dan kejumudan anak-anak muda disekitaranku untuk mau belajar mandiri dan bersemangat mengikat ilmu dan hikmah-hikmah, kehadiranmu dengan sprit belajarmu yang berbatere 'alkaline' itu telah menginspirasiku dan juga (aku yakin) banyak orang, untuk tetap semangat! dalam bergelut dengan ilmu dan memperbaiki karakter diri.&lt;br /&gt;Meski untuk itu, kita akan semakin berjarak dan... berjarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tahu&lt;br /&gt;engkau sedang berada dalam kondisi terbaikmu,&lt;br /&gt;engkau sedang dalam kondisi mengikuti cahaya yang menuntun jalanmu meraih mimpi-mimpimu,&lt;br /&gt;maka ikutilah sinar terangnya,&lt;br /&gt;kelak, bila saatnya tiba, engkau akan kembali&lt;br /&gt;dalam diri yang bersinar dan menyinari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menjadi santri,&lt;br /&gt;selamat menghabiskan waktu dalam tumpukan kitab-kitab&lt;br /&gt;selamat bergumul dengan tulisan dan pemikiran-pemikiran&lt;br /&gt;yang membuat Islam menjadi dien dengan peradaban yang tak terkalahkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya,&lt;br /&gt;jelas akan ada nuansa yang berbeda,&lt;br /&gt;bila aku berkunjung ke sana,&lt;br /&gt;dengan tanpa kehadiranmu sosokmu di sekolah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi kesabaran dan kesetiaan menunggu&lt;br /&gt;kurasa akan berbuah manis.&lt;br /&gt;tak akan ada prestasi tanpa jerih payah dan pengorbanan,&lt;br /&gt;maka, aku dan juga temen-temen disini akan tetap setia menanti dengan senang  hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so,&lt;br /&gt;gudlak!&lt;br /&gt;barokalkahu!&lt;br /&gt;semoga berhasil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan jangan khawatir,&lt;br /&gt;embun pagi itu masih terpatri disini,&lt;br /&gt;tak kan pernah ia terganti...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-7612623760309259327?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/7612623760309259327/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=7612623760309259327' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/7612623760309259327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/7612623760309259327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/06/jelang-kepergianmu-pesan-guru-buat.html' title='Jelang Kepergianmu : Pesan Guru buat Muridnya'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SkCaaWjWAbI/AAAAAAAAAdE/1I07BIvj-PQ/s72-c/embun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-7266678897350575529</id><published>2009-06-21T10:51:00.002+07:00</published><updated>2009-06-21T10:56:06.819+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Puisi Untuk Anak-anak Berkebutuhan Khusus</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adalah Faisal dan Ibunya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;untuk : Anak-anak Autis dan berkebutuhan khusus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah sebuah kisah,&lt;br /&gt;tentang&lt;br /&gt;Putra,&lt;br /&gt;Bunda,&lt;br /&gt;Sekolah,&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;Cinta,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ada ibu yang pernah menangis galau&lt;br /&gt;akan kondisi putranya&lt;br /&gt;pada mulanya&lt;br /&gt;itu adalah Faisal dan Ibunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ada yang hilir mudik kesana kemari&lt;br /&gt;mencari sejumput informasi&lt;br /&gt;untuk masa depan si buah hati&lt;br /&gt;maka, itu adalah Faisal dan Ibunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ada sesungging senyum ceria&lt;br /&gt;karena telah menemukan sebuah sekolah&lt;br /&gt;yang lapang menerima kondisi istimewa anaknya&lt;br /&gt;maka bisa dipastikan, ia adalah Faisal dan ibunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka,&lt;br /&gt;bila ada ibu dan putranya yang bangun pagi-pagi&lt;br /&gt;berangkat dari rumah dengan riang hati&lt;br /&gt;di jalan bernyanyi-nyanyi,&lt;br /&gt;mereka adalah Faisal dan Ibunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan,&lt;br /&gt;bilamana ada seorang ibu yang turut masuk kelas&lt;br /&gt;memastikan putranya fokus pada tugas-tugas&lt;br /&gt;kadang ikut menerangkan pelajaran agar menjadi jelas&lt;br /&gt;semata-mata tanpa balas&lt;br /&gt;alias ikhlas&lt;br /&gt;maka, itulah Faisal dan ibunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bilamana juga ada orang tua yang membawa sarapan&lt;br /&gt;ngulek sambel di sekolah untuk teman lauk dan lalapan&lt;br /&gt;dimakan bersama putra dan guru-guru di saung kenangan&lt;br /&gt;berbagi pedas&lt;br /&gt;keringat&lt;br /&gt;dan canda tawa&lt;br /&gt;maka mereka adalah Faisal dan ibunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siapa sangka jika kemudian&lt;br /&gt;meski dalam banyak hal ketinggalan&lt;br /&gt;si putra rupanya jago hafalan&lt;br /&gt;mulai dari annas hingga al-insan&lt;br /&gt;dan masih terus bertambah semoga hingga 30 juz khatam&lt;br /&gt;senyum senang riang hati sang ibu bukan kepalang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;legenda kasih ibu kepada putranya&lt;br /&gt;bukanlah mitos belaka&lt;br /&gt;berkilo-kilo meter jarak Mranggen-Semarang&lt;br /&gt;dilalui olehnya bagai sejengkalan&lt;br /&gt;setiap pagi&lt;br /&gt;setiap hari&lt;br /&gt;bergelut dengan debu&lt;br /&gt;bahkan hingga tersungkur jatuh&lt;br /&gt;diserempet truk yang tak tahu malu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Faisal dan ibunya&lt;br /&gt;yang mewariskan spirit besar itu,&lt;br /&gt;bahwa perjuangan tidak boleh berhenti&lt;br /&gt;belum apa-apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cerita bahagianya&lt;br /&gt;bingkisan jajanan pasarnya&lt;br /&gt;juga keluh kesahnya&lt;br /&gt;dan sembab air matanya&lt;br /&gt;adalah hadiah yang membasuh jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka jikalau boleh anakmu ini menuliskan pesan,&lt;br /&gt;ingatlah selalu&lt;br /&gt;dengan seseorang yang duduk di depan komputer bagi batu&lt;br /&gt;dan ia ingin menulis seperti ini :&lt;br /&gt;"bahwa mereka yang berjiwa besar akan selalu menciptakan&lt;br /&gt;kebesaran dimanapun ia berada,&lt;br /&gt;dan Kebesarannya itu tidak akan pernah mengecil hanya karena harus berada di tempat kecil.&lt;br /&gt;Gusti Allah mboten sare...&lt;br /&gt;Ia Maha Melihat setiap tetes air mata, keringat dan darah&lt;br /&gt;Ia maha Mendengar setiap bait doa dari tengadah telapak tangan&lt;br /&gt;mereka adalah tiket perjumpaan kelak dengan-Nya di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, bila ada ibu dan putranya,&lt;br /&gt;yang menapaki masa depan dengan kepala tegak&lt;br /&gt;dan semangat yang tetap menyala-nyala&lt;br /&gt;maka, bisa dipastikan,&lt;br /&gt;ia adalah Faisal dan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semarang, 20 Juni 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bagi beliau, satu fase telah terlewati...tapi fase berikutnya juga masih panjang.  SLB insyallah akan menjadi 'rumah'mu yang tak kalah indahnya dengan Sekolah Alam. Btw, Jangan lupain pakdon ya, ...suatu hari nanti kita kan bertemu kembali...)&lt;/span&gt;&lt;img src="data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAABYAAAAUCAYAAACJfM0wAAAABHNCSVQICAgIfAhkiAAAAAlwSFlzAAAK8AAACvABQqw0mAAAAB90RVh0U29mdHdhcmUATWFjcm9tZWRpYSBGaXJld29ya3MgOLVo0ngAAAAWdEVYdENyZWF0aW9uIFRpbWUAMDQvMDQvMDhrK9wWAAACMElEQVQ4ja3SP2gTcRQH8O8vvUtIGmkqTY3SaMVFz6KDW2ywg4s4dGgXp3SyVLIIthCKQxCCuoZaXaSO/ilKd4sSdXRL0EWtIRYaSkXsJTH33utwSZM01xo0D353v+N+97l33/upQCAwFgwGfehiFYtFUxsYGPCmUqmv3YQTicSwBgCapnXTBQBoSinout5VVCnVDr/44B/OZH0xs6KMThCfR3LRs+aTycjvbwfCmawvduZkn7EwN4TBfheY90fXN6uYuffdyGQRu3apkmyDmzM2K8pYmBvC6kcLK+/KMEsWLCIQMSyLULUIFhH0HsGNycNYnDuO6PRno9lQSsFVh+tDQSEY6MHymzJKFQILgxkgYhALmBnMDLNsIf1sA8cG3VDYYzhFAWWfRBjCAiIbIxYQE1ga17+2GSICKLQYznCtiATEDK6BIrU5MUhgd0+NH+AIt+5jshdqgkpVwEwNkBgs9lyE4XY3nnLMWNf13QEAG1uE2JVe9PUC5JCvCMPrVpifOor1YnW34/pw7NjvVbmZ+3ljcTaMq5EjbRFJ07Gw8QfTd9fg96rc3o7bMh4f9SytvDenLl7/ZADAl5cjWF7dwmy60PaSeiPjo56lv2Ycnzi0Fp9AEgAu39x8+urtT9x5/GP74a2++LlTuumo76kDd4W9ALj9qIDIiOfBhdO+jtB9O279TFcuet77fD7Wn+sU7ajj1+kTSccb/wv/aymloEKh0Fg4HPZ2E87n86Udvs4FoWqwSHUAAAAASUVORK5CYII=" style="position: absolute; visibility: hidden; z-index: 2147483647; left: 111px; top: 2px;" id="kosa-target-image" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-7266678897350575529?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/7266678897350575529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=7266678897350575529' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/7266678897350575529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/7266678897350575529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/06/puisi-untuk-anak-anak-berkebutuhan.html' title='Puisi Untuk Anak-anak Berkebutuhan Khusus'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-8439648608713846017</id><published>2009-06-09T10:58:00.003+07:00</published><updated>2009-06-10T16:50:49.858+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnalistik - Kehumasan'/><title type='text'>Taufik Ismail : "Mengubah Kurikulum Sama Dengan Memindahkan Piramida"</title><content type='html'>&lt;span&gt;&lt;a title="View Makalah Sastra Taufik-suharianto on Scribd" href="http://www.scribd.com/doc/16286178/Makalah-Sastra-Taufiksuharianto" style="margin: 12px auto 6px auto; font-family: Helvetica,Arial,Sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none; display: block; text-decoration: underline;"&gt;Makalah Sastra Taufik-suharianto&lt;/a&gt; &lt;object codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=9,0,0,0" id="doc_84746491739316" name="doc_84746491739316" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" align="middle" height="500" width="100%"&gt;        &lt;param name="movie" value="http://d.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=16286178&amp;amp;access_key=key-28xz180mz0uz2pzt4nfm&amp;amp;page=1&amp;amp;version=1&amp;amp;viewMode="&gt;         &lt;param name="quality" value="high"&gt;         &lt;param name="play" value="true"&gt;        &lt;param name="loop" value="true"&gt;         &lt;param name="scale" value="showall"&gt;        &lt;param name="wmode" value="opaque"&gt;         &lt;param name="devicefont" value="false"&gt;        &lt;param name="bgcolor" value="#ffffff"&gt;         &lt;param name="menu" value="true"&gt;        &lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;         &lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;         &lt;param name="salign" value=""&gt;                    &lt;embed src="http://d.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=16286178&amp;amp;access_key=key-28xz180mz0uz2pzt4nfm&amp;amp;page=1&amp;amp;version=1&amp;amp;viewMode=" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" play="true" loop="true" scale="showall" wmode="opaque" devicefont="false" bgcolor="#ffffff" name="doc_84746491739316_object" menu="true" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" salign="" type="application/x-shockwave-flash" align="middle" height="500" width="100%"&gt;&lt;/embed&gt;            &lt;/object&gt;    &lt;div style="margin: 6px auto 3px auto; font-family: Helvetica,Arial,Sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 12px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none; display: block;"&gt;    &lt;a href="http://www.scribd.com/upload" style="text-decoration: underline;"&gt;Publish at Scribd&lt;/a&gt; or &lt;a href="http://www.scribd.com/browse" style="text-decoration: underline;"&gt;explore&lt;/a&gt; others:            &lt;a href="http://www.scribd.com/explore/Creative-Writing/Poetry" style="text-decoration: underline;"&gt;Poetry&lt;/a&gt;              &lt;a href="http://www.scribd.com/explore/Creative-Writing/" style="text-decoration: underline;"&gt;Creative Writing&lt;/a&gt;                  &lt;a href="http://www.scribd.com/tag/suharianto" style="text-decoration: underline;"&gt;suharianto&lt;/a&gt;              &lt;a href="http://www.scribd.com/tag/taufik%20ismail" style="text-decoration: underline;"&gt;taufik ismail&lt;/a&gt;          &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahad pagi (7/6). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jikalau tidak karena kehadiran H. Taufik Ismail, mungkin aku tak bakalan berangkat ke kampus FBS (FAkultas Bahasa dan Seni) UNNES Sekaran-Gunungpati. Pagi ini, beliau bersama Bp. S. Suharianto, dosen sastra senior UNNES, akan berbicara tentang "Pengajaran Sastra yang Komunikatif dan Kreatif". Di luar temanya yang 'menggiurkan', relevan dengan kecintaanku mendampingi anak-anak muenulis,  ini adalah kesempatan yang jarang-jarang, bisa bertemu muka dengan sang 'guru spiritual' secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menaruh respek kepada beliau. Sebagai penyair angkatan 66, yang hingga kini masih produktif dan kritis, beliau adalah sosok inspiratif dan telah kuanggap sebagai 'guru spiritual'. Bahkan caraku menulis, terutama puisi, juga 'inspired by' oleh beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahnya, sisa insentif kemarin masih ada. Sehingga, meski tiketnya dibandrol 70 ribu, aku masih bisa ikut reservasi tiketnya. Tidak atas nama sekolah. Berangkat sendiri saja, sebagai pribadi. Bu Binta, rekan sekolegaku juga ikut, tapi juga atas nama pribadi. Semangatnya untuk menulis, membuatnya ikut di acara ini, meski sama sepertiku bukan berbackground sastra murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mungkin, karena berangkat dengan pemikiran positif, sejak berangkat hingga pulang, banyak hal positif yang kudapatkan. Berangkat rada telat, di jalan malah ketemu sedan Mercy hitam. Di dalamnya, pak Taufik. Sehingga, di pelataran parkir aku jadi punya kesempatan menjabat tangannya, dan mengucapkan "Selamat Datang, pak!". Dan di jawab beliau, "Terima Kasih!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara di buka oleh Dekan FBS dan pembacaan puisi oleh seorang mahasiswi yang salah satu puisinya mendapat nominasi Angerah Pena Kencana 2009. Keduanya aku lupa namanya. MC menyebut namanya dengan tidak jelas, jadi aku tak bisa mencatatnya dalam notes. Tak bisa pula aku bertanya, karena kanan kiriku di bangku barisan kedua paling depan ini kosong. Bertanya pada orang di depanku malah tidak mungkin lagi, karena di ditu duduk Taufik ISmail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang dengan tampilan kasual kemudian maju kedepan. Ia, Sosiawan Leak. IA membacakan puisi dengan rancak bana. Sebuah berjudul "Phobia" yang menurutnya pernah dibacakan dalam sebuah forum sastra di Bremen, dan salah satunya puisi 'panas' yang berjudul "Prostitusi Babi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Suharianto kemudian memaparkan lebih dulu pemikirannya. Dengan makalah yang berjudul " Pengajaran Sastra... Oh, Pengajaran Sastra, beliau menegaskan bahwa Apresiasi Sastra di bangku-bangku sekolah masih memprihatinkan. Untuk masa depan yang lebih baik, beliau mengusulkan beberapa hal. Aku mencatat point no. 5 bahwa untuk dapat mengajarkan sastra yang betul dan menarik diperlukan guru sastra yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri guru sastra yang baik menurut beliau yaitu yang (a) menyenangi sastra, (b) memiliki pengetahuan sastra yang memadai, (c) memiliki kemampuan mengapresiasi sastra yang lumayan, (d) memahami benar tujuan pengajaran sastra, (e) menguasai metode pengajaran sastra, dan syukur disempurnakan dengan (f) dapat menulis karya sastra. (pemaparan lengkapnya ada di makalah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Ismail kemudian menyajikan data-data, hasil risetnya membandingkan kondisi Wajib Baca BUku Sastra di 15 Sekolah Menengah di 15 Negara. Angka yang membuat miris. Indonesia, menurut beliau ternyata memiliki Nol Buku Wajib Baca, bandingkan dengan sekolah di US yang 32, Prancis 30 atau Jepang yang 15 buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini , beliau juga menunjukkan sebuah komparasi bagus. Dengan koper yang berisi buku-buku dan sengaja di bawa dari Jakarta, beliau membagi buku-buku itu menjadi dua tumpukan. Tumpukan pertama adalah 4 buah buku tebal-tebal. Salah satunya buku terjemahan karya Tolstoy "War and Peace" setebal 700an halaman yang menurut beliau wajib dibaca oleh setiap siswa SMA di Rusia. Tumpukan kedua, adalah banyak buku tapi lebih tipis-tipis dari tumpukan yang kedua. Beliau menyebutkan satu-satu judul penulisnya, mulai dari "Tak Putus di rundung Malang" Sutan Takdir Alisyahbana, "Harimau-Harimau", "Tenggelamnya kapal Van Der Wick" Buya HAMKA, hingga buku karya NH. Dini juga antologi Sapardi Djoko Damono, WS Rendra, dan nama beken lain. Belasan buku karya sastra itu. NAmun, jik aditumpuk tingginya hanya sejengkal saja, kalah tinggi dengan 4 buah buku disebelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau kemudian memberi penjelasan. 4 buku ini baru seperenam dari jumlah buku sastra yang harus dibaca oleh pelajar Rusia. Jika beliau bawa semua, tingginya bisa mencapai satu meter. Sementara di Indonesia, judul-judul buku yang beliau sebutkan itu, yang tidak lebih dari sejengkal itu, baru wacana atau mimpi untuk wajib dibaca. Kita sejatinya membaca Nol Buku. Itu yang hendak dikatakan oleh beliau. Sebuah penyemangatan dari titik nol! (pemaparan lengkapnya ada di makalah "DARI PASAR DJOHAR KE DJALAN KEDJAKSAAN")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Ismail juga menceritakan pengalamannya, berkunjung ke sebuah sekolah , JIS (The Jakarta International School). Di JIS, ada kebiasaan menarik. Selama 15 menit di awal dan akhir sekolah, mereka membaca bersama. Untuk kelas kecil, dalam formasi lingkaran dan lesehan, sang guru membacakan sebuah buku. Anak-anak tinggal mendengar dan menikmatinya. Ya, hanya menikmati, tanpa embel-embel tugas lainnya. Dalam kurun waktu satu tahun, mereka telah menyelesaikan 70 judul buku. Enam tahun di sana, mereka telah membaca 420 judul buku. Untuk menulis, mereka melakukannya minimal selama 2 jam setiap hari. Sistemnya 1 project menulis digarap oleh dua orang. Satu menulis, satu mencitrakan alias bikin ilustrasi coret-coret. Judul dan jalan cerita lahir dari diskusi diantara mereka berdua. Amazing! Sang guru menyebut dirinya penerbit dan ia memanggil para muridnya itu  dengan sebutan "Para Novelist-novelistku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir sessi, keduanya, kemudian membaca puisi. Suharianto membacakan sebuah puisi panjang tentang hdupnya. Taufik Ismail membacakan  3 buah puisi. "Lima Syair Warisan", "Indonesia Keranjang Sampah Nikotin" dan "Kupu-Kupu dalam Buku". Puisinya yang terakhir ini, ia lampirkan dalam makalah sebagai tanda mata. Cara beliau membaca puisi, hemmm..sulit dilukiskan kata-kata...Kapan-kapan kau harus mendengarkannya sendiri. Bikin 'ngkretek' di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah hari berada dalam ruangan itu, aku mendapatkan banyak hal, paling tidak :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bagi Taufik Ismail, "Kegemaran saya membaca, tidak saya peroleh dari sekolah, tapi dari contoh yang ditunjukkan oleh orang tua saya. Ayah saya Abdul ghofar Ismail adalah seorang jurnalis, dan ibu saya juga suka menulis pantun. Keduanya suka membaca"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sebuah karya sastra yang baik, telah mampu berkomunikasi, sebelum ia tuntas dibaca dan dipahami. Keindahan sastra terletak pada dua hal, yaitu keindahan estetisnya sebagai sastra, dan keindahan nilai-nilai dalam sastra itu. Tidak pernah ada seorang sastrawan menulis sesuatu tanpa ada tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengutip "Mendung"nya Alex Leo, Suharianto berpesan, : "Menyadarkan perempuan yang sedang marah, sama seperti mencungkil duri dengan palu. Alias sia-sia. Tunggulah reda, barulah bicara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kata Taufik Ismail, "Kami sudah lelah memprotes kepada pemerintah.  Intinya, Diknas perlu dibantu. itu sebabnya, spiritnya adalah apa yang kami bisa bantu. Bersama majalah sastra Horison, kami telah melatih tidak kurang 2000 guru. Tapi itu belum apa-apa jika dibanding guru setara SMA/MA yang 200.000." Berharap ada perubahan kurikulum agar lebih mengapresiasi sastra itu setara dengan memindahkan piramida. Sangat sulit. Mungkin tiga atau empat generasi ke depan baru bisa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sebagian besar guru mengeluhkan UN sebagai penghalang terbesar apresiasi Sastra di sekolah berikut pengembangan metode belajar yang menyenangkan. Ukuran sukses tidaknya guru hanya dan hanya dilihat dari lulus tidaknya siswa dalam UN. NAmun, buatku pribadi, itu semua hanyalah bentuk sebuah pengalihan. Jikalau memang suka dan cinta, mestinya sastra tetap 'jalan' baik ada UN maupun takada UN. Bukankah, hasil tak selalu langsung bisa dilihat. Orientasi kita, kata Pak Taufik adalah seperti yang dikatakan Al-Quran, pada proses. Bekerja sajalah. Bersastra saja. Hasil ada di tangan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. "Tolong, saya datang dari jauh", kata Taufik Ismail. Kalimat yang harus diucapkannya untuk meminta atensi audience yang asyik ngobrol sendiri. Sebuah pukulan telak, karena yang hadir sejatinya adalah guru dan mahasiswa calon guru. Nafsu mengumpulkan portofolio sebanyk-banyaknya telah menggeser ketulusan menuntut ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Library is a must! Untuk bisa menulis mesti suka membaca. Thx tuk Taufik Ismail, yang telah menuliskan pesannya di bukuku. "Baca, baca, baca... Tulis, Tulis, Tulis...tertanda Taufik Ismail" Kupegang nasehatmu, pak! Takkan kulupa sepanjang hayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Mengapa kita begitu mudah mencemooh, tapi malas memberi solusi. Sound di ruangan teater Usmar Ismail itu memang buruk, bunyi dengungnya mengganggu kekhusu'an. Tapi haruskah sampai kita mengeluarkan teriakan huuuuu..secara masal? sangatlah tidak santun. Seperti penonton layar tancap saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Satu lagi, budaya antri dan sabar calon pendidik kita nyaris nol. Sertifikat yang telah disusun dengan baik oleh panitia berdasar alphabetic, diacak-acak oleh mahasiswa-mahasiswi yang tak sabar dan memilih berebut bergerombol. Semua ingin lebih dulu. Malu-maluin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ala kulli hal, thx buat panitia. Walau bagaimanapun kerja kerasnya patut di acungi jempol! Semoga barokah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sendspace.com/file/94bxaj"&gt;Download Makalah "Sastra yang Komunikatif &amp;amp; Kreatif, by Taufik Ismail dan Suharianto. (.pdf 281 kb)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-8439648608713846017?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/8439648608713846017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=8439648608713846017' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/8439648608713846017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/8439648608713846017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/06/taufik-ismail-mengubah-kurikulum.html' title='Taufik Ismail : &quot;Mengubah Kurikulum Sama Dengan Memindahkan Piramida&quot;'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-4873413862335701804</id><published>2009-06-08T23:02:00.004+07:00</published><updated>2009-06-16T20:17:15.030+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the truefriend'/><title type='text'>Sebuah Oase dan Sebuah Plato (lagi)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saung, 23.30&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam diam dan sunyi, aku terpaku pada rangkaian kalimat dalam sebuah blog.  Imagi sunyi di dalamnya membawaku terhanyut pada pusaran Deja Vu. Imagi itu, begitu nyata, mewujud dari bayangan abstrak sebuah judul buku yang memberi pengaruh besar pada diriku, hingga saat ini: "Toto Chan, gadis cilik di balik jendela."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lab, 09.00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan itu singkat. Sekejapan saja. Tapi membekas, hingga saat ini. Ada sesuatu dimatanya. Mata yang kurasa, penuh rindu dan penantian. Entah rindu  pada siapa dan menanti apa. Mata yang di dalamnya tumbuh taman sunyi. And I also can see the pain living in her eyes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga bulan lalu, pertemuan itu. Saat aku menyebar release di Pers Room. Dan hari ini, aku menemukannya kembali. Selama kurun waktu itu, sisa-sisa pertanyaan masih juga ada dan belum menemukan jawabannya. Seperti juga hari ini, tapi aku tetap memilih membiarkannya menjadi misteri. Aku mengutip kata-katanya, tidak semua hal harus terungkap dan biarlah ia tetap berada di dalam kotak kecil dengan satu kunci yang hanya kita yang memiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takjub. Hidup rupanya adalah misteri. Kemarin, dan juga hingga hari ini, aku masih berusaha mengubur 'dialog-dialog tanpa kata'-ku. Sebuah keputusan yang sarat sembilu. Tanpa suara aku berkata, dan tanpa suara aku berteriak pedih. Dan hari ini, justru sosok 'bersama suara' ini tiba-tiba datang menghampiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, suara adalah sahabat sejatinya. Bersama suara mengejar cahaya. Ahh, kata kontemplatif dan sarat makna. Lalu, hidupku seakan menyempurna. Kemarin, bergelut dan mendapatkan inspirasi dari kata (sunyi) yang merupa, sekarang kata itu telah bersuara, dan tetap setia membentuk rupa.Aku bahkan bisa mendengar suara itu  menggema dalam ruang hatiku : "Saya '...' melaporkan dari Pantura Jawa untuk Radio '...'. Salam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membaca transkrips suaranya, ...abarasi laut jawa, Q-Tha, Daur Ulang sampah....mmm, she cares the nature...dia peduli pada umur bumi ini dan pendidikan yang menjadi soko guru tumbuhnya kemuliaan manusia. tema itu, seide dengan tema-temaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eureka! Aku menemukannya, oase itu. 'Oase' yang kuyakini adalah 'blink' yang kucari selama ini. Ia adalah tokoh utama pertama, dalam project menulis "Ide Besar"-ku. Ya, seorang jurnalis radio, lengkap dengan taman sunyinya itu. Dan kurasa, dengan suaranya itu, ia akan menyegarkan setiap pagi dengan salam pembukanya :"Pagi yang cerah untuk jiwa yang cerah. Semoga pagi ini mengawali banyaknya manfaat dan inspirasi yang kita tebarkan,". Hemm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, waktu telah membuatku menjadi patung batu. Dahaga atau tak dahaga, rindu atau tak rindu, aku tak dapat menghampiri 'Oase' itu. Aku hanya bisa menemukannya. Aku tak dapat mereguk barang seteguk airnya. Aku tak dapat...atau lebih tepatnya tak boleh. Sampai, tetes hujan dari langit melunakkan wujud batuku menjadi cair. Mungkin berupa hujan asam yang pedih atau apalah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekali lagi dalam kehidupanku, aku menjadi seorang Platonis. Meyimpan semuanya dan melihatnya dari kejauhan. Sama seperti halnya, ketika aku menyapa embun pagi itu, dengan tanpa ucap, cuma tatap, dan seikat doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Setidaknya, hari ini dalam kehidupanku, aku telah menuliskannya. bahwa aku telah bertemu dengan sebuah "Oase", dan aku bersyukur karenanya. Ia telah menjadi titik kurva kelima dalam kehidupanku. Meski, bersamaan dengan itu aku tak punya pilihan lain, selain harus menjadi "Plato" lagi. Dan satu hal, meski ia bersahabat dengan suara, bagiku ia adalah taman yang paling sunyi senyap. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-4873413862335701804?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/4873413862335701804/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=4873413862335701804' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4873413862335701804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4873413862335701804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/06/sebuah-oase-dan-sebuah-plato-lagi.html' title='Sebuah Oase dan Sebuah Plato (lagi)'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-3050063966497914972</id><published>2009-05-31T16:41:00.006+07:00</published><updated>2009-05-31T16:59:56.884+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekolah alam'/><title type='text'>Bila Kepercayaan Itu Hilang : Wajah Birokrasi Pendidikan Negeri Kita</title><content type='html'>"Aduh, jangan masuk sini...", seorang ibu paruh baya terlihat gusar ketika guru-guru bergerombol masuk ke ruangan yang bertuliskan "BIDANG PTK". Raut wajahnya menampakkan ia tidak rela, ketika guru-guru yang telah menunggu sejak pagi tadi berhamburan masuk 'mengacaukan' kenyamanan ruang kerjanya yang ber-AC itu. Beuh, padahal beberapa saat lalu, justru mereka sendiri yang memilih ruangan itu, karena sudah tidak ada lagi tempat buat mengantri. Lapangan depan halaman kantor Diknas KOta Semarang itu sudah penuh dengan guru yang mengantri. Thus, dinginnya ruangan di lingkungan kantor Diknas ini, sangat paradoksal dengan kondisi ruang-ruang kelas banyak sekolahan yang 'sumuk' dan bahkan nyaris ambruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian guru yang lain tak menghiraukannya. Mereka tetap mengerubuti sebuah meja yang dijaga dua orang ibu yang lain. Mereka bertugas melihat copy KTP dan mencocokkannya dengan nama-nama di sebuah daftar dan kemudian menyerahkan uang yang disebut-sebut sebagai insentif guru nonPNS, bilamana cocok. Ini adalah hari kedua (30/5) dimana tiba giliran guru setingkat SMP dan SMA. Kemarinnya, malah lebih padat, sebab lebih dari 1000 guru jenjang SD se-kota Semarang menyerbu kantor ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua orang bapak guru, berusia sepuh, mungkin diatas 50-an tahun, terlihat masygul. Namun, mungkin karena sudah kenyang dengan asin garam kehidupan, beliau berdua tetap mencoba tersenyum. "Kembali ke zaman gerilya, ya..." katanya. Kami bertiga tertawa. Entah apa rasa tawa itu, campuran antara lucu, getir dan tak percaya. Dalam kemasygulan itu juga kami, dan juga ratusan guru yang lain, sabar menunggu giliran dalam barisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami juga tahu, antrian ini mirip dengan cerita-cerita yang pernah kami sampaikan ke murid, bahwa dulu ketika negeri dalam keadaan 'darurat', rakyat berbaris dalam antrean panjang untuk mendapatkan beras, air bersih dan minyak tanah. Juga jauh setelah negeri ini berteriak merdeka, rakyat  masih tetap juga akrab dalam antrean, untuk materi yang sama pula. Sekarang, malah ditambah dengan antrian baru : BLT. Kami juga tahu, sedikit saja terlihat 'ngoyo', maka akan nyaris tiada bedanya antara antrian guru ini dengan antrian rakyat miskin berebut BLT. Kecuali kalo memang sengaja didesain, guru-guru ini dianggap masuk kategori rakyat miskin, dimana antri telah menjadi bagian hidupnya hatta untuk mendapatkan sesuatu yang telah menjadi haknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan guru makin tercabik, ketika hadir aparat keamanan berseragam, dengan senjata laras panjang. Entah dimana logika perwira mereka, sehingga memerintahkan yang dijaga bukannya gerbang masuk atau keluar, malah berada ditengah-tengah guru. Seakan-akan kondisi 'chaos' akan terjadi jika tidak ada kehadiran mereka dan senjata laras panjang itu. Ahhh, namun kesabaran guru mengalahkan segala ego. Guru-guru berusaha menyapa, mengajak bicara mereka, hingga cair suasana. Para guru melupakan perasaan terlecehkan atas strategi pengamanan yang lebay, layaknya berhadapan dengan teroris atau kriminal berbahaya. Bersamaan dengan itu, terlintas sebuah berita dalam benakku, polisi belum berhasil melacak pelaku perampokan ATM dan BMT yang terjadi  dua hari berturut-turut di semarang ini. Mungkin mereka berpikir, salah satu guru-guru ini berpotensi menjadi perampok berikutnya pula. Sungguh, sebuah kegagalan logika berpikir yang sangat fundamental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia ini, di Semarang ini, beginilah cara mereka memperlakukan guru, terutama guru-guru swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa Percaya Siapa?&lt;br /&gt;Disela-sela antrian, seorang guru yang sudah cukup berumur berkata,"Ini yang namanya rejeki tiban".  "Sepertinya bukan pak. Ini adalah amanah UU. Ini adalah salah satu hasil perjuangan wakil rakyat kita, juga demo-demo guru swasta itu" kataku memberanikan diri berbeda pendapat soal 'tiban' itu. Soal in iadalah rezeki itu pasti, tapi tiban,,,mmmm,, ini adalah hasil kerja keras banyak orang. Sang bapak kemudian mengangguk tanda setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara telah berusaha mengapresiasi guru. itu patut diapresiasi balik. Tapi, ah..tunggu dulu, 'kekeliruannya' adalah melibatkan Diknas  sebagai penyalur hak kesejahteraan guru itu. Berdasar  pengalaman empirik hari ini, Diknas seolah tidak lagi mempercayai sekolah (swasta) sebagai pranata pendidikan yang menjunjung tinggi asas kejujuran. Dialihkannya cara penyaluran insentif dari kolektif  melalui sekolah atau transfer melalui rekening menuju antrian gaya jadul 'man to man' sama saja hendak mengatakan selama ini ada yang tidak jujur didalam proses pencairan tunjangan. Diknas 'menuding sekolah (Swasta) sebagai sumber kefiktifan, maka dengan sendirinya sekolah (swasta) akan balik menanyakan 'integritas' para birokrat itu. Sebab selama ini  tidak ada kabarnya sekolah (swasta) yang berlaku curang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi jika dihitung ribuan murid yang ditinggal 'mbolos' gurunya gara-garanya guru harus mengambil insentif. Sebuah cara yang benar-benar jauh dari ukuran efektif dan efisien dan tak mendukung kinerja positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para guru juga tahu, belum lama ini, Diknas Kota Semarang disanggongi KPK seharian penuh. Ada apa gerangan? Dibanding dengan sekolah (swasta) yang memiliki banyak 'watch dog' macam komite sekolah atau orang tua murid, justru di lingkungan birokrasi itu yang minim pengawasan. Sehingga jikalau terjadi ketidakjujuran, justru disitu muaranya. Berita kecurangan di surat kabar bahkan didominasi oleh sekolah negeri, terutama dalam pungutan-pungutan gelap nan liar di seputar PPD atau penerimaan siswa baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kacamata guru, karena ada satu-dua oknum birokrasi yang diragukan kejujurannya, maka selalu dan selalu, sekolah (swasta) menjadi korbannya. Itu seanalog dengan membakar lumbung padi karena curiga ada satu-dua tikus di dalamnya. Mengorbankan banyak orang hanya karena ulah satu dua orang pengecut yang berlindung di balik kata 'kesejahteraan' guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, Mari kita lihat kedepan, adakah LSM, Dewan Pendidikan Kota, atau anggota Dewan yang mengkritisi kebijakan tak manusiawi ini? ataukah justru para guru ini yang malah dibilang : "Ah..gitu ajah mengeluh". Gubrak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*tulisan serupa ditulis juga oleh rekan guru yang lain. Kunjungi blognya untuk membaca. &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://lorongedukasi.wordpress.com/2009/05/30/catatan-habis-ngambil-blt-guru/"&gt;Klik saja di sini.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-3050063966497914972?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/3050063966497914972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=3050063966497914972' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3050063966497914972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3050063966497914972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/05/bila-kepercayaan-itu-hilang-wajah.html' title='Bila Kepercayaan Itu Hilang : Wajah Birokrasi Pendidikan Negeri Kita'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-2856571294222433549</id><published>2009-05-21T13:05:00.000+07:00</published><updated>2009-05-21T13:07:04.200+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the truefriend'/><title type='text'>Ketika Hercules Itu Jatuh (Buat Pamela Novariana)</title><content type='html'>Ini pastinya adalah fase terberat dalam kehidupanmu, ya Mel... Kehilangan sosok yang paling dicintai, belahan jiwa, dan tempat berlabuh. Terlebih, bagi seorang istri, cinta kepada suami adalah segala-galanya. Apalagi, kelak dalam keseharian, sosoknya akan membayang dalam Arya dan Alisa, putra kalian berdua. Juga pahit getir kehidupan yang telah dilalui bersama. Pastilah menjadi kenangan yang akan teringat untuk selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mel, itulah kehidupan. Allah menciptakannya dalam keseimbangan. Antara memiliki dan kehilangan, antara manis dan kegetiran... begitulah putaran dunia ini berjalan. Terlebih Allah berkata, bahwa segala sesuatu yang hidup akan menemui kematiannya. Hanya persoalan waktu saja. Kita semua akan menemui, sunatullah hidup itu. Karena kita hanyalah segenggam jiwa yang ditiupkan ruh kehidupan. Dan ruh itu akan kembali sekehendak Sang Penciptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasa, kau juga sepenuhnya menyadari, ketika engkau menerima beliau sebagai pilihanmu berlabuh, sebagai ayah dari anak-anakmu, engkau harus selalu dalam kondisi siap siaga. Statusnya sebagai abdi negara, pilot pesawat, itu full of risk. Kau membohongi dirimu sendiri jika kemudian kau tak segera bangkit dari kesedihanmu. Beliau pasti tak ingin melihatmu dalam keterpurukan. Peganglah janjimu, untuk menjadi ibu dan istri yang tangguh kapan saja menerima kenyataan atau ketetapan Allah itu. Gugur dalam tugas mulia, adalah mimpi dari setiap prajurit... insyaaAllah syahid di jalan-Nya dan beraroma surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mungkin gampang saja berucap seperti ini, karena tidak mengalaminya, tapi Mel... iman telah mampu merubah sesorang, dari pecundang menjadi seorang pahlawan, dari yang lemah menjadi tangguh dan perkasa. Imanlah yang mampu membuat kita tegak bertahan atas segala tempaan musibah dan ujian,selain dukungan dari keluarga dan shabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kutulis sejatinya juga suatu saat akan tertuju kembali padaku. Ketika ku berucap "bersabarlah!", maka percayalah langit kelak akan mengirimiku sesuatu untuk membuktikan apakah aku juga kuat bersabar. Aku ambil resiko itu. Sebagai sahabat yang pernah singgah di ruang memoriku, aku tak bisa diam begitu saja tanpa memberi sekedar kalimat thoyiibah untukmu, semata agar kita kembali menjalani kehidupan ini...the life must go on.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang tak begitu mengenal beliau, tapi aku mengenal dirimu. Meski tak lama. Tapi sepenggalan masa kehidupan di masa kecil itu masih kuat menancap, bahwa kau bukanlah perempuan lemah. kau cerdas, bertalenta, berkepribadian, dan punya visi hidup. Aku yakin, karena kekuatan itulah beliau memilihmu sebagai teman hidupnya. Maka, gunakanlah itu semua, untuk menjalani babak kehidupan baru nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah juga, imani juga bahwa Allah kelak akan menggantikan semua dengan anugerah yang lebih baik. Kita tak pernah bisa mengetahui masa depan, tapi kesakitan, kesulitan, kepedihan adalah pintu menuju kemudahan, keberkahan, dan kemuliaan. Jalan menuju mulia dan besar memang penuh dengan batu dan kerikil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahhh...separoh usiaku telah kujalani jauh dari orang tua. Beratus, beribu persoalan, pahit getir, pernah kualami. Dan aku mendapatkan satu hal, bahwa Allah sangat sayang pada hamba-Nya yang berserah diri pada-Nya. Allah akan selalu (ini pasti) mengijabahi doa hambanya yang sedang dalam kesusahan. Allah juga menyayangi hamba-Nya yang tidak mengeluh ketika terpaan ujian datang kepadanya. Dulu banget, aku juga meneteskan air mata untuk adikku yang tak jadi hidup didunia. Tapi, tetes air mata itu kemudian kusadari bahwa itulah cara Allah mengatakan bahwa kita manusia adalah makhluk paling lemah, dan bersujudlah kepada yang Maha Perkasa. Pesannya begitu jelas, musibah mendekatkan kita pada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, adalah skenario Allah juga, ketika engkau dipertemukan dengan kita semua, teman-teman masa kecilmu,  meski cuma lewat FB, setelah belasan tahun tak bertemu, dan sesaat kemudian..kurang dari seminggu... Allah memanggil beliau ke haribaan-Nya. Sobat, Ini adalah cara-Nya untuk menyiapkan dirimu ketika ketetapan-Nya itu diputuskan. Aku mempercayai, kAlimat-kalimat yang kutuliskan ini, adalah hal yang memang harus kulakukan, untukmu...&lt;br /&gt;BUkankah kita sebelumnya tak pernah bertemu dan berkomunikasi ? Lalu, kita didekatkan, meski secara psikologis. by the almighty hand... itu semua semata untuk memback-up dirimu. Tidakkah semua itu begitu jelas adanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, mewakili seluruh teman dan sahabat dari masa kecilmu, izinkan kami mengucapkan Innalillahi wa innailahi rojiun... kami semua turut berduka dan berbelasungkawa untuk wafatnya beliau, Mayor Danu Setiawan, suamimu,... juga untuk seluruh korban dan keluarga dari musibah jatuhnya Hercules itu. Semoga segenap keluarga yang ditinggalkan, diberi kelimpahan rahmat, dan ketabahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untukmu, bangkitlah segera! Ada Arya dan Alisa, yang membutuhkan jawaban atas semua pemristiwa  yang mereka tak pahami ini. Jawablah dengan ketangguhan dan langkah-langkah baru. Kita bersama-sama berdoa, semoga Allah memberi kemudahan untuk segala yang kita lakukan sekarang dan di masa mendatang. Aminn...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semarang, 21/05/2009.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-2856571294222433549?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/2856571294222433549/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=2856571294222433549' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/2856571294222433549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/2856571294222433549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/05/ketika-hercules-itu-jatuh-buat-pamela.html' title='Ketika Hercules Itu Jatuh (Buat Pamela Novariana)'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-3468152040229803043</id><published>2009-05-21T13:03:00.000+07:00</published><updated>2009-05-21T13:05:21.863+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the truefriend'/><title type='text'>Senyum Dong Fren...</title><content type='html'>Hey,&lt;br /&gt;Pada dasarnya aku kehilangan kata-kata. Bukan karena tak ada yang bisa dituangkan, tapi karena ada begitu banyak hal yang ingin kukatakan. Namun, semua huruf dan kata berputar, berpencar, lalu mengumpul kembali dalam kekacauan, jadi aku harus merangkainya kembali seperti menyusun keping-keping puzzle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya juga, sedari awal aku ingin rileks saja. Tak ingin tendensius menerka-nerka apa yang tersembunyi di mata. Sebab, sejatinya tak ada orang yang suka terbaca oleh orang lain, apalagi membaca sesuatu yang disimpan rapi dan berstatus privasi. Jadi kemarin itu, aku men-disable instingku, aku hadir saja dengan diriku seutuhnya, just me, tanpa antusiasme untuk 'menginvasi' orang lain, tanpa menjadi orang yang 'sok tau' apa isihati orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, pagi cerah kemarin itu terasa semakin cerah ketika senyummu kau kembangkan. Senyum sahabat yang tulus. Haha... itu seperti sahabat yang baru bertemu setelah berpisah lama. Hangat... Ya, sedetik itu aku benar-benar meyakini kekuatan yang tersembunyi dari sabda baginda Rasulullah bahwa "Tabassumuka fi wajhi akhika..sodaqoh". Senyummu untuk saudaramu adalah sedekah. Itu berarti, pagi itu kau mengawali harimu dengan sangat manis...bersedekah untuk orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, untuk seterusnya, selama disana aku terus berusaha untuk memancarkan energi positif, energi inspiratif. Aku betul-betul tak memberikan ruang sedikitpun untuk hal-hal yang ga penting atau hal negatif lainnya. Sehingga, ketika sisi lain hatiku mengatakan "sepertinya ada sesuatu yang aneh dengan dirimu" aku tak menghiraukannya. Aku hanya ingin melihat kau tersenyum... untuk seterusnya... atau selamanya malah. Percayalah, kehadiranmu, terlebih senyummu adalah penyemarak atas keheningan...terutama keheningan batin satu.. dua.. atau banyak teman-temanmu disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah keceriaan kau ciptakan, maka mungkin kau merasakan juga keceriaan yang kupancarkan. Aku merasakan semangat yang lahir dari situ, apakah engkau juga? Kuharap engkau juga begitu ... Aku bahkan 'membungkus' semangat itu hingga terbawa pulang. Meski aku sempat harus berlelah-lelah menunggu sosokmu yang memang takkan datang, ketika waktu berpisah tiba. Tapi, semangat itu.... Kurasa itulah hadiah terbesar yang selalu kau dan teman-temanmu kau berikan sebagai kenang-kenangan untukku. Dan aku selalu  tak tahu harus mengucapkan apa sebagai wujud terima kasihku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAu tahu? setibaku disini, terpisah jarak denganmu, aku kemudian berhasil menyusun keping-keping puzzle itu. Aku membaca ulang catatan harianmu yang tanpa judul itu, yang diatasnya kau letakkan sebuah foto "kesendirian". Foto yang kurasa sangat relevan dengan apa yang kau tulis dibawahnya. Aku membacanya, dengan perlahan, kalimat demi kalimat. Caramu mengungkapkannya begitu dalam, seakan engkau sedang berbicara dari hati ke hati, berada dihadapanku. Dan aku mendengarkannya, juga dengan begitu dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ajaib, hatiku bergetar, kurasa ada yg gerimis didalam sana. Sedetik mataku menghangat. How could it be. Huh! seakan aku menjadi sosok yang paling mengerti akan dirimu. Bahwa aku sungguh tidak terima dengan apa yang mereka katakan tentangmu. Engkau adalah pribadi yang hangat. Aku tahu pasti itu. Tapi kenapa mereka yang tangkap adalah kebekuanmu. Engkau adalah seorang pencerita yang hebat, tapi kenapa mereka merasa engkau adalah sosok yang lebih suka bergelut dalam diam. Aku tak terima, mereka menganggapmu aneh. Sementara aku disini bisa merasakan bahwa engkau sangatlah 'biasa'. Aku bahkan suka dengan caramu bersahabat denganku. Caramu bercerita dalam kebisuan, mengefektifkan lisan, berkata sebutuhnya, adalah pengejawantahan dari sebuah premis bahwa lisan sejatinya penuh dengan keterbatasan. Bahwa bahasa nonverbal sejatinya jauh lebih berkata jujur. Dan, bahasa nonverbalmu memperlihatkan level keakraban tingkat tinggi. Jadi, aku heran, mengapa aku yang disini yang terpisah jarak denganmu justru lebih bisa merasakannya, daripada teman-temanmu yang mungkin berada di sehimpitan jari denganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, untungnya, itu sudah berlalu. Pada catatan berikutnya, kurasa engkau sudah kembali pada ' habitat'mu. Engkau telah larut kembali dalam keindahan persahabatan. Kurasa, itu jauh lebih untukmu. Artinya, sebenarnya engkau memiliki sejuta stock hati yang lembut untuk sahabat-sahabatmu, namun kau memperlihatkannya dengan cara yang khas, sehingga tak semua orang bisa memahaminya. Tapi, aku tahu pasti, engkau mencintai mereka, dengan tulus. Senyummu itu menunjukkannya. Apapun yang terjadi, pokoke senyum dong, fren...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hey,&lt;br /&gt;sesuatu kemudian mengejutkanku,&lt;br /&gt;mungkinkah ada yang salah dalam setiap kata-kata yang kukirimkan kepadamu. Sehingga aku harus menghentikannya? Setelah sore itu,saat beliau memberondongku dengan pesan-pesan yang semula tak kumengerti apa konteksnya. Aku baru menyadari bahwa sebuah ultimatum telah dikirimkan dan itu telah membuatku berada dalam kondisi tersudut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahhh...&lt;br /&gt;tiba-tiba aku merasa jauh...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(thx to Justice Voice untuk judul nasyid yang kuadopsi sebagai judul posting ini.&lt;br /&gt;Thx juga tuk Ariel, tuk suara emasnya,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"takkan selamanya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;raga ini menjagamu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tak ada yang abadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tak ada yang abadi")&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-3468152040229803043?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/3468152040229803043/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=3468152040229803043' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3468152040229803043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3468152040229803043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/05/senyum-dong-fren.html' title='Senyum Dong Fren...'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-3842723622343962812</id><published>2009-05-13T10:26:00.005+07:00</published><updated>2009-05-13T11:01:15.270+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rumah baca'/><title type='text'>Ide Besar Untuk Ide Besar</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Law of Attraction&lt;/span&gt; sedang menderaku. Teori apa yang kau dapatkan adalah berasal dari apa yang kau pancarkan, benar adanya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The secret has revealed. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab terlalu semangat menanyakan pada orang lain tentang mimpi dan cita-citanya, hingga si orang sampai bisa menuliskan mimpinya dalam berlembar-lembar halaman, akibatnya datanglah pertanyaan yang sama yang ditujukan padaku dari arah yang tak diduga-duga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau ini datang, ke rumahku tiba-tiba, tak ada angin tak ada asap. "Saya  memang sudah lama tidak silahturahmi ke Pakdoni dan begitu juga sebaliknya." katanya. Hehe..tul banget, aku juga lama jarang main ke rumah beliau ini, meski sekedar silahturahmi. Tapi kami sepakat, hubungan 'persaudaraan' diantara kami cukup baik. Beliau ini, bahkan bagiku pribadi, sudah kuanggap sebagai guru. Aku belajar beberapa hal dari beliau ini. Ia mengajarinya langsung. Ilmu yang diberikannya kurasa sudah berbuah banyak kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sama istri, lagi disebelah", katanya menjelaskan. Tetanggaku di sebelah rumah memang sedang mengalami ujian kehidupan. Bayi yang ditunggu-tunggu kelahirannya selama kurang lebih 4 tahun, wafat setelah berumur tidak lebih dari 2 hari setelah persalinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada waktu? Main ke rumah ya, Saya ingin pakdoni bikinkan beberapa desain untuk web, sambil kita bicara sedikit" katanya mengundang. Sebuah undangan yang tentu saja tak baik untuk ditolak. Tapi, aku tahu, sebenarnya itu cuma akal-akalan beliau saja untuk memberi rizki padaku, sambil memberi motivasi hidup, seperti yang biasa ia lakukan sebelum-sebelumnya. Beliau ini, semakin hari semakin besar saja jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih sambil menatap monitor dan tangan menggenggam mouse, kami berdua memulai obrolan. "Kita harus punya mimpi pakdoni" katanya. Hemm..kalimat yang tentu saja sudah sering aku dengar dan mungkin juga aku sering katakan. "Kalau kita sudah punya mimpi, sekarang masalahnya adalah deadline waktunya. Kita harus punya target waktu kapan mimpi kita itu akan tercapai. Sekarang ini, saya sedang berproses. Saya pribadi, sudah sangat jauh berubah banyak dari saya yang dulu" katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, uraiannya itu kemudian terasa begitu menarik. Beliau sudah memulainya, berubah lebih dulu sebelum mengajak orang lain berubah. Sekarang, ucapannya terasa lebih berdaya. Beliau tidak sama dengan orang yang sekedar menjual kata-kata. Bagus didengar tapi yang diucap tak serupa dengan yang dilakukan. Omong kosong begitulah. Tapi kali ini terasa berbeda. Ucapan beliau ini bermakna. Ia sedang membagi pengalaman spiritual hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I have a dream, offcourse.&lt;/span&gt; Tapi aku abai pada "waktu". Kurasa, aku tidak atau belum melakukan sesuatu yang berarti untuk merealisasikan mimpi itu. Aku bahkan telah menuliskannya, dalam wujud sebuah esai panjang, 7 tahun lalu. Ternyata, itu adalah sebuah kekeliruan. Beliau, menyitir pendapat seorang motivator terkenal, mengatakan, paling lama dalam 20 tahun semua mimpi itu harus sudah tercapai. Dalam kasusku, setelah kuceritakan mimpiku, beliau optimis, dalam bilangan 3 tahun, seharusnya mimpi itu sudah terlihat wujudnya. Tiga tahun, bayangkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalo menurut perhitungan, saya harus keluar dari lingkungan saya ini dulu baru bisa menggapai mimpi itu", kataku berpendapat. "Lakukan! Kalo itu memang yang harus dilakukan" tegasnya. Tapi kemudian, di penghujung obrolan, kami mendapatkan sebuah premis penting, bahwa sebenarnya bukan masalah disini atau disana yang  membuat kita menjadi besar. Yang terpenting, menjadi besarlah, entah di sini atau di sana. KOndisi di sini tak boleh menjadi 'kambing hitam' atas kebelumberhasilan kita meraih mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mimpinya pakdoni cukup menarik. Buatlah semacam proposal lengkap. Apa yang membuat mimpi pakdoni itu harus diperhitungkan? Mengapa harus seperti itu wujudnya? Apakah ia cukup menguntungkan? KAlo semua jawaban tadi iya. Optimis, akan ada pihak-pihak yang bersedia membantu mewujudkannya" jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dan,, mungkin pakdoni malah bisa mewujudkannya sendiri. Proposal itu mungkin akan jauh lebih bertenaga jika tidak dibuat dalam bentuk proposal biasa, tapi dalam bentuk sebuah novel. Ya, sebuah novel. Uraikan semua mimpi pakdoni tadi itu dalam sebuah novel. Novel itu nanti yang akan menjadi penunjuk jalan terbukanya mimpi tadi menjadi realita." katanya memberi sebuah ide. Buatku, itu tak sekedar ide, tapi ide besar...BIG IDEA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beliau menguatkan argumen atas idenya itu dengan menghitung-hitung royalti, seraya mengajukan dua nama penulis lokal yang bisa mewujudkan mimpinya dari hasil penjualan sebuah buku berwujud novel, sebagai contohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, menurut beliau, bikinlah novel, yang isinya bercerita tentang mimpi besarku itu tadi. Sebuah mimpi yang menjadi ide besarku yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah..., mampukah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU PASTI BISA!... INSYAALLAH!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerana mimpi itu pernah terpublish beberapa tahun lalu dalam bentuk esai, mungkin akan lebih baik jika kini ia dibuat dalam bentuk pointer-pointer. Lebih ringkas dan mudah dibaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah mimpiku :&lt;br /&gt;&gt;&gt; MENGELOLA RUMAH BUKU/PERPUSTAKAAN YANG BESAR. SANGAT BESAR. &lt;&lt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fisik :&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&gt;Areal : 2-3 kali lapangan bola&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&gt;Masjid, berarsitektur ethnic.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&gt;Green Environment : hijau, pepohonan, rumput, taman, kolam, air mancur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&gt;Gedung utama : arsitektur etnik, mungkin joglo jawa atau lainnya. Natural tapi awet, and 'warm'&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&gt;Gedung pendukung :&lt;br /&gt;- gedung bata : untuk dokumen mudah rusak dan kuno&lt;br /&gt;- joglo aula/gasebo besar : untuk bedah buku, seminar, pementasan. kapasitas 250 orang. dilengkapi background up-down, juga lighting.&lt;br /&gt;- beberapa gasebo kecil, untuk kapasitas kelompok kecil 5-10 orang.&lt;br /&gt;- kids corner : untuk buku dan beberapa ragam khas anak-anak.&lt;br /&gt;- kafe/kantin : oraganic, ethnic, traditional food.&lt;br /&gt;- workshop studio : pusat komputerisasi--&gt; web, desain grafis, layout, fotografi-film, pra cetak, dan broadcasting/penyiaran minimal radio.&lt;br /&gt;- gedung cetak : berisi mesin cetak, khususnya buku dan variansnya&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  &gt;hotspot area&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&gt;bangku-bangku taman&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&gt;areal khusus pementasan terbuka malam hari (buat baca puisi, teater, dll)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&gt;saung homestay: untuk yang ingin menginap dan 'menyepi'. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&gt;saung pengelola.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&gt;jenis buku : all books.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&gt;katalog manual dan online&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&gt;lahan parkir yang tertata baik.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Nonfisik :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&gt;Dimanaje untuk bertahan hingga ratusan tahun, dari generasi ke generasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&gt;humanis dan ramah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&gt;Hidup! ada banyak kegiatan : bedah buku, bengkel menulis, jumpa penulis, siaran live, pementasan teater, baca puisi, diskusi-diskusi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&gt;musik yang diakomodasi : gitar akustik, violin/biola, piano, dan nasyid, juga etnic music (band rame tak bisa, untuk menjaga keheningan).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&gt;fasilitas for hire, kecuali untuk kepentingan : edukatif, jurnalistik-kepenulisan, dan arts performance.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&gt;ruang baca yang akrab : boleh sambil minum dengan gelas yang didesain khusus tak mudah tumpah. But, no oil food. Boleh pake laptop, karena juga ada hotspotnya, boleh juga di bawa keluar dibaca di bangku-bangku taman atau halaman rumput. Boleh bicara asal tidak keras-keras. Ada audio system, pengunjung bisa request lagu (lagu/instrument yang mendukung proses membaca)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&gt;ada buku yang bisa dibeli, tak hanya dibaca atau disewa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&gt;manajemen peminjaman yang tak memberatkan berasaskan kejujuran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&gt;areal terbuka dan taman 'forbiden' untuk pacaran. Rumah buku ini adalah areal bebas maksiat, tapi ramah keluarga.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&gt;menerbitkan buku dan publikasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&gt;taman juga terbuka untuk para penggesek violin,atau aktivitas lain selama masih mendukung kegiatan membaca.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&gt;membuka layanan spesial bagi para penulis yang ingin homestay, terutama karena sedang menyelesaikan karyanya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&gt;melibatkan komunitas sekitar sebagai bagian dari sumberdaya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&gt;pengkulturan sholat tepat waktu dan berjamaah di masjid rumah buku (bagi pengelola dan pengunjung yang muslim)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&gt;visi pengelola : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;grow and die on books.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;itu dulu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-3842723622343962812?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/3842723622343962812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=3842723622343962812' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3842723622343962812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3842723622343962812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/05/ide-besar-untuk-ide-besar.html' title='Ide Besar Untuk Ide Besar'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-4225549079724658729</id><published>2009-05-09T10:23:00.006+07:00</published><updated>2009-05-09T11:39:00.344+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the truefriend'/><title type='text'>Elegi Pagi : Morning Has Broken</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SgT7TIuj-dI/AAAAAAAAAc0/yz-fhcQQL3Y/s1600-h/elegi-pagi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 136px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SgT7TIuj-dI/AAAAAAAAAc0/yz-fhcQQL3Y/s200/elegi-pagi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333664164892375506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku melakukannya lagi. Ya, terutama setelah sekian lama aku tak pernah melakukannya lagi. Usaha untuk melupakan sesuatu, membuat kita terkadang menghindari melakukan sesuatu meski  itu merupakan hal yang sebelumnya kita sukai dan gemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja, usai membaca kalimat-kalimat kontemplatif dalam catatan hariannya kemarin hari, hari ini sebuah 'invisible tying' telah mengikatku pada sebuah kondisi yang bernama elegi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi masih belum benar-benar bangun. Waktu juga baru bergulir beberapa menit dari pukul 05.00 pagi. Masih mengenakan sarung, aku melangkah keluar menuju ke suatu tempat. Tempat yang sama dengan sebelum-sebelumnya. Dari situ sebuah kanvas raksasa bernama langit,  'mount' Merbabu, dan matahari pagi bundar jingga bisa terlihat jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih juga sama. Mereka yang mengisi pagi adalah orang-orang yang sama dengan pagi-pagi sebelumnya. Ibu-ibu penjual sayur-sayuran segar, sopi-sopir bus, dan mobil-mobil antar jemput anak sekolah. Kerbau-kerbau yang biasanya merumput, pagi ini tak terlihat. Tapi mereka pasti ada, mungkin di padang rumput yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu hal yang pasti adalah bau pagi yang sangat khas. Entah apa unsur-unsur yang membentuk udara pagi sehingga ia bisa begitu segar dan menyemangati. Itu pula kurasa yang menjadi rahasia dari air yang diembunkan, terutama dalam kendi, direkomendasikan untuk diminum. Kendi itu, sains menunjukkan didalamnya mengandung Kaolin, zat penyerap toksik. Tapi udara pagi, dia pasti lebih dari sekedar mengandung oksigen. Tapi aku belum membaca literatur yang membedah unsur-unsur pembentuk udara pagi. Jadi, untukku, pagi adalah bagian dari deretan pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari belum muncul. Langit juga masih terbagi dua. Sebagian terang sebagian lagi masih membiru gelap. Meski belum muncul tapi kekuatan cahayanya telah menerangkan bumi. Kekuatan dan eksotisme ini begitu memukau manusia. Sehingga  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ra &lt;/span&gt;ini menjadi sesembahan bagi sebagian manusia dimuka bumi. Mereka menganggapnya sebagai tuhan. Sampai kemudian, diturunkan para Rasul dan Nabi untuk meluruskan kekeliruan penyembahan itu, untuk menyembah Allah SWT semata. Dan sampai hari ini, perjuangan itu masih juga belum berakhir.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ra &lt;/span&gt;dalam&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;berbagai wujud variansnya masih saja dipelihara. Mungkin saja disengaja sebagai alat penyesatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sun.. solar... kekuatan dahsyat itu telah menginspirasi kehidupan. Suhunya yang 6000 derajat Celcius dan 15.000 Celcius di intinya membuat manusia terus berinovasi menemukan materi di bumi yang bisa tahan terhadap panasnya itu. Begitu ketemu, matahari akan menjadi tujuan utama eksplorasi manusia ke luar bumi, tak lagi Lunar atau bulan. Mungkinkah matahari kelak akan takluk di tangan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;homo sapiens&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas sana, satu bintang masih bersinar. Hanya satu. Itu mestinya Alpha Centauri, dan bukan Bulan atau Merkurius atau Venus. Itu bintang, karena ia bercahaya. Amazing, satu bintang itu masih bisa bertahan, sementara ribuan atau jutaan sesama bintang semalam bertaburan dan lenyap dalam sekejap begitu pagi menjelang. Ia masih juga setia bercahaya. Sains berkata, selain matahari, Alpha adalah bintang terdekat dengan bumi. Tidakkah ia ingin berkata, jadilah engkau sosok terdekat. Sebab hanya mereka yang terdekat, terutama emotionally, yang bisa tetap berada setia dan memberikan cahayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanvas besar itu telah terlukisi. Garis-garis merah gradasi orange ditengah background biru itu tersapu dengan lembut dan sempurna. Takkan ada pelukis di dunia ini yang bisa sesempurna itu menggoreskan kuasnya. Ia adalah sebuah karya maestro, tak tertandingi, tak tertara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi seperti ini, ingin selalu kutemui sekaligus juga ingin kuhindari. Sebab ia mengingatkanku pada pagi di sebuah masa. Embun pagi disini meski berlimpah tapi tidak pernah ada yang bisa sama dengan embun pagi di masa itu. Embun pertama yang bisa menyapa dan meneteskan kata "bersemangatlah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sains mengatakan, butir-butir embun ini kelak akan naik ke angkasa. Ia akan bertansformasi menjadi awan dan juga pembentuk lapisan pelindung bumi. Ia akan menjadi ozon. Menjadi langit biru jernih. Dan aku tahu, hingga hari ini, ia masih saja menyukai langit biru jernih. Ia adalah perindu kebeningan dan ketulusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, mount Merbabu pagi ini 'menghilang'. Hingga membuatku harus melangkah panjang untuk mendekat ke arahnya. Dalam ketajaman indera, barulah ia terlihat, samar-samar. Selapis kabut membuatnya berwarna sama dengan warna langit, dan meniadakannya dalam pandangan. Aku tak ingin berlama-lama menatapnya. Karena mata memang bukan alat yang handal untuk melihat dan merasa. Faktanya, "soul vision more brighter than eyes vision".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Morning has broken. Pagi sempurna telah datang. ia hendak berkata, " Ayo kawan, bekerjalah, berkaryalah, bersemangatlah! Isi harimu dengan indah sebagaimana aku mengisi hariku disini sama indahnya." Haha..tapi kurasa, membaca catatanmu, hidupmu dalam kondisi baik-baik saja, penuh semangat dan tentu saja indah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, setidaknya bila sore tiba nanti, berharap saja turun hujan. Sebab, setelahnya, akan lahir pelangi yang menghiburmu... merehatkan penat-penat tubuhmu, untuk kemudian bertemu lagi dengan pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirik Another OST Laskar Pelangi : Sahabat Kecil yang dinyanyikan Ipang-BIP ini, mungkin bisa kau nyanyikan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"baru saja berakhir&lt;br /&gt;hujan di sore ini&lt;br /&gt;menyisakan keajaiban&lt;br /&gt;kilauan indahnya pelangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak pernah terlewatkan&lt;br /&gt;dan tetap mengaguminya&lt;br /&gt;kesempatan seperti ini&lt;br /&gt;tak akan bisa di beli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersamamu kuhabiskan waktu&lt;br /&gt;senang bisa mengenal dirimu&lt;br /&gt;rasanya semua begitu sempurna&lt;br /&gt;sayang untuk mengakhirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melawan keterbatasan&lt;br /&gt;Walau sedikit kemungkinan&lt;br /&gt;Takan menyerah untuk hadapi&lt;br /&gt;Hingga sedih tak mau datang&lt;br /&gt;Lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;janganlah berganti...&lt;br /&gt;tetaplah seperti ini..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dengarkan lagunya disini :&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="width:300px;"&gt;&lt;object width="300" height="110"&gt;&lt;param name="movie" value="http://media.imeem.com/m/pkZs7yCFVa"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="FlashVars" value="backColor=ff9900&amp;amp;primaryColor=663300&amp;amp;secondaryColor=996600&amp;amp;linkColor=cc6600"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://media.imeem.com/m/pkZs7yCFVa" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="110" wmode="transparent" flashvars="backColor=ff9900&amp;amp;primaryColor=663300&amp;amp;secondaryColor=996600&amp;amp;linkColor=cc6600"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div style="background-color:#ff9900E6E6E6;padding:1px;"&gt;&lt;div style="float:left;padding:4px 4px 0 0;"&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/"&gt;&lt;img src="http://www.imeem.com/embedsearch/E6E6E6/" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;form method="post" action="http://www.imeem.com/embedsearch/" style="margin:0;padding:0;"&gt;&lt;input type="text" name="EmbedSearchBox"&gt;&lt;input type="submit" value="Search" style="font-size:12px;"&gt;&lt;div style="padding-top:3px;"&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=0&amp;amp;ek=pkZs7yCFVa" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/152/10/" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=1&amp;amp;ek=pkZs7yCFVa" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/153/10/" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=2&amp;amp;ek=pkZs7yCFVa" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/154/10/" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=3&amp;amp;ek=pkZs7yCFVa" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/155/10/pkZs7yCFVa/" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/form&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/laskarpelangithemovie/music/dasb3mDg/ipang-sahabat-kecil/"&gt;Sahabat Kecil - Ipang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/laskarpelangithemovie/music/dasb3mDg/ipang-sahabat-kecil/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-4225549079724658729?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/4225549079724658729/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=4225549079724658729' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4225549079724658729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4225549079724658729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/05/elegi-pagi-morning-has-broken.html' title='Elegi Pagi : Morning Has Broken'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SgT7TIuj-dI/AAAAAAAAAc0/yz-fhcQQL3Y/s72-c/elegi-pagi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-4306178278153609754</id><published>2009-04-29T18:18:00.008+07:00</published><updated>2009-04-29T18:59:31.335+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekolah komunitas'/><title type='text'>Sekolah, Teater, dan Kritik Pendidikan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/Sfg76UrzUvI/AAAAAAAAAcU/5jXgSOGie1g/s1600-h/gedhek.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/Sfg76UrzUvI/AAAAAAAAAcU/5jXgSOGie1g/s320/gedhek.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330076032163861234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini adalah kali pertama, bertemu dan melihat tampilan murid-muridku yang di Q-Tha. di TBRS lagi. Mereka tampil membawakan lakon "Bobrok", dan seperti biasa, berisikan kritikan terhadap kondisi pendidikan di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bersama Pak Zaini, aku meluncur bada Isya. Untungnya bawa kamera dua, sehingga saling backup hasilnya. Tau sendirilah, foto di ruang minim cahaya alias low light kaya gitu, kamera digital saku kan langsung &lt;em&gt;klepek-klepek, &lt;/em&gt;ISO-nya nggak cukup, maks cuma 400 doang. Sementara kameranya Tia bisa sampe 1600an.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oke,.. seneng bisa melihat lagi keceriaan si Upik dari jarak dekat..hihi...rasa dirasa udah hampir mirip kaya Jeng Kellin deh dia...juga ada Maya, Kana, Oela, Puji, Salma, Arin, trus Ikhwan, Ipoel, dan Goshonk.. (aduh, siapa lagi ya??...udah mulai tua nih..).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Btw, Sabtu (25/4), Suara Merdeka melalui tulisan mas Achiar Permana memuat aktivitas anak-anak itu di ddalam kolom hiburan dan seni. Berikut copynya dari http://suaramerdeka.com :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kampanye "Antisekolah"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oleh Achiar M Permana&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTUNJUKAN dibuka dengan kor yang benar-benar to the point. Lima pemain muncul dari sisi kanan panggung dengan mengentak-entakkan kaki. Serempak mereka mengucapkan, atau tepatnya meneriakkan, satu kata berulang-ulang. ’’Bobrok, bobrok, bobrok. Bobrok, bobrok, bobrok....’’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah pementasan Teater Gedhek dari Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah, Kalibening, Salatiga, di Gedung Ki Narto Sabdho, kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Senin (20/4) malam. Mereka mengusung lakon karya Maia Rosyida yang sekaligus sebagai sutradara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, lakon itu mereka mainkan berbarengan dengan ujian nasional (UN). Pagi sebelumnya, para siswa SMA/SMK mengikuti ujian hari pertama. Mereka memainkan lakon itu sebagai pementasan penutup ”Gaul Teater Cah Sekolah” yang digelar Teater Rumah Kedua (Ruke) SMA Islam Sultan Agung Semarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Teater Gedhek, pada kegiatan dua hari itu tampil Teater Api SMK Palebon, Teater Merah Putih SMA Nasima, dan Teater Thessa SMA Theresiana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah kor ’’bobrok, bobrok, bobrok...’’ mereda, mulailah pemain berdialog. Mereka menelanjangi kebobrokan yang membelit dunia pendidikan, dari biaya sekolah yang tak terjangkau, guru yang membisniskan pendidikan, hingga pelajaran yang tak lebih tak kurang cuma hafalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi artistik, minus kostum dan tata rias, pementasan Bobrok amat minimalis. Sama sekali tak ada setting yang bisa membantu penonton lebih memasuki atmosfer pementasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata lampu pun sangat bersahaja, untuk tak menyebut buruk. Cuma lampu sorot di kanan-kiri panggung, yang acap kali justru ”menyembunyikan” akting dari mata penonton.&lt;br /&gt;Perdebatan&lt;br /&gt;Lebih dari separo pertunjukan berisi perdebatan antara dua kubu: anak sekolah dan anak ’’tak sekolah’’. Dua pemain, Upik dan Puji, yang berbalut seragam anak sekolah menguarkan kebanggaan bisa bersekolah. Dua pemain lain, Ula dan Qonaah, terang-terangan mengkritik sistem pendidikan yang ancur-ancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertunjukan itu bisa menjadi semacam ’’jendela’’ untuk mengintip Qaryah Thayyibah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas belajar yang menganut paham ’’pembebasan’’, konsep yang menekankan goals setting pada basis potensi anak dengan membuka ruang kreativitas seluas-luasnya. Di komunitas itu, setiap anak memperoleh ruang kebebasan kreativitas serta wadah akses sangat optimal. (53)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Another Pict :&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;1. &lt;/em&gt;Upik dan Oela in action...&lt;br /&gt;&lt;em&gt;2.&lt;/em&gt; tampilan teaternya SMU Theresiana&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Backstage&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/Sfg9ksp8odI/AAAAAAAAAcc/JQaPkQTqO9s/s200/oops.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330077859664667090" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/Sfg-KPzyPNI/AAAAAAAAAck/zP6XO4riNEY/s200/tessa.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330078504756329682" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/Sfg_HrNim_I/AAAAAAAAAcs/LEKDJyT-LVY/s200/backstage.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330079560084134898" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-4306178278153609754?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/4306178278153609754/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=4306178278153609754' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4306178278153609754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4306178278153609754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/04/sekolah-teater-dan-kritik-pendidikan.html' title='Sekolah, Teater, dan Kritik Pendidikan'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/Sfg76UrzUvI/AAAAAAAAAcU/5jXgSOGie1g/s72-c/gedhek.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-2986179159250409672</id><published>2009-04-22T17:31:00.004+07:00</published><updated>2009-04-22T17:56:21.473+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rak buku'/><title type='text'>Tentang Pacar Baru Fina (tanggapan Penulis "Air Mata dalam Kanvas")</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/Se73ArY793I/AAAAAAAAAcM/ukmur65nwYE/s1600-h/fi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 191px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/Se73ArY793I/AAAAAAAAAcM/ukmur65nwYE/s200/fi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327467000245254002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Barangkali, Fina takkan menduga jika surat eletroniknya yang berisi tentang tanggapan atas kritikan draft novel "Air Mata dalam Kanvas" diposting di blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, setelah membaca tanggapannya, sepertinya terlalu sayang jika ia hanya tersimpan dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;inbox mail&lt;/span&gt; saja, sebab ada korelasi lumayan berharga antara apa yang  ditulisnya dengan kritikanku sebelumnya,  rasanya seperti belajar 'live' tentang Jurnalistik dan Kepenulisan. Kurasa, bolehlah mengklaim, jika banyak kemanfaatan yang bisa dipetik dari diskusi tak langsung ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, adalah untuk melihat bagaimana cara seorang penulis membalas kritikan atas karyanya. Seperti apa tanggapannya? Bagaimana ia harus bersikap? Semua orang bisa menerima sanjungan, tapi menerima kritik..hmmm....persoalan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Penulis berbagi cerita tentang asal muasal ide atau ilham ia menulis.&lt;br /&gt;Ketiga, kondisi subyektivitas penulis yang mempengaruhi tulisannya.&lt;br /&gt;Keempat, kendala dan bagaimana cara penulis menemukan jalan keluarnya, terutama ketika ia menemukan kebuntuan ide menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas alasan 'pembelajaran' ini, semoga saja Fina tak keberatan. Apresiasi juga untuknya yang telah mengenalkan pacar barunya. Pacar yang menurutku, semua orang harus memilikinya..hehe... siapa dia? baca aja tulisan ini selengkapnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Pak Don thanks banget ya buat kritikannya. Ini yang terpenting buat saya. Karena untuk mengkritik diri sendiri juga susah. (karena terlalu banyak) hehe…&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;Mengenai tokoh yang nyaris perfect.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebenarnya sudah pernah ditegur pembaca tentang penokohan yang selalu menampakkan manusia seperti itu. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alasan saya,&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebenarnya … hehe,&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ssst sebenernya… &lt;i&gt;saia agak nggak kuat hati menuliskan tentang orang yang menderita.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Tapi itu dulu, karena dipengaruhi mitos diri yang konyol. Yaitu terjadinya apa yang saya tulis dalam kehidupan nyata. Nah lho!!! Maka saya selalu bicara keindahan. Tentang manusia-manusia yang karakter baiknya saya harapkan menular ke saya. (hehe lebai banget yah)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;But, skarang dan seterusnya saya akan terus mencoba memperbaiki. Suatu ketika saya akan berusaha menuliskan sudut pandang lain dengan tokoh yang lain. Tentu semua itu mengalir sesuai perkembangan saya juga. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tapi saya yakin, ada waktunya untuk membuat karya yang &lt;i&gt;masterpiece. &lt;/i&gt;(Pede banget ya pake yakin-yakin segala. Cz ini bagian dari doa. Sebagaimana manusia yang harus yakin kalau sedang berdoa. Biar terijabahi.Amin)&lt;/p&gt;    &lt;p&gt; Saya pernah menulis tentang kisah tokoh yang jauh dari kesan perfect, tapi malah mandeg, belum ada alurnya. Saya ingin bercerita tentang orang yang tak dilirik oleh orang sekitarnya, tapi bukan berarti dia benar-benar tak punya apa-apa. Dia tetap punya sesuatu layaknya manusia lain yang juga memiliki fitrah. Bahkan saya pernah bertemu dengan orang seperti itu. Sayangnya saya belum berhasil mengenalnya lama. Karena sempat ada kontrofersi dengan orang-orang sekelilingnya. Walhasil, cerita yang saya dapat darinyapun tak banyak. &lt;/p&gt;    &lt;p&gt; Novel itu akhirnya mengendap sementara waktu. Hingga suatu ketika ada seseorang yang meminta untuk menuliskan kisah tentang Ning. Ini permintaan seorang Ning yang protes karena saya selalu nulis soal Gus-Gus. Dia pengin aku bercerita soal Ning yang menyukai seorang pemuda yang tak ada kesan santri sama sekali. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hingga akhirnya ada yang menawari saya untuk menuliskan kisah hidupnya. Banyak sekali dia bercerita. Saya juga banyak bertanya-tanya tentang prinsip juga pemikirannya. Dan tentang ampilan fisiknya, kebiasaannya, prinsipnya, dan macam-macam, kebanyakan saya jiplak darinya. Juga tentang kecintaannya terhadap Al-Qur’an. Itu pun terinspirasi darinya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Karena teman itulah yang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;sering curhat tentang dirinya juga tentang kisahnya. Maka banyak memberikan saya pandangan tentang sebuah cerita. Jadi, saya tulislah kisah hidup itu dengan berbagai macam permakan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Begitulah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dan sebenarnya novel ini jadi atas dasar ketidak inginan saya melukai diri sendiri dengan kevacuman. Maka tumpahan tulisan ini mungkin terlihat sangat konyol. Karena itu tadi, ini adalah wujud balas dendam saya akibat kevacuman yang kemarin itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jadi saya muntahkan segala kata di dalamnya. Biar mbulet-mbulet yang penting harus jadi. Karena sebuah karya itu baru bisa disebut karya kalau sudah jadi. Entah bagaimana bentuknya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;Mengenai Setting…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jujur sebelumnya saya tak begitu memperhatikan secara mendalam. Pertama saya terinspirasi untuk mengambil Setting Rembang. Di sebuah pondok salaf yang dekat dengan pasar. Tapi begitu menulis lokasi SMU saya jadi terinspirasi tempat tinggal teman saya yang jadi inspirasi saya tadi. Kemudian untuk rumah Om Arya saya terinspirasi lain lagi. Belum lagi ketika Indah harus mengayuh sepeda menuju rumah Anisa. Saya malah terinspirasi Jombang. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dan lagi-lagi saya selalu terjebak pada setting lokal tiap bicara soal pesantren. Parah,parah…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Wuah ini kebiasaan buruk memang. Tapi saya akan terus belajar untuk membuat setting yang lebih jelas dan realistis. Nanti coba saya edit lagi. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ya, begitulah. Karena balas dendam jadi segala tempat menarik yang berkelebatan selama satu tahun itu tertuang semua di novel. Ya, ini benar-benar kebiasaan buruk, maka tak ada alasan untuk berhenti belajar.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Pernah mengalami stagnasi&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Masya Allah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kalau ingat tahun lalu. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sepertinya Pak Don tahu sendiri dari sms dan sout friendster saya tahun lalu yang teriak-teriak mencari kata. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Curhat bentar ya Pak Don..&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Heboh sekali jiwa saya digoncang (lebai..^_^) karena kata tak kunjung keluar. Berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Saya hampir saja jatuh dalam keputus asaan. Tapi untung tidak, Karena sebagai umat muslim nggak boleh putus asa.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Parahnya, saya nyaris tak percaya bahwa saya ini penulis. Bahkan lebih down lagi ketika ada teman yang bertanya tentang cita-cita saya diiringi dengan ucapan yang reflek tapi cukup membuat saya kalut, “Aku nggak percaya kalo cita-cita kamu jadi penulis,” &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;GUBRAG!!! Saya cuma senyum-senyum antara protes tapi juga sedikit menyalahkan diri sendiri juga karena tak punya bukti untuk memupuk cita-cita yang sebenarnya masih tersemat itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya terpaksa punya pacar baru.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Karena sejujurnya, dulu saya kurang memperhatikan secara mendalam.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pacar saya adalah buku dan tulisan-tulisan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya mulai akrab dengan buku-buku, artikel-artikel, dan berbagai macam tulisan saya baca. Yang ringan sampai yang berat (biarpun kadang nggak ngerti maksudnya tapi tetap saya baca) saya kumpulkan buku-buku dari Ebook. Sangat banyak. Hampir tiap hari saya baca. Kemudian tiap hari pula mengumpulkan artikel dari internet. Setiap hari ngopy dan dibaca di rumah. Saya cari cara-cara menulis. Dan segala macam.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Anda harus mengklaim bahwa anda adalam PENULIS,”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kalimat itulah yang akhirnya membuat saya memaksa diri saya sendiri untuk mengklaim diri saya benar-benar PENULIS.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berhari-hari mencari kata. Kadang pesimis diam-diam menyusup. Tapi saya paksakan untuk optimis. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Cerpen-cerpen banyak yang tertulis, tapi hanya berupa prolog saja. Kemudian berhenti. Ganti lagi, ganti lagi, berkali-kali tak menemukan alur. Begitu terus hingga kesekian kali. Bahasa saya jadi super kaku. Tapi saya tetap mencoba dan terus mencoba. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semua itu adalah bagian dari proses. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Betapa lamanya satu tahun itu. Berat ketika menjalankan. Tapi cukup indah kalau dikenang. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Eh bukan satu tahun ding, tapi DUA TAHUN. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Maka sampai saat ini dan seterusnya, saya masih tetap mencari dan terus mencari makna…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tapi dua tahun mengalami masa seperti itu membuat saya sadar.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bahwa bakat itu 1% dan 99% itu kemauan…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Karena dua tahun itu saya benar-benar merasa berangkat dari NOL.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tapi setelah menelaah buku-buku dan beribu-ribu kata, akhirnya ilmu-ilmu yang dulu sempat lupa, pengetahuan-pengetahuan dari guru yang sempat menguap, seperti kembali lagi jadi satu…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Maka saya jadi sadar bahwa 1% bakat, dan 99% kemauan. Bila dihimpun jadi satu. Sesungguhnya 100% adalah rahmat-Nya. Membuat saya benar-benar menyadari bahwa semuanya sungguh milik-Nya. Dia bisa mencabut kapanpun dan bisa memberikannya kapanpun juga. Asalkan manusia mau belajar dan terus mencari. Bahkan, burung tak akan mendapatkan makan kalau tak mau keluar mencarinya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Macan tak akan dapat makan sesuai seleranya sendiri jika hanya berdiam diri. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Begitu pula manusia. Jika tak mau mencari maka akan susah mendapatkan apa yang diinginkan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Segalanya adalah milik-Nya. Dan semuanya hanya titipan semata. Karena memang bukan benar-benar milik kita. Temasuk kata.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;CURANG!!!!&lt;br /&gt;hehe… bcanda lho.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Biz kata-kataku keliatan puitis kalo dikupas Pak Don. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ada nuansa yang beda pokoknya kalo udah masuk ke blognya Pak Don.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alhamdulillah, Pak Don bersedia mengkritisi novel saya ini. (hikzhikz jadi terharu)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Salut dengan apresiasi yang begitu bermanfaat ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Baru beberapa saat lalu meminta Pak Don mengeditkan Novel skaligus mengkritisi, dan sekarang saya benar-benar tahu kalau saya nggak salah pilih.hehe…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya banyak belajar. Semoga kedepan bisa lebih baik lagi. &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Atas apresiasi dan kritikan yang membangun ini semoga menjadi amal yang baik di sisi-Nya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sukses ya!&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Syukron Katsir&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Barakallah…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;^__^&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAABYAAAAUCAYAAACJfM0wAAAABHNCSVQICAgIfAhkiAAAAAlwSFlzAAAK8AAACvABQqw0mAAAAB90RVh0U29mdHdhcmUATWFjcm9tZWRpYSBGaXJld29ya3MgOLVo0ngAAAAWdEVYdENyZWF0aW9uIFRpbWUAMDQvMDQvMDhrK9wWAAACMElEQVQ4ja3SP2gTcRQH8O8vvUtIGmkqTY3SaMVFz6KDW2ywg4s4dGgXp3SyVLIIthCKQxCCuoZaXaSO/ilKd4sSdXRL0EWtIRYaSkXsJTH33utwSZM01xo0D353v+N+97l33/upQCAwFgwGfehiFYtFUxsYGPCmUqmv3YQTicSwBgCapnXTBQBoSinout5VVCnVDr/44B/OZH0xs6KMThCfR3LRs+aTycjvbwfCmawvduZkn7EwN4TBfheY90fXN6uYuffdyGQRu3apkmyDmzM2K8pYmBvC6kcLK+/KMEsWLCIQMSyLULUIFhH0HsGNycNYnDuO6PRno9lQSsFVh+tDQSEY6MHymzJKFQILgxkgYhALmBnMDLNsIf1sA8cG3VDYYzhFAWWfRBjCAiIbIxYQE1ga17+2GSICKLQYznCtiATEDK6BIrU5MUhgd0+NH+AIt+5jshdqgkpVwEwNkBgs9lyE4XY3nnLMWNf13QEAG1uE2JVe9PUC5JCvCMPrVpifOor1YnW34/pw7NjvVbmZ+3ljcTaMq5EjbRFJ07Gw8QfTd9fg96rc3o7bMh4f9SytvDenLl7/ZADAl5cjWF7dwmy60PaSeiPjo56lv2Ycnzi0Fp9AEgAu39x8+urtT9x5/GP74a2++LlTuumo76kDd4W9ALj9qIDIiOfBhdO+jtB9O279TFcuet77fD7Wn+sU7ajj1+kTSccb/wv/aymloEKh0Fg4HPZ2E87n86Udvs4FoWqwSHUAAAAASUVORK5CYII=" style="position: absolute; visibility: hidden; z-index: 2147483647; left: 356px; top: 128px;" id="kosa-target-image" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-2986179159250409672?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/2986179159250409672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=2986179159250409672' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/2986179159250409672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/2986179159250409672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/04/tentang-pacar-baru-fina-tanggapan.html' title='Tentang Pacar Baru Fina (tanggapan Penulis &quot;Air Mata dalam Kanvas&quot;)'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/Se73ArY793I/AAAAAAAAAcM/ukmur65nwYE/s72-c/fi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-5262230561307059330</id><published>2009-04-17T10:10:00.009+07:00</published><updated>2009-04-17T16:09:28.149+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rak buku'/><title type='text'>Catatan Untuk "Air Mata dalam Kanvas" Af'idatussofa</title><content type='html'>Sastra Indonesia makin menggeliat. Meski toko-toko buku ternama tetap saja meletakkan novel-novel terjemahan --taruh kata seperti trilogi Twilight Meyer atau tetralogi The Da Vinci Code Dan Brown-- di deretan buku Must Read, namun karya-karya sastra lokal juga tak kalah berjumawa. Mereka berserak dan begitu menggoda untuk dibaca, dikupas, dan di apresiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak genre yang ada sehingga para kritikus dan pemerhati sastra kebingungan untuk memberi nama angkatan karya-karya kontemporer ini, sebagaimana kita pernah mendengar ada generasi pujangga lama dan pujangga baru. Beragam rasa dan karakter membuatnya sulit untuk diklasifikasi. Buku cerita, dongeng, kumpulan cerpen, novel, dalam banyak wujud : metro pop, teentlint, chicklit atau varians sastra Islami (istilah yang hingga kini masih juga debatable), termasuk teenlit pesantren didalamnya, sungguh benar-benar memanjakan para maniak buku (di luar bahasan harga, tentunya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, meski semua karya fiksi teorinya disebut karya sastra, tapi buat kebutuhan standar pribadi, bagi saya tidak semua buku layak disebut sebagai karya sastra. Artinya juga, tidak semua buku layak masuk antrian dalam daftar baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kritik mendasar tercampakkannya sebuah buku dari kategori karya sastra adalah terlalu dominannya bahasa lisan yang ditulis menjadi bahasa tulisan (seperi banyak yang ditemui dalam teenlit). Menyimak dialog-dialognya, bagi saya, itu laksana menonton sinetron, sangat...sangat melelahkan alias bikin boring. Tak ada majas, ungkapan, peribahasa, kalimat bijak, pantun, rima, dan kalimat sejenisnya yang bisa bikin kita bangga sebagai manusia; makhluk yang halus budi pekertinya. Selaras dengan visi sastra sesunguhnya: menghidupkan hati mengasah jiwa. Itu belum tinjauan jalan cerita dan ending yang kebanyakan identik dan terlalu sederhana, atau jika tidak malah sebaliknya, tak bisa dirunut logika. Bueh, tape deh... (hihi, padahal kalo disuruh nulis ya belum tentu bisa juga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Adalah sebuah kehormatan, menjadi proof reader meski tak resmi, alias sekedar dimintai pendapat dan kritikan dari seorang penulis muda berbakat (semoga kelak menjadi sastrawan besar), Fina Af'idatussofa. Ini adalah novel ke sekian yang ia tulis. Novel-novel sebelumnya telah diterbitkan, baik secara indie melalui penerbit di sekolahnya (pustaka Q-Tha) ataupun penerbit publik (Matapena-Yogya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Air Mata dalam Kanvas" yang ditulisnya, masih setia bercerita tentang romansa di seputar dunia pesantren. Tapi mungkin ini adalah novel yang paling serius ditulisnya. Berdasarkan penuturan penulisnya, ia menulisnya dalam kurun waktu satu tahun. Artinya, jika tak cukup serius dan sabar, mustahil novel ini akan menemukan endingnya. Dengan begitu banyak peristiwa kehidupan yang mungkin dialami dalam kurun waktu setahun, rampungnya novel ini, terlebih dalam statusnya sebagai remaja kelas XII, adalah sebuah prestasi tersendiri.&lt;br /&gt;Semoga saja kritik atau lebih tepatnya catatan dari (sekedar) penikmat sastra ini, menjadi penyempurna dari prestasi menulis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ide Pokok Novel&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ide pokok "Air Mata dalam Kanvas" adalah soal MANAJEMEN CINTA. Hal yang amat gurih buat remaja. Fina mencoba menyodorkan cara alternatif yang lebih baik (lebih sesuai syara') ketimbang dengan 'jadian' sebagai resume lazim dua hati muda yang dirundung cinta. Apa yang terpendam dalam hati mungkin suatu saat harus terungkap. Konsekuensi dari "inniy uhibbuki fillahi ta'ala" (aku mencintaimu karena Allah) tak harus selalu berujung pada pengikatan komitmen, yang dalam dunia remaja disebut : pacaran. Namun, lebih hakiki dari itu adalah mengembalikannya arti cinta itu kepada makna sejatinya : Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Indah, sebagai tokoh utama novel ini, kemudian menujukkannya dengan memilih untuk 'hijrah' ke sebuah pondok di Madura untuk menghafal Quran. Mencari ilmu, bagi seorang remaja adalah wujud lain dari kepatuhan dan kecintaan kepada Allah. Kepada ilmulah cinta itu seharusnya disematkan. Itu sebabnya, di bagian akhir, Indah menguatkan niatnya itu dengan menulis :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Kini aku akan pergi, &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;entah untuk kembali atau tidak.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Selamat jalan...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sampai berjumpa di kesempatan yang lebih baik.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kesempatan yang semoga lebih diridhai-Nya" &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Setting dan Penokohan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, settingnya tak seratus persen di lingkungan pondok. Karena Indah, yang Ning (putri kyai) itu, sekolah di sekolah umum (SMU) favorit. Sehingga mau tak mau, ia harus berinteraksi dengan dua lingkungan yang berbeda karakter, lingkungan pondok dan masyarakat umum, berikut beragam karakter personnya. Paduan kedua lingkungan ini justru meluaskan wawasan Ning Indah menjadi lebih 'mature' dan bijak. Hal yang kemudian terbukti menolongnya ketika ia dituntut bagaimana harus bersikap terhadap dua sosok laki-laki yang sama-sama menaruh hati padanya. Fatih, sang santri idaman dan Arya, siswa paling beken di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, yang perlu 'digugat' adalah alasan penulisnya membentuk karakter tokoh-tokoh utamanya dalam kelas "superior person", baik superior dalam 'body' maupun dalam 'mind'. Dimulai dari Indah sendiri yang dicitrakan cantik, langsing, pandai, hafalan Qurannya banyak, aktivis Rohis, supel bergaul namun memiliki prinsip, dan ditaksir banyak cowok di sekolah dan santri. Begitu juga Ning Farah, kakaknya Indah yang juga so pasti cantik dan punya banyak ilmu agama karena sudah tahunan mondok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh laki-laki juga begitu. Fatih, adalah santri kesayangan, anak emas kyai, karena ilmunya banyak, berparas tampan, dan halus akhlaknya, dan digandrungi para santriwati termasuk para Ning. Dan yang paling kontroversi adalah tokoh Arya. Arya yang semula diceritakan seorang 'badboy', tukang bikin ulah, musuh besar ROHIS, dan playboy karena bertubuh atletis, cakep, dan mantannya model semua ternyata menyimpan segudang kelebihan lain : pandai, penggila basket, vokalis band sekolah, bahkan juga pinter melukis, dari keluarga tajir pula meski ia sempat kabur dari rumah. Pokoke perfect dah ^_^. Hebatnya lagi, tak lama setelah masuk Rohis atas 'provokasi' Indah, Arya menjadi seorang pembelajar cepat terhadap Islam. Bahkan ia bisa menangis ketika nonton film "The Message : Prophet Muhammad SAW" di sekolah. Ajaib. Tokoh lain, Alwi, yang menjadi pujaan masa silam Indah juga dicitrakan sosok berhidung mancung bermata bundar dan berbibir kecil, khas Arab. Suaranya merdu pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat dan pemerhati remaja berkata, inilah eranya pop culture. Performance dan penampilan lebih utama daripada isi. Gaya dan fashion, plus gadget menjadi ukuran. Kemampuan otak (kecerdasan) dan hati (akhlak) nomor berikutnya. Itu tercermin dalam film-film dan sinetron remaja saat ini. Mungkin alam bawah sadar sang penulis berharap ada koreksi di situ, sehingga tampillah sosok yang memiliki segalanya. Namun pertanyaannya, di belahan dunia manakah para tokoh itu ada? Cukup Realistiskah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, itulah bedanya fiksi dan nonfiksi. Imajinasi menjadi sah-sah saja. Tak ada yang melarang. Tak ada pula aturan bakunya. Perdebatan soal imajinasi dalam fiksi ini juga tak ada endingnya. Itulah sebabnya, muncullah penulis-penulis dengan genre fiksirealis macam Dan Brown. Pijakan dasar karya mereka adalah kenyataan di muka bumi, lalu dirangkaikan jalan cerita. Namun,tentu saja karya-karya seperti ini jelas butuh riset yang mendalam. Untuk bisa menulis "Angels and Demons", Dan Brown sampai harus mengajukan surat izin khusus agar bisa mengakses dokumen-dokumen kuno dalam perpustakaan Vatikan. sebuah perburuan obsesif untuk membongkar rahasia kelompok Illuminati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin pula penulis 'inspired by' buku-buku yang dibacanya. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Kang Abik, tapi "Ayat-ayat Cinta" itu juga menokohkan kesuperioran jasmani sebagai salah satu magnet terbesar, apalagi versi movienya. Sudut pandang berbeda mugkin didapat dari Ikal dan kawan-kawan dalam "Laskar Pelangi" yang ordinary person. Hanya masalahnya, Ikal dkk bukan lahir dalam novel percintaan. Pertanyaannya, adakah novel cinta dengan tokoh utamanya yang buruk rupa atau berwajah standar? Akankah pasar menerima buku sejenis ini? Jelas ada. Sastra lama berhamburan dengan itu. Pembaca pasti takkan lupa, ketika Siti Nurbaya lebih memilih Datuk Meringgi yang buruk rupa tapi patriotik, ketimbang Samsul Bahri yang ganteng tapi jadi Opas Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Cinderella dan Sang Pangeran, keduanya memiliki paras diatas rata-rata adalah dongeng imajinatif dan hanya menarik untuk segmen usia yang mengagungkan imajinasi yaitu anak-anak. Novel yang mature, rasa-rasanya akan lebih menghargai realisme daripada mimpi utopis. (celetukan nih : Nah loh, gimana dengan Bond, agen M16 007 yang selalu dikelilingi superioritas body dan selalu menjadi best seller. Jawab : Wah, kalo itu sih, perlu dibedakan dulu antara industri hiburan dengan sastra yang menyejarah. ^_^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;--jumat,pkl 00.45; masih pingin nulis, tapi mata udah nggak kuat, rehat dulu deh.. c u --&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;em&gt;--07.35 pagi,hidung mampet--&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya, adalah tentang setting atau lokus yang sedikit kurang presisi. Sejak awal, setting novel ini lebih kualitatif dengan menonjolkan kekuatan kondisi suasana atau atmosfir pesantren, tanpa menyebut dengan eksplisit di daerah mana kisah itu terjadi. Namun pada dialog pada halaman ke sekian, akhirnya tersebutlah bahwa lokusnya berada di Semarang. Haqqul yaqin, Semarang yang dimaksud (bila melihat spirit novel ini), mestinya Kota Semarang sebagai kota metro, dan bukan Kabupaten Semarang yang berpusat di Ungaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokus ini diperoleh ketika Arya sebagai tokoh utama bercerita bahwa dirinya kabur dari rumahnya di Bandung karena 'crash' dengan ayahnya. Ia kemudian memilih untuk tinggal bersama Om-nya di Semarang. Namun, di dialog halaman lain, disebutkan bahwa Indah tengah bersilahturahmi ke Ning Anisah di ponpes desa sebelah. Adanya penyebutan desa disini menjadi sedikit kontradiktif dengan Semarang yang kota. Walau tentu saja, masih ada desa-desa di pinggir-pinggir Semarang seperti di Gunung pati, Meteseh, Mijen, atau Mijen. Tapi sebutan untuk daerah pinggiran itu bukan desa, melainkan kelurahan, mengingat Semarang yang menyandang status Kota Administratif. Intinya, tidak ada desa di Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, bila kita telisik lagi, sekolah Indah yang SMU umum (nampaknya Negeri dan bukan Madrasah Aliyah) itu, pastinya juga berada di jantung kota. Sebab, langka sekali ada SMU di desa/kelurahan. Pemerintah telah mendesain sebaran sekolah, SD di setiap desa, SMP di kota kecamatan, dan SMU di kota kabupaten. Jadi, Indah bersekolah di Kota namun tinggal di lingkungan pesantren yang masih kental menjaga tradisi (karena disebutkan ponpesnya Salafiyah meski sudah berciri modern). Sulit sekali mencari ponpes demikian di Semarang, terlebih yang masih berada di sekitaran jantung kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak dari rumah Indah ke sekolah juga bisa dipastikan dekat, karena ada banyak scene yang memperlihatkan hanya dengan sekali naik angkot, Indah sudah tiba di sekolah. Faktanya, jika benar Indah tinggal di sekitar pinggiran (yang masih dimungkinkan Ponpes Salaf berada), seharusnya Indah baru tiba di Sekolah minimal setelah 2-3 kali naik angkutan. Rute yang banyak di kota besar membuat seseorang terkadang baru bisa sampai tujuan setelah beberapa kali ganti angkutan. Bisa buskota seperti bus DAMRI bisa pula angkot. Ada pula TransJOgja dan TransJakarta sebagai contoh lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan juga, Indah hanya dengan sekali naik Angkot sudah tiba di pasar (tradisional). Pasar tradisional di Semarang memang masih ada seperti pasar Mrican, pasar Jatingaleh, pasar Meteseh, dan pasar Ngaliyan juga yang paling beken Pasar Johar. Jarak pasar-pasar tersebut dengan SMU Favorit (karena didalamnya disebutkan punya beberapa siswi yang menjadi model dan punya grup Band), pada kenyataannya sulit ditempuh dengan sekali naik angkot. Sementara Indah bisa mengakses keduanya hanya dengan sekali naik angkot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal seperti ini dimungkinkan terjadi bila lokusnya adalah kota kecil untuk tidak menyebutnya desa. Pasar dan pusat keramaian termasuk sekolah bisa diakses dari desa-desa memang hanya dengan sekali naik angkot. Rute disini relatif lebih sederhana. Dari Desa ke pusat kota. Dan itu berarti kota itu pastinya bukan Semarang. Mungkin Salatiga, mungkin Kendal. setipe itulah. Meski tak se-metro Semarang, kota-kota itu sudah memiliki Mall. Ini menjadi penting, karena Arya diceritakan mencari kado buat Indah di Mall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi, sekali lagi ini adalah efek alam bawah sadar sang penulis. Posisinya yang tinggal di desa (Kalibening-Salatiga nan berhawa sejuk) beserta rutinitas khasnya sedikit banyak berpengaruh pada pemaparan rutinitas tokoh utamanya (Indah). Pada karya novel-novel sebelumnya, settingnya juga lebih banyak berada di desa atau kota kecil. Jadi mungkin saja, aura novel sebelumnya (seperti Gus Yahya-Bukan Cinta Biasa) mempengaruhi setting "Air MAta dalam Kanvas". Mungkin lho ya... ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Alur Cerita dan Logika&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merancang alur cerita novel setebal 250 halaman tidaklah mudah. Itu sebabnya, saya selalu kagum pada novelis yang bisa begitu imajinatif dan mengalirkan alur cerita seperti air mengalir. Terlebih bila alur tersebut unik dan jarang ditemui dalam novel-novel lain. Wah, menyenangkan sekali membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang penulis, mungkin karena kelelahan ^_^, nyaris saja terjebak dalam alur cerita klasik dalam novel percintaan Indonesia. Dimana untuk menumbuhkan simpati dan iba, sang tokoh (Fatih dan Arya) dibuat menderita karena sakit atau kecelakaan berkendara. Alhamdulillahnya, penulis tak menjadikan itu sebagai klimaks atau skenario andalan untuk menyudahi cerita, sehingga romansanya bisa mengalir lagi, dan menjadi menarik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, alur yang digunakan adalah alur tunggal dan sederhana. sehingga pembaca mudah saja mengikutinya. Jelas berbeda dengan novel-novel barat yang gemar memiliki alur kompleks. Aku, dalam novel ini mengerucut pada Indah. Sementara pada alur kompleks, aku bisa saja mengacu pada semua tokoh. Sudut pandang semuanya berasal dari sudut padang Indah. Tak ada bab khusus yang berganti bercerita dari sudut pandang Arya atau Fatih sebagai tokoh utama lain. Tapi, untuk segmen pembaca remaja, alur tunggal ini menjadi sah-sah saja agar mudah dicerna dan dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam novel ini ada juga kebetulan yang aneh. Yaitu saat Hp-nya Arya tak sengaja tertinggal di perpus, dan secara kebetulan ditemukan oleh Indah (yang diberi amanah oleh sekolah sebagai Pustakawan), dan kebetulan lagi saat itu mamanya arya (yang jarang banget nelpon) yang di Bandung menelpon. Dalam dunia nyata, kebetulan yang bertubi-tubi ini sangat jarang bisa terjadi. Inilah bedanya karangan fiksi dan sastra yang 'menggerakan'. Sebab sastra yang menggerakan selalu bisa membimbing logika untuk menjadi seorang pemikir (thinker) dan bukan penghayal (dreamer).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kekuatan Bahasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jujur, kalimat-kalimat yang ada di novel ini lebih puitis daripada novel-novel sebelumnya yang pernah ditulis. Seperti yang sempat diutarakan penulisnya, ia sempat mengalami stagnasi, tak menemukan kata yang tepat untuk mewakili isi hati. Tapi, kerja kerasnya mencari kata-kata bijak dan puitis tak sia-sia. Kekuatan bahasa inilah yang menjadi salah satu faktor nilai jual tinggi dari novel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis juga berusaha keras untuk tak berkesan menggurui pembacanya ketika ia menyampaikan nilai-nilai Islam dalam berkehidupan, khususnya ketika bersinggungan soal cinta. Karena itu, ia berusaha agar bahasanya seedrhana, tapi nilai-nilai keluhuranya tetap terasa agar tak menjadi ringan betul. Tanpa penulis sadari, ia sedang berproses menjadi seorang dai, yaitu menyampaikan kebenaran (yang mungkin rumit) dengan bahasa yang sederhana dan mudah dicerna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi-puisi dalam novel ini, orisinil karya penulisnya. Meski tak terlalu menonjol dalam majas dan rima sebagaimana kekayaan kahsanah sastra Melayu dan sastra Jawa, namun pilihan kata-katanya paling tidak memberikan rasa adem tersendiri. Simak ungkapan rasa Indah berikut,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;:"Jika kedekatan denganmu&lt;br /&gt;Justru memudarkan rasa cinta untuk-Nya,Hendaknya aku pergi dan tak lagi merangkai aksara namamu di hatiku.&lt;br /&gt;Aku terus mencari-Nya,&lt;br /&gt;Hidupku telah kupasrahkan,&lt;br /&gt;Aku tak ingin siapapun merenggut rindu utntuk-Nya&lt;br /&gt;Karena hanya tetes-tetes cinta untuk-Nya sajalah yang membuatku masih mampu bertahan.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Untuk kau yang kemarin sudah sangat melukaiku.&lt;br /&gt;Lupakan aku, kembali pada-Nya&lt;br /&gt;Aku bukan siapa-siapa untukmu."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, simpulannya, ini adalah novel berharga, dan masuk ketegori Must Read. Suatu saat kita harus membedahnya, terutama dihadapan para remaja kita. setidaknya agar mereka belajar 2 hal : menyesapi sastra sekaligus belajar memanajemen cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salut juga untuk keputusan penulisnya , meletakkan lanatunan Asmaul Husna di awal tulisan. Kupikir itu tak bermakna, ternyata di bagian akhir, saat perpisahan itu terjadi, Asma yang sama dilantunkan lagi, mengiringi kepergian Indah menuntut ilmu ke Madura (Sementara Fatih pulang ke Bandung dan mondok disana). Pesannya sangat jelas, Indah sang remaja itu sedang berusaha untuk mencintai Tuhan-Nya. Ia rela berkorban untuk kecintaannya itu. Hatinya hanya untuk Allah saja. So Sweet...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Congratulation! wa Barokallahu untuk "Air Mata dalam Kanvas".. te o pe be ge te! Semoga best Seller ya!&lt;br /&gt;_____&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Epilog&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cerita di balik desain cover buku.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan yang Aneh.Saat permintaan untuk mendesain cover "Air Mata dalam Kanvas" (AMDK) tiba, itu bersamaan waktunya dengan permintaan yang sama untuk buku lainnya, antologi cerpen "Di Ujung Lembar Rindu" (DULR). Sehingga konsentrasinya terpecah. Ahamdulillah Cover DULR lebih dulu selesai dan barulah setelah itu bisa fokus pada AMDK.&lt;br /&gt;Namun, ternyata kesulitannya lebih kompleks ketimbang DULR. Selain karena penulisnya tak kunjung mengirim soft copy novelnya (cuma sinopsis doang), juga karena aku tak kunjung mendapat 'blink' yang kuat. Banyak faktor sih, salah satunya mungkin juga karena chemistry-nya yang belum juga didapat. (Halah! apaan sih..^_^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barulah ketika sang penulis menagih covernya mungkin hampir sebulan kemudian, atau ketika aku berada dalam underpressure, blinknya menguat. Benar ternyata, tekanan deadline bisa menjadi senjata ampuh untuk menyelesaikan pekerjaan.Maka berhasillah rampung sebuah desain dengan karakter terkuat. Itu sehari sebelum sang penulis mengirim softcopy novelnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika usai membaca novelnya, aku malah tersenyum-senyum sendiri. Tak lain karena desain yang kurancang ternyata kebetulan sama atau hampir mirip dengan ilustrasi cerita dalam novelnya. Aku memilih banyak warna dan goresan kasar untuk mewakili ekspresi rasa sedih dari pelukisnya. Hal yang serupa ternyata juga diungkapkan demikian oleh sang penulis novel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada halaman dengan emosi terkuat, ia menulis :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Arya menghalau air mata yang sudah berhasil keluar dari peraduannya. Hatinya teriris. Perpisahan yang sudah pasti terjadi itu, sebenarnya tak diindahkan oleh hatinya. Tapi apa boleh buat, cerita hanya tinggal cerita. Semua hanya manifestasi hidup yang nyata dan beberapa bisa jadi hanya akan terbungkus dalam kanvas kenangan. Tapi kenangan tak bisa begitu saja terlupakan. Buktinya, deretan kata-kata itu telah mampu membuat hati dan jiwanya bergejolak. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/Sef3YBNrFXI/AAAAAAAAAcE/mi1T2qDqCp8/s1600-h/air+mata+dlm+kanvas.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325497076403606898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/Sef3YBNrFXI/AAAAAAAAAcE/mi1T2qDqCp8/s200/air+mata+dlm+kanvas.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt; Reflek ia beranjak, memungut cat minyak di laci meja. Kemudian menumpahkan segala yang di hati dengan coretan-coretan yang ia goreskan di atas kain kanvas yang masih membisu. Kanvas itu ikut luruh menyaksikan air mata Arya yang kian menderas. Hatinya bagai terus dicabik-cabik. Membuat tangannya kian produktif. Mengerahkan seluruh tenaga, pikiran, perasaan, dan jiwa untuk memadukan tiap warna dalam kanvas. Ia padukan warna putih, biru, merah, kuning, hijau, dan segala warna. Tak ia pikirkan filosofi apa yang tersimpan di setiap warna yang tergurat. Semua yang tergores di atas kanvas adalah bahasa hati, bahasa jiwa yang sepenuhnya menyimpan enigma tak terbahasakan. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ia gambarkan sebuah mata yang besar. Bening dan tengah melelehkan air matanya. Di sekitarnya ia tumbahkan warna biru kolaborasi dengan putih. Kemudian memberikan banyak goresan di sekitarnya. Tangan Arya tak berhenti. Meski sudah terengah-engah, tapi tetap tak mau berhenti. Terus menerus curhat dengan kain kanvas rindu. Dengan rinai kegelisahan yang masih menyulut tepi nuraninya. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Atap-atap kamar seperti telah runtuh memporak-porandakan serpihan hatinya. Dinding-dinding ingin berbicara. Ingin membelainya. Bahkan sorot cahaya lampupun terasa turut berbicara dan ingin memadu perasaan Arya yang galau. Intinya satu, dia memang harus melupakan. "&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya, aku tak 'menggambar' mata yang besar lagi bening yang sedang menangis. Karena in my opinion, gambar seperti itu justru lebih kuat karakternya jika dalam satu warna atau duo tone. Hitam putih atau sepia. Goresan warna-warni dan ekspresif, akan lebih match jika yang digambar adalah sosok Indah, yang bagi Arya telah memporakporandakan hatinya. Itulah sebabnya, aku lebih memilih gambar wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja di setujui penulisnya, karena aku sudah tidak memiliki ide lain. Aku belum tentu bisa membuat cover dengan desain baru. Kecuali, ada desainer lain yang bersedia membuatkannya...^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;--10.00, kepala kliyeng-kliyeng. it's over--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-5262230561307059330?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/5262230561307059330/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=5262230561307059330' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/5262230561307059330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/5262230561307059330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/04/catatan-untuk-air-mata-dalam-kanvas.html' title='Catatan Untuk &quot;Air Mata dalam Kanvas&quot; Af&apos;idatussofa'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/Sef3YBNrFXI/AAAAAAAAAcE/mi1T2qDqCp8/s72-c/air+mata+dlm+kanvas.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-3015544600350868560</id><published>2009-04-15T19:43:00.004+07:00</published><updated>2009-04-15T20:08:45.834+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fotografi'/><title type='text'>Untuk : Air Mata dalam Kanvas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SeXZEYCBMmI/AAAAAAAAAb0/hFAjHN3G944/s1600-h/air+mata+dlm+kanvas.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SeXZEYCBMmI/AAAAAAAAAb0/hFAjHN3G944/s320/air+mata+dlm+kanvas.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324900803629101666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk mendesain cover buku ini, jujur aku telah melakukan banyak eksperimen. Dee menyarankan agar aku membeli saja kanvas betulan di toko buku, agar posenya nanti bisa di foto dan jadi cover. Tapi, masalahnya aku belum juga punya kesempatan buat ke toko buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga bolak-balik melihat tutorial online dan mencoba untuk membuat efek tetes air (water droplet) dan percikan tinta (ink droplet). hahaha..jadi belajar otodidak nih. Dan kaya'nya dari sekian banyak uji coba itu, mungkin ini karakter yg terkuat. Melukis di atas kanvas dengan kuas semu di photoshop, sebagai ganti sapuan kuas beneran (karena sudah kucoba , dan aseli hasilnya jelek banget ^_^)... artinya, lama tak mencoret-coret &lt;span style="font-style: italic;"&gt;by hand&lt;/span&gt;, hilang sudah kemampuan membuat sketsa, hiks..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Scanning reading&lt;/span&gt; baca novelnya, hemm... khas Fina banget. Novel remaja dengan setting pesantren, yang lagi naik daun. Btw, jika dibandingkan dengan novel-novel sebelumnya, di novel ini kalimat-kalimatnya jauh lebih puitis. Tapi mungkin karena fresh from the oven, ada  kekeliruan ketik disana-sini...(berarti, nanti sambil baca  sambil ngedit ^_^). Ya, semoga covernya di setujui...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-3015544600350868560?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/3015544600350868560/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=3015544600350868560' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3015544600350868560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3015544600350868560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/04/untuk-air-mata-dalam-kanvas.html' title='Untuk : Air Mata dalam Kanvas'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SeXZEYCBMmI/AAAAAAAAAb0/hFAjHN3G944/s72-c/air+mata+dlm+kanvas.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-7829254112122094230</id><published>2009-04-13T20:48:00.009+07:00</published><updated>2009-04-21T17:19:06.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rak buku'/><title type='text'>Untuk : Heroisme Perjuangan Seorang Ibu</title><content type='html'>&lt;a title="View profil bu faisal on Scribd" href="http://www.scribd.com/doc/14476529/profil-bu-faisal" style="margin: 12px auto 6px auto; font-family: Helvetica,Arial,Sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none; display: block; text-decoration: underline;"&gt;profil bu faisal&lt;/a&gt; &lt;object codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=9,0,0,0" id="doc_395877993912158" name="doc_395877993912158" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" align="middle" height="500" width="100%"&gt;  &lt;param name="movie" value="http://d.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=14476529&amp;amp;access_key=key-1kxz5sdjm0fo0a4b0qpa&amp;amp;page=1&amp;amp;version=1&amp;amp;viewMode="&gt;   &lt;param name="quality" value="high"&gt;   &lt;param name="play" value="true"&gt;  &lt;param name="loop" value="true"&gt;   &lt;param name="scale" value="showall"&gt;  &lt;param name="wmode" value="opaque"&gt;   &lt;param name="devicefont" value="false"&gt;  &lt;param name="bgcolor" value="#ffffff"&gt;   &lt;param name="menu" value="true"&gt;  &lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;   &lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;   &lt;param name="salign" value=""&gt;        &lt;embed src="http://d.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=14476529&amp;amp;access_key=key-1kxz5sdjm0fo0a4b0qpa&amp;amp;page=1&amp;amp;version=1&amp;amp;viewMode=" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" play="true" loop="true" scale="showall" wmode="opaque" devicefont="false" bgcolor="#ffffff" name="doc_395877993912158_object" menu="true" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" salign="" type="application/x-shockwave-flash" align="middle" height="500" width="100%"&gt;&lt;/embed&gt;   &lt;/object&gt; &lt;div style="margin: 6px auto 3px auto; font-family: Helvetica,Arial,Sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 12px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none; display: block;"&gt;    &lt;a href="http://www.scribd.com/upload" style="text-decoration: underline;"&gt;Publish at Scribd&lt;/a&gt; or &lt;a href="http://www.scribd.com/browse" style="text-decoration: underline;"&gt;explore&lt;/a&gt; others:            &lt;a href="http://www.scribd.com/explore/Books/Nonfiction" style="text-decoration: underline;"&gt;Non-fiction&lt;/a&gt;              &lt;a href="http://www.scribd.com/explore/Books/" style="text-decoration: underline;"&gt;Books&lt;/a&gt;                         &lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SeNF9UasBDI/AAAAAAAAAbs/DHTA-2U9k30/s1600-h/cover_faisal.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 223px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SeNF9UasBDI/AAAAAAAAAbs/DHTA-2U9k30/s320/cover_faisal.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324176104237040690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya tak dapat menyimpan keharuan sesaat setelah membaca tulisan tangan seorang ibu yang luar biasa ini. Beliau hingga detik ini setelah hampir 13 tahun dalam kekuatan kesabarannya tanpa keluh barang setitik, merawat putra tercintanya yang terdiagnosis autis.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka, lega rasanya ketika beliau mempercayakan tulisan tangannya itu di ubah kedalam bentuk sebuah booklet. Kebetulan pula, ada pihak yang meminta keluarga bersahaja ini menjadi peserta lomba Keluarga Harmoni. Semoga, booklet sederhana ini menjadi pintu gerbang atas banyak hal luar biasa yang bisa dipetik dan menjadi inspiratif bagi siapa saja, terutama bagi diriku sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salut untuk kesabaran beliau mengumpulkan dan mengabdikan foto dan dokumentasi dalam bentuk tulisan (tangan). Semoga nanti kita bisa menyusunnya menjadi sebuah buku,ya bu... ^_^&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://w1.uploadmb.com/dw.php?id=1239722458"&gt;Download Booklet&lt;/a&gt; : (.pdf 5,4 Mb)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-7829254112122094230?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/7829254112122094230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=7829254112122094230' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/7829254112122094230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/7829254112122094230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/04/untuk-heroisme-perjuangan-seorang-ibu.html' title='Untuk : Heroisme Perjuangan Seorang Ibu'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SeNF9UasBDI/AAAAAAAAAbs/DHTA-2U9k30/s72-c/cover_faisal.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-3031133972871670337</id><published>2009-04-13T20:17:00.001+07:00</published><updated>2009-04-13T20:48:03.150+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fotografi'/><title type='text'>Untuk : Di Ujung Lembar Rindu</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SeM-ShgMvyI/AAAAAAAAAbk/QNqwWCrVeek/s1600-h/cov4+copy+resize.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SeM-ShgMvyI/AAAAAAAAAbk/QNqwWCrVeek/s320/cov4+copy+resize.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324167672434048802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;di suatu sore ketika langit mendung,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seorang guru berkata pada sekumpulan  muridnya,&lt;br /&gt;"Oke, dengarkan, sore ini kita akan &lt;em&gt;hunt&lt;/em&gt; foto untuk dibuat cover buku novel seorang teman kita di Q-Tha, judulnya : Di Ujung Lembar Rindu. Salah satu dari kita akan muncul di cover itu."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan, alhamdulillah jadilah ia. Not bad exactly. &lt;em&gt;Thanks u guys&lt;/em&gt;.. Aseli, kalian memang murid-murid berbakat.  &lt;em&gt;Two thumbs up&lt;/em&gt; buat kalian. ^_^&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tinggal satu lagi cover bukunya, yang sekarang masih &lt;em&gt;on progress&lt;/em&gt;. Baru saja penulisnya mengirim via email &lt;em&gt;softcopy&lt;/em&gt;-nya. Semoga dapet &lt;em&gt;chemistry&lt;/em&gt;-nya, sehingga bermunculan ide dari situ. Ayo berkarya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-3031133972871670337?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/3031133972871670337/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=3031133972871670337' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3031133972871670337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3031133972871670337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/04/untuk-di-ujung-lembar-rindu.html' title='Untuk : Di Ujung Lembar Rindu'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SeM-ShgMvyI/AAAAAAAAAbk/QNqwWCrVeek/s72-c/cov4+copy+resize.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-4263859027797568821</id><published>2009-04-02T17:36:00.002+07:00</published><updated>2009-04-02T17:51:50.241+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>Kampanye PKS di Semarang</title><content type='html'>&lt;img style="visibility:hidden;width:0px;height:0px;" border="0" width="0" height="0" src="http://counters.gigya.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.11NXC/bHQ9MTIzODY2ODUwODkzMyZwdD*xMjM4NjY4NTc*NTM5JnA9Mzg2MzYxJmQ9Jm49YmxvZ2dlciZnPTEmdD*=.gif" /&gt;&lt;div style="width:480px; text-align: center;"&gt;&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" src="http://w574.photobucket.com/pbwidget.swf?pbwurl=http://w574.photobucket.com/albums/ss186/de_saja/c685e8dd.pbw" height="360" width="480"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;a href="http://photobucket.com/slideshows" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://pic.photobucket.com/slideshows/btn.gif" style="float:left;border-width: 0;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://w574.photobucket.com/albums/ss186/de_saja/?action=view&amp;amp;current=c685e8dd.pbw" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://pic.photobucket.com/slideshows/btn_viewallimages.gif" style="float:left;border-width: 0;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks to : Pak Zaini dan Pak Fauzun untuk kameranya. &lt;br /&gt;Note : Semoga tidak sekedar show of force, tetapi lebih dari itu, seperti jargon yang dituliskan di backgroundnya... menjadi pelopor untuk DPR bersih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-4263859027797568821?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/4263859027797568821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=4263859027797568821' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4263859027797568821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4263859027797568821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/04/kampanye-pks-di-semarang.html' title='Kampanye PKS di Semarang'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-1414754685344569998</id><published>2009-03-30T16:14:00.004+07:00</published><updated>2011-03-10T10:28:45.538+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rak buku'/><title type='text'>Ibu dan Autisma</title><content type='html'>Download File (file : 2,6 Mb format .pdf) (&lt;i&gt;Note : Mulai tertanggal 10 Maret 2011, atas permintaan penulis skripsi ini, link downloadnya tidak bisa ditampilkan disini, dan akan diganti dalam bentuk jurnal skripsi.)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SdCR341PQNI/AAAAAAAAAbc/LMiXhz6rBug/s1600-h/cover+autis+copy.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318911549259071698" src="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SdCR341PQNI/AAAAAAAAAbc/LMiXhz6rBug/s320/cover+autis+copy.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 320px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 226px;" /&gt;&lt;/a&gt;Membaca hasil penelitian Bu Dian, seorang teman yang gigih berempati kepada perjuangan tanpa batas Ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus (khususnya Autisma), adalah sebuah pengalaman batin yang amat berharga. Bukan hanya karena metodologi kualitatifnya --yang dikenal butuh kesabaran, detail, dan keistiqomahan luar biasa-- sehingga tidak banyak peneliti yang mau melakukannya. Tapi, juga energi kasih sayang yang menyemburat dahsyat dari rekaman perjalanan kehidupan 3 orang ibu (obyek penelitiannya) dalam membesarkan anak yang terdiagnosis Autis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar, menjadi karakter utama dan pertama bagi ibu yang memiliki anak autis. itu sebabnya, terapi pertama  ditujukan kepada ibu bukan pada anaknya. Ibu harus terlebih dahulu melapangkan dadanya, tidak malu, dan menerima tulus ikhlas amanah buah hati yang 'sedikit' berbeda dengan anak-anak lainnya. Semua karakter sabar ini, akan menjadi bahan bakar dasar spirit ibu untuk mengabdi sepanjang hayatnya nanti demi pemulihan kondisi anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu, harus memiliki stamina tanpa batas. Menciptakan suasana kondusif bagi tumbuh kembangnya tanpa pernah mengeluh. Bila dalam sudut pandang anak autis, dunia itu mengerikan (bahkan suara banyu mili pun terdengar seram), maka ibu berjuang membalikkannya, agar dunia ini menjadi ramah bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh dalam lubuk hati para ibu ini, tersimpan sebuah permintaan sederhana, agar kita (society) sedikit berempati dan akomodatif terhadap anak-anak mereka, khususnya akses ke dunia pendidikan, yang terasa begitu dingin dan tak bersahabat. Berikan mereka akses pendidikan yang berkualitas, agar anak-anak mereka kelak tumbuh dan menjadi pribadi yang mandiri dan turut berfastabiqul khoiriot menebar kemanfaatan  bagi hidup dan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini pada dasarnya adalah sebuah Tugas Akhir atau Skripsi untuk menjadi sarjana Psikologi UNDIP. Dengan seizin dari penulisnya, kubuatkan cover depan yang populis, dengan harapan semoga ia menjadi sedikit lebih renyah dibaca. Transkrip  wawancara di bab lampiran, adalah salah satu point teristimewa di penelitian setebal lebih dari 500 halaman ini. Ia menjadi semacam buku harian atau sharing pengalaman berharga dalam cerita bertahun-tahun ibu membesarkan anaknya, berikut suka-duka yang menyelimutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4 April ini adalah Hari Autisma Sedunia&lt;/span&gt;. Ini adalah kado dari kami untuk komunitas Autisma, pemerhati pendidikan, dan komunitas penyelenggara pendidikan inklusi untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Peluk hangat untuk Prita dan Faisal, 2 orang murid special need-ku di Sekolah Alam Ar-Ridho, yang menjadi 2 dari 3 anak autis yang diteliti oleh Bu Dian. Angkat topi juga untuk bundanya, yang tak diragukan lagi kedalaman pengabdiannya. Kalianlah yang membuat dunia ini menjadi luas dan bermakna. Jikalau boleh, izinkan kami menghaturkan maaf atas banyak hal yang sebenarnya bisa kami lakukan tapi justru tak kami lakukan. Seperti kata teman, "Gusti Allah mboten sare". Allah tak pernah tidur, mencatat setiap tetes keringat dan jerih payah ibu yang pasti akan terbalaskan setimpal di hari akhir nanti.)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-1414754685344569998?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/1414754685344569998/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=1414754685344569998' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/1414754685344569998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/1414754685344569998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/03/ibu-dan-autisma.html' title='Ibu dan Autisma'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SdCR341PQNI/AAAAAAAAAbc/LMiXhz6rBug/s72-c/cover+autis+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-5429999386613197604</id><published>2009-03-29T20:02:00.001+07:00</published><updated>2009-03-29T20:19:03.923+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekolah komunitas'/><title type='text'>Pantun Nasihat Buat Muridku</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/Sc91Kv0ObLI/AAAAAAAAAbM/Xx513BEOR_w/s1600-h/rumput.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/Sc91Kv0ObLI/AAAAAAAAAbM/Xx513BEOR_w/s320/rumput.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318598512442502322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;luas ladang ilalang&lt;br /&gt;bagi capung itu seperti taman&lt;br /&gt;jika masa berpisah datang menjelang&lt;br /&gt;jangan tinggalkan air mata kepada teman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ilalang menusuk matahari pagi&lt;br /&gt;pecah cahayanya berhamburan&lt;br /&gt;tak ada rindu yang tak bisa dibagi&lt;br /&gt;tak ada masalah yang tak bisa dipecahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;matahari pagi jingga warnanya&lt;br /&gt;elok berpendar di tetes embun&lt;br /&gt;jika hati remuk redam adanya&lt;br /&gt;maka berbagilah jangan ditimbun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;embun menetes tak ingin menguap&lt;br /&gt;lebih baik membasahi akar rumput&lt;br /&gt;jika kau tak ingin bercakap-cakap&lt;br /&gt;maka tuliskan saja jangan ada yang luput&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bunga rumput beterbangan satu persatu&lt;br /&gt;jatuh ke tanah tumbuh mengakar kuat&lt;br /&gt;meski berada di jarak yang jauh, &lt;br /&gt;pastilah ada yang para sahabat itu bisa perbuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;erat genggaman tak terpisah&lt;br /&gt;hingga tiba batas usia&lt;br /&gt;muridku, tersenyumlah&lt;br /&gt;harapan itu masih dan selalu ada!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-5429999386613197604?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/5429999386613197604/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=5429999386613197604' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/5429999386613197604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/5429999386613197604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/03/pantun-nasihat-buat-muridku.html' title='Pantun Nasihat Buat Muridku'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/Sc91Kv0ObLI/AAAAAAAAAbM/Xx513BEOR_w/s72-c/rumput.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-4399513301059161162</id><published>2009-03-20T14:10:00.005+07:00</published><updated>2009-04-04T22:59:08.627+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='secret admirer'/><title type='text'>Antara Mimpi, Fiksi, Realita, dan Sutradara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i262.photobucket.com/albums/ii105/1peace1luv/dream.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 270px; height: 282px;" src="http://i262.photobucket.com/albums/ii105/1peace1luv/dream.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Seorang laki-laki dengan topi hitam bertuliskan DIRECTOR menatap lurus ke depan.  Tangannya menggenggam megaphone kecil.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di hadapannya, laki-laki yang lain, berkacamata, sedang berada di depan monitor, menulisi sesuatu, sepertinya sebuah blog. Di tangan seorang Sound Engineer, nanti ada suara bass yang membacakan tulisan yang dibuat laki-laki itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Laki-laki bertopi hitam menggumam : "Camera.... Rolling... Action!"..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;early morning blue.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Masih ada getaran yang tersisa dari mimpi tadi malam. Bingung. Karena kurasa kami tidak pernah sedekat ini. Dia begitu dekat...sangat dekat. Jilbab putihnya itu tak menutupi kepalanya. Itu berarti, aku menjadi muhrim baginya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ia berceloteh tak henti, sementar jariku di atas keyboard mencoba mengejarnya. Sepertinya, kami sedang berkolaborasi membuat sebuah cerita. Kata-katanya riuh mengalir bagai gerimis*)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kemudian fading, gambarnya menjadi dissolve, menghilang pelan-pelan dan muncul dengan scene baru. Dia sedang mengajariku membuka sebuah media jejaring komunitas melalui handphonenya yang kaya fitur. Jelas itu handphonenya, karena handphoneku angkatan jadul, hitam putih tanpa kamera. Dan,... mmmm... ia melakukannya sembari bersenderan dibahuku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku tidak mempercayai scene ini, sehingga aku dengan jelas menolehkan kepala dan melihatnya. Iya, itu adalah dia. How could be? Seakan ingin menegaskan bahwa itu adalah dirinya, maka kemudian ia 'mendatangkan' teman-teman dekatnya. Satu, dua, tiga,..dan wah...belasan, semuanya berkumpul sekarang, di beranda depan rumah yang kecil itu. Dan tentu saja, aku mengenali mereka. Karena mereka juga pernah hadir dalam mimpi-mimpiku sebelumnya. Dan aku menanyakan satu hal penting kepada mereka yang sebenarnya juga menjadi pertanyaan buatku: apa kabar masa depan kita? Dan,... ramailah beranda itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku tahu, aku sedang berada dalam pengembaraan dunia ruh. Aku tahu jasadku masih terbaring, jauh di dimensi yang berbeda. Diam-diam aku berharap, malam kali ini lebih panjang dan seluruh ayam jago yang ada bangun kesiangan, sehingga tak bisa membangkitkan pagi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Duduk dengan teh hangat di dekatku, dalam dunia realita, tiba-tiba pertanyaan bergulir di benak, apakah ruh itu akan selalu kembali ke jasadnya setiap pagi? apa yang terjadi jika ruh itu enggan bermukim kembali dan memilih mengembara di dunianya atau tak sengaja tersesat menuju jalan pulang? Aku pernah membaca bahwa ruh sebagaimana penciptanya, tak pernah tidur atau istirahat. Bahkan kematian jasadnya pun tak membuatnya lantas turut mati. Ruh-ruh ini akan terus hidup, hingga saatnya tiba berkumpul dibelakang nabinya masing-masing, sesaat sebelum menerima penghukuman atau penghadiahan dalam the Judgment Day.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ahhh...rupanya mimpiku hingga hari ini masih saja egosentris. Kapan tiba masanya, aku memimpikan bertemu dengan wajah Ar-Rijalul Quran itu, atau memimpikan melihat negeriku terhampar gemah ripah loh jinawi, atau mimpi lain yang setara dengan itu? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang jelas, semua scene menjadi hitam, tepat ketika aku menangkap sebuah suara yang sudah akrab di telinga, "Ayah... bangun Yah...Sholat, yah!"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;"CUT!... Welldone!" laki-laki bertopi hitam bertulis DIRECTOR itu tersenyum puas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;(picture source : &lt;/span&gt;&lt;a href="http://media.photobucket.com/image/dream/1peace1luv/dream.jpg"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;http://media.photobucket.com/image/dream/1peace1luv/dream.jpg)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*) lirik dalam lagu Kupu-Kupu Kertas Ebiet G. Ade&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-4399513301059161162?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/4399513301059161162/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=4399513301059161162' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4399513301059161162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4399513301059161162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/03/antara-mimpi-fiksi-realita-dan.html' title='Antara Mimpi, Fiksi, Realita, dan Sutradara'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-8258228008919614309</id><published>2009-03-19T13:31:00.004+07:00</published><updated>2009-03-19T13:55:05.686+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rak buku'/><title type='text'>Membaca "Taman Sunyi Sekala"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/ScHsLPuPqpI/AAAAAAAAAbE/1M2hT0PN_ow/s1600-h/Taman+Sunyi+Sekala.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 202px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/ScHsLPuPqpI/AAAAAAAAAbE/1M2hT0PN_ow/s320/Taman+Sunyi+Sekala.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314788713217108626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Akhirnya, menulis juga. Dalam amarah yang tertahan, entah kepada siapa dan karena apa, aku sempat membuat komitmen yang amat sangat sepihak. Bahwa tidak ada tulisan yang bersifat keakuan yang bisa kubagi kepada dunia. Bahwa tulisanku teramat mahal harganya. &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;It's NOT 4 SALE!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Faktanya kemudian, sebulan ini aku memang tidak menulis apapun di atas binderku ataupun diatas keyboard. Tapi toh, tetap saja tak bisa benar-benar berpisah dengan kata. Aku malah dengan setianya menulisi ruang --yang kemudian kutemukan ia bernama Taman Sunyi, jika menurut Aida Vyasa-- dan lembaran jiwaku dengan kata-kata, banyak melimpah ruah. Karenanya, tidak akan ada yang bisa membacanya selama ia hanya menggunakan indera penglihatan semata. Sebuah tulisan yang dibuat oleh jiwa hanya bisa terbaca oleh jiwa juga. &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;The trutht is 'Eyes can not read, but the soul'.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat Bu Pratmi, rekan sejawat, menyodorkan sebuah buku sambil memberi embel-embel jika aku pasti 'mudeng', maka segera saja aku melahapnya. Sebuah buku yang yang diberi tulisan 'Novel Filsafat' di pojok kanan atasnya dan ditulis oleh sebuah nama pena, Aida Vyasa. Penulis aslinya menyembunyikan jati dirinya, atau lebih tepatnya menyembunyikan nama aslinya, karena sebenarnya ia malah membuka segala sesuatu dalam dirinya yang mungkin selama ini tersembunyi. Penerbitnya, Tiga Serangkai, kemudian mengklaim bahwa buku ini adalah sebuah autobiografi spiritual.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam sedetik, aku langsung bisa menangkap keistimewaannya. Sebuah biografi tanpa nama. Sangat berbeda dengan biografi orang terkenal atau orang yang berlagak ingin dikenal yang mencetak namanya bahkan dalam ukuran yang lebih besar dari judul bukunya. Ini adalah sebuah buku yang sama sekali tidak berkata "it's me" meski seluruhnya berkisah tentang "me". Ini adalah sebuah buku yang sebenarnya berisi ajakan lembut untuk menyatakan "it's us". &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Taman Sunyi Sekala" ini berisi sebuah renungan spiritual perjalanan hidup seorang anak manusia. Dalam kesejatian ciptaan Rabb semesta sekalian alam bernama manusia, maka sesungguhnya ia tidaklah butuh nama. Dalam konteks ini maka benarlah lontaran " What's the name", apalah artinya sebuah nama. Jiwa menjadi lebih penting disini, teramat penting.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan dimana-mana jiwa memiliki nama yang sama, yaitu : noname alias tak bernama. Orang-orang saja yang kemudian memberinya nama : ruh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Novel ini, yang sama sekali tak mirip Novel, sebenarnya hendak berkata bahwa kita adalah apa yang kita baca, kita serap, kita tulis, kita alami, kita saksikan, dan kita cintai. Bahwa kehidupan kekinian ternyata selalu tak bisa melepaskan diri dari kehidupan masa lalu. Sebuah 'blink' yang didapat di masa kecil melalui semacam Laura Ingals dalam "Little House on the Prairie" ternyata masih saja menjadi sebuah 'blink' dalam wujud lain di kehidupan kini bahkan juga diyakini di kehidupan masa datang. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebuah inspirasi kebajikan tidak akan pernah mati. Boleh saja "The good always die young", bahwa pahlawan selalu mati muda, tapi "the goodness" atau "the kindness" itu sendiri bersifat abadi dan tak pernah mati. Al-Quran sendiri mengabadikannya, saat memberi jaminan kepada orang-orang hidup yang ditinggal mati para syuhadah (the good) dengan mengatakan&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt; "janganlah mengira mereka mati? tidak! bahkan mereka itu hidup"&lt;/span&gt; (QS. Ali Imran:169)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Maka, beruntunglah anak-anak pada masa kini, yang memiliki (to belong) orang tua, guru, atau orang dewasa yang pernah hidup di masa lalu, dan menyadari hakikat kehidupan di masa sebelumnya adalah semata agar masa kini lebih baik. Sebab, banyak pula anak-anak yang berada di tengah-tengah orang dewasa ( to have), tapi tak banyak merasakan apa arti kedewasaan, karena mereka yang dewasa rupanya hanyalah 'anak-anak yang terkurung dalam tubuh dewasa'.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beruntunglah anak-anak itu, yang disodori  buku-buku dan bacaan sarat inspirasi, meski inspirasi itu baru bisa termaknai jauh tahunan ke depan. Beruntunglah juga anak-anak yang di beri kesempatan mengakses tontonan (akui saja dengan lapang dada) TV dan film yang membasuh jiwa, pun juga tontonan yang mengotori jiwa. Sebab yang 'kotor-kotor'itu sejatinya akan menguatkan kekuatan pembasuhan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan pihak yang bertanggungjawab dibalik semua itu adalah : kata (word). Dalam segala rupa kata, ia adalah dalang di segenap peradaban dan pemikiran dunia. Buku yang ditulis, komik yang digambar, koran yang diterbitkan, film yang diproduksi, iklan yang menipu, juga lirik dalam lagu bahkan rupa murni dalam kanvas, semuanya melahirkan kata. Kata adalah sumber kesejahteraan dan kata adalah sumber penderitaan. Selama kata itu ada, selama itu pula perang dan perpecahan antar manusia akan ada. Pula, selama kata itu ada kedamaian akan tercipta. Tak diragukan lagi, &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;The word is the  world's soulmate.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang menarik buatku adalah, sepertinya buku ini mewakili kesunyian tamanku juga, meski tak simetris dan kongruen. Kaernanya, seperti kataku pada BU Pratmi, aku mau menjadi teman setianya, jika ia di sini. ^_^&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi setidaknya, aku tahu, Sekala ini adalah seorang perempuan, dua tahun lebih muda dariku, banyak menghabiskan umurnya di JOgja, pernah belajar Psikologi, dan yang terpenting pernah atau masih berinteraksi dalam dunia pergerakan Islam. Sudah pasti ia mahkluk asing dalam jagat 'bumi'. Dan taman sunyinya itu, bisa dipastikan pula tak bertaburan bunga-bunga dan kupu-kupu. Kasihan! &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;(note : Kasihan! adalah kata yang sama dan menjadi kata terakhir yang ditulis dalam "Taman Sunyi Sekala").  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-8258228008919614309?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/8258228008919614309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=8258228008919614309' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/8258228008919614309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/8258228008919614309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/03/membaca-taman-sunyi-sekala.html' title='Membaca &quot;Taman Sunyi Sekala&quot;'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/ScHsLPuPqpI/AAAAAAAAAbE/1M2hT0PN_ow/s72-c/Taman+Sunyi+Sekala.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-3608563493396900015</id><published>2009-02-17T20:00:00.004+07:00</published><updated>2009-02-17T20:28:04.515+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='orang rumah'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SZq2FE8vB5I/AAAAAAAAAac/OrT6nUVUo6I/s1600-h/kartuultah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SZq2FE8vB5I/AAAAAAAAAac/OrT6nUVUo6I/s320/kartuultah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303751709526263698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;write on : Feb 16, 2009&lt;br /&gt;ketika ia sedang terlelap...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;Kakak,&lt;br /&gt;barokallahu ya, kak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini kakak genap enam tahun,&lt;br /&gt;dan ayah telah menjadi saksinya,&lt;br /&gt;bahwa di usiamu kini, engkau telah menjadi kakak yang baik buat adikmu, dani&lt;br /&gt;jauh lebih baik, ketimbang saat ayah menjadi kakak di usiamu ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena itu, kak...&lt;br /&gt;engkau adalah harta ayah yang paling berharga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena itu juga,&lt;br /&gt;engkau pada waktunya akan memahami apa makna pelukan ayah yang bergetar&lt;br /&gt;ketika meminta maaf padamu karena tak bisa memberimu apa-apa&lt;br /&gt;kecuali sebait doa&lt;br /&gt;semoga engkau kelak setangguh Panglima Sholahuddin Al-Ayyubi&lt;br /&gt;dan sesabar nabi Ayyub A.S ketika menghadapi ujian Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abiyyu Al-Ayyubi,&lt;br /&gt;terima kasih ayah ucapkan, telah menemani ayah sejauh ini,&lt;br /&gt;melelehkan setiap duka menjadi senyuman&lt;br /&gt;mewarnai suram menjadi warna jingga&lt;br /&gt;jika ayah masih kuat berdiri pada kaki ayah sekarang ini,&lt;br /&gt;salah satunya karena  senyummu, yang giginya sudah kropos kebanyakan gula-gula itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dear my son, i do luv u!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(alhamdulillah, thx 2 Allah... betapapun, terlalu banyak anugerah-Mu kepadaku yang mesti aku syukuri. Maafkan jika terlalu banyak mengeluh pada-Mu... tiada lain bagi  seorang hamba yang bisa lakukan selain meratap dan berkeluh kesah kepada-Mu... aku tahu, dibalik kesulitan itu pastilah ada kemudahan untukku...)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-3608563493396900015?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/3608563493396900015/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=3608563493396900015' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3608563493396900015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3608563493396900015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/02/write-on-feb-16-2009-ketika-ia-sedang.html' title=''/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SZq2FE8vB5I/AAAAAAAAAac/OrT6nUVUo6I/s72-c/kartuultah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-7903631982770916438</id><published>2009-01-30T21:12:00.001+07:00</published><updated>2009-01-30T21:16:10.641+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>may not c</title><content type='html'>u may not c through these eyes&lt;br /&gt;cause its full of pain&lt;br /&gt;and heavy rain&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-7903631982770916438?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/7903631982770916438/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=7903631982770916438' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/7903631982770916438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/7903631982770916438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/01/may-not-c.html' title='may not c'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-7337078973802484496</id><published>2009-01-01T10:11:00.001+07:00</published><updated>2009-01-01T10:15:54.797+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Negeri Kita dan Negeri Para Syuhada</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Catatan awal tahun 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk : Palestina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Wahai anakku,&lt;br /&gt;Apalah bedanya negeri kita dengan negeri para syuhada?”&lt;br /&gt;Begitu tanya guru pada muridnya&lt;br /&gt;Tapi,  murid berbalik tanya&lt;br /&gt;”iya, apalah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, sang guru mulai bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri kita, lautan adalah kolam susu&lt;br /&gt;Di negeri syuhada, lautan adalah genangan darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri kita, tongkat kayu jadilah tanaman&lt;br /&gt;Di negeri syuhada, tongkat kayu jadilah ketapel, jadilah senjata&lt;br /&gt;Para pemiliknya bergelar :  intifadha&lt;br /&gt;Itu setara dengan bambu runcing&lt;br /&gt;Saat nenek moyangmu mengusir penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri kita, sawah hijau membentang&lt;br /&gt;Di negeri syuhada, yang membentang adalah reruntuhan&lt;br /&gt;Puing-puing rumah  bercampur  pecahan meriam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun baru tadi malam,&lt;br /&gt;Negeri kita berdendangan, bernyanyian, kembang api, dan terompetan&lt;br /&gt;Sementara  negeri syuhada  merintih, menjerit, dan memekik ALLAHU AKBAR !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jangan keliru jangan salah&lt;br /&gt;Jika kau iba, maka jangan sematkan itu pada negeri syuhada&lt;br /&gt;Tapi ibalah pada negerimu sendiri, negeri kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab,&lt;br /&gt;Di negeri syuhada, kehimpitan mengubah para pemudanya&lt;br /&gt;menjadi kokoh dan gagah perkasa&lt;br /&gt;Sementara di negeri kita,  terjerat narkoba karena kelenaan&lt;br /&gt;pula, moral yang lunglai melemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri syuhada, sekolah dan madarasah mencetak para pejuang&lt;br /&gt;Bagaimana pula negeri kita bisa melakukannya&lt;br /&gt;jika biaya sekolah dan madrasah melangit tak terkira tingginya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri syuhada, setiap orang bercita-cita menjadi pahlawan,&lt;br /&gt;Sementara negeri kita, cita-citanya adalah berada di kursi kekuasaan&lt;br /&gt;Kursi yang bisa mengeksploitasi orang, mengeruk keuntungan, menimbun kekayaan,&lt;br /&gt;Sementara rakyatnya bergelut dalam kemiskinan.&lt;br /&gt;Pahlawan negeri syuhada berjuang untuk bangsanya&lt;br /&gt;Di kita, bangsa pun bila perlu dijual untuk memenuhi syahwat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, sekarang  pertanyaannya telah berubah&lt;br /&gt;”Wahai anakku,&lt;br /&gt;Apalah yang sama di negeri kita dengan negeri para syuhada?”&lt;br /&gt;Begitu tanya guru pada muridnya&lt;br /&gt;Tapi,  murid berbalik tanya&lt;br /&gt;”iya, apalah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru kembali bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sama-sama memiliki medan pertempuran&lt;br /&gt;Sama-sama membutuhkan pejuang&lt;br /&gt;Sama-sama berpeluang mati dalam kesyahidan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ketapel berpantang  mundur dari moncong meriam&lt;br /&gt;Maka, tak boleh pula kita menyerah pada keadaan dan keterbatasan&lt;br /&gt;Berbuat sesuatu lebih baik daripada mengeluh&lt;br /&gt;Berkeringat lebih mulia daripada bertopang dagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah pula,&lt;br /&gt;Jikau kelak kau memekik ALLAHU AKBAR!&lt;br /&gt;Maka semoga tak hanya kau pekikan dalam kesakitan,&lt;br /&gt;Tapi dalam kekuatan dan kemenangan.&lt;br /&gt;Kuat!&lt;br /&gt;Menang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- 1 Januari 2009&lt;span style="font-style: italic;"&gt;--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" lang="en-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-7337078973802484496?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/7337078973802484496/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=7337078973802484496' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/7337078973802484496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/7337078973802484496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2009/01/negeri-kita-dan-negeri-para-syuhada.html' title='Negeri Kita dan Negeri Para Syuhada'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-3033495249280758571</id><published>2008-12-19T20:51:00.005+07:00</published><updated>2008-12-19T21:15:39.226+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='orang rumah'/><title type='text'>Rumah Kecil di Padang Rumput</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SUuood-xTBI/AAAAAAAAAaE/irUjmIsjdpc/s1600-h/Little_House_Intro.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SUuood-xTBI/AAAAAAAAAaE/irUjmIsjdpc/s320/Little_House_Intro.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281500401218178066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tiba-tiba, neuron.. cerebral.. atau apalah namanya, memerintahkan memori untuk kembali &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rewind&lt;/span&gt; ke puluhan tahun silam. Aku bahkan tak mampu menandingi kecepatannya. Sehingga, belum rampung semua kata kutuliskan, ia sudah minta di play on...ulang dan berulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah dia, sekelebat kenangan masa kecil, yang tiba-tiba datang.&lt;br /&gt;Sebuah rumah kecil dipadang rumput.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;A Little House on the Praire.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Aku tahu, 'langit' hendak mengatakan sesuatu dibalik pemutaran 'film' jadul itu di ingatan. Semoga esok aku bisa menyelesaikannya. Menyusun kalimat yang bisa mewakili apa sesungguhnya hikmah mengenang masa lalu di kehidupan masa kini. Untuk apa dan mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SUupmfbI6eI/AAAAAAAAAaM/_lriXW3v1Jg/s1600-h/little1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 256px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SUupmfbI6eI/AAAAAAAAAaM/_lriXW3v1Jg/s320/little1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281501466757491170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Ayah (Charles) bersama keluarga&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, Ibu (Caroline) dan&lt;br /&gt;ketiga putrinya (Mary, Laura, and Carrie)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Audio (Opening Title)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(204, 204, 204); width: 300px; height: 48px; font-size: 12px;" align="center"&gt;&lt;object type="application/x-shockwave-flash" data="http://www.airmp3.net/player/slim.swf?&amp;amp;player_title=found on AIRMP3.net&amp;amp;song_url=http%3A%2F%2Fhome.tiscali.nl%2Fberger%2Fmuziek%2FLittle_House_On_The_Prairie.mp3&amp;amp;song_title=Theme+-+Little+House+on+the+Prairie (found on AIRMP3.net)" width="300" height="15"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.airmp3.net/player/slim.swf?&amp;amp;player_title=found on AIRMP3.net&amp;amp;song_url=http%3A%2F%2Fhome.tiscali.nl%2Fberger%2Fmuziek%2FLittle_House_On_The_Prairie.mp3&amp;amp;song_title=Theme+-+Little+House+on+the+Prairie (found on AIRMP3.net)"&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.airmp3.net/search/-little_house_on_the_prairie/mp3/Xa3"&gt;little house on the prairie songs&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;a href="http://www.bresso.com/"&gt;free Music download&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.airmp3.net/"&gt;free Mp3 download&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Video (Opening Title)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/bhHrOgOkXZw&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/bhHrOgOkXZw&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-3033495249280758571?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/3033495249280758571/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=3033495249280758571' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3033495249280758571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3033495249280758571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/12/rumah-kecil-di-padang-rumput.html' title='Rumah Kecil di Padang Rumput'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SUuood-xTBI/AAAAAAAAAaE/irUjmIsjdpc/s72-c/Little_House_Intro.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-8389348595096216423</id><published>2008-12-18T16:01:00.003+07:00</published><updated>2008-12-18T16:10:27.392+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fotografi'/><title type='text'>Ruang Rupa</title><content type='html'>it was born.&lt;br /&gt;lahirlah ia...&lt;br /&gt;Blog Ketiga,&lt;br /&gt;ia bernama &lt;a href="http://abinyabiyyu.wordpress.com"&gt;Ruang Rupa&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;bismillah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-8389348595096216423?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/8389348595096216423/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=8389348595096216423' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/8389348595096216423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/8389348595096216423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/12/ruang-rupa.html' title='Ruang Rupa'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-5221264549865027845</id><published>2008-12-02T15:01:00.010+07:00</published><updated>2008-12-03T15:09:04.851+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnalistik - Kehumasan'/><title type='text'>Kliping Koran (2) : Tentang Guru dan Award dari SWA-PMBS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/STY0VuIFwyI/AAAAAAAAAZs/NqlahcaoYow/s1600-h/guru_go_blog2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 182px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/STY0VuIFwyI/AAAAAAAAAZs/NqlahcaoYow/s320/guru_go_blog2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275461561274975010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. ditulis, untuk Memotivasi guru dan keluarga sekolah untuk memiliki jurnal atau buku harian online. (&lt;a href="http://www.radarsemarang.com/community/artikel-untukmu-guruku/2199-guru-go-blog-kenapa-tidak-.html"&gt;Link Radar semarang&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/STTt7G8n6_I/AAAAAAAAAZc/GcD3IThThUQ/s1600-h/bank_syariah2.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/STTt7G8n6_I/AAAAAAAAAZc/GcD3IThThUQ/s320/bank_syariah2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275102663290645490" style="float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 320px; height: 197px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. ditulis, untuk memperkuat syiar sistem ekonomi syariah khususnya perbankan. Follow up juga setelah mengikuti pelatihan perbankan syariah mewakili IKADI Kota Semarang di BI Ramadhan kemarin. (&lt;a href="http://www.radarsemarang.com/community/artikel-untukmu-guruku/2618-guru-dan-perbankan-syariah-.html"&gt;Link Radar semarang&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/STTunLAbRRI/AAAAAAAAAZk/AK2SJ1fmC7k/s1600-h/swa2.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/STTunLAbRRI/AAAAAAAAAZk/AK2SJ1fmC7k/s320/swa2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275103420294579474" style="float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; 3 . ^_^ Kliping majalah &lt;a href="http://202.59.162.82/swamajalah/sajian/details.php?cid=1&amp;amp;id=8252"&gt;SWA edisi 3 NOvember 2008&lt;/a&gt;, saat bersama temen-temen di komunitas penulis, Komunitas Wedangjae, mendapat anugerah Award sebagai komunitas terbaik kedua Paling Berkontribusi aspek Kebangkitan Bangsa. Survei dilakukan oleh&lt;a href="http://www.pmbs.ac.id/"&gt; Prasetya Mulia Bussiness School&lt;/a&gt;. Piagamnya, berpigura, sampe dirumah kira-kira3 minggu kemudian.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre; "&gt;   &lt;/span&gt;Kalimatnya : Certify that KOmunitas wedangjae who Construct Inspiration of Society. (alhamdulillah) &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-5221264549865027845?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/5221264549865027845/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=5221264549865027845' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/5221264549865027845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/5221264549865027845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/12/kliping-koran-2-tentang-guru-dan-award.html' title='Kliping Koran (2) : Tentang Guru dan Award dari SWA-PMBS'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/STY0VuIFwyI/AAAAAAAAAZs/NqlahcaoYow/s72-c/guru_go_blog2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-4235506965875549296</id><published>2008-12-01T13:56:00.005+07:00</published><updated>2008-12-01T14:16:34.475+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fotografi'/><title type='text'>Lagi, Hampir...</title><content type='html'>^_^&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tersenyumlah meski sedikit...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;lagi-lagi, hampir....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;hahaha...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;sedih iya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;plong juga iya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;tapi semangat juga ada.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini &lt;a href="http://kabarindonesia.com/berita.php?pil=25&amp;amp;dn=20081130150100"&gt;Pantia Lomba Foto YPHL&lt;/a&gt; (peduli Hutan) mengumumkan pengumuman hasil lombanya,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;sebelumnya, 2 minggu lalu, panitia mengirimkan email bahwa salah satu fotoku masuk final (babak terakhir setelah lolos dua tahapan seleksi sebelumnya), seneng juga sih bisa masuk di sekitar 30-an foto terbaik dari 900-an foto peserta.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nama Pemenang telah diumumkan, dan namaku tidak ada di sana,,,hehe...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebulan sebelumnya, Blog Sekolah yang kutulis juga masuk nominator Blog Edukatif Terbaik yang digelar Pustekkom Diknas, tapi (alhamdulillah) belum masuk daftar pemenang juga. Hihi...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ya...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;this is life...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seperti yang kukatakan sendiri di depan anak2 INSEL FMIPA UNDIP kemarin, bahwa kegagalan bukanlah kegagalan, itu adalah cara Allah mengatakan bahwa Ia sedang menyiapkan moment terbaik untuk kita, disaat itulah kita akan menjadi pribadi terbaik dan pemenang terbaik. Dan sementara menunggu saat itu tiba, itulah juga saatnya buat kita untuk memperbaiki diri selalu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Masih panjang jalan yang harus ditempuh...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jagalah Semangatmu!!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(menyemangati diri sendiri nih! hehe)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Btw, thx a lot buat temen2 yg selama ini telah dengan tulus mendoakan dan mendukung dengan caranya masing-masing,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;insyallah Allah akan membalasnya, dengan lebih baik...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-4235506965875549296?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/4235506965875549296/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=4235506965875549296' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4235506965875549296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4235506965875549296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/12/lagi-hampir.html' title='Lagi, Hampir...'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-1118886230456919629</id><published>2008-11-21T11:08:00.000+07:00</published><updated>2008-11-21T11:12:37.488+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='antologi puisi II : Dialog Tanpa Kata'/><title type='text'>Tentang antologi "Dialog Tanpa kata"</title><content type='html'>Satu hal kutemukan hari ini.&lt;br /&gt;Bahwa dari hari ke hari, semakin sulit saja lisan berucap mewakili isi hati.&lt;br /&gt;Kemampuan lisan ini begitu buruk. Sehingga jika ada pilihan untuk men-disable satu indera, mungkin mulutlah yang pertama kubungkam.&lt;br /&gt;Semakin banyak ia bicara, semakin jauh ia dari ketepatan mewakili isi hati.&lt;br /&gt;Dalam keheningan, segalanya malah jadi lebih sempurna.&lt;br /&gt;Tangkap saja segala kalimat yang terpancar dari mata. Atau bacalah kata-kata yang menjelma menjadi tulisan yang tersebar di binder, di blog, juga mungkin di daun-daun. Ia lebih bisa mewakili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku paham kini saat ada penulis yang menulis dalam blognya bahwa menulis adalah sebuah laku sunyi. Kesunyian adalah teman setia seorang penulis. Lisan yang terlalu banyak bicara membuat otak tak menyisakan ruang untuk apresiasi kata dan rupa. Dalam keramaian, hati menjadi tak peka. Yang ada adalah nafsu akan kebutuhan sanjungan dari setiap kata yang yang diucapkan lisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keheningan membuat segala indera terbuka. Bahkan ia bisa membaca segala sesuatu yang tak bersuara. Kalimat yang terbangun dari kesunyian, mampu membungkam lisan kosong tak bermakna. Diamnya seorang penulis adalah berpikir, sementara diamnya orang yang banyak bicara adalah cuma melonggarkan nafas setelah terengah-engah mengeluarkan busa-busa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membungkam lisan menyelamatkan masa depan. Sebab apa yang dikeluarkan lisan lebih mudah membuat kita tergelincir pada kedustaan. Janji-janji, komitmen-komitmen, jaminan-jaminan, yang mudah saja diucapkan tapi tak juntrung berubah menjadi nyata. Dan bila seorang pemimpin yang melakukannya, maka di masa depan ia akan kehilangan satu hal berharga : kepercayaan dari orang yang dipimpinnya. Takkan ada yang betah berada di dekatnya, itu efek dominonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikarenakan seringnya ia berbicara dalam diam, dalam kata tulis, maka sekali seorang penulis berbicara, maka isi pembicaraannya adalah bermakna. Kerapihan kalimat tulis memiliki daya dobrak berkali-kali lipat ketika ia diucapkan daripada kalimat yang ditemukan dari awang-awang sekebetulan saja. Dalam beberapa kesempatan, ia bahkan bisa menghadirkan kembali  sosok-sosok hebat yang telah wafat berabad-abad, lewat kata-kata 'quote' mereka yang mengabadi dalam bentuk kata tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jika ada seseorang yang suka menulis yang hari ini atau hari-hari esok berubah menjadi lebih pendiam dari biasanya, maka syukurilah dan bukan malah menggugatnya. Sebab, itu berarti ia sedang memasuki fase kesejatian seorang penulis. Pahamilah ia sebagaimana kita memahami diri kita sendiri. Kediamannya itu tak merubah sedikit pun persediaan cinta dan kehangatan yang dimilikinya kepada kita. Malah, jika engkau bisa, masuklah saja kedalam dunianya, dalam laku sunyinya, dengan menjadi seorang penulis juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masukilah dunianya, dengan riang, seperti riangnya Alice yang masuk kedalam Wonderland, karenanya bertemu banyak keajaiban didalamnya. Mungkin dunia sunyi itu cuma berwujud dalam dua spektrum warna, hitam dan putih, namun mungkin pula indah beribu-ribu warna, atau mungkin cuma abu-abu saja. Atau mungkin juga dalam warna sepia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah menarik, ketika dua orang penulis bertemu, dan mereka saling berbicara dalam diamnya. 'Chemistry' yang sama diantara keduanya namun berbeda maksud dan subyek peruntukan, kemudian melahirkan sebuah kolaborasi karya, yang ternyata serupa dan semakna. Itulah yang tejadi dalam antologi puisi "Dialog Tanpa Kata". Dan Hingga hari ini, aku belum bisa menemukan jawaban, bagaimana antologi itu kemudian memiliki 'ruh' yang satu meski ditulis berdua, dengan variabel ruang dan waktu yang terpisah pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasa, ia harus diterbitkan.&lt;br /&gt;mungkin indie saja.&lt;br /&gt;bismillah...&lt;br /&gt;(doakan ya , friends..)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-1118886230456919629?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/1118886230456919629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=1118886230456919629' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/1118886230456919629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/1118886230456919629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/11/tentang-antologi-dialog-tanpa-kata.html' title='Tentang antologi &quot;Dialog Tanpa kata&quot;'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-3698039685176011716</id><published>2008-11-10T09:55:00.002+07:00</published><updated>2008-11-10T09:58:47.178+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='orang rumah'/><title type='text'>Untuk Pahlawanku...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SRejIYsfXVI/AAAAAAAAAZU/aEb07mZaXyE/s1600-h/diponegoro.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 205px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SRejIYsfXVI/AAAAAAAAAZU/aEb07mZaXyE/s320/diponegoro.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266857653696421202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(renungan kebangkitan di hari pahlawan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di hari pahlawan ini,&lt;br /&gt;aku ingin menghaturkan ribuan terima kasih pada para pahlawan sejati.&lt;br /&gt;kesejatian kepahlawanan mereka membuat mereka tak akan tercatat dalam buku sejarah, atau buku manapun juga, alias tak dikenal. Pahlawan sejati bahkan mungkin tak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan adalah aksi kepahlawanan, dan jika mereka telah wafat, mereka pasti semasa hidupnya tak pernah minta untuk dimakamkan di makam bernama makam pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;para pahlawan ini, telah menempuh perjalanan sulit. MUngkin yang lain mengambil jalan memutar, tapi, mereka menghadapi kesulitan itu dan sekarang, generasi setelahnya tinggal menikmati kemudahan karena kesulitan-kesulitan itu telah dienyahkan oleh mereka sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;para pahlawan ini mengorbankan banyak hal, bahkan ketika mereka sendiri hanya tinggal punya sekeping jiwa, maka jiwa itulah yang mereka korbankan. Hanya untuk satu hal, sebuah kemedekaan! Merdeka dari penindasan, dan segala macam varian penindasan yang akhirnya bermuara pada : pembodohan dan kebodohan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;para pahlawan ini tak mengharap jasa imbalan. Meski sulit dan pedih jalan yang ditempuh, mereka sedikit pun tak minta bagian, ketika kesulitan dan kepedihan mereka kemudian melahirkan kebahagiaan dan kemudahan. Bahkan terkadang, para pahlawan ini justru terusir dari tempatnya bermula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;para pahlawan ini memasang dirinya di garda depan ketika datang hal-hal yang tak mengenakkan dan segera mundur ke belakang ketika kenyamanan mulai ditawarkan. Mereka pertama yang menyicipi penderitaan dan terakhir menikmati kesenangan, itupun jikalau ada sisa karena orang biasa hanya memikirkan kesenangan untuk diri dan kelompoknya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibu,bapak...engkaulah pahlawan sejatiku...&lt;br /&gt;terlalu banyak perjalanan sulit yang kalian tempuh untukku&lt;br /&gt;terlalu banya hal berharga yang kalian korbankan, juga untukku&lt;br /&gt;kalian...akhhh...&lt;br /&gt;bangganya putramu ini dilahirkan oleh pahlawan seperti kalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;doakan...&lt;br /&gt;putramu ini mewarisi darah kepahlawanan kalian...&lt;br /&gt;dan kelak jika waktunya gugur tiba&lt;br /&gt;semoga tak ada bunga yang tertabur satu pun&lt;br /&gt;karena pahlawan&lt;br /&gt;tak membuat bunga menjadi terpetik&lt;br /&gt;tapi justru menumbuhkan bunga-bunga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(peluk sayang dari anakmu ini)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-3698039685176011716?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/3698039685176011716/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=3698039685176011716' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3698039685176011716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3698039685176011716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/11/untuk-pahlawanku.html' title='Untuk Pahlawanku...'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SRejIYsfXVI/AAAAAAAAAZU/aEb07mZaXyE/s72-c/diponegoro.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-4861972235502557510</id><published>2008-11-04T13:21:00.003+07:00</published><updated>2008-11-04T13:31:02.880+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>lhfkoeg5igibvihgiogrigrgn jtpnotpjtortbb##$X...!!!!!</title><content type='html'>ASLI!&lt;br /&gt;GA ENAK BANGET JADI ORANG PERFEKSIONIS,&lt;br /&gt;LEBIH MENYEHATKAN JADI ORANG DINGIN, CUEK DAN GA PEDULIAN.&lt;br /&gt;KAYAKNYA MEREKA ASIK-ASIK SAJA MESKI BARU SAJA MELUKAI HATI ORANG (BANYAK LAGI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGI ORANG PERFEKSIONIS,&lt;br /&gt;SEDIKIT AJA BEDA DENGAN IMPIAN DAN HARAPAN,&lt;br /&gt;SUDAH CUKUP BISA BIKIN KEPALA PUYENG DAN HATI YANG TERCABIK-CABIK!&lt;br /&gt;APALAGI KALO SAMPAI DIA TAHU DIA TELAH MENYAKITI!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIAPA YANG MAU TUKERAN HATI?????&lt;br /&gt;ATAU ADA YANG MAU NGANTERIN AKU CEK UP DI RSJ MAGELANG????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-4861972235502557510?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/4861972235502557510/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=4861972235502557510' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4861972235502557510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4861972235502557510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/11/lhfkoeg5igibvihgiogrigrgn.html' title='lhfkoeg5igibvihgiogrigrgn jtpnotpjtortbb##$X...!!!!!'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-290822048741145331</id><published>2008-10-29T14:53:00.006+07:00</published><updated>2008-10-29T16:55:28.680+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='antologi puisi II : Dialog Tanpa Kata'/><title type='text'>Review Dialog Tanpa Kata</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SQgx9uj1lhI/AAAAAAAAAZM/WNCtJJec3sY/s1600-h/cover_antologi_dtk.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 221px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SQgx9uj1lhI/AAAAAAAAAZM/WNCtJJec3sY/s320/cover_antologi_dtk.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262511101122549266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Like a dream, seperti mimpi, ketika merampungkan antologi puisi Dialog Tanpa Kata. Ia adalah sebuah proyek idealis, menyatukan ruh dua antologi sebelumnya "Untukmu Sahabat" (2005) dengan "Sebatas Angan Rindu" karya Fi-U  (2207). Dan ternyata (alhamdulillah) bisa selesai, setelah memakan waktu 10 bulan sejak puisi pertama ditulis Januari 2008 silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, sengaja kumintakan review pertama kali pada Bu Agustin TA, mantan Ketua FLP Semarang. Dan ia dengan  menulisnya, subhanallah dengan gaya yang istimewa, menyatukan kata-kata yang berserak dalam 95 halaman antologi menjadi satu kesatuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arigato gozaimas bu ATA. Ente emang te o pe deh... ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut reviewnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Review Dialog Tanpa Kata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fur bruder, in der welt aus Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Yang tereja dari Dialog Tanpa Kata”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutatah sepatah kata ini&lt;br /&gt;Untuk kata yang telah terdulang dan tak terulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminjam istilah Chairil Anwar dalam&lt;br /&gt;“Dera-derai Cemara”&lt;br /&gt;Sekan turut mendengar&lt;br /&gt;“ada yang rapuh di tingkap dahan…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ‘listen’ bukan ‘hear’&lt;br /&gt;Tak hanya ‘look’ tapi ‘see’&lt;br /&gt;Serasa berkaca di perigi tak bertuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap aksara menjadi kata&lt;br /&gt;Hingga bait-bait bercerita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajak menoleh ke sisi lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sometimes word are hard to find,&lt;br /&gt;I ‘ m ooking that, the perfect line”&lt;br /&gt;Nyanyi Brian Adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Deine Schwester,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yang tak wantah mengeja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(di tengah nyala lilin dan gelap membayang)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah panjang ‘jalan yang mesti ditempuh’ (fi/4)&lt;br /&gt;Lalu akhirnya aku menemukannya&lt;br /&gt;‘Aku sangat mengenalinya’ (do/7)&lt;br /&gt;‘akhirnya kutemukan jawaban itu’ (do/10)&lt;br /&gt;‘aku bisa merasakan…&lt;br /&gt;Seperti Naruto memahami Gaara’ (do/11)&lt;br /&gt;‘Namun kali ini, keikhlasan adalah segalanya’ (do/12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘kupejamkan mata&lt;br /&gt;Namun wajahnya semakin nyata’ (do/13)&lt;br /&gt;‘sesaat kurasakan hadirnya,&lt;br /&gt;Dan sedetik kemudian pergi’ (fi/15)&lt;br /&gt;‘untukmu,&lt;br /&gt;Aku akan selalu ada di sini’ (do/16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘uups,&lt;br /&gt;Dan sekali lagi aku terpana&lt;br /&gt;Rabbi,&lt;br /&gt;Kuatkan agar hanya Engkau kekasih sejatiku’ (do/18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘aku masih bersama sapaan-sapaan tertahan yang berdiri’ (fi/19)&lt;br /&gt;‘meski air mata sudah banyak tumpah sebelumnya’ (fi/20)&lt;br /&gt;‘dia yang dalam catatan harianku tak banyak kusebut’ (fi/24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘anggap saja tiada&lt;br /&gt;Tak perlu kau hirau’ (do/26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘kusapa dirimu’ (do/28)&lt;br /&gt;‘tersenyum membisu’ (do/29)&lt;br /&gt;‘pada sunyi yang menemani’ (do/30)&lt;br /&gt;‘ku rasa’ (do/32)&lt;br /&gt;‘tak lagi sungkan aku menggandeng tanganmu’ (do/34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi,&lt;br /&gt;Kini ‘perih’ (do/35)&lt;br /&gt;‘aku tak kuasa menyembunyikannya&lt;br /&gt;Ia kini kupanggil, putriku, a daughter, …not a princess’ (do/38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘aku hanya bisa mengadu pada-Mu’ (do/38)&lt;br /&gt;‘sudah’ (fi/42) ujar hatiku&lt;br /&gt;‘tentang kisah duka&lt;br /&gt;Juga tentang bahagia’ (fi/43)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘sejatinya&lt;br /&gt;Khilaf ada agar kebenaran menjadi bermakna’ (do/45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘aku’ selalu ‘mencoba untuk selalu ada untukmu’ (do/48)&lt;br /&gt;‘semua ini tak benar-benar bisa dimaknai logika’ (fi/49)&lt;br /&gt;‘selamanya&lt;br /&gt;Pada maya&lt;br /&gt;Pada nyata’ (do/50)&lt;br /&gt;‘suram’ (do/53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘mataku mulai basah’ (fi/54)&lt;br /&gt;‘… menyalak dalam barisan waktu yang telah kutelusuri’ (fi/55)&lt;br /&gt;‘menunggu kegelisahan ini melarut’ (fi/57)&lt;br /&gt;‘dalam hati yang terjaga sepi (fi/58)&lt;br /&gt;‘mengenangmu selalu’ (fi/59)&lt;br /&gt;‘menghempaskan rinduku setulusnya’ (fi/60)&lt;br /&gt;‘meski waktu bisa mengubur diri’ (do/61)&lt;br /&gt;‘aku rindu padamu’ (do/63)&lt;br /&gt;‘dalam kebisuan’ ( do/64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Rabb…&lt;br /&gt;Luluhkan aku dalam basuhan bisik kalimat-Mu’ (fi/65)&lt;br /&gt;‘… menjahit kembali&lt;br /&gt;hati yang pecah berkeping-keping’ (do/67)&lt;br /&gt;karena&lt;br /&gt;‘tetesan air mata yang tertahan?&lt;br /&gt;Atau senyum yang menahan perih?’ (fi/68)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membutuhkan-Nya (fi/69)&lt;br /&gt;Kerebahkan hatiku untuk mendapatkan ketenangan (fi/70)&lt;br /&gt;Hati yang kurasa begitu remuk… (fi/71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘sebab&lt;br /&gt;Begitu kau terhapus&lt;br /&gt;Maka aku akan pula memupus’ (do/73)&lt;br /&gt;‘maka bersahabatlah dengan senyumku yang mungkin masih kau ingat’ (fi/75)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘diam-diam…&lt;br /&gt;Tanpa sepengetahuanmu,&lt;br /&gt;Mataku berembun’ (do/77)&lt;br /&gt;‘melepaskan menjadi satu-satunya pilihan’ (fi/79)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Tuhan…&lt;br /&gt;Aku masih di sini…’ (fi/81)&lt;br /&gt;‘ketika dia mulai menyentuh hidupku’ (fi/82)&lt;br /&gt;‘betapa letihnya aku’ (fi/83)&lt;br /&gt;‘kutinggalkan luruh&lt;br /&gt;Ridhonya yang kucari…’ (fi/84)&lt;br /&gt;Meski demikian&lt;br /&gt;‘dialog ini terus mengalir’ (fi/86)&lt;br /&gt;‘menghabiskan waktunya hanya untuk-Mu’ (fi/87)&lt;br /&gt;‘bersama-Nya kujaga ini semua’ (fi/89)&lt;br /&gt;‘kurenggut hati memenuhi rindu&lt;br /&gt;‘bertemu denganMu’ (fi/91)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘kita berdua… merindui-Nya&lt;br /&gt;Ayo pulang…’&lt;br /&gt;Aku tertunduk&lt;br /&gt;Kau juga’ (do/94)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;‘setelah tanda titik’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It’s about someone&lt;br /&gt;Who knows the song in your heart&lt;br /&gt;And can sing it back to you&lt;br /&gt;When you have forgotten the words&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang seakan&lt;br /&gt;Berkata tanpa aksara kepadaku,&lt;br /&gt;“jika malam datang dan kau merasa sendiri&lt;br /&gt;Lihatlah bintang yang berkelip untukmu&lt;br /&gt;Yakinlah…&lt;br /&gt;Aku, ditempat yang jauh darimu&lt;br /&gt;Juga melihat bintang yang sama&lt;br /&gt;(SWB XI.23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tahu kau menyebutnya apa…&lt;br /&gt;Tapi aku melihatnya dalam ‘gerimis’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dingapunten kirang subasita&lt;br /&gt;Matur sembah nuwun&lt;br /&gt;Afwan kurang sopan&lt;br /&gt;Jazakumullahu khoiron katsiron&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Ata”&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-290822048741145331?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/290822048741145331/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=290822048741145331' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/290822048741145331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/290822048741145331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/10/review-dialog-tanpa-kata.html' title='Review Dialog Tanpa Kata'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SQgx9uj1lhI/AAAAAAAAAZM/WNCtJJec3sY/s72-c/cover_antologi_dtk.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-4179020868102300978</id><published>2008-10-29T14:42:00.004+07:00</published><updated>2008-10-29T14:52:16.851+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='orang rumah'/><title type='text'>Kekuatan Doa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SQgVuCClqII/AAAAAAAAAZE/NbKuW8OCiHU/s1600-h/dani-biyu-bike_from_pakfauzun.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SQgVuCClqII/AAAAAAAAAZE/NbKuW8OCiHU/s320/dani-biyu-bike_from_pakfauzun.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262480045148317826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tiba di rumah hingga jelang tengah malam (25/10), yang kulakukan adalah memandangi anak-anak yang sedang lelap dalam tidurnya. Salah satu dari mereka, tadi (kata ibunya) telah mengirimiku doa. Dan berkat doa itu, aku (masih) bisa tiba di rumah tak kurang suatu apa (cuma terkilir dikit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah wa syukurillah, Allah masih memberiku kesempatan untuk memperbaiki segala kesalahan, dengan menghindarkanku dari akibat buruk dari sebuah kecelakaan berkendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ba'da maghrib, saat perjalanan pulang setelah 'ngisi' di acara KAMMI IAIN Walisongo di Boja-kendal, peristiwa itu terjadi. Dalam sekian detik, aku bertatapan dengan maut. Menjelang gerbang perumahan BSB (Bukit Semarang Baru), ban motor yang dikendalikan oleh Akh Agus, panitia acara, tiba-tiba selip 'njeglong' di bahu jalan, di batas antara aspal dan tanah berbatu di sisi kiri jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motor limbung, benturan membuat Agus kemudian terpeleset dan ngelongsor dari joknya, tapi tak jatuh karena tangannya berpegangan pada stang. Namun, efeknya, gas justru tambah nggeber, dan menambah laju kendaraan makin kencang dan zigzag. Di depan, lalu lintas sedang ramai, bus besar melaju kencang. Dalam kelimbungan, ia reflek menahan stang agar tak ke kanan menuju bus itu. Dan pada saat yang tepat, Stang terbuang ke kiri, motor keluar jalan, melabrak gronjal batu-batu koral di sisi jalan. Lututnya, seperti Valentino Rossi yang sedang berbelok di pacuan, beradu dengan aspal. Ajaib, kami tak jatuh. Dan motor berhenti setelah ku rengkuh stang dari belakang dan menarik rem depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepatu sandalku rusak, kurasa tadi ia terseret aspal. Sandal itu telah melindungi telapak kakiku. Tapi luka-luka Agus rada parah, celana katunnya robek besar di lutut, lecet dan berdarah, ujung-ujung jari kakinya mengelupas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Afwan, ustadz", ucapnya reflek sambil berjalan tertatih-tatih setelah motor berhenti. "gapapa, nyantai aja, ana pernah yang lebih buruk dari ini", jawabku sambil tertawa. Asli, aku juga heran, kenyarisan ini harusnya minimal membuat hati deg-degan, tapi aku merasa sangat tenang. Tak ada kepanikan, kekagetan atau semacamnya. Tenang banget... Agus kemudian mencari-cari sandalnya, yang terlepas entah dimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena luka-lukanya, kuambil alih kemudi. KAmi menuju wisma-nya, hendak mengobati lukanya lebih dulu. HUjan deras turun begitu kami sampai di wisma-nya di Perumahan Beringin Ngaliyan. Di wisma, tak ada orang, semua teman-teman konsern di Boja. Ada sejam-an, saat hujan mereda, teman-teman baru datang sambil membawa betadine dan perban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22.00&lt;br /&gt;Hujan masih gerimis saat aku turun dari angkot pelat hitam di sekitar KOta Lama dekat JOhar. Dengan tas punggung di belakang plus sinar keemasan lampu jalan model klasik, membuatku seperti...hihi..pejuang pulang perang... apalagi dengan langkah yang rada tertatih-tatih dan sandal yang sobek. Halah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada taxi merapat, menawarkan jasanya. Bimbang, tapi akhirnya kugelengkan kepala. Suara dari dalam berbisik, "masa cuma segitu aja perjalanannya". Gairah petualanganku bangkit. Aku lebi memilih berjalan dalam gerimis. Benar-benar tak masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melewati kantor pos, lalu pasar johar. Jalanan sudah sepi. Di emperan, satu dua orang perempuan paruh baya duduk sendiri. Gincunya tebal. Pada pertemuan ke sekian, salah satunya sempat tersenyum dan berkata, "mampir... mas". Aku membalas senyumnya, "terima kasih" sambil menahan rasa iba. Mereka, PSK, korban keganasan kehidupan sebuah kota besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan Sri Ratu, aku naik angkot, ke simpang lim&lt;br /&gt;a. Penumpang malam itu, semuanya perempuan, cuma aku dan sopir yang laki-laki. Dari seragamnya, mereka adalah para pekerja mall itu. Di simpang lima, suasana masih agak ramai. Lupa, ini kan malam minggu. Angkot kemudian berganti, ke arah Javamall. Sama, lebih banyak perempuan penumpangnya. Wajah mereka menunjukkan rasa was-was dan sedikit kecemasan.  Iba kedua muncul, mestinya kaum ibu ini tak harus sampe segitu kerasnya bekerja. HIngga larut malam begini. Tapi, itu adalah Komplesitas kehidupan kota yang tak selesai dengan cuma melarangnya berhenti bekerja.&lt;br /&gt;Tiba-tiba kepalaku penat....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23.30&lt;br /&gt;Tiba di rumah. PAk Zaini tadi menjemputku di patung kuda UNDIP. Dan mempercepat perjalananku sampai di rumah. Sesaat sebelum tidur, ibunya anak-anak bercerita, kalo tadi menjelang isya, sebelum tidur sikecil mendoakan aku, ayahnya, saat menunggu-nunggu ayahnya yang tak kunjung pulang. "Kita ga boleh pisah sama ayah ya, bu.." begitu katanya. Dan doanya, malam itu terkabul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu harus siap ditinggalkan, kapan saja saat ajal itu tiba" warning-ku pada ibunya anak-anak. Itulah salah satu hikmah penting, dari peristiwa yang kualami malam ini. Alhamdulillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;( photo : abiyyu dan dani bersama sepedanya, hadiah dari Pak Fauzun ^_^)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-4179020868102300978?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/4179020868102300978/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=4179020868102300978' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4179020868102300978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4179020868102300978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/10/kekuatan-doa.html' title='Kekuatan Doa'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SQgVuCClqII/AAAAAAAAAZE/NbKuW8OCiHU/s72-c/dani-biyu-bike_from_pakfauzun.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-7062260760433479585</id><published>2008-10-24T13:34:00.005+07:00</published><updated>2008-10-24T14:56:04.832+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnalistik - Kehumasan'/><title type='text'>Bincang-bincang dengan SWA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SQF2ap_hwOI/AAAAAAAAAY8/Py_6rkXTSm4/s1600-h/with-swa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 157px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SQF2ap_hwOI/AAAAAAAAAY8/Py_6rkXTSm4/s320/with-swa.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260616040066433250" /&gt;&lt;/a&gt;Selasa malam (22/10), Wedangjae kedatangan tamu spesial, &lt;a href="http://tututh.blogspot.com"&gt;mbak Tutut&lt;/a&gt; dan Mas Hendra, keduanya adalah reporter dan fotografer majalah ekonomi SWA, yang khusus datang dari Jakarta, untuk mewawancarai beberapa sumber untuk edisi terbarunya, termasuk Komunitas Wedangjae.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Wedangjae (mas Edhi, Joko, saya) menerima beliau berdua di (bakal) rumahnya Mas Edhi yang nyentrik di bilangan Pedurungan. Sudah lama sih, mas Edhi pingin agar 'rumah kecil'nya itu dijadikan semacam basecamp untuk aktivitas-aktivitas anak muda, khususnya Wedangjae. Dan baru kesampean sekarang. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dimulai pukul 19.30, subhanallah...selesainya pukul 23.00. Hihi..asli, nggak kaya wawcancara deh,  kaya bincang-bincang biasa. Salut deh, buat ketahanan beliau berdua, yang baru saja melakukan perjalanan panjang Jakarta-Semarang dengan kereta, tapi langsung tancap gas dengan tugasnya. Dedikasinya pada profesi jurnalisnya itu, patut diacungin jempol.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kita bicara banyak hal, tapi mengalir aja... mulai dari kondisi bangsa kekinian (cie...), tentang apa itu Wedangjae, dan tentang dunia Jurnalistik. Mbak Tutut juga menjelaskan hal ihwal korelasi SWA yang majalah ekonomi dengan Wedangjae yang isinya penulis-penulis muda. Intinya, ada kaitannya dengan trend marketing era baru yang berbasis pada komunitas, termasuk komunitas online seperti Wedangjae dengan semangat Sumpah Pemuda. Nah lo, seperti apa itukira-kira... Sessi kemudian diakhiri dengan pemotretan... (hihi...mendadak model deh...) oleh mas Hendra dengan kamera DSLR-nya. Kaya apa hasilnya ya?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Btw, sebuah pertemuan yang berkesan, dan buatku pribadi, menambah semangat buat selalu menulis dan berkumpul bersama sahabat-sahabat yang memiliki semangat yang sama, menulis. Satu pertanyaan dari Mba Tutut yang masih kuingat-ingat di jalan adalah soal review Wedangjae dari saat kelahirannya hingga sekarang. Hemmm,  nggak terasa sudah 6 tahun berlalu. Wedangjae telah ada di dunia maya selama itu. 2003-2006 dengan server gratisan (di &lt;a href="http://geocities.com/kwedangjae"&gt;http://geocities.com/kwedangjae&lt;/a&gt;), yang hingga sekarang pun masih bisa diakses (sengaja tak dihapus), dan 2006-sekarang dengan domain dan server berbayar (di &lt;a href="http://wedangjae.com"&gt;http://wedangjae.com&lt;/a&gt;). Dari upload tulisan dengan model upload halaman satu-satu (gaya geocities), hingga upload dengan model CMS (Content Management System) alias tinggal klik sana klik sini beres, semua sudah terlakoni.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kerja keras yang mulai membuahkan apresiasi. Kebahagiaan yang mulai menerang benderang. Seperti yang sempat kukatakan, bahagia rasanya jika tulisan kita kemudian menginspirasi dan membawa kebaikan bagi yang membacanya. Ya, itulah kebahagiaan sejati. Adapaun kemudian ada bonus-bonus keuntungan lainnya, finansial ataupun popularitas, ya sekali lagi itu cuma bonus. Dan Sebagaimana bonus, dia bisa hilang sewaktu-waktu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kebahagiaan sejati, itulah yang dicari!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;(thx to mas edhi, shohibulbait, yang sudah menyediakan wedangjahe anget dan 'teman-teman'nya. Alhamdulillah.)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-7062260760433479585?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/7062260760433479585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=7062260760433479585' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/7062260760433479585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/7062260760433479585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/10/bincang-bincang-dengan-swa.html' title='Bincang-bincang dengan SWA'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SQF2ap_hwOI/AAAAAAAAAY8/Py_6rkXTSm4/s72-c/with-swa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-2268501617632344028</id><published>2008-10-21T15:35:00.003+07:00</published><updated>2008-10-21T17:10:00.285+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='esai'/><title type='text'>Prestasi dan Semangat Menulis</title><content type='html'>Seperti sebuah keajaiban... sekitar subuh aku terbangun. Baru saja aku bermimpi, rasanya namaku ada dalam sebuah daftar pemenang lomba menulis, tapi bukan juara 1, 2 atau 3... melainkan juara harapan.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tak lama, sebuah SMS masuk, dari Faiq, yang baru saja diwisuda menjadi sarjana. Isinya, wah...mengucapkan selamat atas prestasiku telah memenangi di kompetisi menulis esai kepemudaan. Namun, ia keukeuh tak memberi tahu berapa nomornya yang kudapat. ^_^&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Maka, aku sujud syukur, mengucap alhamdulillah. Berapapun hasilnya, tetaplah itu sebuah anugerah. Sekitar jam 09.00, pas bel istirahat, barulah aku mengetahui setelah menyempatkan diri online, ternyata tulisanku itu bercokol di Hiburan/harapan 2. hehe...^_^ alhamdulillah wa syukurillah. Pada Huda, muridku, aku bertekad, besok kau akan melihat gurumu ini menjadi juara 1, the Champion! &lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Amin, pak!" begitu katanya, usai mengucap selamat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Betapapun, aku ingin mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Sekolah Alam dan guga SMP/SMA Qaryah Thayyibah Salatiga. Karena merekalah, inspirasi tulisan itu kudapat. Ia kuberi judul &lt;a href="http://www.wedangjae.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=315&amp;amp;Itemid=30"&gt;Pemuda dan Pendidikan yang Membebaskan&lt;/a&gt;. Naskahnya kutaruh di websitenya &lt;a href="http://wedangjae.com"&gt;Komunitas Wedangjae.&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tak lain tak bukan, semoga prestasi ini, yang semata-mata karunia Allah, menjadi penyemangat, buatku dan juga sahabat-sahabat yang ingin mengawal kehidupan di dunia ini bersama-sama melalui karya-karya tulisannya. Never give up! Menulislah hingga tetes tinta terakhir (walau tinta itu sebenarnya tak akan pernah habis).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;btw, jika aku jurinya, aku juga tak akan meletakkan tulisanku itu sebagai juara utama. Kenapa? karena 70% nya dominan mengupas sekolah yang membebaskan atau soal pendidikan, soal kepemudaannya malah sedikit. hihi... jadi, kurang relevan dengan tema begitu. (maklum, lagi semangat-semangatnya nulis tentang pendidikan membebaskan nih)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Khusus, buat embun pagi, gimana hari-harimu? sudahkah kau temukan kembali semangat menulismu yang hilang? Menulislah! dan biarkan Allah yang membalasnya, dengan caranya...^_^&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Info tentang Pemenang Lomba Menulis Esai Pemuda Menpora 2008 itu, selengkapnya &lt;a href="http://forumlingkarpena.multiply.com/journal/item/87/Pemenang_Lomba_Esai_Kepemimpinan_Pemuda_Penghargaan_Penulis_Artikel_Kemegpora_2008"&gt;klik di sini.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-2268501617632344028?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/2268501617632344028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=2268501617632344028' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/2268501617632344028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/2268501617632344028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/10/prestasi-dan-semangat-menulis.html' title='Prestasi dan Semangat Menulis'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-6853368224587040300</id><published>2008-10-16T16:52:00.005+07:00</published><updated>2008-10-16T17:10:52.054+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fotografi'/><title type='text'>A Better Place For Children</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SPcS6l2vgYI/AAAAAAAAAY0/EW_SQzbYxiY/s1600-h/plaground.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;"there's a place in your heart,&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;and i know if that is love...'&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Itu lagu yang terdendangkan (dalam hati tapi),  saat aku berkomunikasi dengan anak-anak ini. Suer, aku nggak tau siapa nama mereka.  Yang jelas mereka murid-murid PG/TK Sekolah Alam Ar-Ridho Semarang. Dan aku juga  ga ingin lantas mencari tahu siapa nama mereka, terutama ketika aku merasa kami telah berkomunikasi, via hati. Seperti lirik &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Heal The World&lt;/span&gt;-nya Michael Jackson itulah kira-kira, yang terjadi di antara aku dan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yup! baru hari ini aku memegang kembali kamera, setelah sekian lama 'mutung' ga mau pegang-pegang dia, oleh sebab suatu hal tertentu. Hari ini , aku membalaskan dendamku. Kamera muridku , si Faroz (yang ikut klub foto smp)  ini menjadi sarananya. Cuma kamera digital saku, 5 mega doang pixelnya. Tapi, ku rasa udah cukup bikin puas...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah melihat foto mereka, ahhh... tega bener nih manusia dewasa... masa sih tega-teganya kita menghancurkan dunia ini tanpa meyisakan sedikit pun 'ruang' buat anak-anak nan fitrah ini hidup ceria. &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;The children, they need a better place...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk anak-anak, foto ini kupersembahkan. Trims untuk senyum malu-malunya, trims juga untuk tatapan mata ingin tahunya...kapan-kapan nanti kita kenalan deh... ^_^&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;1. Why do u look at me&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); "&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SPcRd6HKwLI/AAAAAAAAAYc/FgEIxnLWmW8/s320/look_at_me.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257690295491543218" style="float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;2. Ngintip Pak Guru&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); "&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SPcR3Zeci4I/AAAAAAAAAYk/R1CTwjkQXZ0/s320/ngintip.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257690733407406978" style="float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;3. Malu-malu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); font-weight: normal; "&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SPcSeoW7DMI/AAAAAAAAAYs/lwSnOmW3Wss/s320/shy.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257691407417281730" style="float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;4. Playing in the playground&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); font-weight: normal; "&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SPcS6l2vgYI/AAAAAAAAAY0/EW_SQzbYxiY/s320/plaground.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257691887781773698" style="float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-6853368224587040300?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/6853368224587040300/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=6853368224587040300' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/6853368224587040300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/6853368224587040300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/10/better-place-for-children.html' title='A Better Place For Children'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SPcRd6HKwLI/AAAAAAAAAYc/FgEIxnLWmW8/s72-c/look_at_me.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-4688764868200675583</id><published>2008-10-15T16:46:00.001+07:00</published><updated>2008-10-15T16:48:50.858+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Beloved Students'/><title type='text'>Okas Birth-D</title><content type='html'>&lt;div&gt;Ufhh... sedikit bernafas lega. Ini adalah kali kesekian, sudah tak terhitung, aku menggarap file editing video yang sama, dan selalu gagal. Namun, hari ini akhirnya berhasil. Kemarin, masih sama seperti sebelumnya. Mulus di halaman editing, namun pasti error di beberapa bagian setelah rendering. I Hate Pinnacle Studio 10.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sudah butuh waktu lama, gagal lagi. Setiap render paling tidak membutuhkan waktu 30 menit untuk durasi film yang cuma 20 menitan. Studio 10 benar-benar nyedot resource komputer yang banyak. Sering hang, layar previewnya sering 'black', soundnya juga sering mute, bahkan sudah tak terhitung tiba-tiba programnya illegal shutdown. Namun, alhamdulillah, kali ini berhasil. Jadilah, senyum-senyum sendiri di depan monitor.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi, kalo mengingat hari kemarin (14/10). Melelahkan. Aku iri banget sama Biru bin Budi Maryono, muridku (kelas 3 SD), yang di duduk di komputer sebelahku. Ia malah sudah selesai bikin dua video clip picture dengan Sony Vegas 7.0. Sementara aku berkutat dari jam 9 sampe dhuhur, tanpa hasil sama sekali. Tuh anak, semangat banget belajar bikin film... ^_^ Puncaknya, migrenku kumat. Pusing berat...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di dalam bus BUkit-Mangkang, aku mencoba untuk tidur. Sudah hafal. Kepala berat sebelah begini, obatnya cuma satu tidur. Tapi, jalannya bus yang super pelan, malah bikin udara di dalam bus gerah. Bukannya membantu, malah tambah puyeng. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mmm, naik bus sebenarnya menyenangkan. Banyak inspirasi yang bisa muncul dari dalam bus, plus bisa ngamal mengurangi pemanasan global. Tapi, dengan kepala super berat begini, ufff, just be quite deh! &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kulihat jam di hape, 14.30, hemm..masih lama. Aku janjian ketemu Okas di Gramed jam 16.00. Esok ia Ultah, dan beberapa hari sebelumnya, aku dah sms dia untuk memilih buku yang ia sukai. it's important to me to give her something meaning in her special day. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Masuk Javamall, sebuah suara mencuri perhatian. "Pijat pak? badan pegal, kepala pusing, cuma 10 ribu buat 20 menit?". Dan bak besi berani ketemu logam, langsung aja aku nemplok di kursi empuk. Si SPB mencet tombol di remote, dan...jadilah si kursi mijat-mijat leher dan kepala. Lumayan... aku menikmatinya. I need it, sedikit relaksasi. Masa bodo sama pandangan geli pengunjung mall. Btw, tuh kursi harganya 20 jeti. Muahal, tapi hasilnya boleh juga sih.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Makin fresh, setelah shalat ashar di mushola, di basement dekat Hypertmart. Sujudku lama, memberi waktu buat darah berkumpul di kepala, walaupun rasanya tuenggg! Tapi tunggu, kenapa ya, mall segini gedhenya, musholanya se-uprit, di basement lagi. Cape deh!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di Gramed, kepala makin ringan, terutama setelah membaca buku lucu anak-anak FLP, judulnya Ikhwan Nyebelin. Kekeke... bisa aja tuh penulis memilih ide. Menurut buku itu, ikhwan nyebelin itu jika ia diantaranya : jelalatan, suka sms ga penting, narsis, dan wah buanyakkk.... That's a good book, i think. Yang merasa kesindir, pasti merah tuh kuping. Yang nggak ngerasa, berarti...nyebelin. ^_^&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan, ternyata, Okas sudah datang. Ia bersama Mas Wiwien Wintarto, soulmatenya, hehe...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;wah, rada pangling, rambutnya bertambah panjang. Ga pendek kaya dulu baru ketemu. Ia rupanya meluncur dari tempatnya PKL. Kalo ga salah sedang bikin film Layanan Masyarakat gitu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Baca-baca, cari-cari...dan hup! AKu suka melihat ia tersenyum ceria saat menimang-nimang buku itu. So, "berbahagialah...semoga bermanfaat ya, juga berkaryalah  senantiasa"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kuhitung-hitung perkerjaan. 2 editing video kurampungkan. tingal... satu..dua...yup, tinggal 4 video lagi. Tapi, seprtinya enough menggunakan Studio 10. Aku ingin mencoba Premiere, atau kepepet-kepepetnya Vegas 7.0. Jika anak-anakku dan murid-muridku telah 'running' dengan program-program keren itu, animasi, 3D, dsb, kenapa pula aku masih berkutat pada program yang itu-itu juga. Awas ya kalian, tunggu aja tanggal mainnya...! Eng ing eng...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-4688764868200675583?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/4688764868200675583/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=4688764868200675583' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4688764868200675583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4688764868200675583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/10/okas-birth-d.html' title='Okas Birth-D'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-3179953128164540047</id><published>2008-10-14T21:36:00.007+07:00</published><updated>2008-10-14T22:01:16.454+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rak buku'/><title type='text'>Kliping Koran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SPSzWsIBVXI/AAAAAAAAAYU/tetGBrsMZzo/s1600-h/ada+apa+dg+kelas.jpg"&gt;&lt;/a&gt;Agak Diluar kebiasaan,  sebelumnya &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;ga&lt;/span&gt; pernah&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt; ngliping&lt;/span&gt; tulisan dalam bentuk scan, biasanya cuma dalam bentuk link. Namun, karena salah satu fungsi blog adalah perpustakaan digital, terutama bila kita tak yakin akan 'keabadian' sebuah alamat url (link) artikel yang termuat, maka fungsi blog sebagai &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;digital library&lt;/span&gt; menjadi tak bisa terbantahkan.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Kliping Tulisan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(Jawa Pos - Radar Semarang : 3,4,9,13 Oktober 2008)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SPSwQTVOBZI/AAAAAAAAAX8/LbttN5lAuI4/s1600-h/skolah+komunitas1.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SPSwQTVOBZI/AAAAAAAAAX8/LbttN5lAuI4/s200/skolah+komunitas1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257020459161879954" style="float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SPSw7NZs40I/AAAAAAAAAYE/Qt8BxhuyNWI/s1600-h/skolah+komunitas2.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SPSw7NZs40I/AAAAAAAAAYE/Qt8BxhuyNWI/s200/skolah+komunitas2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257021196304442178" style="cursor: pointer; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SPSxkP2hpqI/AAAAAAAAAYM/EQIWwYUiuZ8/s1600-h/surat+guru.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SPSxkP2hpqI/AAAAAAAAAYM/EQIWwYUiuZ8/s200/surat+guru.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257021901336848034" style="float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); "&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SPSzWsIBVXI/AAAAAAAAAYU/tetGBrsMZzo/s200/ada+apa+dg+kelas.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257023867431507314" style="float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-3179953128164540047?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/3179953128164540047/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=3179953128164540047' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3179953128164540047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3179953128164540047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/10/kliping-koran.html' title='Kliping Koran'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SPSwQTVOBZI/AAAAAAAAAX8/LbttN5lAuI4/s72-c/skolah+komunitas1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-1600028459720332073</id><published>2008-10-09T20:04:00.003+07:00</published><updated>2008-10-14T22:39:42.913+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>Krisis Ekonomi Global dan Solusi Perbankan Syariah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SO4CXpDy-4I/AAAAAAAAAX0/y-yrePdzHHY/s1600-h/ib.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SO4CXpDy-4I/AAAAAAAAAX0/y-yrePdzHHY/s320/ib.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255140420369972098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Di penghujung ramadhan kemarin, sebuah pelatihan menarik (meski singkat) digelar oleh Bank Indonesia Perwakilan Semarang. Namanya, Pelatihan Perbankan Syariah untuk Ustadz/Ustadzah. Rada merinding membacanya, terutama karena teringat tokoh sekaliber KH. Quraish Shihab saja enggan dipanggil Ustadz. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Alhadmulillah, bersyukur bisa mengikutinya, meski tentu saja saya juga belum pantas disebut ustadz. Tapi paling tidak mungkin nanti bisa ikut mewartakan soal perbankan syariah ini, sebagaimana yang diharapkan oleh penggagasnya. Sosialiasi masif, itu agenda yang dibutuhkan sekarang. (thx to akh faris IKADI Kota Semarang yang telah nge-SMS info kegiatan bagus ini)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Secara pribadi, bukannya hendak menekuni bidang baru yaitu ekonomi syariah. Akan tetapi, dengan menjadi peserta pelatihan ini, setidaknya bertambah pula pengetahuan soal syariah, terlebih hidup tentu tak bisa melepaskan diri dari kegiatan ekonomi. Jadi, boleh dikata, fardhu 'ain hukumnya mempelajari bagaimana syariah mengatur ekonomi, termasuk dunia perbankan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurut Deputi yang memberi sambutan pada pelatihan itu, salah satu sebab mengapa terjadi krisis ekonomi terutama di AS dan melebar menjadi krisis global seperti sekarang ini, karena adanya ketamakan atau kerakusan dalam mengambil keuntungan. Walau ada sebagian pihak yang mengatakan, rakus (greedy) dalam kacamata ekonomi diperlukan untuk pengembangan bisnis, namun bagaimanapun, 'too much greedy' akan membawa kesengsaraan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan prinsip syariah, jauh dari sifat 'greedy' itu. Ia juga anti sistem spekulasi, yang menjadi andalan dari ekonomi konvensional, yang berujung pada krisis seperti saat ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun, sayangnya, di negeri kita, pertumbuhan aset perbankan syariah meski pesat namun baru 2,2 % dari aset perbankan nasional. Khusus Jateng, aset bank syariah baru 2,06 %. Dari segi kuantitas, dari 200 jiwa penduduk Indonesia, baru 1,81 juta jiwa yang menggunakan bank syariah, atau baru 1,4 % yang memiliki 'account' di bank syariah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kehandalan sistem syariah ini, malah disambut baik di beberapa negara yang penduduk muslimnya minor. Seperti Singapura, yang bervisi untuk menjadi pusat perbankan syariah di Asia. Sehingga seperti halnya potensi zakat yang masih seperti 'Gaint on sleeping', potensi perbankan syariah mesti di'dibangunkan'. Sebab, ia bisa menjadi penyelamat atas ketakstabilan ekonomi Inodnesia. Pendeknya, selama masih menggunakan sistem bunga (baca : riba), selama itu pula perekonomian Indonesia berada dalam ketidakpastian. Krisis moneter 1998 membuktikan, satu-satunya bank yang tetap eksis hanyalah Bank Muamalat yang menggunakan prinsip syariah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurut Slamet Sulistiono, pemateri pelatihan dari Tim Monitoring Pengawasan Perbankan BI, Indonesia saat ini menggunakan sistem Dual Banking System. Berbeda dengan Malaysia yang menerapkan Windows System atau jika di Indonesia mirip dengan Unit usaha Syariah (UUS). Kelebihan Dual Banking System adalah memungkinkan lahirnya bank syariah yang otonom pengelolaannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat posting ini ditulis, baru ada 3 bank otonom syariah. (atau jika menggunakan isitilah dalam UU No. 21/2008 tentang Perbankan Syariah disebut BUS: Bank Umum Syariah). Mereka adalah : Bank Muammalat Indonesia (BMI), Bank Syariah Mandiri (BSM), dan Bank Syariah Mega. Lainnya, masih berupa UUS (Unit usaha Syariah) seperti : BNI Syariah, Danamon Syariah, HSBC Amanah, atau Bank Jateng Syariah. Proyeksi kedepan, pada tahun 2023, atau 15 tahun lagi, seluruh UUS harus sudah berwujud BUS. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Mengapa Bank Syariah?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Landasan Ideologisnya adalah perintah Allah, bahwa :&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;"Allah menghalalkan jual-beli, dan mengharamkan riba"&lt;/span&gt; (QS 2:275).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;"jual-beli boleh dilakukan dengan pemyerahan tangguh&lt;/span&gt; (QS 2:282)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;"Ummat Islam mengajarkan ta'awun&lt;/span&gt; (QS 5 : 2) &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;dan menghindari iktinaz &lt;/span&gt;(QS 9:34) &lt;/div&gt;&lt;div&gt;juga kaidah ushul fiqih, bahwa hampir semua perkerjaan muammalah adalah mubah kecuali ada dalil yang melarangnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Faktor terpenting adalah bahwa praktek bank syariah berpegang teguh pada prinsip keadilan. Harta yang terkumpul dari cara yang adil diimani membawa keberkahan akan kehidupan selama didunia maupun di kehidupan setelah hidup alias akhirat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam paraktek bank konvensional, kreditor tidak pernah mengenal kata rugi. Ia akan selalu mendapatkan untung atas modal yang di tanamnya. Tak pandang si debitor sukses atau rugi dalam menjalankan usahanya. Namun, dalam sistem syariah, Investor (pemberi modal) juga ikut menanggung kerugian jika si entrepreuner merugi, dengan akad yang telah disepakati di awal transaksi. Mengapa? karena selain rugi secara finansial, si entrepreuner juga telah melakukan banyak pengorbanan : usaha, tenaga, pikiran, tekanan, dll. Hal inilah yang tidak pernah diperhitungkan dari sistem konvensional. Jerih payah, kerja keras, pengorbanan tidak diapresiasi dalam sistem ribawi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Riba, sebagai penyebab problem utama ekonomi dunia dan sebagai titik point pembeda bank syariah, telah dipetakan sedemikian lugas. Riba terbagi menjadi tiga macam : 'fadl', 'nasiah', dan'jahiliah'. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Disebut Riba Fadl, jika pertukaran barang sejenis yang tidak memenuhi kriteria yang sama secara kualitas, kuantitas, dan waktu penyerahan. Riba nasiah adalah riba karena hutang piutang yang ditentukan sebagai persyaratan pada pelunasannya (tambahan pembayaran). Dan menjadi Jahiliah, jika hutang yang dibayar melebihi pokoknya karena peminjam tidak mampu mengembalikan tepat waktu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam kasus penukaran uang recehan menjelang lebaran di jalan-jalan, dimana 100 lembar uang seribuan diganti dengan 105.000 rupiah, sebenarnya ia masuk kategori Fadl, namun menjadi halal karena ada satu hal yaitu : Akad. Akad inilah yang membuat si penukar 'ridho' membayar lebih sebagai penggantian jasa ketika si empunya uang receh terlebih dulu rela antri di BI menukar uang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;jadi, Faktor penting yang menjadi pembeda lainnya, adalah adanya AKAD. Dalam praktek bank Syariah, Akad dibedakan menjadi Akad Tabarru' (non profit) dan Tijarah (profit). Masuk dalam kategori Tabarru : Qard, Wadiah (titipan), Wakalah, Kafalah (penanggungan), Rahn (Gadai), Hibah, Waqaf. Sementara Tijarah misalnya : murabahah (jual-beli), salam, isthisna (pemesanan), ijaroh, musyarokah, dan mudharobah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sehingga lingkup usaha bank syariah bersifat universal banking, sebagai commercial banking dan investment banking. Bank Syariah tidak menempuh cara transaksi pinjam-meminjam dana sebagai kegiatan komersil. Keistimewaan bank syariah adalah ia bisa menghimpun dan menyalurkan dana sosial (ZISWAF). &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Tantangan dan Peluang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun, bukan berarti jalannya bank syariah tanpa tantangan. Beberapa diantaranya : jaringan kantor layanan perbankan yang masih terbatas, SDM berkompeten dan profesional yang belum banyak, pemahaman masyarakat yang kurang, kebijakan pemerintah yang tak sinkron (misalnya soal pajak), skim pembiayaan masih bertumpu pada murabahah (jual-beli) dibanding asas bagi hasil (mudharabah), customer yang berubah dari 'emosional' ke 'rasional' sehingga menghasilkan produk cenderung deposito dan jangka pendek,  dsb. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sementara peluangnya, adalah animo masyarakat yang semakin menguat untuk melakukan aktivitas ekonomi berbasis syariah. Juga telah adanya perlindungan legal formal berupa perangkat UU, yaitu UU no.21/2008. (UU ini disahkan Juli 2008 dengan voting. 1 fraksi menolak yaitu PDS. PDIP awalnya menolak, kemudian mendukung). juga potensi investasi Timur Tengah, dan kecenderungan postif lainnya dari lembaga nonkeuangan, seperti sekolah, pendidikan, hukum, dll.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi, tunggu apalagi? ayo bikin account di bank syariah!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tak perlu ragu, Sebagaimana taglinenya BI :  "Berbagi kebaikan dalam ketulusan;-Bank Syariah, adil berbagi manfaat-"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Download Materi Pelatihan Perbankan Syariah BI :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. &lt;a href="http://www.uploadmb.com/dw.php?id=1223999532"&gt;Kebijakan BI terhadap Pengembangan Bank Syariah&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. &lt;a href="http://www.uploadmb.com/dw.php?id=1223999381"&gt;Operasional Bank Syariah&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-1600028459720332073?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/1600028459720332073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=1600028459720332073' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/1600028459720332073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/1600028459720332073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/10/krisis-ekonomi-global-dan-solusi.html' title='Krisis Ekonomi Global dan Solusi Perbankan Syariah'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SO4CXpDy-4I/AAAAAAAAAX0/y-yrePdzHHY/s72-c/ib.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-5899249674347861642</id><published>2008-10-05T13:21:00.003+07:00</published><updated>2008-10-05T13:33:37.148+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the truefriend'/><title type='text'>Rindu Tanah Kelahiran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SOheHSHPcfI/AAAAAAAAAXs/z-ZRfgecAIY/s1600-h/sungai-lematang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SOheHSHPcfI/AAAAAAAAAXs/z-ZRfgecAIY/s320/sungai-lematang.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253552444541989362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;(foto dari &lt;a href="http://bujanglahat.wordpress.com/"&gt;http://bujanglahat.wordpress.com/&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;"Shine...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;jikalau engkau pulang,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;aku titip jepretkan untukku,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;(walo aku tahu engkau 'benci' kota itu) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;sungai lematang, &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;gunung jempol, &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;sekolah kita,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;jalan-jalan (yang pernah dilalui),&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;ato apa sajalah,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;yang bisa menghapus kerinduanku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;pada kota itu..."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;(dan aku akan menunggunya, tak harus lebaran kali ini, mungkin lebaran besok, besoknya, atao besoknya lagi...)  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-5899249674347861642?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/5899249674347861642/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=5899249674347861642' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/5899249674347861642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/5899249674347861642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/10/rindu-tanah-kelahiran.html' title='Rindu Tanah Kelahiran'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SOheHSHPcfI/AAAAAAAAAXs/z-ZRfgecAIY/s72-c/sungai-lematang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-4908146522760406520</id><published>2008-10-05T12:59:00.005+07:00</published><updated>2008-10-05T13:35:51.199+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the truefriend'/><title type='text'>Buat Do dari Dee</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SOhcIGW5-4I/AAAAAAAAAXk/LZA_Wb3Fe_I/s1600-h/alone2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SOhcIGW5-4I/AAAAAAAAAXk/LZA_Wb3Fe_I/s320/alone2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253550259543079810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;(foto by : fs-nya ansugarette)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SOhZLTH4qnI/AAAAAAAAAXc/eKyoGPtM4_A/s1600-h/alone.jpg" style="text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;"amin.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;selamat idul fitri bt do n kel &lt;/div&gt;&lt;div&gt;halah...masa lalu apa&lt;/div&gt;&lt;div&gt;kita sekarang sedang menapaki surga yang nyata&lt;/div&gt;&lt;div&gt;punya kel dan kasih sayang mereka&lt;/div&gt;&lt;div&gt;masa lalu bersama do lebih berasa manis btku skrg&lt;/div&gt;&lt;div&gt;tiada yang harus dimaafkan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;bukan begitu sahabatku....?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;salam paling manis ya bt abiyu dan dani"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;(dari deedee, setelah do mengirimnya ucapan maaf lebaran. ^_^)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-4908146522760406520?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/4908146522760406520/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=4908146522760406520' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4908146522760406520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4908146522760406520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/10/buat-do-dari-dee.html' title='Buat Do dari Dee'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SOhcIGW5-4I/AAAAAAAAAXk/LZA_Wb3Fe_I/s72-c/alone2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-248932390348872111</id><published>2008-09-22T17:27:00.004+07:00</published><updated>2008-09-24T16:21:44.826+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='orang rumah'/><title type='text'>Barokallahu, adik...</title><content type='html'>ba'da ashar jelang maghrib,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;abiyyu ada disebelahku,&lt;br /&gt;kali ini ia menemani ayahnya yang sedang menulisi buku harian maya ini,&lt;br /&gt;dikarenakan tgl 21/09, Ramadhan atawa si Dani, adiknya, genap satu tahun.&lt;br /&gt;dan, menjadi istimewa karena Dani menjalaninya dengan 'sedikit' ujian, badannya panas, batuk, lagi pilek...&lt;br /&gt;^_^, mungkin karena mo bertambah pinter ya, Dan...&lt;br /&gt;Jadi, hari ini, harus diabadikan momentnya..dengan menuliskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarinnya,  alhamdulillah masih sempat berbuka bersama dengan anak-anak Q-Tha di Kalbening-Salatiga  sana, bersama Pak Budi, yang sekaligus menjemput Tia pulang. Minus Maia dan Kepin, keduanya nggak ada di sana. Maia lagi  di Atjeh sama Zulfa, Kepin lagi 'bertapa' di Kediri. Sayang, Abiyyu sakit, jadi, tak seperti biasanya, ia tak bisa menemani ayahnya ke Kalibening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berangkat ke Kalibening, ku sempatkan diri  mengikuti kajian akbar Hikmah Ramadhan di Sekolah Alam bersama Ust. Zubeir Syafawi, aleg FPKS DPR-RI. Memanfaatkan waktu reses, beliau  hadir mengupas Generasi Qurani. Tapi, tak seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya, Ust. Zubeir kali ini tak banyak bicara. Aku yang sejak dulu selalu diam jikalau bertemu beliau, dengan harapan beliau akan banyak memberi kata taujih atau cerita-cerita spiritual, kali ini malah mendapatkan keheningan. Walaupun sebentar sempat berbasa-basi, saat beliau bertanya tentang Wedangjae, dan memberitahu bahwa tulisannya al-akh Darma Wijaya, pegiat Wedangjae, dimuat di harian Terbit. Ya, mungkin sedang banyak pikiran yang berkecamuk di kepala beliau, sehingga, pagi itu tak banyak cakap-cakapnya yang bisa kucatat dalam memori.  Karenanya,  dalam diam pula aku 'menjempret' beliau yang sedang berbicara di depan forum. Pada jepretan terakhir,  hatiku berkata," afwan ustad, ana pamit dulu, tak bisa menyimak hingga usai, moga Allah mempertemukan kita kembali".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar PAk Budi telah menunggu dengan mobilnya. Saatnya berangkat ke Kalibening. Pulang dari Kalibening,  menjelang tengah malam. Pagi keesokan harinya (21/09), menjadi narasumber di talkshow Success Story KAMMI Teknik UNDIP bareng Dini Iniyati, adik angkatan, yang sedang dicalonkan jadi Caleg DPR-RI No. Urut 3 dari PKS. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;But&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;i think this's not my best performance&lt;/span&gt;. Konsentrasiku terpecah. Mungkin peserta bisa membacanya. Tadi, saat masih di Kalibening, adik nge-SMS, memberi kabar bahwa  ibu di Lahat, Sumatra sana, sedang sakit keras, bahkan sempat pula opname. Aku diminta pulang. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I wish i could ! &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Tapi paling tidak, aku bisa bantu dikit-dikit biaya pengobatan.  Walo konsekuensinya, lebaran ini jadi ga bisa kemana-mana. ^_^ yang penting, bunda sehat dah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena itu, entah nyambung entah nggak, saat peserta ada yang bertanya dari mana titik mula memulai kesuksesan, aku malah menjawab," Temui saja derita. Sebab derita membuat kita berada di titik nol atau godspot, yang dengan itu membuat kita lahir seperti baru dan bertekad untuk jadi lebih baik". Halah! padahal mungkin bertubi-tubi derita menghampiri, tapi tekad itu tidak pernah ada...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi berikutnya (22/09), panasnya Abiyyu menurun. Tadi ia sempat ia kuajak berkeliling, mencari mainan. Biar gembira ia. Tubuhnya terlihat 'habis' karena sakitnya itu, kurus kering. Sore ini, ia kuajak mencari makanan kesukaannya, sambil mencatat moment sejarah dalam riak kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk juga hari ini (22/09), saat Kepin berulang tahun. Ia 17 tahun kini. Semoga Allah senantiasa menurunkan barokah dan rahmat untuknya. Karena kata bundanya, saat Kepin lahir, lampu ruangan padam namun menjadi terang benderang karena pantulan cahari matahari melalui padang mbulan, pada 14 rabiulawal (hampir sama dengan tanggal kelahiran Nabi) 17 tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, 21 September 2008, bertepatan dengan 21 Ramadhan. Dan 21 Ramadhan adalah juga  hari kelahirkanku, 30 tahun lalu.&lt;br /&gt;Jadi, selamat mentafakuri hari lahir untuk 3 orang ini : untuk Dani, Doni, danKepin....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm.. pesan apa yang hendak Allah katakan di tiga hari berturut-turut ini, di awal 10 hari ketiga Ramadhan kali ini?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hasbunallah wa nikmal wakil nimal maula wa nikmannatsir...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-248932390348872111?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/248932390348872111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=248932390348872111' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/248932390348872111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/248932390348872111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/09/barokallahu-adik.html' title='Barokallahu, adik...'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-7358967941810096030</id><published>2008-09-02T16:30:00.004+07:00</published><updated>2008-09-02T16:42:36.464+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnalistik - Kehumasan'/><title type='text'>Sahabat dari Jogjakarta...dan juga Jakarta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SL0J2RvClaI/AAAAAAAAASE/Wz2jELx0lDs/s1600-h/Simpang_Lima-Semarang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SL0J2RvClaI/AAAAAAAAASE/Wz2jELx0lDs/s320/Simpang_Lima-Semarang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241356369407415714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sabtu (23/08), 08.00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini, seharusnya aku sarapan pagi di Hotel Horison, hotel megah di jantung kota Semarang, Seorang sahabat semalam telah mengundangku untuk menghabiskan pagi bersamanya, Kehadirannya di Semarang ini tentu saja, jarang-jarang ada. Dan sarapan pagi di hotel berbintang tentu saja tawaran yang menarik, meskipun ia sendiri rada ketar-ketir terhadap kadar kehalalan dan kethoyyibannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, nyatanya, aku malah berdiri di tengah-tengah murid eskul jurnalistikku di SMP Al-Azhar. Seseorang diantara mereka tengah membaca "Satu Bintang", puisi yang kubuat sebagai contoh puisi kontemporer. Puisi yang berisi kerinduan, tapi tak ada kata 'rindu' barang sebijipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Kuambil pilihan : mengutamakan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 09.00, satu jam kemudian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Kami meluncur, pak". SMS pendek kukirimkan padanya. Walau bagaimanapun, aku harus bertanggungjawab. Semalam juga aku menulis SMS, agar menunggu kedatanganku untuk makan pagi bareng. Jelas, ada seseorang yang sedang lapar dan berharap-harap menunggu kehadiranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jalan, bertemu dengan Pak Joko, pegiat Wedangjae yang juga guru Sekolah Alam. Kami memang sudah janjian, untuk menyambangi sahabat itu berdua. Sesegara mungkin kemudian kami meluncur ke Horison.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat di depan hotel, 09.30 , kusempatkan melihat hape. Ada 2 SMS masuk. Oops, ternyata ada yang menunggu kami sejak tadi, bukan di Horison, tapi di Taman KB, delapan orang jumlahnya. Pak Joko kemudian berinisiatif menemui mereka, dan aku ke lobi Horison.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar dugaan, kupikir tak ada peserta lain di diskusi pagi ini. Sebab, hingga semalam, Undangan yang kutulis di Milis dan Friendster Wedangjae tak berbalas konfirmasi dari siapapun kecuali mas Edi Prayitno Ige. Undangan, yang isinya mengajak  pertemuan di Taman KB, berdiskusi tentang tips memenangi lomba menulis dan menulis buku. Pembicara tamunya, yaa.. 'sahabat' yang mengajakku makan pagi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Langsung naik aja, ke lantai 9", suara di seberang sana saat kuberitahu aku sudah di lobi hotel. Tapi, begitu kusampaikan ada 8 orang yang sedang menunggu di Taman KB, maka beliau tentu saja  tak punya pilihan lain selain bergegas menemui mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan pagi? berlalu begitu saja. Artinya, hangus pula kupon free breakfast-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergegas kami ke Taman KB, jalan kaki tentu saja, karena motor dipake pak joko tadi menemui peserta diskusi. Beruntung, lokasi TAman KB tak begitu jauh dari Hotel Horison, cuma berkisar 200 meteran, melewati mall-mall beserta belantara reklame di simpang lima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Taman KB, taman satu-satunya yang tersisa di jantung kota Semarang, kami disambut pemandangan tak biasa. Aparat dimana-mana. Ya iyalah, hari ini adalah hari pelantikan Gubernur dan Wagub Jateng baru. Bibit Waluyo dan Rustriningsih menang telak dalam Pilkada kemarin, suara yang diraihnya mencapai 40-an persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terinspirasi moment, sahabat ini pun membuka diskusinya sambil menyindir, dengan ucapan" Kita disini,semoga bukan dibaca hendak merayakan kekalahan cagub yang diusung partai Islam tertentu. ^_^ Tapi, boleh juga kalo untuk berbagi kebahagiaan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagi kebahagiaan? Olala, ternyata sahabatku ini baru saja mendapatkan rizki dari Allah. Ia menjadi Juara I Lomba Menulis Artikel Katergori Umum yang diselenggarakan oleh Sriboga Ratu Raya. Kedatangannya yang utama adalah untuk mempresentasikan tulisannya di gedung Sriboga di Pelabuhan Tanjung Mas sana. Selain Piala, hadiahnya uang, sebesar 7,5 juta rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, runner upnya adalah dosen S-2 metodologi penelitian  pada sebuah universitas di semarang. Begitu juga juara 3-nya, dosen juga, tapi komunikasi. Jadi, sahabatku ini, mengutip perkataan sahabatnya, ia laksana 'melecehkan' dunia pendidikan (konvensional). "Ya, anggap saja ini sebagai pembalasan atas 'pelecehan' dunia pendidikan terhadap saya dulu". katanya bergurau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku ini,.. betul-betul mahasiswa sejati...dari sebuah universitas yang bernama universitas kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Ia&lt;/span&gt; kemudian memulai pemaparannya. Bercerita tentang betapa indahnya dunia penulisan. Tantang betapa bahwa menulis bisa menjadi penyelamat kehidupan. Ia juga berbagi tips dan pengalamannya, ketika memenangi (banyak) lomba penulisan, juga seputar pengalamannya menjadi (dan masih) editor di sebuah penerbitan di Jogja.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks lomba menulis, menurutnya yang paling berharga adalah soal ide dan inspirasi. Seberapa inspiratif, itulah pokoknya. Soal ide ini, ia memberikan saran, bila ada sebuah ide muncul pertama sesaat setelah mendengar tema sebuah lomba, maka itulah yang disebut 'blink'-nya.  'Blink', yang digambarkan sebagai lampu menyala di atas kepala dalam gambar kartun, inilah modal awal sekaligus mutiara. Ikat dia dalam ingatan atau dalam buku catatan, untuk kemudian di perkaya di hari berikutnya. 'Blink' ini tidak perlu besar dan mewah,..cukup yang sederhana tapi unik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara tekad, kadang sah-sah saja jika juga sederhana tanpa muatan idealisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti lomba Sriboga ini, ia mengutarakan bahwa tekadnya adalah, ingin ke Semarang, agar bisa bersua dengan temen-temen di Komunitas Wedangjae. Info lomba dari Sriboga yang berpusat di Semarang ini menawarkan jalan keluarnya, Sementara idenya bermula dari kesukaannya mengkonsumsi roti, dimana terigu yang digunakan ternyata berasal dari Sriboga. Ia cuma mengembangkannya dengan strategi marketing Laksamana Cheng-Ho. Jadi, kata kuncinya cuma 3 : Ingin ke Semarang, Suka Roti, dan Marketing Cheng Ho. Dan, ia berhasil !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali lain, ia pernah ikut lomba karena ingin punya laptop. Saat Ikadi Pusat mengadakan lomba menulis berhadiah umroh untuk jaura I dan Laptop untuk juara ke-dua, maka ia pun memutuskan untuk ikut. Hasilnya, justru ia 'bersedih', karena laptopnya gagal diraih sebab karyanya malah juara I. HIhi..ini mirip cerita dalam Children of Heaven, dimana Ali malah bersedih padahal ia juara I lomba lari. Yup, sebab Ali cuma ingin jadi juara II karena hadiahnya sepatu. Sepatu yang ingin ia hadiahkan kepada Fatimah, adik kesayangannya. ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, sahabatku ini juga membuka sebagian kepahitan masa lalunya, yang ia sebut sebagai masa berdarah-darah. Masa sulit secara ekonomi, padahal ia telah 'menjadi' seorang penulis. Namun, ia menyampaikan satu hal, bahwa ada hal lain yang diberikan Allah sebagai gantinya, yaitu Nama (atau popularitas). Hal ini yang kelak kemudian menjadi jalan kemudahan untuk menguatnya kesejahteraan. Intinya, dengan menulis, selain berdakwah , ia bisa pula menjadi Maisyah (mata pencaharian). Ulet, itu prasyaratnya. "Setialah pada jalanmu...jalan seorang penulis..." katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga membuka kesempatan berdiskusi, yang tentu saja tak disia-siakan oleh peserta yang (kebetulan) semuanya perempuan. Ada Ida dan Yulia dari UNNES, sementara yang dari UNDIP ada Rusmiyati, Sulis, Heny, YAyi, Evy, dan Nining. Diakhir sessi, peserta mendapatkan 2 buah buku gratis dari sahabatku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah-tengah sessi, Mas Edhi Prayitno, yang reporter itu, menyempatkan diri untuk 'setor' berita ke  melalui handphone ke radio El-Shinta tentang pelantikan Gub &amp;amp; Wagub hari ini. Sesekali ia juga nimbrung obrolan. Dan Pak Joko, hari ini membantu banyak. Dialah yang 'capek-capek' pulang ke Inderaprasta untuk mengambil tikar (karena rumputnya Taman KB kuning mengemarau) dan beberapa gelas aqua untuk peserta plus Tela Krezz pula...Syukron akhi ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Jelang&lt;/span&gt; dhuhur, kita kedatangan tamu istimewa lagi, Dialah &lt;a href="http://garis-cakrawala.blogspot.com/"&gt;Dyah Kusumawardhani&lt;/a&gt; alias MEniex. Meniex tiba dari Jakarta, khusus datang ke Semarang untuk mengisi salah satu sessi Pelatihan Kehumasan yang diselengarakan KAMMI Daerah Semarang. Dan tentu saja, moment ini  menjdi tak lengkap jika Meniex tak bertemu muka dengan sobat-sobatnya disini. Diantar Nina, Meniex meluncur ke Taman KB dari Manyaran sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang meminta pantia untuk mempertemukan kami. Apalagi, ia juga mengenal sahabat dari jogja itu. Kami bertiga adalah penggiat kehumasan. Bedanya, Meniex hingga kini masih aktif di KAMMI Pusat, Sementara, aku dan sahabatku dari jogja ini sudah purna. JAdi, anggap saja kaya nostalgia gitulah...hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meniex juga didaulat, meski sebentar untuk sharing, terutama tentang dunianya menjadi redaktur di majalah Sabili. Wah... peserta hari ini bener-bener beruntung, dapet ilmu oke, dengan cuma-cuma pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dulu, kita menulis, tapi kesulitan dengan media yang memuatnya. Sekarang media itu bahkan sudah datang sendiri ke depan muka. Jadi, nggak ada alasan lagi untuk tidak menulis", kataku sedikit memompa peserta untuk produktif menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sholat dhuhur di gedung Berlian, kami meluncur untuk...makan siang bersama, dan bincang-bincang bareng. Tentang banyak hal...tentang sahabat, tentang Jakarta. Btw, meniex...salam buat brother Ipung ya..kalo ketemu ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, sang  tamu, sahabat dari jogja, itu, menjadi tuan rumah. HAha..tau deh apa maknanya. TApi buatku pribadi, sahabat dari jogja itu adalah seperti  pion catur yang digerakkan oleh Allah. Ia dihadapkan di depan wajahku, seolah berkata, nih lihat sahabatmu... dengan segenap keberhasilannya. Ia bahkan juga menjadi jalan keluar atas kondisi kehampaan kantongku hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, aku bilang," suatu saat, aku akan membayarnya di Jogja". Ia malah makin menjelaskannya, "Gantinya dengan prestasi yang lebih baik yaa..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, sahabat dari jogja itu,  adalah tutor di Gajah Mada Cendikia, UKM Penelitian di UGM, juga penulis kolom di media massa, pemenang banyak lomba, inspirator dalam banyak pelatihan menulis, dan juga editor Pro-U Media. Dialah brother &lt;a href="http://yusufmaulana.blogspot.com/"&gt;Yusuf Maulana.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;btw, sobat, ane mengaku 'kalah' dalam banyak hal sama antum,..ane cuma leading dalam satu hal saja : ane sudah jadi ayah, ente belum...hehe..itupun ane yakin, bentar lagi bakal tersamai. Haiaya!..Fastabiqul Khoirot, ya akhi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(photo source : http://&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial,sans-serif;font-size:-1;"  &gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;lintar-cahkaliwungu.blogspot.com)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-7358967941810096030?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/7358967941810096030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=7358967941810096030' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/7358967941810096030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/7358967941810096030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/09/sahabat-dari-jogjakartadan-juga-jakarta.html' title='Sahabat dari Jogjakarta...dan juga Jakarta'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SL0J2RvClaI/AAAAAAAAASE/Wz2jELx0lDs/s72-c/Simpang_Lima-Semarang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-6712704497921647317</id><published>2008-08-29T14:55:00.010+07:00</published><updated>2008-08-29T17:26:24.264+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='orang rumah'/><title type='text'>290878 - 290808</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SLeuTHNR4UI/AAAAAAAAARk/48L-eTx1vzk/s1600-h/kubah+masjid++xbening.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SLeuTHNR4UI/AAAAAAAAARk/48L-eTx1vzk/s400/kubah+masjid++xbening.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239848334844354882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;30 tahun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alhamdulillah... ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada beberapa bait puisi untuk moment berharga hari ini&lt;br /&gt;tapi ia ter- save di kepala&lt;br /&gt;terlalu privat ia untuk bisa dibagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 karya foto &amp;amp; grafis, yang kubuat pagi ini&lt;br /&gt;di lab komputer sekolah alam&lt;br /&gt;mungkin bisa sedikit mewakili&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sisanya...&lt;br /&gt;entahlah,  mungkin terlalu amat panjang jika kubuka...&lt;br /&gt;mungkin di kesempatan lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi hari ini,&lt;br /&gt;aku ingin menghaturkan terima kasih&lt;br /&gt;untuk sobat-sobat yang menjagaku dari 'kejatuhan'&lt;br /&gt;khususnya:&lt;br /&gt;ibune- abiyyu-dani&lt;br /&gt;the shine...&lt;br /&gt;kepin&lt;br /&gt;deeanz&lt;br /&gt;custom6th&lt;br /&gt;bu intan&lt;br /&gt;abinya gigih&lt;br /&gt;okas&lt;br /&gt;dianika&lt;br /&gt;faiq&lt;br /&gt;mr.jack plus anak2 wedangjae&lt;br /&gt;maia and bigfam of Q-Tha&lt;br /&gt;Bu Tatik dan anak2 Eskul Jurnalistik SPALZA&lt;br /&gt;dan Sekolah Alam Ar-Ridho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;amin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SLeuiU8umsI/AAAAAAAAARs/wWmLxU1XSs0/s1600-h/abiyyu_dani.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SLeuiU8umsI/AAAAAAAAARs/wWmLxU1XSs0/s320/abiyyu_dani.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239848596231068354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SLeu0MIDiHI/AAAAAAAAAR0/fXzMsZtCrgg/s1600-h/anak2_seasons.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SLeu0MIDiHI/AAAAAAAAAR0/fXzMsZtCrgg/s320/anak2_seasons.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239848903100303474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-6712704497921647317?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/6712704497921647317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=6712704497921647317' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/6712704497921647317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/6712704497921647317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/08/290878-290808.html' title='290878 - 290808'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SLeuTHNR4UI/AAAAAAAAARk/48L-eTx1vzk/s72-c/kubah+masjid++xbening.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-4473698775940741377</id><published>2008-08-16T11:09:00.001+07:00</published><updated>2008-08-16T11:15:09.875+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Perahu Kertas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SKZUGW-CuYI/AAAAAAAAARc/EMDqQfz1veM/s1600-h/perau+kertas.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SKZUGW-CuYI/AAAAAAAAARc/EMDqQfz1veM/s400/perau+kertas.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234964085086534018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ehem&lt;br /&gt;(batuk-batuk)&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;plung&lt;br /&gt;(suara batu tercemplung air)&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pluk&lt;br /&gt;(perahu kertas kau luncurkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ayo kita pulang!"&lt;br /&gt;katamu tanpa menoleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dengan perahu itu?"&lt;br /&gt;tanyaku memastikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"yup! dan kau nahkodanya!"&lt;br /&gt;jawabmu, masih tanpa menoleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, aku memilih untuk tak beranjak dari tempat dudukku.&lt;br /&gt;Hingga kaupun tak sabar, dan  menatap ke arahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percuma! Kau takkan dapat menemukan apa yang kau cari.&lt;br /&gt;Mataku sedang tak tertuju padamu.&lt;br /&gt;Aku belum ingin pulang.&lt;br /&gt;Aku masih suka melihat matahari jingga bundar yang pecah berbayang-bayang,&lt;br /&gt;ketika ku lempari ia dengan batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;plung... dan plung...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu, kamu tidak suka senja ini.&lt;br /&gt;sebab ia adalah penghantar kegelapan&lt;br /&gt;Aku juga tahu, engkau enggan berlama-lama dalam suram.&lt;br /&gt;Itu sebabnya, kau lalu mengajakku pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi,&lt;br /&gt;bagi laki-laki sepertiku,&lt;br /&gt;senja adalah awal kehidupan&lt;br /&gt;malam dan suram yang dihantarkannya&lt;br /&gt;adalah laksana siang bagimu&lt;br /&gt;siapa yang masih mampu tergar berdiri hingga pagi hari&lt;br /&gt;dialah laki-laki sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi baiklah...&lt;br /&gt;kuikuti saja apa katamu.&lt;br /&gt;apa susahnya memutar kemudi hingga dermaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kita tak pulang ke dermaga"&lt;br /&gt;katamu seolah bisa membaca pikiranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kita pulang ke mana kita berawal mula"&lt;br /&gt;katamu menegaskan jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gubrak!"&lt;br /&gt;aku tertonjok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita telah terlalu jauh berkelana.&lt;br /&gt;Tidakkah kau merasa letih mengembara?&lt;br /&gt;Bawalah aku kembali pada-Nya.&lt;br /&gt;Sebagaimana engkau juga ingin menuju pada-Nya.&lt;br /&gt;Kita berdua, ...merindui-Nya...&lt;br /&gt;Ayo pulang..."&lt;br /&gt;katamu, kali ini begitu lirih tapi begitu jelas kudengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertunduk.&lt;br /&gt;kau juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu,&lt;br /&gt;angin meniup ujung kerudung putihmu&lt;br /&gt;mencipta keheningan tak terperi&lt;br /&gt;untuk kemudian,&lt;br /&gt;tinggal menyisakan desirnya saja&lt;br /&gt;saat engkau kemudian memudar dan memudar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan, perahu kertasmu itu,&lt;br /&gt;berlayar sendiri&lt;br /&gt;menuju matahari jingga bundar yang pecah berbayang-bayang&lt;br /&gt;setiap kali aku melemparinya dengan batu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;plung... dan plung...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(smg, 16/08/78 09:45, setelah membaca bait-bait puisi seorang sahabat..)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-4473698775940741377?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/4473698775940741377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=4473698775940741377' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4473698775940741377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4473698775940741377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/08/perahu-kertas.html' title='Perahu Kertas'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SKZUGW-CuYI/AAAAAAAAARc/EMDqQfz1veM/s72-c/perau+kertas.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-2456606409302041330</id><published>2008-08-07T14:40:00.004+07:00</published><updated>2008-08-07T14:50:56.529+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekolah komunitas'/><title type='text'>Membincang Sekolah Komunitas Kota (2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SJqo4uX3qtI/AAAAAAAAARU/M4j5fBd1BIM/s1600-h/disitu_sekolah_kita.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SJqo4uX3qtI/AAAAAAAAARU/M4j5fBd1BIM/s320/disitu_sekolah_kita.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231679609618541266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(sambungan dari tulisan pertama : Membincang Sekolah Komunitas Kota (1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sekolah komunitas menciptakan hubungan kekeluargaan dan solidaritas&lt;br /&gt;metode belajar bersama dan bersama-sama belajar, dalam bentuk proyek karya atau forum-forum, yang berbasis pada keminatan dan lintas jenjang, secara tidak langsung telah menghapus tembok senioritas. Senioritas yang diterjemahkan secara  keliru di sekolah-sekolah Indonesia  biasa dijumpai di awal semester belajar, dalam bentuk perploncoan. Siswa baru, dibuat sedemikian rupa hingga merasa inferior, dan 'takluk' kepada kakak kelas. Tidak jarang muncul fanatisme sempit antar angkatan. Hal ini bahkan berlanjut hingga kuliah bahkan di sekolah kedinasan sekalipun.&lt;br /&gt;Cara berinteraksi antar siswa yang 'jadul' ini, melahirkan efek-efek lain. Misalnya, adanya ketidakakraban antar jenjang kelas. Adik kelas tidak kenal kakak kelas, dan merasa tidak perlu pula untuk peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekolah komunitas, walaupun jenjang kelas tetap ada, tapi keminatan terhadap suatu hal, menjadi dasar utama. Seringnya kerja bareng atau eksplorasi bersama yang bersifat lintas jenjang membuat hubungan emosional sesama warga belajar menjadi kuat. Spirit angkatan tetap ada, tapi spirit sebagai satu komunitas warga belajar juga kuat. Adik kelas respek terhadap kakak kelas, bukan semata karena lebih tua, tapi juga karena banyakknya ilmu dan karya yang dihasilkan. Kakak kelas juga tak meremehan adik kelas, karena, dalam hal tertentu bisa saja sang adik kelas memiliki keunggulan. Spiritnya, adalah eksis bersama, bukan eksis per angkatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi eratnya hubungan emosional untuk tumbuh bersama, maka dijamin tidak akan ada yang namanya 'bullying' di sekolah komunitas. Setiap karya yang dihasilkan akan selalu mendapat apreasiasi, betapun sederhananya. Tak ada ejekan tak ada penistaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah konvensional umumnya menyediakan eskul sebagai pemecah masalah hubungan antarjenjang. Tapi sayangnya, bobotnya cuma sebagai komplement atau pelengkap bukan utama. Ya...sebut saja sebagai hiburan gitulah...&lt;br /&gt;Bahkan ada pula yang sudah bergeser menjadi fungsi politis dan pencitraan sekolah. Sekali lagi, dalam hal ini, anak menjadi komoditas dagangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sekolah komunitas memberi ruang besar kepada prinsip Multikecerdasan.&lt;br /&gt;Kendala klasik sekolah yang hendak menerapakan cara belajar multikecerdasan adalah assesment atau penilaian hasil belajar yang masih monokecerdasan. Mungkin, dalam prosesnya,  siswa telah diberikan kelonggaran untuk belajar dengan cara belajar sesuai fitrah kecerdasannya. Tapi, tetap saja, ukuran keberhasilan belajar, kembali lagi pada berhasil atau tidaknya ia menyelesaikan soal-soal kognisi, yang lagi-lagi memanjakan siswa-siswa yang kuat 'logic-math'nya. Bahkan, pada jenjang terakhir, semua 'privelege' cara belajar itu sirna, karena sekolah terfokus mengejar kelulusan UAN. Hari demi hari diisi dengan pengayaan, dari soal satu ke soal lain.  Ucapkan saja goodbye terhadap ide semacam membuat karya 'masterpiece', karya terbaik di akhir jenjang, yang dibuat berbasis pada potensi dan kecerdasan yang dimiliki seperti musik, seni, olahraga, ultimedia, menulis, dan lain-lain. Semua, tiba-tiba menganakemaskan satu-dua biji mata pelajaran yang di UAN-kan. Sisanya... nggak penting. Lagi-lagi... ada kasta di sekolah. Guru yang mapelnya di UAN-kan menempati kasta istimewa. Yang lain... nggak boleh ngiri kalee...hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Sekolah komunitas, warga belajar di beri keleluasaan untuk memilih apa yang ia hendak pelajari, dengan cara bagiamana dan seterusnya. Pagar kreativitas itu adalah suatu waktu tertentu dimana mereka harus bisa mempresentasikan karyanya. Artinya, kebebasan cara belajar yang diberikan, batasannya bukan nilai angka, tapi pengakuan sosial atau bahkan finansial dari karya kreatif yang dibuatnya. Proses yang dijalani dalam membuat sebuah karya inilah yang diyakini sebagai proses belajar yang sebenarnya. Sebab dalam berkarya mereka bisa saja mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang dibutuhkan, mulai dari membaca buku, broswsing, hingga interview langsung dengan pakarnya. Mereka tumbuh sesuai fitrah dan kecenderungannya, dengan cara yang penuh kreatifitas. Tak sekedar duduk di kelas di kursi yang sama berjam-jam berhari-hari di kelas yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederhananya, warga belajar yang suka dengan dunia sinematografi, akan mengapresiasi dan mencari tahu hal-hal berikut ini : linguistik (naskah, skenario, kritikus/esais), multimedia (video editing, sound engineering, desain grafis) mungkin juga akting, fotografi. Termasuk ekonomi-marketing, ilmu hitung. Dan juga filsafat, sebagai faktor pembeda genre jenis film yang diminati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapaun UAN, bagi warga belajar yang ingin mendapat sertifikat kelulusan, sekolah tinggal mengikutsertakannya dalam Program Ujian Kesetaraan. UAN bukanlah dewa. Cukup menyisakan sedikit saja waktu untuk mempersiapkannya, maka bereslah sudah. Di era TIK seperti sekarang ini, banyak website atau blog yang bermurah hati menyediakan laman-laman interaktif untuk mempersiapkan diri menghadapi UAN. Intinya, ijazah itu penting, tapi kemampuan-kapabilitas jauh lebih penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trio 'Zafika' (Izzah, Fina, KAna) dalam buku "Lebih ASyik Tanpa UAN", yang merupakan hasil pengalamannya mengikuti UAN di sekolah induk mendapatkan pengalaman bagus. Beberapa saat sebelum ujian dimulai, seorang guru Fisika memberikan kisi-kisi yang diujiankan. Murid-murid kemudian ramai mempelajari di buku pegangan, termasuk Trio Zafika. Dalam waktu singkat mereka belajar memahaminya. Lantas, mampu mengerjakan soalnya. Tapi kemudian, sebuah pikiran besar mereka ajukan. Apakah itu yang disebut dengan belajar???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sekolah Komunitas Lahan Subur tumbuhnya semangat Enterpreunership dan Trainership&lt;br /&gt;Enterpreuner (berdiri di kaki sendiri) dan Trainer (Inspirator), adalah dua hal penting di hidup ini. Saya sendiri masih tertatih-tatih untuk bisa mandiri secara ekonomi (masih jadi orang gajian). Tapi, semangat sekolah komunitas, adalah untuk mencukupi kebutuhannya sendiri. Untuk berdaya di kaki sendiri. Karena dia berwujud lembaga belajar, maka produk yang paling mungkin dijual adalah karya kecerdasan atau jasa. Menjadi penerbit indie atas novel-novel maupun buku karya nonfiksi warga belajarnya, adalah sedikit contohnya. Begitu juga dalam bentuk video cd dokumentasi atau cara belajar. Jasa video shooting, fotografer, nasarumber training dan seminar. Bahkan pula dimungkinkan pula menjual produk hasil gardening plus pupuk organik, produk olahan susu, hasil tata boga, dan seterusnya. Pendeknya, berkarya dan berproduksi, untuk mempertahankan hidup. Apalagi motivasi terkuat selain itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sekolah Komunitas sekolah alternatif.&lt;br /&gt;Tak dapat dipungkiri, tingginya biaya untuk mengakses pendidikan bermutu, menjadi awal motivasi lahirnya sekolah komunitas. Motivasi ekonomi. Jarak sekolah yang jauh, berdampak pula pada tingginya biaya transportasi, menambah berat pembiayaan itu. Mungkin ada pula sekolah yang memberi subsidi atau bahkan menggratiskan sama sekali, tapi kemudian abai dalam hal mutu belajar. Maka, sekolah komunitas tampil menjadi alternatif solusi. Menawarkan pendidian berkelas tapi tak harus mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah komunitas bukanlah sekolah sisa-sisa. Menarik untuk melihat Q-Tha, yang mewajibkan murid-murid baru mendaftar sebelum hari H pengumuman penerimaan baru di Sekolah Negeri. Mereka tak ingin menerima murid 'pelarian' atau sisa-sisa. Murid sekolah komunitas adalah mereka yang secara sadar dan berkomitmen untuk turut membesarkan sekolah komunitas. Jadi, seleksinya adalah niat dan semangat kuat untk mengecap model belajar alternatif ala komunitas. Bukan gedhe-gedhean uang SPI atau faktor material lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kelak (saat ini sudah ada) produk Sekolah Komunitas mengalahkan atau setara dengan Sekolah 'Unggulan'. Maka, ini adalah sebuah tamparan keras buat sekolah unggulan itu. Sebab, input sekolah 'unggulan' adalah  siswa-siswa yang sudah 'unggul' . Sementara sekolah komunitas menampung semua karakter, dari 'unggul' hingga 'underdog' menjadi siswa-siswa yang nantinya berkarakter dan berdaya saing. Inilah sekolah sesungguhnya, menjadi pencerah bagi segala gelap di asal mulanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bersambung lagi...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;photo note : my two students, at a secret place...^_^&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-2456606409302041330?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/2456606409302041330/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=2456606409302041330' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/2456606409302041330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/2456606409302041330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/08/membincang-sekolah-komunitas-kota-2.html' title='Membincang Sekolah Komunitas Kota (2)'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SJqo4uX3qtI/AAAAAAAAARU/M4j5fBd1BIM/s72-c/disitu_sekolah_kita.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-1732349152140579022</id><published>2008-08-06T20:30:00.002+07:00</published><updated>2008-08-06T20:39:24.827+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekolah komunitas'/><title type='text'>Membincang Sekolah Komunitas Kota (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SJmpXufg1JI/AAAAAAAAARM/BVgypQg6i-o/s1600-h/go_to_school.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SJmpXufg1JI/AAAAAAAAARM/BVgypQg6i-o/s320/go_to_school.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231398667249833106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bismillah...&lt;br /&gt;mari kita mulai, pembicaraan soal sekolah berbasis komunitas, khususnya komunitas kota. Kenapa kota, sebab sekolah komunitas yang di desa sudah banyak, dan rata-rata sudah sedemikian fenomenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diskursus soal ini tentulah sangat menarik, terutama bila pembicaraannya dimulai dalam semangat bahwa suatu saat (semoga Allah memudahkan), kita akan turut ambil bagian dalam pembidanan sebuah sekolah komunitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;agar dikusi tak meluas tak tentu arah, mungkin kita perlu mengumpulkan data dan informasi tentang hal-hal penting berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. mengapa harus sekolah komunitas?&lt;br /&gt;2. apakah karakter 'kota' itu? apa perbedaan mendasar dengan 'desa'?&lt;br /&gt;3. apakah keunggulan 'kota' dalam kacamata sekolah komunitas?&lt;br /&gt;4. apa pula tantangannya? (hal-hal yang tak didapati di sekolah komunitas desa)&lt;br /&gt;5. Seperti apa karakter khas sekolah komunitas kota?&lt;br /&gt;6. Dari titik mana memulai sekolah komunitas kota?&lt;br /&gt;7. Apakah perbedaan mendasar dengan Home Schooling?&lt;br /&gt;8. Resorce apa saja yang mutlak ada di sekolah komunitas ada?&lt;br /&gt;9. Bagaimana pembiayaannya?&lt;br /&gt;10. Siapa murid angkatan pertamanya? (terkait jenjang dan segmentasi murid)&lt;br /&gt;11. masih banyak lagi tanya... simpan dulu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hihi..nanya sendiri, sekarang coba dijawab sendiri.&lt;br /&gt;1. Mengapa harus Sekolah Komunitas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab :&lt;br /&gt;1. karena sekolah komunitas tidak membangun sekolah, tapi membangun komunitas.&lt;br /&gt;Orientasi akhir pembangunan adalah komunitas sekitar yang berdaya, bukan semata sekolah. Ini adalah refleksi dari banyaknya sekolah yang maju dan besar, tapi tak memiliki akar kuat di lingkungan sekitar. Bakan, sekolah menjadi barang asing di komunitas itu. Fisiknya megah tapi sedikitpun tak dicinta, oleh warga. Parameter berdaya, adalah saat sekolah mampu menjadi sumber inspirasi bagi warga komunitas, baik dari segi ekonomi-kesejahteraan, pemikiran-paradigma, pula tentang iman-perilaku (akhlak), termasuk didalamnya empati-kepedulian sosial yang nyaris hilang cuma berwujud wacana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. sekolah komunitas melatih kejujuran.&lt;br /&gt;ini adalah refleksi dari adanya dualisme sikap dan kepribadian para murid yang berbeda ketika di sekolah dan di rumah. Di sekolah menjadi anak manis, tapi di rumah menjadi anak tragis. Keketatan disekolah berbeda 180 derajat dengan keleluasaan di rumah. Pinjam istilah Sucipto hadi Purnomo, "Ada Dusta di Sekolah Kita". Sekolah komunitas, menghapus demarkasi antara kehidupan sekolah dan kehidpan di komunitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, sekolah yang di maksud memungkinkan siswa belajar dimana saja, dengan siapa saja, tentang apa saja, di komunitas itu, bahkan menembus batas kewilayahan jika telah terintegrasi dengan internet. Standar perilaku akan sebanding lurus dengan standar etika dan norma yang ada di komunitas itu. Itu sebabnya, walaupun masih anak-anak dan muda, mereka telah dimintai pertanggungjawaban untuk turut menjaga etika dan norma, plus nilai-nilai agama yang diyakininya. Bahwa, etika dan norma bukan cuma milik dunia orang dewasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, mereka belajar akhlak dalam makna kesejatiannya, langsung berinteraksi dengan warga belajar lainnya atau warga komunitas. Tidak cuma hafal dan mudeng di atas kertas, tapi bobrok di realitas. Sedari muda mereka telah dikenalkan dengan realita. Belajar jujur sejak dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. sekolah komunitas memuliakan keluarga.&lt;br /&gt;Madrasah pertama dan paling mulia adalah keluarga. Sekolah komunitas memungkinkan anak dan orang tua tumbuh bersama. Anak belajar dari orang tua, dan orang tua terinspirasi banyak hal dari anak. Orang tua dapat lebih optimal melihat atau bahkan turut memahat karakter anak dalam proses tumbuh-kembangnya. HUbungan emosional erat ortu-anak inilah, hingga siap masanya untuk berpisah, adalah faktor utama penciptaan ketangguhan anak di masa depan. Betapa banyak anak di dunia ini yang berstatus anak tapi tak merasa memiliki ibu dan ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(bersambung...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;note : foto = anak2 q-tha, hasil capture dari salah satu karya video klipnya, lupa judulnya..hehe..^_^&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-1732349152140579022?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/1732349152140579022/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=1732349152140579022' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/1732349152140579022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/1732349152140579022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/08/membincang-sekolah-komunitas-kota-1.html' title='Membincang Sekolah Komunitas Kota (1)'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SJmpXufg1JI/AAAAAAAAARM/BVgypQg6i-o/s72-c/go_to_school.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-3248436164039517710</id><published>2008-08-02T10:48:00.003+07:00</published><updated>2008-12-09T14:06:28.692+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='videografi'/><title type='text'>Rindu Murrobi...</title><content type='html'>Trailer Sang Murrobi : Mencari Spirit yang Hilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/cMRVSxc8tcc&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/cMRVSxc8tcc&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Original trailer ada di &lt;a href="http://www.sangmurabbi.com/trailer/"&gt;sini&lt;/a&gt;, dari situs &lt;a href="http://www.sangmurabbi.com/trailer/"&gt;Sang Murrobi&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terharu... tersedu...&lt;br /&gt;Oh... baru lihat trailer-nya saja, hati ini sudah teriris-iris. Apalagi nanti kalo udah liat utuh film-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski film, tapi sebenarnya ia sedang berusaha keras, sangat keras, untuk bisa menghadirkan kembali sosok nyata seorang Guru,  sosok Sang Murrobi, yang dirindui sekian lama, yang telah wafat beberapa tahun silam (2005).  Namun, buat yang pernah 'tersentuh' sosok Sang Murrobi, film ini  pastilah terasa begitu lembut. Kelembutan, kederhanaan, kebersahajaan itu muncul dari sifat asli dakwah, yang melekat erat pada sosok Sang Murrobi, Ust. Rahmad Abdullah (alm).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SJRnqN7jwZI/AAAAAAAAARE/009RCzILZoE/s1600-h/pesan_ustadz_rahmat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SJRnqN7jwZI/AAAAAAAAARE/009RCzILZoE/s320/pesan_ustadz_rahmat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229919042275623314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebelum wafatnya beliau, saat mampir ke Semarang, alhamdulillah... aku sempat bertemu muka dengan beliau, mendengar tausiahnya, bahkan beliau menggoreskan kalimat khusus untukku di sebuah buku. Sebuah kalimat yang lahir dari hati penuh keikhlasan. beliau berkata, : "akhi, jadilah sebutir pasir...". Ya, meski cuma sebutir, tetaplah berusaha berada dalam bangunan dakwah. Menguatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin baik juga kutaruh disini nasehat dari tulisan tangan beliau, yang beliau tulis di tahun 2001 (7 thn lalu). Semata-mata untuk mengenang beliau, bukan pamer koleksi. Semoga bisa menginspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, Film ini memang dikhususkan untuk para aktivis dakwah. Tapi, muatan pesan dan semangatnya, aku yakin, bisa pula dinikmati oleh umat kebanyakan. Terutama yang bertekad hendak mencintai Islam. Sebagaimana kata beliau, kenikmatan Islam akan mudah teraih dengan mendakwahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa bil khusus, film ini laksana oase, sebagaimana judulnya, Mencari Spirit yang Hilang. Kekeringan ruh harus segera diakhiri. Dan begitulah watak orang soleh. bahkan saat beliau telah wafat pun,  masih juga menginspirasi. Ia masih saja bisa menjadi ladang air di tengah padang pasir... menjadi oase!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nonton yok!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-3248436164039517710?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/3248436164039517710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=3248436164039517710' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3248436164039517710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3248436164039517710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/08/rindu-murrobi.html' title='Rindu Murrobi...'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SJRnqN7jwZI/AAAAAAAAARE/009RCzILZoE/s72-c/pesan_ustadz_rahmat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-2861433151495571421</id><published>2008-07-30T21:38:00.004+07:00</published><updated>2008-12-09T14:06:28.858+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Di Sepertiga Malam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SJCB65iaiNI/AAAAAAAAAQo/v-fp1cHtCWI/s1600-h/Al-Aqsa.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SJCB65iaiNI/AAAAAAAAAQo/v-fp1cHtCWI/s400/Al-Aqsa.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228822016254707922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;di sepertiga malam tadi,&lt;br /&gt;terjadi keajaiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persis sepersekian detik,&lt;br /&gt;setelah mataku terbuka,&lt;br /&gt;terbangun tiba-tiba&lt;br /&gt;entah oleh sebab apa,&lt;br /&gt;masuk sebuah sms panjang,&lt;br /&gt;dari seorang sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kulihat jam : 03.45&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sms itu berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Subchaanalladzi asra bi'abdihii lailan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;minal masjidil charami ilal masjidil aqsha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di tengah mlm,&lt;br /&gt;sktr ratusan th yg lalu,&lt;br /&gt;dalam sunyi dan hening,&lt;br /&gt;burung2 mlm diam membisu,&lt;br /&gt;binatang buas sdh berdiam diri,&lt;br /&gt;gmrcik air dan siulan angin jg sdh tak terdengar lg.&lt;br /&gt;Ketika itu,&lt;br /&gt;Rasululloh terbangun oleh suara yg memanggilny&lt;br /&gt;"hai org yg sdg tdr, bangunlah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;peristiwa 27 Rojab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka skrg bangunlah, soB.&lt;br /&gt;Rasakan kau mlht wjh Jibril yg putih n berkilau spt salju...&lt;br /&gt;nikmati 1/3 malam ni."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sayup, kokok satu dua ekor ayam jantan terdengar. Itu sebuah pertanda. Malaikat sedang  terbang diatas atap, mencatat setiap doa yang terpanjatkan dari dua tapak tangan yang menengadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan emas tak boleh berlalu begitu saja.&lt;br /&gt;Mendadak, aku menjadi penyair.&lt;br /&gt;Bersajak tapi tanpa suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua nama kusebutkan :&lt;br /&gt;Baginda Rasulullah SAW beserta para sahabat,&lt;br /&gt;ayah dan bunda&lt;br /&gt;adik-adik&lt;br /&gt;istri dan anak&lt;br /&gt;sahabat jauh dan dekat&lt;br /&gt;murid-murid dan guru-guru&lt;br /&gt;juga pemimpin negeri&lt;br /&gt;pendiri sekolah&lt;br /&gt;amir-amir&lt;br /&gt;orang-orang lemah&lt;br /&gt;palestina&lt;br /&gt;semuanya...&lt;br /&gt;dan terakhir&lt;br /&gt;namaku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(teriring salam dan sholawat kepada baginda SAW senantiasa)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-2861433151495571421?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/2861433151495571421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=2861433151495571421' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/2861433151495571421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/2861433151495571421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/07/di-sepertiga-malam.html' title='Di Sepertiga Malam'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SJCB65iaiNI/AAAAAAAAAQo/v-fp1cHtCWI/s72-c/Al-Aqsa.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-8509472196643926541</id><published>2008-07-30T21:09:00.009+07:00</published><updated>2008-12-09T14:06:29.259+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Beloved Students'/><title type='text'>Di Bawah Pohon Duren</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SJF20voHX0I/AAAAAAAAAQw/7UfD5OEWYro/s1600-h/OKTA+SENYUM.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SJF20voHX0I/AAAAAAAAAQw/7UfD5OEWYro/s400/OKTA+SENYUM.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229091290863853378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://eltaviany.blogspot.com/"&gt;Okta.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anak satu ini berhasil mencuri perhatianku.&lt;br /&gt;Pertama kali bertemu dengannya. Ia mengulurkan tangannya. Aku reflek menjabatnya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://siluetbulanluka.blogspot.com/"&gt;Pak Budi&lt;/a&gt; yang melihatnya, segera berkata,"Okta cewek lho". Gubrak! Pak Budi sudah hafal gayaku. Mestinya tak kujabat dia, cukup menangkupkan kedua tangan di dada. Hehe... tapi 'style' Okta memang unik sih. Rambut pendek dan pake topi bisbol seperti yang ku pake. Jadi, ini cuma soal keterbatasan mata yang tak jeli bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya lagi, rupanya sedari tadi, Okta ternyata berdiri di tempat yang sama denganku menunggu. Terpisah cuma 10 meteran gitu lah. Ya, di dekat toko Optik 55 depan Javamall. Aku memang janjian dengan Pak Budi disitu. Kami akan meluncur ke Kendal. Jualan buku...dengan bungkus Diskusi Sastra. hehe... Tapi sebenarnya, janjian mula pertamanya bukan disitu. Melainkan di Pom Bensin Salak.Kedungmundu. Lalu eNtah kenaapa, kemudian aku  berganti rencana, malah stand by di depan Javamall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, meski sebenarnya dekat,  aku tak bisa melihat Okta yang berdiri menunggu. Sebab, ada sebuah mobil merah menutupi pandangan. Btw, kalo dipikir-pikir, lucu juga sih, saat ada sedan Honda hitam, dengan Pak Budi di dalamnya, berhenti dua kali. Mengangkut Okta, lalu maju dikit...dan mengangkut aku. hihi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar anak humas, segera saja, aku mengumpulkan ingatan sebanyak-banyaknya tentang teman baru satu ini. semata, agar ia merasa segera 'comfort'. Meski asing baginya, paling tidak jika aku bisa berbicara satu dua hal yang terdengar akrab ditelinganya, ia akan merasa relatif tidak merasa terasing. Terlebih Pak Budi kemudian memberiku satu kata kunci. Okta terlibat di &lt;a href="http://hujandihatistephieftv.blogspot.com/"&gt;FTV Hujan di Hati Stephie (HDHS)&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAh, sebuah ingatan berhasil kudapatkan. Okta adalah sosok nyata dari sebuah imagi dalam foto, yang dibidik oleh Pak Budi, dan dimuatnya di Suara Merdeka Minggu beberapa bulan lalu. Beruntung aku masih mengingatnya, karena saat itu, aku mengirim sms ke Pak Budi, memuji, betapa berkarakternya foto itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okta, di FTV HDHS adalah kru kamera. Ia juga awak majalah &lt;a href="http://gradasimagz.blogspot.com/"&gt;Gradasi.&lt;/a&gt; Gradasi sejauh yang kutahu adalah pemenang lomba Majalah Sekolah Se-Jateng. Mas Subur (Pimred Kompas Semarang), salah satu jurinya, pernah bercerita tentang hal itu kepadaku. Sekarang, kalo tidak salah, Gradasi telah menjadi majalah remaja komersil tanpa subsidi dari sekolah. Selain Okta, dibalik Gradasi juga ada Mas &lt;a href="http://wiwienwintarto.blogspot.com/"&gt;Wiwien Wintarto&lt;/a&gt;. Mas Wiwien adalah salah satu awak penting di Geng Kantin Banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Okta adalah pelajar bertalenta tinggi. Tidak cuma talenta, dia juga punya semangat. Buktinya, ia dengan senang hati menerima ajakan Pak Budi, berkarya, mengabadikan moment hari ini dengan handycam, ntuk kemudian di edit agar menjadi semakin indah ditonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, entah kenapa, mungkin sedang memikirkan sesuatu atau gimana... sepanjang perjalanan, Okta tak banyak bicara. Grogi? Malu? atau apa? Diamnya Okta malah sempat digugat Pak Budi, yang biasanya hafal dengan ramenya Okta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi kemudian, di depan Kantor SM Pandanaran, mobil berhenti untuk menjemput Mas Rukardi. Rukardi, pinjam data dari Pak Budi, adalah wartawan muda berprestasi, mungkin paling bersinar di SM saat ini. Tulisannya mendapat banyak penghargaan. Beliau kali ini akan memainkan tugas yang pasti disukainya: forografer. Jadi kerasa deh, Okta paling kecil sendiri. Hihi... tapi sebenarnya dari sisi keahlian, Okta patut dibanggakan. So, kenapa mesti malu, ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatku, ini adalah pertemuan pertama dengan Rukardi. Sudah sering baca tulisannya, tapi belum pernah ketemu orangnya. Sepintas dia mirip BAm Samsons. hehe... Salah satu tulisannya adalah saat ia menulis kolom INSPIRASI SM bulan Juli, mengupas tentang Qaryah Thayyibah khususnya PAk Bahruddin sebagai penggagasnya. Interaksi Rukardi dengan Q-Tha ini, meski sebentar, sudah mampu menjadi jembatan komunikasi, memudahkan silahturahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keprofesionalan Okta pada tugas tampak ketika ia setia in action kurang lebih 2,5 jam, mengendalikan kamera, merecord gerak dan ucapan Pak Budi plus aksi Teater Semut di sela acara. Mengamatinya dari jauh melahirkan kesan tersendiri. Ia tampak khusyuk dan menikmati apa yang ia lakukan. Kesungguhannya bersaing dengan Rukardi yang membidik pak Budi dengan kamera tele, dari segala penjuru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang juga suka pegang handycam, aku sangat bisa merasakan, pasti otot lengannya rada pegel-pegel menjaga kamera tetap on sepanjang kurun waktu yang lumayan lama itu. Tapi, ia tampak asik-asik ajah. Sempat juga istirahat sebentar sambil menunggu batere ter-charger kembali, untk kemudian beraksi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai acara, panitia menyediakan makan siang. Kesempatan yang bagus untuk berbincang-bincang sejenak dengannya. Bila Rukardi ngobrol dengan sang moderator, Sawali Tuhusetya, PAk Budi bernostalgia dengan pendiri Teater Semut, PAk Aslam Kussatyo. MAka, aku memilih untuk berbincang dengan Okta. Walaupun sebenarnya, ada pula keinginan untuk ngobrol sana-sini dengan anak-anak Teater Semut yang  kelihatan ask-asik orangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, aku mendapatkan banyak hal dari Okta. Ia bercerita tentang sebagian kecil sahaja isi hatinya. Tapi itu sudah cukp buatku, untuk memahaminya, cara berpikirnya juga mungkin mimpi-mimpinya. Suatu hal yang hanya bisa diketahui dengan berdialog dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah, tak tau juga seperti apa kesannya terhadapku, sebab aku tiba-tiba memilih mengambil posisi sebagai orang yang merasa sok tahu (halah!) tentang hakikat belajar. Yup! aku segera disergap rasa nggak terima, jika sosok pelajar sekeren Okta, yang jujur mengaku mendapatkan banyak hal justru di luar  bangku sekolah, nanti harus turut pula terpasung dalam penjara bernama UAN dan segenap konco-konco variannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okta mencintai Sinematografi dan juga dunia tulis menulis. Dan ia memiliki impian mengisi masa depannya dengan  hal itu.  Dia tak hendak berlabuh pada pilihan lain. Cuma satu : Sinematografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan demi mimpinya itu, Okta telah banyak berkorban... demi sebuah ilmu. Ia telah menghabiskan waktunya untuk bergelut dalam sebuah perpustakaan kehidupan yang bernama pengalaman. Berinteraksi dengan para profesional dan orang-orang yang berdedikasi terhadap ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, kebanyakan rekan sebayanya yang lain, (rasa-rasanya) cuma berkutat dari jenis soal satu ke jenis soal lain. Mereka bisa saja unggul diatas kertas, yang pada akhirnya juga akan mendapatkan selembar kertas, bernama ijazah, sebagai imbal jerih payahnya. Tapi, ya...cuma itu. Tidak lebih. Cuma kertas yang berbalas kertas. Tapi, buat pelajar tipe pekerja keras seperti Okta, dia mendapatkan banyak hal. Kertas iya, Kehidupan juga iya.&lt;br /&gt;Dalam bahasaku, ia akan lulus dengan cakap dan bukan lulus dengan gagap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SJF3Rs1TSmI/AAAAAAAAAQ4/ojF_77j1PH4/s1600-h/OKTA-12.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SJF3Rs1TSmI/AAAAAAAAAQ4/ojF_77j1PH4/s200/OKTA-12.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229091788330060386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kami mengantar Okta hingga kerumahnya, dikerumunan pohon duren. Jika saja pohon-pohon duren itu telah berulangkali berbuah, dan  beberapa diantaranya telah berusia lebih tua dari Okta, maka aku bisa membayangkan betapa kuat sebenarnya tekad Okta untuk tak mau takluk begitu saja dengan pohon duren. Okta harus berbuah pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika karena itu ia membutuhkan sebuah wadah pembuahan bernama kuliah, agar buahnya matang sempurna, maka ia musti masuk ke dalam wadah itu. Dan siapapun orang dewasa yang ada di dekatnya, mestinya terketuk hatinya membukakan jalan untuk Okta. Sebab siapa sih yang rela mengunduh duren sebelum masanya. Mengapa memilih ijo mentah aatau setengah matang jika ia nanti bisa masak meranum? Bahkan, tak usah capek-capek mengunduh, bila masanya tiba, toh si duren matang bakalan jatuh sendiri ke tanah, memudahkan siapa saja yang ingin memanennya? Dan, Bukankah kesabaran selalu berujung pada kesempurnaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thx 2 Allah, untuk pertemuan ini...&lt;br /&gt;Semoga Ia melindungi Okta di setiap langkah kaki kecilnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(thx again to Pak Budi, atas jerih payahnya mengabadikan Okta... Oktaviany Wahyunita.)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-8509472196643926541?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/8509472196643926541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=8509472196643926541' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/8509472196643926541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/8509472196643926541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/07/di-bawah-pohon-duren.html' title='Di Bawah Pohon Duren'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SJF20voHX0I/AAAAAAAAAQw/7UfD5OEWYro/s72-c/OKTA+SENYUM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-1835378296177113304</id><published>2008-07-30T20:33:00.005+07:00</published><updated>2008-12-09T14:06:29.388+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnalistik - Kehumasan'/><title type='text'>Obat Hati Itu Bernama Sastra...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SJBxSMAqm8I/AAAAAAAAAQQ/YHyMFHgWK54/s1600-h/06.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SJBxSMAqm8I/AAAAAAAAAQQ/YHyMFHgWK54/s400/06.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228803724652747714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suaranya bergetar. Matanya terpejam. Serak, laki-laki itu mendendangkannya. Dengan begitu getir. Sebuah lagu kenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Namun aku tak tahu...&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;apa yang dirasakan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tapi satu pintaku...&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;kasih dan... sayang..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaib, seperti tersihir. Tenggorokan penonton kompak tercekat. Memerah pula matanya. Sesaat, terdiam... untuk kemudian tersadar dan memberikan applause untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ending yang manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki itu adalah &lt;a href="http://siluetbulanluka.blogspot.com/"&gt;Budi Maryono&lt;/a&gt;. Ia baru saja usai membaca cerpen terakhirnya, "Sekuntum Mawar". Di cerpen itu, sang mawar terpersonifikasi sedemikian rupa hingga ia bisa menjadi bicara, dan menjadi 'teman duduk' sesosok waria yang kesepian mencari cinta. Di taman itulah, sang waria 'digugat' oleh sang mawar agar ia berhenti bermimpi dan menghadapi kenyataan. Kenyataan yang mngkin teramat pahit, karena tak ada segumpal cinta-pun yang didapat. Akan tetapi sebenarnya  sangat menenangkan jika kita ikhlas atas 'ke-takdapatan-an' itu. Ikhlas itu, menjadi energi suci menjalani kehidupan, ketimbang mimpi yang bisa juga menjadi energi namun rasanya penuh onak duri. Sakit dan perih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa daya, sang waria telah memilih jalan hidupnya. Pergi meninggalkan sang mawar. Tetap memburu mimpi... cinta sejatinya. Sesuatu yang diidamkannya sepanjang hidupnya. Ia tak hendak untuk kehilangannya. Tak mau menyerah ia selama masih punya sisa-sisa tenaga. Sebab, mungkin juga eperti yang ditulis oleh pak Budi pada bagian lain bukunya bahwa "perburuan adalah nilai cinta paling kekal". Ia memilih untuk meneruskan perburuannya. Dan Sang Mawar cuma bisa melepasnya dengan senandung lagu Mawar Bunga karya Koes Ploes, yang dinyanyikan Pak Budi tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahad pagi (27/7) itu, Pak Budi membaca tiga buah cerpen. Selain 'Sekuntum Mawar, beliau juga membaca "Seorang Peremuan dan Malam" dan "Di kereta, Kita Selingkuh". Judul terakhir ini, sekaligus menjadi judul buku antologi cerpennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara kemarin itu memang menjadikan Pak Budi sebagai cerpenis tunggal yang membacakan karyanya. Digeber oleh Komunitas Teater Semut Kendal, acara bertajuk "Pembacaan Cerpen-cerpen karya Budi Maryono"  itu dihadiri tak kurang dari 100-an orang. Kebanyakan siswa dan guru di lingkungan kota Kendal. Dan terlihat pula beberapa mahasiswa, pecinta teater, seniman, dan penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teater Semut juga sempat menunjukkan taringnya disela acara. Tampilannya yang memukau  makin menunjukkan eksistensinya sebagai kelompok pecinta seni dan sastra, khususnya di Kendal. Teater Semut yang dibina oleh Pak Aslam Kussatyo ini,  mengadaptasi salah satu cerpen Budi Maryono berjudul "Laki-Laki Terakhir".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Laki-laki Terakhir" bercerita tentang seorang perempuan, Dedes, yang muak kepada kaum laki-laki, dan hendak membunuh semua laki-laki seantero jagat. Semua karakter laki-laki, yang diwakili oleh Ametung, Kebo Ijo, Arok, bahkan  Gandring, menghembuskan nafas terakhirnya di ujung keris Dedes. Beruntung, Gandring sebelm tewas, sempat 'menggugah' Dedes, bahwa masih ada lelaki terakhir di jagat ini. Laki-laki itu hanya bisa terlihat jika Dedes berada di hadapan sebuah cermin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, "Lelaki Terakhir" hendak berkata bahwa selalu ada kelaki-lakian di dalam tubuh perempuan, sebagaimana di dalam laki-laki selalu ada watak keperempuanan. Sayang, Dedes menjadi tidak konsisten, karena jikalau ia komit dengan tekadnya, mestinya ia membunuh laki-laki di dalam dirinya. Jadi, adalah kesia-siaan mengejar kemenangan atas laki-laki atau atas perempuan. Karena keduanya tercipta bukan untuk menang-menangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dedes dimainkan dengan apik oleh Lince, yang  diimbangi apik pula tokoh laki-laki yang diperankan oleh anak-anak Teater Semut. Namun, karena luasnya batasan adaptasi cerpen menjadi naskah teater, maka dalam beberapa hal, beberapa sajian tampak begitu sarkatis. Misalnya, saat Dedes puas tertawa terbahak-bahak sambil memegang penggalan kepala Kebo Ijo. Benar-benar ngeri, karena 'darah segar' yang keluar dari 'kepala' itu masih menetes-netes memerahkan lantai... Full Horror...! ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi sastra. PAk Budi kali ini dimoderatori oleh sastrawan Kendal, Pak &lt;a href="http://sawali.info/"&gt;Sawali Tuhusetya&lt;/a&gt;, menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari peserta. Banyak pertanyaan bagus dan kritis dari peserta, misalnya tenang bagaimana mematahkan problem klasik saat menulis cerpen  yaitu : memulai, mengembangkan konflik, dan mengakhiri. Juga, apakah pesan tulisan harus ada lebih dulu di awal ketika hendak menulis. Termasuk pertanyaan, mengapa cerpenis dan penulis Indoensia sangat suka menulis sesuatu yang berbau seksualitas. Juga pertanyaan menggelitik, apakah Pak Budi pernah atau ingin selingkuh, dengan menulis cerpen tentang perselingkuhan. Sebab, cerpen atau tulisan yang baik biasanya bermula dari pengalaman batin penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban demi jawaban keluar dari mulut Pak Budi. Kadang panjang kadang pendek. Kadang serius dan filosofis, kadang pula lucu dan sederhana. Ya, apapun itu, sessi ini adalah ajang yang bagus untuk siswa dan guru saling ber-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;brainstorming&lt;/span&gt; tentang sastra Indonesia, khususnya sastra kontemporer. Seperti kuliah gratis gitulah. Kuliah yang bermutu tapi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, dengan meluncurkan buku berjudul berkonotasi negatif ini, Pak Budi sebenarnya malah ingin mengajak pembaca untuk ke arah positif, asal dengan syarat, membacanya dengan (pinjam istilah Pa Bdi) agak khusyuk. Sehingga bisa menangkap makna mulia tersembunyi dalam cerpen berisu perselingkuhan itu. PAk Budi sejatinya, malah ingin memuliakan perempuan. Sebab, menurutnya, ia terlahir karena perempuan, dan punya anak perempuan. Intinya, mencintai perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa PAk Budi yang lain, meski sama-sama menyinggung seksualitas, karyanya ini dijamin  tanpa lendir. Itu yang menjadi pembeda dengan buku-buku lain yang membahas persoalan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari atas kursi di undakan atas, kulihat Okta masih setia dengan handycam ditangan. Ia tampak berkonsentrasi penuh pula mengabadikan setiap moment dan perkataan Pak Budi. Anak itu... mmm..nanti kutulis di posting tersendiri deh tentang Okta ini. Tapi, perjumpaan pertama dengan Okta, siswa kelas akhir SMK Grafika sudah menciptakan kesan bagus tentangnya. Anak ini berbakat menjadi seseorang yang ahli dibidangnya : sinematografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, Mas Rukardi, fotografer dan Reporter Suara Merdeka, juga asik menjepret sana-sini dengan kamera DSLR Nikon-nya plus lensa tambahan 300 mm. Gubrak! Keren banget tuh piranti. Ditangan orang sekaliber MAs Rukardi, foto yang berhasil di jepret dijamin bikin geleng-geleng kepala. Very-very  nice...! &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(pula ternasuk foto diatas, adalah courtesy dari Pak Budi, hasil jepretan Rukardi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAmi datang berempat dari Semarang. Mestinya lima, ditambah Didin, salah seorang anggota Geng Kantin Banget. Namun, karena buru-buru, mobil melaju hingga Kendal dan lupa berhenti di Ngaliyan, tempat si DIdin menunggu. Sori , bro... ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, meluncurlah kita pulang, setelah sempat merasakan sejuknya bersujud di dalam masjid Agung Kendal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm... Hari yang istimewa. Lumayan menginspiratif buat jiwa. Serasa minum obat, bukan pil bukan pula puyer, tapi ia bernama sastra... Thx Pak Budi atas buku dan 'obat'nya. ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;note :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tulisan lain tentang Diskusi Sastra bersama Budi Maryono, ada &lt;a href="http://www.ikibukuku.blogspot.com/"&gt;di sini.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-1835378296177113304?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/1835378296177113304/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=1835378296177113304' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/1835378296177113304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/1835378296177113304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/07/obat-hati-itu-bernama-sastra.html' title='Obat Hati Itu Bernama Sastra...'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SJBxSMAqm8I/AAAAAAAAAQQ/YHyMFHgWK54/s72-c/06.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-5910638688171634531</id><published>2008-07-23T14:45:00.002+07:00</published><updated>2008-12-09T14:06:29.505+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekolah alam'/><title type='text'>Wallpaper Hari Anak Nasional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SIbiCsyb_iI/AAAAAAAAAQI/BKhwf6DpzQ8/s1600-h/wallpaper_hari_anak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SIbiCsyb_iI/AAAAAAAAAQI/BKhwf6DpzQ8/s400/wallpaper_hari_anak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226112953620364834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;wahai orang tua...&lt;br /&gt;betapapun sedihnya&lt;br /&gt;betapapun kalutnya&lt;br /&gt;betapapun beratnya&lt;br /&gt;ujian hidup yang melanda,&lt;br /&gt;tapi dihadapan mereka,&lt;br /&gt;anak-anak tercinta&lt;br /&gt;kembangkan senyum senantiasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;make them smile!&lt;br /&gt;buat mereka tersenyum&lt;br /&gt;senyum di wajah&lt;br /&gt;dan yang utama,&lt;br /&gt;senyum di hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Hari Anak Nasional&lt;br /&gt;buat anak-anak Indonesia...^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-5910638688171634531?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/5910638688171634531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=5910638688171634531' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/5910638688171634531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/5910638688171634531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/07/wallpaper-hari-anak-nasional.html' title='Wallpaper Hari Anak Nasional'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SIbiCsyb_iI/AAAAAAAAAQI/BKhwf6DpzQ8/s72-c/wallpaper_hari_anak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-4786758315921826580</id><published>2008-07-17T17:13:00.002+07:00</published><updated>2008-12-09T14:06:30.045+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='orang rumah'/><title type='text'>Duduk Sini, Nak...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SH8caT25glI/AAAAAAAAAQA/9MWihcTQfFE/s1600-h/dani_juniornya_ayah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SH8caT25glI/AAAAAAAAAQA/9MWihcTQfFE/s320/dani_juniornya_ayah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223925331105776210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Duduk sini, nak...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dekat pada bapak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;jangan kau ganggu ibumu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;engkau lelaki kelak sendiri..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu Iwan Fals itu mengiang-ngiang di kepala. Lagu itu diciptakan Iwan buat anaknya, (alm) Galang Rambu Anarki. Dulu, waktu Abiyyu masih belajar jalan seperti Dani sekarang ini, aku suka mendendangkannya... dalam hati tapi. ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti juga hari ini (14/7). Seharian berada di rumah, karena badan mendadak 'lemah' malah mendatangkan hikmah sendiri... jadi punya waktu buat si Dani Qurrotu 'Ayun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"haloo dani..." dan dani tersenyum sebagai jawabannya. Senyum yang mampu meluluhkan segala sedih dan pedih.  Lalu ku temani ia, hingga ia tertidur... lalu bangun, hingga tertidur lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kakaknya, Abiyyu, pulang dari sekolah, Dani menampakkan keriangannya... dengan caranya. Ditarik-tariknya rambut kakaknya itu, lalu diciumnya... ^_^ Amazing...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uufhh... jika anak adalah kertas putih, maka orang tuanya adalah pena-nya, begitu petuah Rasulullah SAW.   Tiba-tiba, aku jadi gamang sendiri, seperti  apa macam pena diriku ini. Seperti apa wujud tulisannya kelak. Jika kertas  itu kemudian kelak dihisab, masihkah ia tetap putih atau malah telah terbakar menjadi abu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah.. oh ayah... tahu aku kini, seperti apa rasanya yang dirasakan  ayah saat menjadi ayah dari diriku waktu kecil. Sulit didefinisikan memang. Tapi aku tahu, seperti yang Ebiet G. Ade bilang, suatu saat  : bahuku yang sekarang (anggap saja) kekar, legam terbakar matahari, suatu saat akan menjadi kurus dan terbungkus....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, semangat itu tidaklah akan pernah pudar................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-4786758315921826580?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/4786758315921826580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=4786758315921826580' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4786758315921826580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/4786758315921826580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/07/duduk-sini-nak.html' title='Duduk Sini, Nak...'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SH8caT25glI/AAAAAAAAAQA/9MWihcTQfFE/s72-c/dani_juniornya_ayah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-8964814956979147705</id><published>2008-07-15T15:13:00.006+07:00</published><updated>2008-12-09T14:06:31.382+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnalistik - Kehumasan'/><title type='text'>Kolaborasi dengan Geng Kantin Banget</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SHxcgg9MafI/AAAAAAAAAPA/53XkYIc67S0/s1600-h/essay_with_kantin_banget2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SHxcgg9MafI/AAAAAAAAAPA/53XkYIc67S0/s400/essay_with_kantin_banget2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223151381515102706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;alhamdulillah...&lt;/span&gt; Termin ke-2 How To Write : an Essay, berjalan dengan sukses. Menggandeng temen-temen dari &lt;a href="http://gengkantinbanget.blogspot.com/"&gt;Geng Kantin Banget SM&lt;/a&gt; sebagai penyelenggara dan penyedia peserta,... yang datang lumayan banyak juga, ada 40 orang, campuran SMA dan Mahasiswa dari Semarang, Kendal, Kudus, Grobogan,  bahkan seorang ibu paroh baya dari Pekalongan juga ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thx a lot buat temen-temen Geng Kantin Banget (fotonya di bawah) : Hadziq, Mitsa, Didin, de el-el.. Te O Pe deh!&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SHxdfZst0gI/AAAAAAAAAPI/Cqw_5B9vfw0/s1600-h/geng_kantin_banget.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SHxdfZst0gI/AAAAAAAAAPI/Cqw_5B9vfw0/s400/geng_kantin_banget.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223152461898699266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;another picts:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SH8aCOCosEI/AAAAAAAAAPQ/vBig7lmajgQ/s1600-h/peserta.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SH8aCOCosEI/AAAAAAAAAPQ/vBig7lmajgQ/s200/peserta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223922718204276802" border="0" /&gt; &lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SH8aRQXytmI/AAAAAAAAAPY/eIOU1Mjptdc/s1600-h/peserta3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SH8aRQXytmI/AAAAAAAAAPY/eIOU1Mjptdc/s200/peserta3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223922976527922786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SH8ajt8U8pI/AAAAAAAAAPo/nV0Y1Wor_Q4/s1600-h/sessi_kelompok5.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SH8ajt8U8pI/AAAAAAAAAPo/nV0Y1Wor_Q4/s200/sessi_kelompok5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223923293703434898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SH8acsy29SI/AAAAAAAAAPg/Z4Ta-0Q5ICI/s1600-h/sessi_kelompok4.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SH8acsy29SI/AAAAAAAAAPg/Z4Ta-0Q5ICI/s200/sessi_kelompok4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223923173136200994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SH8a32ieROI/AAAAAAAAAP4/X9NiUz9HDno/s1600-h/peserta_konsern.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SH8a32ieROI/AAAAAAAAAP4/X9NiUz9HDno/s200/peserta_konsern.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223923639608296674" border="0" /&gt; &lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SH8ayJZZZlI/AAAAAAAAAPw/QUtP9QtResw/s1600-h/peserta2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SH8ayJZZZlI/AAAAAAAAAPw/QUtP9QtResw/s200/peserta2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223923541591287378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-8964814956979147705?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/8964814956979147705/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=8964814956979147705' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/8964814956979147705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/8964814956979147705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/07/kolaborasi-dengan-geng-kantin-banget.html' title='Kolaborasi dengan Geng Kantin Banget'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SHxcgg9MafI/AAAAAAAAAPA/53XkYIc67S0/s72-c/essay_with_kantin_banget2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-2233904521080665854</id><published>2008-07-08T21:56:00.005+07:00</published><updated>2008-12-09T14:06:31.558+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Beloved Students'/><title type='text'>Meja Kerja Itu...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SHOA__yPH5I/AAAAAAAAAO4/ejmvAtjD9mo/s1600-h/meja_Kerja.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SHOA__yPH5I/AAAAAAAAAO4/ejmvAtjD9mo/s200/meja_Kerja.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220658229994790802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Aku menyentuhnya. Meja itu.&lt;br /&gt;Dan seperti membuka gerbang waktu. I can feel it. Sebuah energi tiada terputus... untuk selalu berkarya dan berkarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kursi merah jambu ini, kurasa waktu telah terkalahkan berulang kali. Kalah oleh seuntai kelembutan, namun  tegar setegar karang lautan. Malam mungkin pula sudah ribuan kali tertundukkan, oleh  geliat jari jemari mungil yang  tetap bertahan  hingga fajar menyingsing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan pula kata yang telah terlahir dari sini. Berkutat dalam imajinasi. Berteman sepi, dingin yang menggigit,  juga berkawan suara jangkrik mengerik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaligrafi di dinding kayunya, mungkin tertaruh tak sengaja. Tak bermakna selain hiasan mata belaka. Tapi buat yang mengerti, itulah  alasan lahirnya setiap karya. Everything is because of Allah. Do it for Islam.  Do it for our Prophet, Rasulullah SAW.  Sebingkai   piagam penghargaan dibawahnya, bukanlah dimaksudkan untuk unjuk kerja, tapi menjadi sebuah cambuk untuk melahirkan karya baru, yang lebih baik dan lebih baik lagi. Seperti firman Allah :"Selesai satu pekerjaan,  maka kerjakanlah pekerjaan lainnya dengan segera". Istirahat dalam konteks para pejuang ini tidak lain adalah saat bermunajat kepada Allah. Dalam hening malam, dalam keterjagaan, ketika yang lain tengah berada dalam keterlelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uufhh...  subhanallah... luar biasa indahnya.&lt;br /&gt;Dan, jikalau kali ini aku bisa menyentuhnya. Semata, itu karena skenario Allah belaka. Tak ada rencana sebelumnya. Pagi &lt;a href="http://siluetbulanluka.blogspot.com"&gt;Pak Budi&lt;/a&gt; mengirim kabar via SMS tentang rencana mengantar Tia ke Q-Tha. Sore, kami benar-benar telah berada di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada tangis perpisahan. Karena Tia telah begitu siapnya.  Ia benar-benar telah  menata dirinya untuk sebuah perubahan  besar dalam hidupnya.  Masuk ke dalam sebuah lingkungan baru yang sama sekali belum pernah dikenalnya. Ia membuka lapang-lapang dadanya, dengan berbekal satu hal : percaya. Percaya akan pilihan ayahnya. Percaya bahwa Allah juga akan menjaganya. Percaya bahwa Q-Tha akan menjadi teman setianya. Percaya bahwa ia akan menemukan dirinya di Q-Tha. Ya..itu saja modalnya, percaya....!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kepercayaan Tia itu telah pula menyeretku untuk mampir kembali ke sebuah ruang kerja yang dulu pernah kuhampiri. Ruang dimana  tangis terisak-isak telah mampu dijelmakan menjadi sebuah tekad kuat laksana baja.   Ruang dimana gelap tak boleh berlangsung lama-lama, untuk segera me-nerang. Berganti dengan harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sebenarnya ingin duduk di kursi plastik merah jambu itu.  Tapi kuhindari. Aku cuma duduk di bangku kayu panjang yang ada disebelahnya. Yup! cuma menemani saja...disebelahnya.  Seperti halnya kursi pilot,  ia hanya boleh diduduki oleh  sang pilot itu sendiri.  Aku sudah cukup berada di barisan kursi penumpang.  Memberi kesempatan dan kepercayaan bagi sang pilot  untuk menerbangkan pesawatnya, hingga sampai ketujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi...ooouch...CPU-nya nyentrum...hehe ^_^ . Kayaknya perlu diberi 'ground' deh biar umur hardware di dalamnya agak awet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, kucatat disini kata-katanya :" Bad moment, and a nice moment... Everything is Allright, cause life is Struggle! Alhamdulilah! Alhamdulillah!Alhamdulillah! Everything is because of Allah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Don't ask me how do i know, cause Like I said, u can't hide it because i can feel it... ^_^)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-2233904521080665854?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/2233904521080665854/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=2233904521080665854' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/2233904521080665854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/2233904521080665854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/07/meja-kerja-itu.html' title='Meja Kerja Itu...'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SHOA__yPH5I/AAAAAAAAAO4/ejmvAtjD9mo/s72-c/meja_Kerja.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-7905989839541975195</id><published>2008-07-06T21:31:00.010+07:00</published><updated>2008-12-09T14:06:32.306+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnalistik - Kehumasan'/><title type='text'>Terbukti! Lapar Ilmu Mengalahkan Lapar Perut...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SHDYzXi0C1I/AAAAAAAAAOQ/Anu_3E0v1lo/s1600-h/audience.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SHDYzXi0C1I/AAAAAAAAAOQ/Anu_3E0v1lo/s400/audience.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219910345127365458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Mungkin sudah ada bayangan, meski masih blur... &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Barangkali karena tulisan saya belum dikoreksi. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan menarik &amp;amp; fun, memotivasi juga. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Need any follow up in the future! &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;By the way, say jadi ingat pepatah :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;'Don't judge the book from its cover'&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah...semoga ilmu ini bermanfaat"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Workshop Penulisan ini keren banget,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;karena memperkaya ilmu saya akan tulis menulis.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Aku memang bukan seorang yang jago nulis,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tapi semoga dengan bimbingan Komunitas Wedangjae  &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;bisa meningkatkan kualitas tulisan saya. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Mohon bimbingannya ya pak... ^_^&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Terima Kasih"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah... membaca &lt;span style="font-style: italic;"&gt;feedback&lt;/span&gt; dari para peserta Workshop "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;How to Write :an Essay&lt;/span&gt;" ini begitu mengharukan. Campur aduk. Ada ketertegunan seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;feedback &lt;/span&gt;dari inisial 'Ayaa di paling atas, juga dari Ninch_3 di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;feedback&lt;/span&gt; bawahnya yang berpengharapan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Feedback&lt;/span&gt; lainnya tak kalah berwarna. Sebagian besar merasa terlecut dan mendapatkan inspirasi untuk bersegera menulis, dan ada juga yang memberi catatan alias kritik. Apapun itu, semoga ia menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;induce&lt;/span&gt; (memacu) dan bukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;inhibit&lt;/span&gt; (menghambat) dari proses memproduksi tulisan (Thx untuk anonim yang telah menulis bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;feedback&lt;/span&gt; terbagi dua : positif dan negatif. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Feedback&lt;/span&gt; positif ternyata justru meng-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;inhibit&lt;/span&gt;, sementara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;feedback&lt;/span&gt; negatif malah meng-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;induce&lt;/span&gt;...^_^).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SHDZA7BOLkI/AAAAAAAAAOY/Zzjn0F8zK2E/s1600-h/mas_edhi_prayitno.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SHDZA7BOLkI/AAAAAAAAAOY/Zzjn0F8zK2E/s200/mas_edhi_prayitno.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219910577988447810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tak dapat dipungkiri, bintangnya Workshop hari ini adalah Mas Edhi Prayitno Ige, Jurnalis Radio El-Shinta yang didaulat untuk menjadi narasumber. Ini adalah 'job' kali pertama Mas Edhi tampil atas nama Komunitas Wedangjae (hehe..ini bukan perploncoan lho mas... ^_^). Dengan gayanya yang 'nyeni' dan full kontemplatif, Mas Edhi memukau para peserta yang kebanyakan memang masih penulis pemula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sessi pertama, Mas Edhi mem-brainstorming peserta tentang apa yang disebut Essay. Seperti yang kuduga, sebagian peserta berangkat dengan kepala kosong. Buktinya, banyak juga yang jujur-jujuran minta ditunjukkan seperti apa sih wujudnya Essay. Hihi..padahal kan tiap hari di kiri kanannya kan banyak essay bertebaran di media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SHDZTVI1h4I/AAAAAAAAAOg/rNvYpji8CrM/s1600-h/audience3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SHDZTVI1h4I/AAAAAAAAAOg/rNvYpji8CrM/s200/audience3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219910894237353858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mas Edhi, tentu saja tak ingin terlalu mendikte, sebab itu sama saja dengan membuat ketergantungan yang tinggi terhadap narasumber. Jadi, sengaja uraiannya dibuat sedemikian rupa agar setelah pulang dari acara, peserta penasaran dan mencari sendiri seperti apa wujud essay itu sesungguhnya. NAh, itulah dia ciri seorang pembelajar mandiri. Diprovokasi sedikit, lalu bersemangat mencari. Hemmm... jadi ingat penyakit kronis pendidikan Indonesia : terbiasa seperti gelas yang diam pasrah menunggu dituangi air dari teko. Kenapa tak coba si gelas mencari sendiri  sumber air atau malah sesekali menjadi tekonya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Essay, menurut Mas Edhi cuma beda tipis sama Opini. Bedanya, Essay dikemas sedemikian rupa, sehingga karakter personal penulis menjadi kentara. Sebab, Essay biasanya lahir dari perenungan atas pengalaman pribadi namun mengandung kemanfaatan publik. MInimal, ada hikmahnya. Sehingga, Essay biasanya lebih kental sastranya dibanding opini. Ya, nyastra alias meng-imajinatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cara menulis Essay. Di sini, Mas Edhi mengutarakan 2 cara yang biasanya digunakan. yaitu Essay Frontal dan Essay Kontemplatif. Disebut Frontal jika memang isinya lugas, seperti halnya demonstrasi, tanpa tedeng aling-aling langsung menuju sasaran. Namun ada juga yang penuh analogi, sindiran, dan lahir dari perenungan mendalam, yang disebut dengan kontemplatif. Mas Edhi dalam hal ini memberikan contoh filosofi pohon Mangga bagi kehidupan. Yaitu puncak kerja keras perjuangan pohon Mangga dari mulai menyerap makanan hingga berdaun dan berbiji, adalah semata untuk berbuah. Bahkan bila tiba masanya, si buah akan dijatuhkan dari tangkainya agar memudahkan siapa saja yang ingin mengambil kemanfaatan dari dirinya. Pohon Mangga, selain beramal daging buahnya juga berkepentingan agar biji yang tak lain adalah generasi pelanjutnya juga akan tumbuh di suatu tempat untuk melanjutkan trah generasi selanjutnya. Artinya jelas : pengkaderan itu penting, bro!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SHDZju6JDUI/AAAAAAAAAOo/lADAGqRWCGI/s1600-h/kelompok3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SHDZju6JDUI/AAAAAAAAAOo/lADAGqRWCGI/s200/kelompok3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219911176032947522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Workshop berlangsung mengalir. Tanya jawab sana-sini. Pun ketika 80-an peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk mendapatkan ide penulisan. Follow up Workshop ini telah menunggu di depan mata, yaitu peserta berpartisipasi dalam Lomba Menulis Essay HUbungan Indonesia-Australia yang diselenggarakan oleh &lt;a href="http://cir.or.id/"&gt;CIR (Center for Indonesia Reform)&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu begitu cepat. Mestinya Dhuhur acaranya selesai. NAmun karena animo peserta yang begitu tinggi, disepakati bahwa acara akan dilanjutkan ba'da sholat dhuhur. Peserta terlihat 'no problem' banget padahal kita sudah menginformasikan bahwa panitia tak merencanakan menyediakan makan siang. '&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Two Thumbs Up'&lt;/span&gt; deh untuk ketangguhan peserta. Ini baru yang namanya militansi...militansi terhadap ilmu. Dan, pukul 13.30 acaranya baru benar-benar bubar...Allahu Akbar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keterbatasan waktu, Mas Edhi cuma semmpat membahas 4 saja outline dari peserta. Yaitu dari Peserta terjauh, Pekalongan (Widhi), disusul karya peserta dari STAIN Salatiga, Annisa dari MIPA UNDIP dan Yasir dari FH UNDIP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAmun, diujung sessi, Wedangjae membuka ruang Klinik Online untuk peserta yang ingin berkonsultasi tentang tulisan, baik dalam rangka LOmba Essay maupun hal lain diluar lomba tersebut. Untuk Mas Edhi, dialamatkan ke : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ratusrengenge@gmail.com&lt;/span&gt;, atau ke &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;doniriadi@yahoo.com&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ujung perjumpaan, bukannya diberi kenang-kenangan oleh panitia, Mas Edhi malah memberi peserta kenang-kenangan,berupa buku kumpulan Essay berjudul "Inul" yang diterbitkan oleh Bentara, juga buku Antologi Puisi Jurnalis Baca Puisi plus Majalah Sastra yang diterbitkan oleh Pemprov Jateng. Te o Pe Be Ge Te deh! ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, salut buat peserta, termasuk apresiasinya terhadap majelis ilmu seperti hari ini. Beberapa peserta bahkan mengingatkan bahwa besok Senin mereka ada UJian Akhir Semester, hingga tanggal 15 Juli nanti. Yah! Semoga barokah dua-duanya, ya... ^_^ Ilmu dan Ujian. Kalo Mas Edhi mah nyantai...seperti yang ditulis di profilnya, "lulus nggak lulus pokoke tetap jadi seniman..." ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SHDZ4X8xNeI/AAAAAAAAAOw/yaxKU6K0Va8/s1600-h/arief_eka_sekjend_dan+_galih_humas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SHDZ4X8xNeI/AAAAAAAAAOw/yaxKU6K0Va8/s200/arief_eka_sekjend_dan+_galih_humas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219911530647205346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Salut juga buat para pengurus KAMMI Daerah Semarang yang cekatan : Muhith Sang Ketua, Arief Eka sang Sekjend, plus anak-anak Biro Humas : Ani, Galih, Arif, Ryo dan segenap 'bala kurawa'... hehe... Semoga kerja samanya tak terputus sampai di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, sekali lagi, terenyuh daku membaca sebait feedback dari peserta noname. Ia berkata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;" Semoga MAs Edhi dan Mas DOni diberi keistiqomahan dalam berusaha melahirkan penulis-penulis muda baru. Bravo!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(some photo taken by Siddiq Sumakna, my student at Klub Fotografi Sekolah Alam Ar-Ridho)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-7905989839541975195?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/7905989839541975195/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=7905989839541975195' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/7905989839541975195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/7905989839541975195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/07/terbukti-lapar-ilmu-mengalahkan-lapar.html' title='Terbukti! Lapar Ilmu Mengalahkan Lapar Perut...'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SHDYzXi0C1I/AAAAAAAAAOQ/Anu_3E0v1lo/s72-c/audience.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-2201942000839517574</id><published>2008-07-04T21:32:00.002+07:00</published><updated>2008-12-09T14:06:32.484+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnalistik - Kehumasan'/><title type='text'>Wedangjae Gelar 'How To Write : an Essay'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SG43oyQVEvI/AAAAAAAAAOI/Rdx0tsuuTOw/s1600-h/backdrop-essay1024.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SG43oyQVEvI/AAAAAAAAAOI/Rdx0tsuuTOw/s400/backdrop-essay1024.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219170191993541362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://wedangjae.com/"&gt;Komunitas Wedangjae&lt;/a&gt;, bekerja sama dengan &lt;a href="http://cir.or.id/"&gt;Center for Indonesia reform&lt;/a&gt; (CIR), &lt;a href="http://kammi.or.id/"&gt;KAMMI Daerah Semarang&lt;/a&gt;, dan Geng Kantin Banget Suara Merdeka, akan menggelar sebuah Workshop Penulisan "How To Write : an Essay", pada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Termin I :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Hari/Tanggal : Ahad/6 Juli 2008&lt;br /&gt;   * Jam : 09.00 s.d 12.00 WIB&lt;br /&gt;   * Tempat : Balai Hiperkes, Jl. Ngesrep Barat, Banyumanik Semarang (Arah Masjid Assalaam)&lt;br /&gt;   * fasilitator : Tim Wedangjae&lt;br /&gt;   * Tiket : FREE (Tapi, tempat terbatas bro..^_^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Termin II :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Hari/Tanggal : Ahad/13 Juli 2008&lt;br /&gt;   * Jam : 08.00 s.d 12.00 WIB&lt;br /&gt;   * Tempat : Kantor Redaksi Suara Merdeka, Jl. Kaligawe, Semarang&lt;br /&gt;   * fasilitator : Tim Kantin Banget&lt;br /&gt;   * Tiket : FREE juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta yang hendak dituju adalah : Penulis muda, berusia dibawah 22 tahun (SMA dan mahasiswa). Jadi, silahkan ajah gabung jika tertarik....hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Follow up dari Workshop ini adalah,peserta di'wajib'kan berpartisipasi dalam Lomba Menulis Essay Indonesia-Australia yang diselenggarakan oleh CIR., dgn deadline lomba 26 Juli 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Info Keikutsertaan Workshop :&lt;br /&gt;- Doni Riadi : 0813 9099 1444 (Wedangjae)&lt;br /&gt;- Budi Maryono : 0815 777 2933 (Kantin Banget)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doain sukses ya, bro and sist...^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-2201942000839517574?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/2201942000839517574/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=2201942000839517574' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/2201942000839517574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/2201942000839517574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/07/wedangjae-gelar-how-to-write-essay.html' title='Wedangjae Gelar &apos;How To Write : an Essay&apos;'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SG43oyQVEvI/AAAAAAAAAOI/Rdx0tsuuTOw/s72-c/backdrop-essay1024.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-3529994840648817103</id><published>2008-07-02T11:44:00.004+07:00</published><updated>2008-12-09T14:06:32.591+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fotografi'/><title type='text'>Sekolah Favorit</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SGsNJyw39LI/AAAAAAAAAN4/Cem3xqDAjuw/s1600-h/ayah_abiyyu_look_thesky.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SGsNJyw39LI/AAAAAAAAAN4/Cem3xqDAjuw/s400/ayah_abiyyu_look_thesky.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218279055135601842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;to : anak-anakku.&lt;/span&gt;..di manapun kalian berada&lt;br /&gt;selamat menjadi pembelajar sepanjang hayat....!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(photo taken by : Siddiq Sumakna, Student of VIII,  Sekolah Alam Ar-Ridho Junior High)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-3529994840648817103?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/3529994840648817103/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=3529994840648817103' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3529994840648817103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3529994840648817103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/07/sekolah-favorit.html' title='Sekolah Favorit'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SGsNJyw39LI/AAAAAAAAAN4/Cem3xqDAjuw/s72-c/ayah_abiyyu_look_thesky.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-3142163164945337559</id><published>2008-07-01T14:00:00.010+07:00</published><updated>2008-12-09T14:06:33.400+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Beloved Students'/><title type='text'>Rendevouz</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SGneXDPvTpI/AAAAAAAAANI/hfLVe7itaJk/s1600-h/rose_for_zahra.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SGneXDPvTpI/AAAAAAAAANI/hfLVe7itaJk/s200/rose_for_zahra.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217946130875109010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hening. Angin pun sepertinya tak hendak berhembus. Rumpun bunga mawar depan rumah Mbah Lam nyaris tak bergerak sama sekali. Satu dua bunganya yang mekar mencoba untuk menjadi pahlawan, mengisi kegersangan kemarau hari ini dengan sedikit keceriaan. Merahnya yang menyala, kontras dengan tanah berdebu yang lama tak terseduh air hujan. Bahkan dalam lamat pun, segala suara terdengar keras. Pun helaan nafasku kali ini. Disebelahnya, gedung RC (lumbung sumberdaya) menjulang tiga lantai. Kali ini meski belum seutuhnya selesai ia terkesan begitu dingin dan angkuh. Sementara atap rumah di tempatku berdiri nyaris menyentuh kepala, dengan kayu dan bambu yang telah lapuk dimakan usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini dan dipojokan sana, biasanya terdengar riuh rendah celoteh anak-anak Q-Tha. Tapi tidak kali ini. Yang ada cuma Mbah Lam, yang setia memarut kelapa, sendiri, seperti biasa. Di tempatku berdiri ini pulalah aku kali pertama berjumpa dengannya. Sosok yang kemudian menyadarkanku akan hakikat makna belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SGnZx41DBYI/AAAAAAAAAMo/bbqchIA4SyM/s1600-h/maia_fina_nida.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SGnZx41DBYI/AAAAAAAAAMo/bbqchIA4SyM/s200/maia_fina_nida.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217941094377129346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Inilah pula sejatinya yang terasa. Dibalik senyum ramah sesosok sahabat yang menyambutku pertama kali tadi, ada kesunyian yang teramat dahsyat. Meski senyum itu telah disunggingkan bahkan sejak aku masih berada di dalam mobil, belum lagi menginjak tanah dan mengucapkan salam perjumpaan. Terlebih, meski cuma melihatnya dalam sedetik, matanya itu terasa melihat jauh kedepan, menerawang sesuatu...jauh begitu jauh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, semakin nyata adanya, ketika kemudian ia memberiku sebuah &lt;a href="http://keluarga-season.blogspot.com/"&gt;link blog&lt;/a&gt;, berisi catatan hariannya, utamanya tentang kehimpitannya, yang semoga akan  berganti segera dengan kelapangan. Lelah? No! Lillah! ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kali ketiga kunjunganku ke Q-tha. Kunjungan tersingkat, karena nggak pake nginap. Misi utamanya, sebenarnya menunjukkan jalan bagi &lt;a href="http://siluetbulanluka.blogspot.com/"&gt;PAk Budi&lt;/a&gt; dan Tia putrinya terutama, untuk beranjangsana dan menimbang-menimbang kemungkinan Tia bersekolah di Q-Tha. PAk Budi sebenarnya telah lama mendengar Q-Tha, sejak tahun 2005 lalu, tapi baru berkesempatan datang kali ini. Lengkap sekeluarga malah. Bu Budi (yang akrab dipanggil Entik sama Pak Budi), Biru, dan Gigih juga turut serta. Aku sendiri, seperti biasa, mengajak Abiyyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan misi keduanya, adalah menyambangi 'anak-anakku' ^_^. Bersua dengan mereka, menyapanya, menanyakan kabarnya, dan yahh...seperti biasa, merasakan atmosfer dan suasana keseharian mereka, dalam nyata. Sebab selama hampir setengah tahun ini proses komunikasinya cuma melalui jalur maya. KAlo nggak SMS, ya email, atao FS, ato Blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Budi sudah berada dalam titik kulminasi kejenuhan dan nyaris kehilangan kepercayaan dengan sistem pendidikan reguler. Institusi pendidikan, hatta itu milik negara, telah berubah wajah menjadi sebuah industri. Dan sebagaimana industri, tidak ada kearifan disana. Yang ada adalah pendewaan kapital. Semakin besar kapital yang bisa anda kucurkan maka semakin besar wibawa anda disana. Cerdas tapi berbalut miskin? "Halah! Bikin masalah saja! Kalau tidak mampu, jangan sekolah disini!". Begitulah kira-kira jawaban sinisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah telah berganti rupa menjadi ajang adu prestise para orang tua. Di lain kesempatan, sekolah telah menjelma menjadi sutradara gila, yang memaksa anak untuk menjadi seorang pemeras, kepada orang tuanya. Anak ganti menjadi tukang todong orang tua, karena ia sebelumnya ditodong oleh pihak sekolah. Bayar dulu ini itu, jika ingin dapat ijazah, dan bla bla bla. Nyaris tak nampak jejak-jejak mulia sang guru, saat ia bertahun-tahun mengajarkan kebijaksanaan hidup, di depan kelas bertahun-tahun sebelumnya. Di awal dan akhir tahun ajaran, semua mendadak berubah menjadi drakula. Serahkan lehermu, begitu kau melangkahkan masuk ke pintu gerbang sekolah ini.&lt;br /&gt;Itu baru soal kapital. Belum lagi soal esensi pendidikan. Soal cara belajar. Soal cara pandang terhadap ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ironi. Padahal di negara kapitalis saja, pemerintahnya menjamin teraksesnya pendidikan untuk warganya. Bentuk pendanaan oleh negara dalam dunia pendidikan adalah hal yang tak terhindarkan. Jerman dan Austria, yang menerapkan sosialisme negara, mendanai seluruh sistem pendidikannya, dari tingkat rendah sampai perguruan tinggi. Sedangkan negara seperti USA, mendanani hampir keseluruhan pendidikan rendah sampai menengah, dan sebagian pendidikan tinggi. Jadi bukanlah tabu bagi negara, dalam ideologi kapitalisme atau sosialisme, untuk ikut mendanai biaya pendidikan. Sementara kita disini, mengaku bukan kapitalis bukan pula sosialis, tapi jurang yang ada begitu menganga lebar. Makin lama, makin terasa, bahwa pendidikan hanya berhak diakses oleh sebagian kecil warga negara saja. Yang berkantong tebal. "Orang miskin dilarang sekolah!, begitu kritik Eko Prasetyo dalam bukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SGnZE_7aE5I/AAAAAAAAAMg/_9kpn0wsCwA/s1600-h/pakridwan_pakbudi_pakdin_pakmujab.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SGnZE_7aE5I/AAAAAAAAAMg/_9kpn0wsCwA/s200/pakridwan_pakbudi_pakdin_pakmujab.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217940323188741010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di teras RC, PAk Din dan Pak Mujab sedang duduk-duduk berbincang ringan. Demi melihat kami datang, Laptop yang semula terbuka, segera dibereskan. Keduanya menerima kami dengan ramah. "Assalamu'alaikum..." kataku sambil menjabat tangan Pak Din.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengenalkan PAk Budi ke beliau berdua, bergegas aku masuk ke dalam RC. Di sana, aku tahu, telah menunggu seorang novelis, penggemar Avenged Sevenfold, dan penyuka blackscarf alias jilbab hitam, dialah &lt;a href="http://dalanggendheng.blogspot.com/"&gt;Maia Rosyida&lt;/a&gt;. Juga ada penulis "Gus Yahya, Bukan Cinta Biasa", &lt;a href="http://fina-afida.blogspot.com/"&gt;Fina Af'idatussofa&lt;/a&gt;. Plus Annida, yang baru saja rampung menulis novel "Arti Cinta".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti mimpi, bisa berada ditengah-tengah mereka. ^_^ Kesempatan berharga ini kumanfaatkan dengan baik. Tapi tunggu... mana anak-anak yang lain? Mungkin karena libur akhir tahun ajaran, tidak banyak yang nongol di sekolah. Padahal biasanya, Minggu sekalipun, sekolah tetap rame. Hingga kepulanganku, aku tak bisa bersua dengan : Upik, Emy, Eny, Feni, Amin, Salma, Kana, Khusnul, zulfah, ulfah, amik, devi, dan Luluk. Aku cuma ketemu dengan : Maia, Fina, Nida, Oela, Deean, Wikan, Minan, Ghiyast, Zulfi, Dila, Izzah, dan Ipoel juga PAk Ahmad. Vita dan Fitri juga telah hijrah ke Jombang. Tapi, lumayanlah... paling tidak sejauh ini, telah bertemu segelintir dari mereka.&lt;br /&gt;^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari rumah, aku telah 'menguras' isi rak buku. hihi... padahal cuma tiga biji. Aku ingin buku itu nantinya berganti rak. Dan hari ini, pada Maia, kutitipkan semuanya. Cukup spesial juga sebenarnya buku-buku itu. Tapi aku ingat petuah Rasulullah SAW, jika ingin berbagi, berilah yang terbaik, yang bermakna bagimu, bukan yang sisa-sisa. Itu pula hikmah dari peristiwa mengucurnya darah manusia pertama kali di bumi, dalam kisah Habil dan Qabil bin Adam as, saat diminta Allah mengurbankan sesuatu kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku pertama, "Dead Poets Society". Buku ini memang memberi inspirasi, seperti halnya filmnya. Meski tentu saja berbeda rasa, karena ia diterbitkan setelah filmnya ada. Jadi, cuma semacam sinopsis begitulah. Bagaimanapun, ia adalah kenangan bagiku. Sebait puisi di dalamnya, telah kuambil dan kuabadikan dalam puisiku "First Sight First Hit". Puisi yang kubuat saat Live in di Q-tha pertama kali, dan dibacakan oleh Upik dalam Gelar Karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Kedua, "Born Blue : Terlahir Sedih". Kisah pilu anak perempuan yang bersuara merdu dan gemar bersenandung. Senandungnya menjadi pengobat luka hatinya. Buat maia, yang rocker abis, buku ini pastilah bakalan spesial. Jadi, jika buku yang pertama tadi bercerita tentang anak-anak berkecerdasan Lingusitik, maka buku ini bercerita tentang anak yang memiliki kecerdasan musikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Ketiga, "Antologi Puisi Jalaludin Rumi : Kado buat Pejuang Cinta". Karya klasik Rumi yang diterbitkan ulang dalam buku modern. Sayangnya, karena terjemahan, jujur kuutarakan pada MAia dan Fina, aku tak cukup bisa menikmati puisi-puisinya. Kurasa, tidak ada jalan lain, selain membaca Rumi dalam bahasa aslinya, bahasa Arab. Artinya, kudu belajar bahasa Arab dulu nih...^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Budi, juga serupa. Di akhir perjumpaan, beliau menyerahkan sebuah buku, karyanya sendiri, "Di Kereta Kita Selingkuh" Dan, Pak Din tentu saja tak mau kalah. Ia balik memberi Pak Budi buku terbitan Pustaka Q-Tha "Desaku, Sekolahku" karya Ahmad M. Nizar Alfian. Mahasiswa Arsitektur UNS yang berbulan-bulan live-in di Q-Tha. BUku itu adalah wajah lain dari hasil penelitian dan eksplorasinya terhadap Q-Tha dan desa Kalibening sebagai pendukungnya. Menarik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAk Din juga memberiku buku MAs Alfian itu, plus CD Dokumentasi "Jawaban dari Kalibening", yang merupakan kompilasi dari reportase stasiun TV terhadap Q-Tha : Trans TV, Metro TV, TV 7, dan TV Edukasi. Give and Give... not take and give, but give and give... So Nice!. Oiya, lupa... Novelnya Emy, yang "Rindu Cahaya" juga kubawa pulang. Wah, ternyata novelnya tebal juga ya... (nah lo, sempet kebaca apa nggak tuh nanti ^_^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Fina, kuserahkan padanya beberapa lembar foto. Foto-foto itu, jujur sempat lama berada dalam binderku. Murid-muridku di Sekolah Alam juga sudah akrab dengan foto itu. Terutama yang 'Embun Pagi". Sebagian malah jadi materi Klub Fotografi, dan juga sempat juga ditempel di Mading sekolah. Sekarang, ia sudah kembali ke pemilik aslinya... Smoga jadi lebih bisa memberi kemanfaatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SGniZJgO4aI/AAAAAAAAANw/U6ZxpeuySCc/s1600-h/ilmu-falak2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SGniZJgO4aI/AAAAAAAAANw/U6ZxpeuySCc/s200/ilmu-falak2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217950564961149346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pak Budi kemudian berbicang-bicang dengan PAk Din, Pak Mujab, dan Pak Ridwan. Pak Ahmad, sedang mengikuti pelatihan astronomi (ilmu Falak) di lantai 2 RC, sehingga tak bisa ikut bergabung. Aku sendiri, segera menghilang. Aku diajak Ghiyast melihat-lihat hasil lukisannya. Cukup banyak karya lukisannya. Berwarna dan kebanyakan lukisan abstrak. Ghiyast juga memperlihatkan Manga karya Luluk. Rencananya, lukisan-lukisan itu akan dipajang di dinding RC. Wuihh..keren noh! "Aku sama Luluk, nanti pingin bikin galeri, pak..." kata Ghiyast. Siip! hayo ndang dibikin...that's a good idea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minan lalu nongol. Oleh Minan, aku dibungkusin Sake (Sari Kedele). KAmi lalu berbincang-bincang tentang pengelolaan sampah organik dan non-organik. Aku sempat memberi Minan sebuah referensi tempat jika ia dan Ghiyast ingin mencoba studi banding, sebelum dilakukan di Q-Tha. Tempat itu di Jogja, namanya Semesta Daur Ulang. Minan benar-benar serius. Tak lama setelah kuberikan info itu, ia segera searching di internet dan mendapatkan alamat lengkapnya. Naga-naganya ia bakalan sungguhan ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minan dan Ghiyast juga sempat bercerita kisah pahitnya, njajal ke Semarang berbekal Gitar doang. Mereka bahkan sempat pula beraksi di bangjo ADA BAnyumanik dan di sebuah perumahan elit, sebelum ditangkap sama polisi dan diusir dari sana. Hemm... wajah dunia terasa begitu galak buat anak-anak ya...? "Kenapa ya pak, pengamen itu kok diliat sebelah mata sama orang?" tanya Ghiyast. "Pak, Aku rindu pingin pulang ke Lamongan" kata Minan, di akhir perbincangan. Sayangnya, aku baru nyadar kalo itu berarti ia butuh bantuan, setelah aku berpikir di perjalanan pulang. Tadi, jawabku malah, " pulang toh... anak laki-laki kok... berpetualang ajah. Nunut truk ato bis sambil bawa gitar. Kalo sudah abis rindunya, balik lagi kesini". Dus, Aku jadi ngerasa nggak enak. Tega bener akunya...uufh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SGnb31A6_9I/AAAAAAAAAMw/F-wDEeGUZ88/s1600-h/abiiyu_biru.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SGnb31A6_9I/AAAAAAAAAMw/F-wDEeGUZ88/s200/abiiyu_biru.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217943395455664082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kembali ke RC, disana rupanya sudah ada Dee, Ipoel, Wikan, dan Oela yang tadi belum nongol. Dee kaget melihatku. Responnya aneh. ia langsung menutup mukanya sambil jongkok...hihi...kaya ketemu kepala sekolah yang galak ajah...^_^ malu apa takut sih ? halah! Gubrak! Oela sedang membolak-balik majalah Foto-Video, yang memang kuberikan padanya. Oela, menyukai foto dan desain grafis. Editingnya is okeh punya! ^_^. Dan, di teras RC itu lalu kamipun menghabiskan waktu. Zulfi juga datang bergabung... jepret sana-sini dengan kamera digital HP jadul (cuma 3,2 pixel) yang kubawa. Tapi lumayanlah, paling tidak moment itu sudah terabadikan. Nida? masih asik ngenet dia di dalam RC sana. Betah amat, Nid? hehe... Abiyyu dan Biru? kompak mereka, asik nge-game. Fina? she was disappear...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SGneIzFXyCI/AAAAAAAAANA/D2keh3HP4Sw/s1600-h/dirumah_maia.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SGneIzFXyCI/AAAAAAAAANA/D2keh3HP4Sw/s200/dirumah_maia.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217945886018488354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tak lama setelah dhuhur, kami dah pamitan. Maia ikut serta. Maia pingin pulang ke rumahnya yang di kota, dekat bunderan, jadi sekalian bareng. Tak diduga, rupanya abahnya Maia, saking baiknya, malah 'menyandera' kami di rumahnya. hihi..ada 2 jam kali kami disana. Ngobrol-ngobrol dan... makan siang bersama. Kata abahnya Maia, yang namanya silahturahim itu harus sempurna, nggak boleh setengah-setengah...^_^ . Aduh... Mai, mau deh kesana lagi, hehe... Anehnya, sepanjang pembicaraan, Maia malah terlihat diam seribu bahasa dan tersenyum ala kadarnya. Kenapa sih Mai ? hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu, aku juga bikin komitmen dengan Maia. Entahlah, tapi kurasa, memang sudah saatnya, Maia berinteraksi dengan perspektif yang lebih luas, dengan siapa saja. Termasuk dalam hal pencarian penerbit atas karya-karyanya, yang udah mencapai 17 draft. Karya besar tuh... Doain ajah, Mai...semoga dimudahkan sama Allah segala urusan. I do my best... ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maia, menjadi saksi yang tak bisu, saat aku menendang-nendang mobil, dan menyatakan keinginanku yang belum juga terpenuhi, untuk menemui anak-anak satu persatu, dan bicara dari hati ke hati. Untuk mencari jawaban atas banyak pertanyaan...  What do they want to? what are their dream? and What can I do?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Maia, kutitipkan juga sesuatu buat Dee, yang berencana balik ke Jakarta sebentar lagi (kalo jadi...tapi kayaknya jadi deh).  Tahun ini memang tahun yang syahdu buat anak-anak Q-Tha. Banyak perpisahannya. Tapi Maia berusaha rileks. Nih anak emang dah terlihat tegar banget. "Paling nanti mereka juga balik lagi" katanya meringankan beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SGndLNHQWjI/AAAAAAAAAM4/QT5FkN9_MS4/s1600-h/ayah_dee_abiyyu.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SGndLNHQWjI/AAAAAAAAAM4/QT5FkN9_MS4/s200/ayah_dee_abiyyu.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217944827853822514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di dalam mobil menuju jalan pulang, SMS masuk, dari Dee. Aku tersenyum membacanya. Tadi, waktu pulang memang nggak sempat pamit sama tuh anak. Makanya kemudian, dia menulis,"kenapa pulang? kok cuma sebentar? trus ngapain kesini?". Dee juga menulis "Aku benci hari ini! Aku benci bertemu ayah! Aku benci senyum ayah! Aku benci!" (Kelak, saat titipan itu telah diberikan oleh Maia, Dee juga masih menulis, " Bisa ketemu lagi nggak? Aku mo balikin pemberian ayah. Aku nggak mau mengenang ayah!"). Hehe...so sweet! Btw, Hari ini (1/7) kau sedang ujian UNPK kan? Moga sukses deh. ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;life o life...&lt;br /&gt;hari ini yang jauh, datang&lt;br /&gt;yang kemarin datang, hari ini menjauh&lt;br /&gt;Datang dan pergi&lt;br /&gt;silih berganti&lt;br /&gt;relakan saja&lt;br /&gt;ikhlaskan saja&lt;br /&gt;biarkanlah skenario itu berjalan sebagaimana mestinya&lt;br /&gt;dan lihat siapa yang bertepuk tangan setelahnya&lt;br /&gt;atas ketabahan?&lt;br /&gt;atas keteguhan?&lt;br /&gt;atas kesabaran?&lt;br /&gt;kita&lt;br /&gt;dan penjaga surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan roda pun menggelinding pulang... Abiyyu, mendengkur pelan dipangkuan.&lt;br /&gt;Lelah ? No! Lillah! ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(kalibening, minggu, 29 Juni 2008)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-3142163164945337559?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/3142163164945337559/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=3142163164945337559' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3142163164945337559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3142163164945337559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/07/rendevouz.html' title='Rendevouz'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SGneXDPvTpI/AAAAAAAAANI/hfLVe7itaJk/s72-c/rose_for_zahra.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-3573625315128462402</id><published>2008-06-23T18:42:00.003+07:00</published><updated>2008-12-09T14:06:33.563+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekolah alam'/><title type='text'>Selamat Datang di Laut Lepas, Anakku...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SF-MnxbZRrI/AAAAAAAAAMY/xSNwiawAvqI/s1600-h/with_children_of_sixth.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SF-MnxbZRrI/AAAAAAAAAMY/xSNwiawAvqI/s400/with_children_of_sixth.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215041508429350578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang di laut lepas, anakku sayang...&lt;br /&gt;Bapak tidaklah melepasmu&lt;br /&gt;malah menyambutmu&lt;br /&gt;meski sejatinya dirimu menjauh&lt;br /&gt;tapi bagiku itu justru mendekat&lt;br /&gt;mendekat pada alam nyata&lt;br /&gt;manis kan kukatakan manis&lt;br /&gt;pahit kan kukatakan pahit&lt;br /&gt;padahal sebelumnya aku selalu menjauhkan kepahitan padamu&lt;br /&gt;bahwa cuma kemanisan yang boleh ada padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat datang remajaku,di laut lepas...&lt;br /&gt;sebagian darimu mungkin akan berpisah dari orang tuamu&lt;br /&gt;berpisah pula dari guru-guru mu&lt;br /&gt;yang  selama ini menjadi pelindung dirimu&lt;br /&gt;sekarang, dingin dan kabut akan menjadi teman setiamu&lt;br /&gt;yang akan berubah menjadi selimut kehangatan&lt;br /&gt;jika engkau mampu bertahan dan tak mudah mengeluh&lt;br /&gt;Allah akan selalu bersamamu kini&lt;br /&gt;jika engkau menyebut-Nya saat engkau di dera bala dan musibah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku...selamat datang...di duniaku... di laut lepas....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(teruntuk : murid2ku di kelas 6 SA-2007/2008, yang biasa kutemani saat makan siang, saling comot-mencomot lauk, saling bercerita tentang mimpi dan masa depan, saling ledek, dan ahhh... biarlah  menjadi kenangan...^_^)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22287995-3573625315128462402?l=www.doniriadi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.doniriadi.com/feeds/3573625315128462402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22287995&amp;postID=3573625315128462402' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3573625315128462402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22287995/posts/default/3573625315128462402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.doniriadi.com/2008/06/selamat-datang-di-laut-lepas-anakku.html' title='Selamat Datang di Laut Lepas, Anakku...'/><author><name>doniriadi.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14911296390617770026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_KYWkwiDsY70/R-okVyR9j7I/AAAAAAAAAD8/bMDXLp-fOD0/S220/abiyyu_on_candle.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SF-MnxbZRrI/AAAAAAAAAMY/xSNwiawAvqI/s72-c/with_children_of_sixth.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22287995.post-4891132448596992020</id><published>2008-06-23T16:59:00.003+07:00</published><updated>2008-12-09T14:06:34.543+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnalistik - Kehumasan'/><title type='text'>Pelatihan Kehumasan Solo (2) : Menjadi Humas Ideolog</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SF-H8GaEWgI/AAAAAAAAALw/5djJtmmQYUc/s1600-h/in_front2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KYWkwiDsY70/SF-H8GaEWgI/AAAAAAAAALw/5djJtmmQYUc/s320/in_front2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215036360100174338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berbincang soal kehumasan selalulah menarik hati, terlebih humas sebagai entitas alias humas sebagai spirit of life. Diskursus soal kehumasan, selama kita meminati dan menikmati, seperti halnya sumur zam-zam, berair tak henti-henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Humas Ideolog?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Istilah yang sangat spesifik. Takkan didapati dalam referensi humas kebanyakan, sebab ia hanya istilah yang diciptakan dalam dunia pergerakan mahasiswa. Mungkin ia mirip dengan Humas Gerakan. Intinya, ia mengawinkan antara seni kehumasan dengan ruh pergerakan. Produknya adalah ideologis. Sesuatu yang sangat abstrak namun mampu memberi pengaruh besar terhadap perilaku berkehidupan. Menjadi seorang humas ideolog tak hanya mencitrakan oraganisasi seperti halnya tugas humas kebanyakan tetapi lebih dalam adalah membangun sebuah paradigma berpikir dan bertindak nan empatik dari para stakeholder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kata lain, "The object of PR is not the achievement of a favourable image, a favourable climate of opinion, or favourable by the media". PR is about achieving an UNDERSTANDING”. Jadi, tujuan kehumasan bukan cuma adanya atmosfir kesan, opini maupun media yang mendukung, tapi "Pengertian" dalam arti kefaktaan, nyata sesungguhnya, bukan sekedar propaganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama penciptaan pengertian yang dimaksud adalah mengubah hal negatif yang diproyeksikan masyarakat menjadi hal yang positif. Hal-hal yang semula negatif, terpancar dari : hostility, prejudice (prasangka), apathy (apatis), ignorance (penolakan) berusaha diubah menjadi: sympathy, acceptance, interest dan knowledge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelatihan ini, kasus Insiden Monas adalah contoh paling gurih yang bisa dijadikan contoh. itu sebabnya, di awal sessi, image yang ditampilkan adalah foto yang sangat familiar untuk pemerhati media, yaitu : foto Munarman 'Mencekik'. Dan, diluar dugaan, rupanya kader-kader KAMMI muda  ini rada-rada gagap media (hehe...maaf nih ^_^). Sebab, dari 4 penjawab, semuanya 'termakan' propaganda dan terjebak kesan menyesatkan sebagai efek spontan melihat foto tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, opini publik, setelah foto itu dimuat (di detik.com, koran tempo, jawapos), memang kebanyakan mengutuk, menghujat, dan sejenisnya terhadap aroma kekerasan yang dilakukan Munarman, seperti yang terlihat dalam foto. Barulah ketika sebuah kegiatan kehumasan dalam bentuk konferensi Pers, digelar oleh DPP FPI, maka lambat laun, sebuah fakta baru mulai menggeser opini buruk itu menjadi lebih 'mengerti'. Bahwa Munarman justru sedang mencegah si Ucok untuk melakukan kegiatan anarkisme. Dari prasangka berubah menjadi sebuah simpati. Itulah salah satu bentuk tugas humas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, dalam konteks pelatihan ini. Kita mendapatkan satu hal bahwa humas yang baik, tidak akan dengan mudah termakan isu dan propaganda. Kita selayaknya melakukan satu hal standar : klarifikasi alias tabayyun. Lebih elegan bertanya atau mencari informasi sebanyak-banyaknya lebih dahulu daripada langsung mengeluarkan pernyataan, yang pada akhirnya malah berujung pada kekeliruan fatal. Dalam kasus foto Munarman, ia telah terkategori Fitnah. Dia telah di 'trial by the press'. Dihukum oleh media, dengan membabibuta. Dan ralat, adalah hal yang mestinya dilakukan oleh media yang bersangkutan. Tempo meminta maaf, Detik.com menurunkan berita klarifikasi, tetapi JawaPos tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, media tak bisa sepenuhnya disalahkan. Sebab, mereka hanya mempublikasikan release dari AKKBB. Dari kacamata kehumasan, peluncuran foto yang sangat tendensius tanpa dilacak dulu kesahihannya, tergolong kesalahan fatal. Diluar konteks bahwa AKKBB menjadi sasaran kekerasan, tapi, kita tidak dapat menutupi fakta, bahwa humas AKKBB melakukan kekeliruan yang sangat beresiko. Sebab, tak lama setelah foto itu diblow up besar-besaran, kita melihat nyaris terjadi konflik horizontal hingga ke daerah-daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Muslim Negarawan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Insiden Monas, telah begitu jelas bercerita, betapa pentingnya sebuah kegiatan kehumasan. Pertanyaan selanjutnya adalah, bagiamana dengan humas gerakan, KAMMI khususnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Humas Ideolog sejatinya menjadi garda depan dari jargon MUslim Negarawan, yang digagas oleh KAMMI. Tidak hanya humas, setiap kader KAMMI mesti mengetahuinya, sebab Muslim Negarawan adalah kata sederhana dari Visi kami : Melahirkan Pemimpin (Negarawan) Masa Depan yang tangguh di Indonesia. Dan 'Negarawan', adalah kata yang paling suitable untuk merepresentasikan sosok pemimpin muda di masa depan, dan bukan kata 'Politisi'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa bedanya  politisi dengan Negarawan ? Negarawan selalu mengedepankan kepentingan umat dan bangsanya, sementara Politisi identik dengan kepentingan kroni atau pihaknya saja. Jika ditarik lagi dengan semangat Nahnu du’at qobla kulli syai’ (kami adalah da’i sbelum menjadi segala sesuatu), maka jelalah, Negarawan yang dimaksud mengemban tugas da'i, yang juga selalu  berorientasi pada masyarakat banyak, tidak hanya kelompoknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, untuk bisa menarik (interrest) stakeholder, terutama mahasiswa sendiri, agar terketuk hatinya bergabung dalam barisan KAMMI, maka KAMMI sebaiknya memiliki Benchmark Corporate. Harus ada daya tarik lain selain isu Penggulingan RI-1, sebab era itu sudah berakhir. Humas KAMMI harus bisa menggali benchmarking separti apa yang dimiliki oelh KAMMI. Apakah dia berupa : ideologi Islam? aktivisnya yang Soleh -Solihat? Cakap secara akademis? didukung oleh Manajemen organisasi profesional? atau karena Jaringan internal yang 
